
"Pria itu paling tidak hanya berada di tingkat suci bintang tiga. Tidak begitu kuat jika dibandingkan denganku dulu."
Zhang Yu memutar mata dengan malas mendengar ucapan dewa naga. Tanpa menghiraukan tatapan yang tertuju kepadanya dari orang-orang sekitar, Zhang Yu berjalan memutar ke pintu belakang.
Kebetulan sekali pada saat itu melihat Jia sedang bicara dengan beberapa pelayan wanita tepat di pintu belakang.
Entah apa yang mereka bicarakan Zhang Yu tak mencoba mendekat dalam kurun waktu tersebut. Baru setelah Jia menyuruh pelayan wanita pergi, Zhang Yu mendekat kepadanya.
"Tuan, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jia dengan ramah.
Zhang Yu sejenak berpikir, matanya terbuka dengan cerah menemukan satu jawaban yang masuk akal. "Aku kehilangan barang. Mungkin tertinggal di ruanganku sebelumnya."
"Aku lihat di sini sangat sibuk dan sedang tidak menerima tamu, jadi aku terpaksa lewat pintu belakang," tambahnya sangat meyakinkan.
"Memang kami sedang menerima tamu istimewa. Jadi untuk sementara tidak menerima tamu." Jia membuka pintu belakang dan melihat ke dalam. "Jika Tuan menjelaskan tentang barang yang hilang itu, kami akan membantu mengambilnya."
"Tidak bisakah aku masuk langsung? Barang ini istimewa. Aku tak ingin siapapun melihatnya."
Ketika mendengar ini Jia menjadi ragu. Dia sekali lagi mengintip dari pintu untuk memeriksa keadaan.
"Tuan, kau boleh naik untuk mengambilnya. Tapi tolong langsung kembali setelah menemukannya."
"Itu bukan masalah. Aku langsung ke luar setelah mendapat apa yang aku cari."
Dengan begitu Zhang Yu masuk melalui pintu belakang. Dia bergerak hati-hati lalu menuju lantai dua. Namun bukan menuju ruangannya sebelumnya, tapi menuju ruangan lain yang berada ujung lorong.
Menurut pengetahuannya itu adalah ruang vvip. Pertemuan penting seperti ini tidak mungkin dilakukan di sembarang ruangan kan? Pastinya pertemuan itu dilakukan di ruang khusus.
"Tuan Besar Gou, aku juga tidak sabar untuk pertandingan itu. Putraku selama ini sudah berlatih keras hanya untuk meraih takhta surga. Meski terdengar tidak mungkin, tapi juga harus memiliki harapan, bukan?"
Hahaha...
Kedua pria tua di dalam ruangan tertawa setelah membicarakan tentang sebuah pertandingan. Zhang Yu yang berdiri di luar sambil menempelkan punggung di dinding ruangan dapat mendengar cukup jelas. Tapi dia sama sekali tidak tahu tentang pertandingan ini.
Pertandingan apa yang mereka maksud?
"Dalam pertarungan surga nanti apakah menurutmu Klan Xiao akan ikut?"
Mata Zhang Yu membulat sempurna ketika mereka menyebut Klan Xiao. Namun Zhang Yu berusaha tenang dan menempel telinganya lebih erat agar mendengar lebih jelas.
"Aku juga tidak tahu tentang masalah ini. Tapi karena dua gelaran sebelum Klan Xiao tidak ikut serta, mungkin kali ini juga sama. Klan Xiao ...." Mendadak suara pria tua berhenti.
Zhang Yu mengerutkan kening karena tidak lagi mendengar suara.
"Mereka menyadari keberadaanmu. Cepat pergi!" kata dewa naga penuh peringatan.
__ADS_1
Zhang Yu tentu terkejut. Tapi dia tak ragu dengan peringatan dewa naga karena aura pria yang ada di dalam bertambah kuat secara tidak wajar. Dia pasti akan keluar sebentar lagi.
"Dari arah tangga dan belakang ada orang yang mendekat. Sebaiknya pikirkan jalan lain," saran dewa naga.
Zhang Yu yang niatnya ingin turun pun langsung mengurungkannya. Dia melirik ke depan dan terdengar suara langkah kaki, sementara di belakang terlihat bayangan yang terus mendekat.
Pada saat ini dua pria tua keluar dari ruangan. Mereka memeriksa ke sekitar tapi tidak ada orang.
"Aneh sekali. Padahal aku yakin ada orang di luar."
"Kau benar Tuan Besar Tong. Aku juga merasakannya."
Ketika dari dua arah pengawal mereka datang, dua pria tua itu langsung menginterogasi mereka. Namun karena tidak ada yang melihat sosok yang mencurigakan mereka pun membiarkan pengawal kembali bertugas.
Di ruangan vvip nomor dua.
"Siapa kau? Kenapa masuk ke ruanganku?"
Pada saat kritis Zhang Yu tanpa banyak berpikir melompat masuk ke ruangan yang ada di seberang.
"Hei! Keluar kau sekarang!"
Wanita pemilik ruangan ini memukul punggung Zhang Yu yang berdiri menghadap pintu sambil membelakanginya.
Dia terus memukul sampai tangannya di cekal dengan tangan dingin Zhang Yu. "Tenang. Aku tidak melakukan sesuatu padamu."
Zhang Yu menyipitkan mata ketika itu mengatakan tentang peristiwa tersebut. Dia bahkan tidak ingat wajah wanita ini saat itu. Tapi untuk membuatnya tetap tenang Zhang Yu dengan segera menganggukkan kepala.
"Benar. Aku yang kemarin."
Dok dok dok!
Suara ketukan pintu terdengar dari luar. Dewa naga memberitahu jika di balik pintu ini adalah dua pria sebelumnya yang berada di ruang vvip nomor satu.
"Yan'er, apa kau di dalam?" tanya seorang pria tua.
Tong Ziyan berkedip dua kali lalu menjawabnya. "Aku baik-baik saja ayah. Kenapa?"
"Ayah dan Paman Gou sedang mencari seseorang. Apa kau melihatnya?"
Seseorang? Tong Ziyan seketika menatap Zhang Yu.
Pada saat ini Zhang Yu benar-benar putus asa karena tak mengira ternyata wanita ini adalah putri salah satu kepala keluarga bangsawan.
"Tidak. Aku terus di dalam ruangan. Aku tidak melihatnya, Ayah."
__ADS_1
"Benarkah? Jika begitu buka pintunya. Ayah ingin masuk."
Tong Ziyan agak panik ketika mendengar kalimat ayahnya. Dia cepat-cepat mencari alasan. "Maaf Ayah, tapi tidak bisa. Aku sedang tidak memakai pakaian di dalam sini."
"..."
Setelah itu tidak ada lagi suara dari luar.
Zhang Yu tertegun karena wanita ini tak mengatakan kebenarannya.
"Kau sudah menolongku sebelumnya. Karena kau menolak ucapan terima kasihku sebelumnya, sekarang aku membantumu sebagai ucapan terima kasihku."
"Sekarang kau bisa pergi lewat jendela. Aku yakin dengan begitu kau dapat pergi tanpa ketahuan." Tong Ziyan membuka jendela dan melihat keadaan di bawah sana. Ketika memastikan keadaan aman, dia melambaikan tangan sambil meminta Zhang Yu bergegas pergi.
"Cepatlah sebelah pengawal keluarga kami datang," pungkasnya.
Zhang Yu tak mengatakan apapun. Dia mengikuti arahan Tong Ziyan untuk pergi dari gedung Ye Hua.
...
Rencana pelarian berjalan lancar. Zhang Yu duduk di kedai yang ada di sebelah gedung Ye Hua sambil menikmati arak.
"Gadis tadi cukup cantik. Dia sepertinya juga tertarik padamu. Kenapa kau tidak mencoba menggodanya? Satu dua kalimat pasti langsung jatuh terpedaya." Dewa naga keluar dari saku naik ke pundak Zhang Yu.
"Kau ini payah sekali. Aku dulu bahkan punya lima istri, sepuluh selir, lima belas gundik. Kau harus belajar bagaimana cara menjadi pejantan sejati," dengus dewa naga penuh kesombongan.
Zhang Yu mengetuk kan jari ke meja dan tatapannya agak kosong. Dia bahkan mengabaikan cawan arah di mejanya buang masih utuh.
Pikirannya hanya tertuju pada pertarungan surga yang dibicarakan oleh dua kepala keluarga bangsawan sebelumnya.
"Klan kuno akan ikut. Kemungkinan Klan Xiao juga ikut. Jadi mungkin aku harus menemukan cara agar berpartisipasi juga dalam pertarungan surga."
Haih..
Zhang Yu menghela nafas dan mulai meneguk araknya. Sebelum memutuskan untuk ikut dalam pertarungan surga dia harus mencari tahu informasinya. Bahkan ia tidak tahu apa pertarungan surga itu sendiri.
" ... Dengar-dengar akan ada barang bagus yang muncul di lelang tahun ini. Kita harus pergi ke Saturnus malam ini. Jangan sampai ketinggalan."
"Aku sudah menyiapkan banyak koin emas untuk bertarung. Aku tidak akan menyerah sebelum mendapatkan barang yang aku inginkan."
Zhang Yu baru saja menikmati arak. Beberapa orang sibuk membicarakan lelang yang diadakan Saturnus.
Jika tidak salah menurut penjelasan Jia sebelumnya Saturnus adalah serikat bisnis yang sudah sangat terkenal di Kekaisaran Yang. Setiap tahun akan mengadakan lelang dan selalu ada kejutan yang tak terduga.
"Zhang Yu, bagaimana jika kita ikut lelang itu? Siapa tahu dapat barang bagus. Juga informasi tentang pertarungan surga."
__ADS_1
Zhang Yu mengangkat wajahnya setelah meletakkan cawan arak di atas meja. Biasanya ia jarang mendengar ucapan dewa naga, tapi sepertinya kali ini apa yang dikatakannya sangat masuk akal.
"Baiklah, mari kita pergi ke sana."