Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 228 : Membuatnya Tak Berkutik


__ADS_3

Setelah berpisah dengan rombongan Xiao Nie, Gong Zihao meninggalkan ruangan rahasia untuk mencari adiknya, Gong Yuxiang. Namun, seberapa jauh ia mencari tidak juga menemukannya.


"Tuan Besar sedang mencari siapa?" tanya seorang pelayan.


Gong Zihao berhenti, lalu bertanya, "Kau lihat Tuan Ketiga?"


Sang pelayan terlihat menyipitkan mata mendengar pertanyaan tersebut. "Bukankah Tuan Ketiga pergi membawa regu pasukan? Apa Tuan Besar tidak tahu tentang hal ini?" tanyanya heran.


Seketika kening Gong Zihao mengernyit. Bagaimana mungkin dirinya tahu jika dirinya saja baru keluar beberapa saat sebelumnya. Tapi apa yang dilakukan Gong Yuxiang dengan membawa satu regu pasukan?


"Sebelum pergi Tuan Ketiga sempat pergi ke ruang tamu. Ketika keluar dari sana Tuan Ketiga terlihat marah dan segera membawa satu regu pasukan meninggalkan kediaman."


Informasi pelayan membuat Gong Zihao menahan nafasnya. Tanpa banyak bicara pria tua itu segera pergi dari sana. "Gong Yuxiang! Kau benar-benar tak menganggap aku sebagai kakakmu. Keterlaluan!"


Di tempat lain. Zhang Yu, Xiao Nie dan Song Yixue baru saja sampai di perbatasan Kota Jinan setelah meninggalkan wilayah kediaman Keluarga Gong. Mereka berada di dermaga sedang menunggu kapal yang akan mengantar ke Kota Fuzhou.


Tetapi sebelum kapal yang dinanti tiba, sekelompok orang tiba-tiba muncul di depan mereka.


"Kalian mau kemana? Pergi? Jangan bermimpi!"


Xiao Nie mengerutkan keningnya. Dia tak berpikir Gong Yuxiang akan mengikuti mereka sampai ke perbatasan kota. Apa dia masih tidak menyerah atas rencananya?


"Gong Yuxiang, apa kau tahu kakakmu pasti akan marah saat kau melakukan ini? Kau bahkan membawa regu pasukan untuk mengejar sampai perbatasan. Saat kakakmu ada di sini, kau akan dimarahinya."


Mendengar ucapan ini Gong Yuxiang mendengus dengan acuh tak acuh. "Kau tak perlu banyak bicara. Lagi pula kakakku tidak tahu tentang masalah ini. Dia juga tidak akan datang."


Xiao Nie tertawa mencibir. "Baiklah jika begitu. Kau dapat melakukan apa yang kau inginkan."


Cih!


"Tak perlu kau beritahu aku juga akan melakukannya. Kalian bertiga, hari ini harus ikut bersama kami." Setelah berkata Gong Yuxiang langsung menyerang Xiao Nie.

__ADS_1


Dengan pedang panjang di tangannya, dia mengeluarkan satu siluet tebasan besar berwarna biru cerah.


Sayang sekali di hadapan teknik mata pedang milik Xiao Nie, serangan yang sangat kuat itu hancur berkeping-keping. Tidak sampai di sana, Xiao Nie mengincar Gong Yuxiang secara langsung dan berhasil memukul perutnya hingga terhempas puluhan langkah.


Gong Yuxiang pun memuntahkan beberapa teguk darah sambil memegangi perutnya.


"Apa kakakmu tidak memberitahu jika aku sudah menerima tiga anugerah surga? Kau yang masih menerima dua anugerah surga bukan lawan yang pantas untukku."


Terdengar kasar tapi itulah kebenaran yang ada. Gong Yuxiang bahkan baru mengetahui hal ini. Dia berpikir Xiao Nie masih di bawahnya, atau paling tidak setara dengan tingkatannya, sungguh tidak menyangka jika Xiao Nie berada di atas tingkatannya.


"Tutup mulutmu! Kau pikir hanya aku yang ada di sini? Ada delapan orang di tingkat setengah abadi bersamaku. Jika kami bersatu, apa kau masih bisa begitu percaya diri?!" seru Gong Yuxiang kesal.


Namun, lagi-lagi Xiao Nie hanya tertawa sinis. "Jika kau bisa maju sekarang, majulah, aku akan diam di sini."


"Apa?!" Wajah Gong Yuxiang semakin memerah marah. Dia menggenggam erat pedangnya dan ingin mengeluarkan serangan. Tetapi tepat saat itu bayangan hitam berkelebat dari belakang langsung merampas pedangnya.


Shut!


"Kurang ajar! Siapa yang ...." Kalimat Gong Yuxiang langsung tertahan saat melihat sosok di sampingnya. Wajahnya yang memerah marah dengan segera berubah pucat sepucat-pucatnya.


"Jika tidak di sini, Keluarga Gong sudah pasti mengadakan pemakaman hari ini. Apa kau bodoh?!" semprot Gong Zihao. Setelah berhasil membuat Gong Yuxiang mati kutu Gong Zihao segera menghampiri Xiao Nie.


"Lagi-lagi dia membuat masalah. Maafkan aku yang kurang memperhatikan sikapnya."


Xiao Nie menyimpan pedangnya. "Tidak perlu sungkan. Lagi pula kaki tidak terluka," ucapnya.


Gong Yuxiang yang melihat kakaknya bersikap begitu ramah pada Xiao Nie pun menggertakkan gigi kesal. Namun, sayang sekali dia tak bisa melakukan apapun.


"Karena masalah di sini sudah selesai, kami pamit terlebih dahulu. Kebetulan kapal yang kami tunggu baru saja datang."


Gong Zihao menganggukkan kepala. "Baik. Kalian hati-hati. Aku harap dapat bertemu kembali suatu saat nanti."

__ADS_1


Xiao Nie tak mengatakan apapun untuk membalasnya. Dia mengajak Zhang Yu dan Song Yixue pergi ke kapal di ujung dermaga.


"Kakak, bukankah kau bersikap berlebihan? Dia ...."


"Berlebih? Kau yang berlebihan. Sudah kubilang jangan bermain trik di belakangku. Tapi kau tak menghiraukannya. Kau benar-benar hampir menyinggung mereka yang tidak seharusnya kau singgung."


Gong Yuxiang mengerucutkan bibirnya tidak mengerti. Dia sungguh bingung kenapa kakaknya ini memandang Xiao Nie dan cucunya itu begitu tinggi.


"Jika kau masih tak mengerti. Lihat delapan orang yang kau bawa. Menurutmu, kenapa mereka masih diam sampai saat ini?"


Hem?


Seketika Gong Yuxiang menatap delapan orang di sampingnya.


Benar, Gong Yuxiang baru sadar delapan orang ini diam tak bergerak dalam waktu yang sangat lama. Bahkan juga tak menggubris nya sama sekali.


"Mereka diserang teknik jiwa. Dan menurutmu siapa yang melakukannya? Itu adalah pria muda yang bersama dengan Xiao Nie. Zhang Yu."


"Apa? Tidak mungkin!"


Gong Yuxiang terjatuh karena menerima begitu banyak hal yang tidak diketahui. Serangan jiwa? Itu adalah jenis serangan yang tak sembarang orang dapat melakukannya. Berurusan dengan orang sepertinya benar-benar hal buruk.


"Kakak ...."


"Jangan bicara lagi. Aku memaafkanmu karena kau melakukannya demi keluarga Gong. Tapi jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. Ingat itu!"


Gong Yuxiang menundukkan kepala. Dia kembali menatap delapan orang pasukan yang ikut bersamanya. Tidak bergerak sedikitpun.


Baru setelah Gong Zihao menyentuh pundak mereka, delapan orang itu pun kembali mendapat kesadarannya.


"Tuan Besar, Tuan Ketiga,"

__ADS_1


Mereka terlihat linglung seperti orang yang dipaksa bangun dari tidurnya. Menatap ke sekeliling dengan bingung dan mengeluh sakit kepala yang menusuk.


Namun rasa sakit itu masih tidak seberapa andai Zhang Yu tidak mendapat peringatan dari kakeknya untuk menahan diri untuk tidak melukai mereka.


__ADS_2