
Malam harinya Zhang Yu benar-benar pergi ke Saturnus untuk mengikuti lelang tahunan. Dan karena sebelumnya sudah mendaftarkan diri sebagai peserta, sekarang ketika datang dia hanya perlu masuk dan duduk.
"Permisi Tuan, Menejer Wan mengundang kau untuk datang ke ruangannya."
Zhang Yu baru saja duduk di tempat duduknya, seorang pelayan datang menghampirinya. Sesaat dia melirik dewa naga yang saat ini sedang menunjukkan senyumnya yang percaya diri.
"Lihat, aku bilang juga apa. Pria tua itu pasti akan mencarimu untuk mendapatkan bunga anggrek hitam."
Zhang Yu hanya tersenyum, kemudian bangkit dari tempat duduknya mengikuti pelayan itu ke ruangan menejer pengelola.
Sebelumnya saat pertama kali datang untuk mendaftar Zhang Yu atas saran dewa naga menunjukkan bunga anggrek hitam kepadanya untuk diikutkan dalam lelang.
Tapi Menejer Wan menawarkan harga yang terlalu rendah untuk bunga anggrek hitam sehingga mereka pergi tanpa kesepakatan. Dewa naga sudah hilang Menejer Wan akan kembali mencari mereka untuk kembali membuat penawaran. Sekarang apa yang dikatakannya menjadi kenyataan.
"Permisi,"
"Masuk!"
Mendengar suara ini pelayan membuka pintu dan mempersilahkan Zhang Yu masuk. Namun yang menjadi masalahnya, bukan Menejer Wan yang duduk di mejanya, melainkan seorang wanita.
"Apa aku masuk ke ruangan yang salah?" tanya Zhang Yu.
"Tidak. Kau masuk ke ruangan yang benar. Saat ini Menejer Wan sibuk mempersiapkan pelelangan yang akan segera dimulai. Jadi aku di sini untuk menggantikannya."
Zhang Yu mengangguk samar, dia menatap wanita yang terlihat berusia dua puluh lima tahun di hadapannya dengan serius. Kulit bersih, mata lebar dengan bulu mata yang lentik. Penampilannya mengingatk Zhang Yu dengan sosok bibinya yang ada di Kota Qian Gu.
"Tuan, apa kau mendengar apa yang aku bicarakan?"
"Maaf, kau bisa melanjutkannya."
Wanita bernama Lou Mengqi itu menghembuskan nafas datar, lalu melanjutkan kalimatnya. "Sebelumnya kau meminta harga delapan puluh ribu untuk bunga anggrek hitam. Jujur itu terlalu tinggi untuk kami. Meski bunga anggrek hitam berada di kelas teratas dalam daftar sumber daya langka, tapi ...."
"Sebelum memberi keputusan, setidaknya lihat dulu anggrek hitam yang aku maksud. Ini tidak seperti anggrek hitam pada umumnya." Zhang Yu mengeluarkan bunga anggrek hitam yang ia dapatkan sebelumnya.
Ketika Liu Mengqi melihatnya, matanya tercengang. "Bunga anggrek hitam berkelompok lima?"
Dia seperti tak percaya. Dia melihatnya lebih dekat tapi memang benar apa yang ada di depan matanya.
"Bagaimana kau mendapat bunga anggrek hitam yang seperti ini? ... Ehem! Maksudku, kami setuju dengan harga delapan puluh ribu. Kami akan memasukannya dalam daftar barang yang akan di lelang."
__ADS_1
"Baik, kami akan kembali ke tempat lelang."
Zhang Yu meninggalkan ruangan itu dengan puas. Delapan puluh ribu koin emas sudah pasti akan menjadi miliknya. Andai nanti terjual dengan harga seratus delapan puluh ribu maka sisa seratus akan dibagi menjadi dua.
Hal ini tentu lebih menguntungkan dengan harga yang ditawarkan sebelum tak lebih dari enam puluh ribu koin emas. Andai terjual dengan harga yang sama, seratus delapan puluh ribu, sisa seratus dua puluh ribu akan dibagi dua. Rugi sepuluh ribu koin emas.
Zhang Yu kembali duduk di tempatnya. Dari tempat duduk yang ada di tingkat kedua ini dia dapat melihat beberapa wajah yang cukup familiar.
Yan Xue, pria gemuk yang hampir babak belur di tangannya sebeluk melarikan diri dibantu tetua klannya. Kemudian ada dua pria tua kepala keluarga bangsawan yang ada di gedung Ye Hua beserta wanita bernama Tong Ziyan yang sempat membantunya kabur dalam situasi menegangkan.
"Ternyata lelang ini cukup ramai," gumamnya.
"Hadirin, tamu yang terhormat!" Dari panggung utama terdengar suara dari elaah satu anak tangga.
Seorang wanita cantik mengenakan pakaian hitam naik ke panggung lelang sambil membawa selembar kertas di tangan. Dia tak lain adalah Liu Mengqi yang akan menjadi pembawa acara.
Saat Liu Mengqi berdiri di atas panggung dan berdiri di tengah-tengah semua peserta, hampir tidak ada yang tidak menatap ke wajah cantik.
"Putri pemilik memang sangat cantik. Dia masih begitu muda, tapi sudah menjadi wakil kepala dan mengatur serikat bisnis Saturnus. Dia salah satu alasan Saturnus berkembang begitu pesat beberapa tahun terakhir."
Mereka membicarakan di depan orangnya langsung tanpa sungkan. Liu Mengqi sangat risih, dia berdehem dua kali dengan suara nyaring lalu meminta mereka semua diam.
"Terima kasih atas perhatiannya. Bersama dengan sambutan ini, lelang tahunan serikat bisnis Saturnus resmi dimulai."
"Barang pertama ...."
Barang pertama adalah ginseng tanah berusia lima tahun. Dibuka dengan harga lima ribu koin emas, beberapa peserta lelang langsung memperebutkannya dan harganya dengan cepat naik.
Pada akhir ginseng tanah itu jatuh ke tangan seorang pria tua dari tempat duduk tingkat pertama.
Lelang berlanjut. Beberapa barang dikeluarkan dan selalu menjadi rebutan. Namun sampai barang kesepuluh ini, tidak satu pun yang berhasil menarik perhatian Zhang Yu. Dia diam di tempat duduknya sambil menunggu bunga anggrek hitam miliknya tampil di depan semua orang.
"Ini adalah barang kesebelas. Pedang sisik ular neraka, termasuk artefak kelas atas." Bersama dengan kalimat Liu Mengqi, dua orang naik ke atas membawa ketika berisi pedang yang dimaksud. Bilah pedang yang berwarna perak agak kemerahan dengan sarung pedang hitam itu terlihat sangat gagah. Tidak ada yang tidak terpukau dengan pesonanya.
"Pedang seperti ini yang aku butuhkan selama ini. Berapa harganya?"
"Aku sudah menunggu lama untuk saat-saat seperti ini. Mari kita bertarung harga!"
Melihat ketidaksabaran para peserta lelang, Liu Mengqi sangat puas. Dia segera membuka lelang agar peserta dapat mengeluarkan tawaran.
__ADS_1
"Harga awalnya adalah seratus ribu koin emas. Setiap kenaikan tak boleh kurang dari seribu. Silakan hadirin yang terhormat!"
Baru juga dimulai suara-suara terus bersahutan dari tempat duduk tingkat kedua dan ketiga.
"Seratus sepuluh ribu!"
"Seratus lima belas ribu!"
Dengan cepat harga sudah menyentuh seratus lima puluh ribu. Beberapa peserta yang tadinya ngotot mulai ragu untuk menaikkan harga. Hanya tinggal beberapa tapi mereka terlihat tidak mau mengalah satu sama lain.
Pada saat ini suara tawaran dari tempat duduk tingkat ketiga, Klan Yan. "Seratus enam puluh ribu!"
Yan Xue, dia mengangkat tangan sambil membuka harga. Dia melirik ke kanan, kiri dan bawah seperti memberitahu semua orang jika yang menawar adalah dirinya, Yan Xue, tuan muda Klan Yan.
Tentu saja, ketika orang-orang menyadari siapa yang mengincar pedang sisik ular neraka, satu persatu mundur tanpa paksaan. Dalam sekejap suasana menjadi sepi dan sunyi karena tidak adanya tawaran.
"Nona Liu, bukankah sudah waktunya mengesahkan pemenangnya?" ucap Yan Xue dengan senyum mengembang.
Liu Mengqi melirik ke beberapa tempat menunggu tawaran dari arah lain. Dia berharap akan ada yang menawar, tapi tidak ada lagi tamu di tempat duduk tingkat ketiga yang menginginkan pedang sisik ular neraka. Sedang untuk tamu di tempat duduk tingkat kedua dia tak terlalu berharap karena jelas tak punya keberanian untuk menentang Klan Yan.
"Baiklah. Karena tidak ada yang menawar, pedang sisik ular neraka menjadi milik ...."
"Seratus enam puluh lima ribu!"
Tepat sebelum disahkan terdengar tawaran dari tempat duduk tingkat kedua. Seketika semua orang menatap ke arahnya, tak terkecuali Yan Xue dan tamu-tamu yang ada di tempat duduk tingkat ketiga.
"Sial! Kenapa dia bisa ada di sini?!" Yan Xiu spontan memegang wajahnya yang masih ngilu. Dia menggertakkan gigi lalu kembali mengeluarkan tawaran.
"Seratus tujuh puluh ribu!"
Zhang Yu sangat tenang, ikut menaikkan harga pula. "Seratus tujuh puluh lima ribu!"
Sontak semua orang semakin penasaran dengan siapa sosok pemuda ini. Begitu berani dengan menantang Klan Yan.
Di tempat dua keluarga bangsawan, Tong Ziyan menatap dengan rumit. Dia tak tahu kenapa Zhang Yu bersikukuh mendapatkan pedang itu. Apa memang karena pedangnya, atau karena lawannya adalah Yan Xue?
Dewa naga juga tak tahu apa niat Zhang Yu melakukan ini. "Apa kau sengaja menaikkan harga untuk memprovokasinya?"
Namun Zhang Yu tak mengatakan apapun. Setelah Yan Xue kembali menaikkan harga menjadi seratus delapan puluh dia menyerah untuk bertarung.
__ADS_1
Dewa naga menyipitkan mata, "Sebenarnya apa yang bocah ini rencanakan?"