
Zhang Yu sejenak memperhatikan anak tangga di depannya. Perlahan mengangkat kaki kanannya untuk merasakan sensasi yang terlihat menakutkan di wajah-wajah murid di anak tangga lebih tinggi.
Tap!
"..."
Begitu alas kaki menginjak penuh anak tangga. Dapat dirasakan seperti ada lubang yang menarik kakinya. Terasa berat, tapi masih belum begitu kuat.
Zhang Yu memindahkan kaki kirinya dan naik ke anak tangga kedua. Tepat saat itu angin berhembus dari atas seperti akan menerbangkan tubuhnya. Tekanan yang terasa pun menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Dua murid yang menyaksikan Zhang Yu bergerak begitu lambat langsung menyalipnya. Saat sudah ada di anak tangga kelima, keduanya dengan kompak membalikkan badan dan mengejek.
"Murid baru sepertimu seharusnya tidak terlalu memaksa diri untuk datang ke sini. Kebetulan masih beberapa anak tangga, lebih baik turun kembali."
Setelah tertawa begitu puas, dua murid pelataran luar itu melanjutkan langkah mereka untuk naik ke anak tangga keenam.
Zhang Yu hanya diam tak mempedulikan mereka. Dia bukan tidak bisa naik dengan cepat mengimbangi mereka, tapi untuk saat ini dia masih menilai dan memperkirakan perbedaan tekanan pada setiap anak tangga.
Terdengar rumit. Tapi ini akan memudahkannya dalam mengambil keputusan setelah naik ke anak tangga yang lebih tinggi.
Satu demi satu, Zhang Yu selalu berhenti paling tidak lima tarikan nafas sebelum melanjutkan langkahnya.
Dua murid yang mengejek Zhang Yu sudah ada di anak tangga ke dua puluh dan sepuluh lagi sampai di panggung pertama. Mereka untuk kedua kalinya melihat ke bawah dengan senyum meremehkan.
"Menurutmu paling tinggi dia sampai di mana?"
"Mungkin hanya sampai panggung pertama. Itupun jika dia benar-benar sanggup melakukannya."
Keduanya tertawa terpingkal memikirkan tentang Zhang Yu. Murid baru yang begitu songong langsung mencoba naik panggung naga.
Bahkan mereka saat menjadi murid baru, sekitar empat tahun lalu baru naik panggung naga satu setengah bulan sejak bergabung. Pencapaian tidak begitu baik, hanya sampai panggung pertama.
Tapi seiring berjalannya waktu dan kultivasi yang meningkat, terakhir kali mencoba sudah bisa mencapai panggung ketiga. Kali ini kembali mencoba dan mereka berharap dapat mencapai panggung keempat dan masuk dalam daftar peringkat dua ratus besar.
__ADS_1
Kembali ke tempat Zhang Yu.
Setelah mengamati lebih seksama sekitar lima belas anak tangga pertama, Zhang Yu dapat mengatakan dengan pasti tekanan setiap kenaikan tangga adalah satu setengah kali lipat dari tangga sebelumnya.
Saat menginjakkan kaki di anak tangga kedua puluh, Zhang Yu merasakan kakinya menempel dan beban di atas tubuhnya setara batu berukuran sedang. Naik lagi lima tangga, Zhang Yu merasakan beban di atas kepala menjadi batu berukuran besar.
Wajahnya berubah serius, dia menarik nafas dan melanjutkan langkahnya naik ke tangga berikutnya. Dari tangga dua puluh enam, lalu sampai di panggung pertama.
Melihat puluhan orang beristirahat memulihkan tenaga, Zhang Yu langsung melangkah naik ke tangga yang menghubungkan panggung pertama dengan panggung kedua.
Namun langkah Zhang Yu terhenti di anak tangga ke tiga puluh dua, atau anak tangga kedua dari panggung pertama.
"Tekanan ini bukan lagi meningkat satu setengah kali lipat. Tapi dua kali lipat." Zhang Yu diam sejenak, sejurus kemudian dia mengayunkan kakinya kembali menyusuri anak tangga.
Tangga ke empat puluh lima, tangga ke lima puluh.
Gerakan Zhang Yu yang dinamis dan pasti, membuat beberapa murid yang dilewatinya tercengang.
Tapi salah seorang murid mengenali Zhang Yu.
"Tidak. Dia bukan murid lama ataupun murid pelataran dalam. Dia murid baru bernama Zhang Yu."
Ketika suara salah seorang murid menyebut nama Zhang Yu, beberapa orang di sana yang sempat melihat aksinya di lapangan langsung dapat mengingatnya.
"Ternyata dia adalah Zhang Yu, murid baru yang bisa bertahan dengan kekuatan fisiknya sampai matahari terbenam. Tak heran dia sangat hebat."
Untuk mereka yang tidak melihat di lapangan, tentu sudah mendengar tentang beritanya karena sudah tersebar.
Pujian dan decak kagum terus terucap untuk Zhang Yu. Tapi hal itu tidak dilakukan oleh pria yang baru saja naik ke anak tangga tiga puluh lima. Dia mengerutkan kening sambil menatap punggung Zhang Yu dengan sorot mata yang tajam.
"Jiang Fu, kenapa kau menatapnya begitu? Apa kau mengenal murid baru bernama Zhang Yu itu?"
Pria berambut keriting bertanya dengan penasaran sambil mengikuti tatapan mata temannya.
__ADS_1
"Bukan hanya kenal. Tapi dialah orang yang aku maksud sebelumnya." Ketika mengatakan ini terpancar amarah yang besar di matanya.
Teman bernama Yu Tianze terkejut mendengar penuturan Jiang Fu. Dia bertanya sekali lagi untuk memastikannya. "Jadi dia adalah orang yang membuat klanmu hancur?"
"Bukan hanya klan yang hancur. Tapi karena dia ayahku dipermalukan dan dieksekusi di pusat kota." Jiang Fu mengepalkan tangan, lalu kembali berkata, "Aku tidak bisa membalasnya karena di Kota Qian Gu banyak orang yang melindunginya. Tapi sekarang dia malah datang ke sini dengan sendirinya. Ini adalah jalan untukku balas dendam!"
...
Zhang Yu merasakan aura permusuhan yang nyata dari belakang. Dia berhenti di anak tangga lima puluh sembilan dan memutar badan mencari tahu sumber aura tidak mengenakan tersebut.
Akan tetapi keadaan di sini terlalu ramai. Memandang ke bawah hanya melihat puluhan orang yang sedang berjuang.
Ck...
"Untuk apa aku terlalu banyak berpikir. Itu mungkin aura orang-orang ini yang berusaha naik ke panggung kedua." Zhang Yu menggelengkan kepala samar lalu mengangkat kakinya naik ke panggung kedua.
Sampai sejauh ini belum ada halangan yang terlalu sulit untuk Zhang Yu. Ini tidak terlepas dari tingkat kultivasinya yang berada di tingkat master bintang dua.
Sebagian murid pelataran luar masih berada di tingkat ahli. Meski mereka masuk terlebih dahulu ke akademi, dalam tingkat kultivasi jelas mereka tertinggal dari Zhang Yu.
Dua murid yang mengejek sebelumnya juga masih di tingkat ahli. Namun karena mereka tidak mengetahui tingkat kultivasi Zhang Yu, mereka berpikir Zhang Yu lebih lemah. Namun kenyataan, mereka sungguh keliru.
"Bocah, kau melakukannya dengan baik. Tidak disangka kau menganalisis terlebih dahulu untuk mencegah pengeluaran tenaga yang berlebihan. Itu menakjubkan. Tapi untuk masuk dalam daftar peringkat seratus besar, kau harus sampai di panggung kelima dan untuk mencapainya kau akan mengalami sesuatu yang berbeda."
Suara guru tiba-tiba terdengar dalam kepala. Zhang Yu tidak tahu bagaimana gurunya bisa tahu semua yang dilakukannya. Apa guru bersembunyi dan mengikutinya diam-diam?
Namun setelah dipikir beberapa kali, sepertinya mustahil untuk gurunya melakukan hal picik seperti itu.
"Guru, kau tenang saja. Muridmu ini pasti akan masuk daftar peringkat seratus besar. Setelah berhasil, aku akan menagih permintaan yang harus kau penuhi."
Huh!
"Buktikan jika kau bisa melakukannya."
__ADS_1