Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 122 : Meninggalkan Akademi


__ADS_3

"Ya benar, Klan Xiao. Ada masalah apa?" Wang Chen menatap Zhang Yu heran.


"Tidak ada guru. Bisakah kau ceritakan semua dengan lengkap? Tentang tubuh dewi bulan dan kenapa bisa berhubungan dengan Klan Xiao?" tanya Zhang Yu segera mengalihkan pembicaraan.


Dia memendam kebenaran jika ibunya juga berasal dari Klan Xiao.


"Sama seperti kondisi fisikmu, tungku dewa kuno, tubuh dewi bulan adalah salah satu dari fisik istimewa yang langka. Ketika sudah aktif, satu tetes inti darah pemilik tubuh dewi bulan adalah sumber daya paling mujarab yang pernah ada."


"Namun tidak mudah untuk mendapatkan inti darah. Alaminya hanya dapat diberikan lima tahun sekali. Itupun akan sangat menyiksa pemilik tubuh dewi bulan."


Zhang Yu mengepalkan tangan ketika mendengar hal ini. Dia bangkit dari posisinya hendak pergi.


"Kau akan kemana?" cegah Wang Chen sambil menarik pakaiannya.


"Aku ingin pergi ke kediamannya untuk mencarinya."


"Yin'er sudah pergi satu jam yang lalu ke istana. Mungkin dia juga sudah di bawa pergi ke tempat Klan Xiao."


Langkah Zhang Yu terhenti. Raut wajahnya bertahap berubah dan menjadi serius. "Kenapa Yang Mulia Kaisar tidak mencegah mereka membawa Yin'er?"


"..."


"Klan Xiao merupakan satu di antara tiga Klan kuno. Kekuasaan dan kekuatan mereka tak lagi diragukan. Namun seiring berjalannya waktu, kekuasaan mereka melemah. Terus melemah. Mereka berusaha membangkitkan darah sejati yang pernah dimiliki oleh leluhur Klan Xiao untuk mengembalikan kejayaan yang hilang."


"Lantas apa hubungannya dengan Yin'er, Guru?" Zhang Yu masih tak begitu sabar.


Wang Chen menatapnya kesal. "Kau ini sangat tidak sabaran. Biarkan baku menyelesaikan ceritanya ... Sampai mana kita tadi?"


"Kejayaan yang hilang," balas Zhang Yu.


"Ya, untuk mengembalikan kejayaan itu mereka membutuhkan keturunan yang dapat membangkitkan darah sejati Klan Xiao. Sayangnya sampai bertahun-tahun tidak ada satupun keturunannya yang mampu membangkitkan darah sejati."


"Lalu tepat lima puluh tahun yang lalu tetua agung Klan Xiao mendapat petunjuk jika Klan Xiao membutuhkan tubuh dewi bulan untuk membangkitkan darah sejati. Itu karena leluhur Klan Xiao dulunya punya istri yang punya kondisi fisik yang sama."


"Tetua Agung Klan Xiao kembali mendapat petunjuk dari mimpinya jika tubuh dewi bulan akan muncul dalam keluarga Kekaisaran Xuan. Oleh karena itu dengan kekuasaannya, Klan Xiao segera datang ke Kekaisaran Xuan. Saat itu Kekaisaran Xuan masih bergantung pada Kekaisaran Yang jadi ketika Klan Xiao menyampaikan keinginan mereka ini kaisar terdahulu menyetujuinya begitu saja. Akan menyerahkan keturunan wanitanya pada Klan Xiao."


Zhang Yu tak bisa mengatakan apapun dalam beberapa waktu setelah mendengar cerita gurunya. Dia sungguh tak menyangka ada cerita seperti itu.


Sekarang dia mengerti kenapa Xuan Yin menangis siang ini saat bersamanya.


"Kau akan pergi ke mana?"


"Pergi ke Klan Xiao!"


"Oh ... Apa?!" Wang Chen terlonjak kaget hingga akan kehilangan keseimbangan. Dia segera berdiri lalu berusaha menghentikan Zhang Yu pergi, tapi sebelum sempat bicara Zhang Yu ternyata sudah menghilang dari pandangannya.


"Zhang Yu!" Wang Chen berusaha memanggilnya melalui komunikasi batin. Tapi Zhang Yu tak mau mendengarkannya.

__ADS_1


"Ah.. Bocah ini! Apa yang ingin kau lakukan ha?!"


...


Setelah pergi dari kediaman gurunya Zhang Yu kembali ke kediamannya. Dia tak main-main dengan ucapannya yang mengatakan akan pergi mencari Klan Xiao.


Ini bukan hanya tentang Xuan Yin. Tapi juga tentang ibunya. Jadi bisa dikatakan dia punya dua tujuan untuk menemukan keberadaan Klan Xiao.


"Omong-omong di mana Sun dan dewa naga? Kenapa aku tidak melihat mereka?" Zhang Yu menutup pintu dan masuk ke dalam. Ketika menyadari jendela yang terbuka dia melompat keluar dari sana.


Benar saja, saat ini Sun dan dewa naga sedang berada di halaman samping berbaring.


Zhang Yu meletakkan tangannya di pinggang dan berdiri di depan mereka. Namun bukannya bangkit mereka malah sangat santai seolah tak melihatnya.


Sebelumnya Sun tidak pernah bersikap seperti ini. Sangat aneh dia tak menggubris ketika melihat dirinya.


"Ini pasti ulah cacing kecil ini,"


"Aku dewa naga! Beraninya kau memanggil dewa naga yang agung ini dengan sebutan cacing!" Dewa naga marah-marah berusaha terlihat ganas. Hanya saja ukurannya yang kecil malah membuatnya terlihat lucu.


Sun mengangkat kepalanya dengan linglung. Dia yang sebelumnya dalam keadaan tidur, jadi ketika menyadari keberadaan Zhang Yu dia dengan tidak sabar langsung melompat ke pundaknya.


Ak ak ak!


"Eh, ternyata kau sudah meningkat banyak." Zhang Yu baru menyadari aura kekuatan Sun telah berubah dari sebelumnya. Saat itu jika tidak salah Sun masih segera tingkat ahli, sekarang sudah sebanding dengan tingkat master bintang satu.


Dewa naga sangat kesal. "Keterlaluan! Aku masih bicara di sini! Kenapa kau pergi begitu saja?"


Dewa naga menyusul ke dalam. Sesampainya di dalam ia melihat Zhang Yu mengemasi beberapa barang. Dia menjadi penasaran. "Kau akan pergi? Pergi kemana?"


"Untuk apa kau bertanya? Entah aku pergi kemana, kau tidak bisa tidak ikut dengan ku. Jadi ikut saja tanpa banyak bicara."


"Heem... Jika bukan karena jiwaku terikat dengan gelang naga, aku tidak sudi ikut denganmu!" dengus dewa naga.


...


Setelah melakukan persiapan satu malam, keesokan paginya Zhang Yu meninggalkan gerbang akademi dengan Sun di pundak kanannya sementara dewa naga di pundak kirinya.


Tak lupa juga dengan peta yang telah ia siapkan sebelumnya. Peta Kekaisaran Xuan dan peta Kekaisaran Yang.


"Kau sungguh akan pergi ke Kekaisaran Yang?" Sebuah suara tiba-tiba menyahut dari samping.


Zhang Yu sontak berhenti untuk menoleh melihatnya. "Guru?"


"Aku tidak akan menghalangimu. Walau bagaimanapun Kekaisaran Yang lebih menantang untuk ditaklukkan. Tapi kau harus hati-hati karena Kekaisaran Yang berbeda dengan Kekaisaran Xuan."


"Baik Guru!" Zhang Yu memberi penghormatan pada gurunya dan tak lupa berterima kasih padanya batas bimbingan selama ini.

__ADS_1


"Guru, aku pergi ...."


"Tunggu dulu, Guru ada sesuatu untukmu." Wang Chen mengeluarkan sebuah gulungan yang tampak berharga.


Zhang Yu sangat menantikannya. "Apa ini Guru?"


"Bukalah,"


Tanpa membuang banyak waktu Zhang Yu membukanya. Matanya berbinar ketika membaca beberapa kata pertama, dia berpikir ini adalah hadiah yang cukup berharga. Tapi, ketika membacanya sampai selesai raut wajahnya berubah tak percaya.


"Guru ...."


"Itu adalah surat titipan dari Tetua Zhuge Da. Dia tahu kau akan pergi jadi menitipkan surat utang lima ribu poin kontribusi yang harus kau bayar."


Zhang Yu memicingkan mata masih tak percaya. Dia berpikir gurunya ini akan memberinya hadiah atau semacamnya karena murid tersayangnya akan pergi memulai perjalanan.


Namun, alih-alih memberi hadiah gurunya malah datang dengan surat utang.


"Guru, aku pergi." Zhang Yu menyimpan surat utang itu dengan enggan kemudian melangkahkan kakinya pergi.


"Jangan lupa kembali untuk melunasinya. Itu pesan dari Tetua Zhuge Da."


Zhang Yu berdecak pelan tanpa menghentikan langkah kakinya. Melihat hal ini Wang Chen mengukir sedikit senyum, tapi dengan segera pudar diganti wajah yang murung.


"Sebagai guru aku sungguh tidak berguna! Aku bahkan harus bergantung pada Zhang Yu untuk menyelamatkan Yin'er."


...


"Gurumu memiliki kemampuan yang lumayan ya bocah."


Lumayan?


Zhang Yu merasa ada yang salah dengan kalimat tersebut. "Guru berada di tingkat surgawi bintang sembilan. Tidak banyak yang punya kekuatan sepertinya, bagaimana mungkin kau berkata itu masih lumayan?!"


"Tentu saja dia termasuk kuat untuk ukuran manusia. Tapi dia bukan yang terkuat."


"Apa maksudmu?" tanya Zhang Yu lagi.


Dewa naga lalu menjelaskan dengan bangga. "Tingkat surgawi bukan akhir dari kultivasi. Masih ada tingkat abadi yang lebih kuat dari tingkat surgawi."


"Kau tidak tahu bukan? Maka biarkan aku yang menjelaskan. Setelah mencapai tingkat surgawi bintang sembilan akan datang sebuah ujian dari langit yang disebut anugerah surga. Setelah mendapat anugerah surga sebanyak lima kali maka secara resmi dia berada di tingkat abadi. Sedang yang masih mendapat anugerah surga satu, dua, tiga atau empat kali dalam kategori setengah abadi. Lebih kuat dari tingkat surgawi, tapi lebih lemah dari tingkat abadi."


"Bisa jadi alasan gurumu tidak bisa membantu pergi menyelamatkan gadis pemilik tubuh dewi bulan itu karena dia punya musuh di sana dan musuhnya pasti lebih kuat dari tingkatannya."


Zhang Yu menyipitkan mata. "Dari mana kau tahu tentang tubuh dewi bulan?"


Dewa naga tertawa dengan bangga. "Hahaha kau tidak perlu terkejut. Tidak aneh jika dewa naga yang agung ini mengetahui banyak hal. Hampir tidak ada yang bisa lolos dari penglihatan mataku yang jeli serta pendengaran telingaku yang tajam."

__ADS_1


Zhang Yu tidak tahu jika dewa naga dapat mendengar melalui gelang naga karena jiwanya saling terikat.


__ADS_2