
Dalam perjalanan kembali Zhang Yu sesekali mendalami bagaimana cara menempa senjata dengan bantuan Long Shen. Namun, mempelajari proses menempa sungguh bukan hal mudah bagi orang awam sepertinya.
Terlebih Zhang Yu masih harus bergantian mengendalikan kapal setiap tiga hari sekali. Tentu semua hal itu bukan alasan untuk menyerah. Zhang Yu berusaha memanfaatkan setiap waktu dengan hanya fokus mempelajari hal itu.
Tepat seperti yang dilakukannya saat ini. Zhang Yu mengurung diri dalam ruangannya sambil memegang pedang kelas bawah.
Hal pertama yang perlu dilakukan oleh seorang penempa saat akan meningkatkan kualitas senjata adalah melebur senjata.
Walau terdengar sederhana, tapi proses ini benar-benar rumit karena penempa harus memastikan tidak merusak kualitas aslinya.
Zhang Yu sudah menggunakan lebih dari dua belas senjata kelas bawah dalam kurun waktu empat belas hari. Tapi tak sekalipun berhasil yang mana itu cukup membuatnya frustrasi.
"Apa kau akan mencobanya lagi?" tanya Long Shen.
Melihat keadaan Zhang Yu yang seperti ini membuat Long Shen sedikit khawatir. Bukan hanya berlatih dengan sangat keras, tapi juga harus mengendalikan kapal. Yang pasti keduanya membutuhkan energi yang besar.
Tidak ada yang tahu, apakah tubuhnya mampu menerima konsekuensinya.
"Sebaiknya hari ini beristirahat saja. Masih ada satu hari sebelum kau kembali bergantian mengendalikan kapal," ucap Long Shen.
Namun Zhang Yu malah mengeluarkan pedang ke tiga belasnya dari cincin penyimpanan.
"Tidak perlu menghiraukan kondisiku. Kau hanya perlu mengamati proses melebur senjata yang aku lakukan."
Long Shen seperti menasehati batu. Bahkan mungkin batu saja akan melunak seiring berjalannya waktu. Tapi Zhang Yu benar-benar keras kepala.
"Terserah. Lakukan jika kau ingin melakukannya. Aku tidak peduli bahkan jika kau pingsan kelelahan."
Zhang Yu benar-benar sudah memulai prosesnya. Long Shen berdecak karena Zhang Yu sama sekali tidak menggubris kalimatnya.
"Cih! Yang benar saja," keluhnya.
Setiap kalimatnya seperti sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan Zhang Yu. Tetapi Long Shen terus memperhatikannya tanpa berpaling.
"Semoga saja kali ini ada perkembangan," ucapnya sangat lirih.
Pada saat ini Zhang Yu sudah berada di fase terpenting proses peleburan. Menggunakan kekuatan jiwa untuk memisahkan struktur pedang kemudian meleburkannya dalam satu waktu tanpa merusak kualitasnya.
__ADS_1
Dalam proses inilah Zhang Yu gagal berkali-kali. Namun setiap kegagalan menjadi tolak ukurnya untuk mengambil langkah selanjutnya. Setiap perkembangan ia kumpulkan menjadi satu. Sekarang, dia mendapat satu petunjuk yang menjadi alasan utama kenapa dia sangat ingin melakukannya.
Long Shen yang tadinya hanya memperhatikan sekarang tampak mengamati dengan seksama. Dia sungguh terkejut saat melihat tanda-tanda Zhang Yu akan berhasil dalam proses peleburan. Dia bahkan kehilangan kata untuk mengungkapkan rasa senangnya sekarang.
"Bocah ini ... Di-dia benar-benar berusaha," batin Long Shen.
Selanjutnya Long Shen naik ke pundak Zhang Yu dan memberinya beberapa masukan.
"Pertahanan kekuatan jiwamu sambil berusaha memisahkan komponen pedangnya ... Ya, seperti itu! Bagus! Kau akan bisa melakukannya."
Zhang Yu mengikuti arahan Long Shen dengan mempertahankan kekuatan jiwanya. Setelah bekerja keras dalam satu jam terakhir, akhirnya pedang kelas bawah itu benar-benar berhasil dilebur.
Usaha yang tidak sia-sia! Zhang Yu sangat puas karena telah berhasil menyelesaikan proses melebur senjata.
"Jangan terlalu senang. Kau memang berhasil melebur senjata, tapi itu hanya senjata kelas bawah. Terlebih setelah melebur senjata kau harus menyatukan bahan dan masuk dalam proses pembentukan. Terlalu awal untuk merayakan keberhasilan."
Kalimat Long Shen membuat senyum Zhang Yu tertahan. Saat ini sungguh adalah momen yang cukup bahagia karena Zhang Yu baru saja berhasil setelah percobaan berhari-hari.
Terlepas ucapannya yang sangat benar, tapi itu sungguh merusak suasana.
"Emn ... Jika dipikirkan kembali, mungkin bahagia saat ini juga bukan hal buruk. Benar kan, Zhang Yu?"
Tapi Zhang Yu berjalan meninggalkan ruangan tanpa kepedulian ucapan Long Shen.
Long Shen yang ditinggal berusaha mengejar. "Hei! Kau kemana?! Ayo bersantai untuk merayakannya. Kau harus istirahat."
Zhang Yu kembali mengabaikannya.
"Hei! Jika kau tidak istirahat, itu juga akan mempengaruhiku," seru Long Shen.
Long Shen mengejar Zhang Yu sampai keluar. Dia berpikir Zhang Yu akan bersiap melanjutkan proses penempaan. Tapi siapa yang mengira Zhang Yu malah berbaring di kursi goyang yang ada di geladak depan kapal.
"Jadi ini yang akan kau lakukan?" tanya Long Shen.
Zhang Yu tertawa mengejek. "Memangnya apa lagi? Aku harus beristirahat seperti yang kau katakan."
Long Shen kesal sampai tak bisa berkata-kata. Katanya pun berkedut karena suasana hatinya yang buruk.
__ADS_1
"Bocah ini! Dia benar-benar mempermainkanku!"
Zhang Yu tak mengatakan apapun lagi. Dia memejamkan mata sambil berusaha menikmati hembusan angin.
"Hampir satu bulan kita melakukan perjalanan. Entah berapa lama lagi waktu yang kita butuhkan untuk mencapai Daratan Zhen Yang," gumam Zhang Yu.
Jika dihitung sejak terjebak dalam turbulensi ruang, mereka sudah meninggalkan Daratan Zhen Yang tiga bulan. Entah bagaimana keadaan orang-orang di sana. Terkhusus Xuan Yin istrinya. Zhang Yu benar-benar menyesal setiap kali memikirkannya. Dia hanya berharap semua orang di sana baik baik saja.
"Zhang Yu, bukankah di depan ada daratan? Coba kau lihat!" Long Shen berdiri di atas patung singa yang ada di bagian depan kapal.
Zhang Yu yang mendengar tentang daratan segera bangkit dari tempat duduknya dan langsungnya menghampiri Long Shen.
"Di mana?"
Long Shen tertawa. "Di depan. Bukankah itu daratan?"
Sontak Zhang Yu memandang ke arah yang sama. Tapi bukan daratan seperti yang ia harapkan, melainkan gunung bawah laut yang menembus ke permukaan. Bahkan tinggi di atas air hanya beberapa meter. Long Shen benar-benar sudah mempermainkannya.
Tanpa rasa bersalah Long Shen tertawa cukup keras. Zhang Yu yang memperhatikan langsung berubah suram.
Wush...
Pusaran angin menarik tubuh Long Shen masuk ke dalam gelang. Tidak ada yang bisa dilakukan Long Shen selain berteriak dari dalam gelang.
"Zhang Yu! Keluarkan aku!"
Namun Zhang Yu tak mendengar kalimatnya dan kembali ke tempat duduknya.
"Karena kau begitu ingin di dalam gelang, maka tinggal saja di dalam lebih lama."
"Kau keterlaluan! Keluarkan aku sekarang!" Long Shen mengamuk di dalam gelang. Tetapi perlahan dia sadar hal itu sama sekali tidak berguna. Jadi dengan terpaksa Long Shen mengubah caranya dan memohon pada Zhang Yu.
Meski awalnya tidak berhasil, tapi dia akhirnya dapat keluar setelah beberapa waktu.
"Keterlaluan! Aku adalah dewa naga. Bagaimana mungkin aku harus memohon padanya. Ini sungguh tidak keren."
Zhang Yu mengulum senyum penuh kemenangan. Dia tak menghiraukan wajah kusut yang ditunjukkan Long Shen. Itu adalah pelajaran karena telah mempermainkannya.
__ADS_1