Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 55 : Hadiah Peringkat


__ADS_3

Zhang Yu pergi ke kediaman yang berada di sebelah tempat tinggalnya setelah melihat sosok yang mirip dengan Sun.


Begitu memasuki halaman, dapat dilihat beberapa kekacauan di depan mata. Zhang Yu mengernyitkan kening, bertahap raut wajahnya berubah melihat Sun yang berlarian diburu oleh dua wanita.


"Berhenti kau kera jelek! Aku akan membakarmu dan menjadikanmu sate." Kedua wanita ini sangat marah. Mereka berusaha menangkap Sun tapi tidak memiliki cukup kemampuan untuk mengimbangi kelincahannya.


Zhang Yu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini. Melihat Sun berlari ke arahnya, dia spontan melambaikan tangan dan kera kecil itu langsung melompat ke bahunya.


Kedua wanita yang mengejar mendadak berhenti di tempat melihat sosok pria di halaman. Ketika melihat kera pembuat onar itu tampak akrab dengannya, ekspresi keduanya bertahap menjadi sengit.


"Jadi itu adalah kera mu?" tanya gadis muda berponi masih dengan wajahnya sengit.


"Ya, dia kera ku."


Mendengar jawaban ini kedua murid perempuan itu terlihat semakin kesal. Gadis berponi kembali berkata, "Kera mu telah masuk halaman kediaman ku dan merusak banyak barang. Kau harus menggantinya sebagai bentuk pertanggung-jawaban."


Zhang Yu tidak langsung menjawab. Ekor matanya melirik Sun yang duduk di bahunya. "Kau merusak barang?"


Sikap Zhang Yu yang bertanya pada seekor kera membuat dua murid perempuan menyipitkan mata tidak senang.


"Kau pasti sudah gila berbicara dengan dengan seekor kera. Dia tidak ...." Sebelum kalimat ini selesai, Sun memekik keras menggelengkan kepala.


Ak..


Kemudian secara pasti dia mengangkat tangannya menunjuk ke tempat dua murid perempuan membuat mereka langsung tersedak.


"Kera jelek! Sudah merusak barang tapi masih tidak mengaku. Aku benar-benar akan mencincangmu!"


Sun ketakutan dan bersembunyi di balik punggung Zhang Yu dengan menempel seperti cicak. Zhang Yu menghela nafas. Masalah ini akan semakin rumit jika tidak segera diselesaikan. Jadi biarkan dia mengalah untuk saat ini.


"Baiklah, berapa kerugiannya? Aku akan menggantinya."


Wajah gadis muda berponi tampak memerah padam mendengar Zhang Yu membahas tentang kerugiannya. Dia buru-buru menyanggah dengan suara nyaringnya. "Aku tidak butuh koin emas atau apapun itu bentuk alat pembayaran. Aku hanya ingin barang-barang ku. Kau harus menggantinya dengan jenis yang sama."


Tepat saat Zhang Yu ingin mengatakan sesuatu, Wu Zetian memasuki halaman sambil melambaikan tangan. "Zhang Yu! Kenapa kau di sini? Apa kau lupa di mana tempat tinggal kita?"


Dia mendekat dengan tubuh tambunnya. Baru beberapa langkah kakinya spontan terhenti melihat dua sosok wanita yang berdiri di depan Zhang Yu.

__ADS_1


"He Jiao? Tang Yue? Kalian tinggal di sini?"


Dua murid perempuan itu mengerutkan kening dan menatap Wu Zetian. Namun bukan fokus padanya, mereka salah fokus dengan nama yang dipanggil Wu Zetian.


Zhang Yu. Nama pria ini adalah Zhang Yu?


Tang Yue, wanita berusia dua puluh lima tahun itu mulai mengerjapkan mata. Dia bertanya pada Wu Zetian dengan suara lirih setengah berbisik. "Wu Zetian, apa dia Zhang Yu murid baru yang mencapai panggung keempat ujian panggung naga?"


Wu Zetian menggelengkan kepala. "Tidak tidak. Bukan panggung keempat. Saudaraku ini mencapai panggung ke lima dan masuk dalam daftar seratus peringkat teratas."


Tang Yue menahan nafas karena terkejut. Dia melirik ke samping, He Jiao, gadis muda berponi yang termenung di tempat.


"He Jiao, dia adalah Zhang Yu ...."


He Jiao berkedip beberapa kali kemudian berkata dengan keras kepala. "Aku tidak peduli siapa dia. Dia harus mengganti barang-barang yang dihancurkan kera miliknya!"


"Kau tenang saja. Aku akan menggantinya. Tapi aku butuh waktu untuk melakukannya."


"Huh! Aku tunggu selama satu minggu. Kau harus sudah datang membawa gantinya." He Jiao membalikkan badan. Dia menunjuk pintu keluar masih dengan wajah keras kepalanya. "Kau bisa pergi sekarang,"


"Kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Aku akan membujuk He Jiao dan dia akan lupa dengan sendirinya masalah ini."


"Terima kasih, tapi aku akan menggantinya tepat waktu."


Ah..


"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku akan mencatat daftarnya dan mengirimnya kepadamu besok pagi."


Heem...


Zhang Yu mengangguk sekilas dan pergi meninggalkan kediaman itu. Setelah sampai di kediaman sendiri, Wu Zetian bertanya dengan penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


Namun bukannya menjawab Zhang Yu malah diam sambil menatap Sun yang kini membawa beberapa kristal sumber daya di tangannya.


"Oh, jadi kera mu ini pergi ke tempat He Jiao untuk mencuri kristal sumber daya." Wu Zetian berdecak, lalu menambahkan, "Keluarga He akhir-akhir ini memiliki persediaan kristal sumber daya yang melimpah. Jika kau datang dan meminta baik-baik He Jiao pasti akan memberikannya. Tapi kera mu ini malah mencuri. Jelas itu akan menjadi masalah."


Kening Zhang Yu berkerut. "Kau tidak salah? Dia benar-benar berasal dari keluarga He?"

__ADS_1


Wu Zetian merasa aneh dengan pertanyaan Zhang Yu. "Tentu saja. Kami tiga bangsawan Kota Heishan selalu memiliki hubungan yang baik. Keluarga Wu, Keluarga Yang dan Keluarga He. Itulah alasan kenapa aku mengenal He Jiao dan Tang Yue."


"He Jiao sama seperti kita murid baru. Tapi Tang Yue bergabung dengan akademi dua tahun lalu," jelas Wu Zetian lagi.


Zhang Yu hanya manggut-manggut. Dia mengambil kristal sumber daya dari tangan Sun dan menyembunyikannya. "Lain kali jika kau ingin kristal sumber daya jangan mengambil milik orang lain. Tunggu aku kembali dan aku akan memberimu, mengerti?"


Tanpa diduga kera kecil itu menganggukkan kepala. Wu Zetian yang terkejut hampir melompat dari bangku.


"Zha-Zhang Yu, kera mu ini bisa mengerti ucapan kita?" Dia setengah tidak percaya.


"Dia mengerti. Tapi hanya akan mendengar perkataanku."


Woah!


Mata Wu Zetian berbinar. Dia merasa ingin memiliki peliharaan yang sama seperti Zhang Yu. Itu menakjubkan!


"Oh ya Zhang Yu, kapan kau berencana mengambil hadiahmu?" tanya Wu Zetian tiba-tiba.


Zhang Yu yang tak mengerti hanya menyipitkan mata dengan penasaran.


Wu Zetian menepuk kening pelan. "Benar-benar tidak habis mengerti denganmu. Jangan bilang kau tidak tahu jika setiap murid yang masuk dalam peringkat akan menerima hadiah."


Sungguh Zhang Yu tidak mengetahui hal ini. Bahkan di buku petunjuk pun tidak mencantumkan tentang hadiah ketika masuk dalam daftar peringkat.


Wu Zetian sekali lagi memeluk kening pelan. "Keterlaluan! Jika kau tidak tahu akan menerima hadiah, lantas apa motivasi maju sejauh itu?!" dengusnya.


Motivasi?


Zhang Yu sama sekali tidak tahu tentang hadiah peringkat. Motivasinya adalah menyelesaikan tantangan guru dan mendapatkan hadiah darinya.


"Di mana aku harus mengambil hadiahnya?" tanya Zhang Yu.


"Kau dapat mengambilnya di pusat misi. Hadiah peringkat akan diberikan setiap bulan asal dapat mempertahankan peringkat dalam daftar dua ratus besar. Tapi karena kau baru pertama kali naik panggung naga, ada hadiah pemula yang dapat diambil."


Zhang Yu menjadi bersemangat. Bukan hanya mendapat permintaan bebas dari gurunya, dia juga mendapat hadiah karena masuk dalam daftar peringkat. Sungguh tidak sia-sia menguras tenaga demi mencapai panggung kelima.


Berakit-rakit ke hulu berenang ketepian. Bersakit-sakit dahulu menerima hadiah kemudian. Konsep yang sempurna!

__ADS_1


__ADS_2