
"Sialan! Yan Fang sudah jatuh, ini benar-benar tidak ada dalam rencana. Aku tak bisa berakhir seperti ini." Yan Hee menyimpan dua kapaknya dan bersiap melarikan diri, tapi sama seperti Yan Fang, sebelum sempat melarikan diri Zhang Yu melesat dan menyepak tubuhnya dengan keras.
Blam!
Satu pohon besar tumbang dengan batang berlubang. Yan Hee terkapar dengan mata terpejam dan darah mengalir dari beberapa luka di tubuhnya.
Zhang Yu bergeming di tempat. Satu detik kemudian dia menyadari bahwasanya Sun tidak berada di pundaknya.
Dengan cepat wajahnya berubah. Mata berpendar ke sekitar mencari sosoknya, lalu melihat kera kecil itu terkapar di tempat serangan sebelumnya.
"Sun ...."
Zhang Yu mengangkat tubuh Sun yang kecil. Mengetahui hanya pingsan dan tidak menerima luka membuatnya menghela nafas lega.
Dia menggoyangkan tangan berusaha membangunkannya, tapi usahanya sia-sia karena tidak berhasil. Cara kedua adalah dengan mengeluarkan satu kristal sumber daya dan menempelkannya tepat di hidungnya.
Di saat membangunkannya tadi begitu sulit, siapa yang mengira ketika memancingnya dengan kristal sumber daya, hidung yang tenang bertahap bergerak mengendus seperti menemukan sesuatu.
Cit...
Bahkan tanpa membuka matanya terlebih dahulu dia segera merangkul kristal sumber daya itu dengan erat.
Zhang Yu terkekeh melihat tingkat kera kecilnya. Dia kembali meletakkan Sun membiarkannya menikmati hadiahnya sementara dirinya pergi memeriksa kedua pria yang sudah meregang nyawa.
Selain pakain merah dengan lambang awan berwarna hitam, cincin penyimpanan menjadi fokus perhatian. Zhang Yu mengambil dan melihat isinya.
Ada begitu banyak harta. Dari koin emas sampai sumber daya. Jumlah gabungan dua cincin penyimpanan ini bahkan menyamai harta milik ayahnya yang sudah mengabdi bertahun-tahun untuk klan.
__ADS_1
"Eh ... Apa ini?"
Giok berwarna emas dengan simbol api.
Saat membalik nya Zhang Yu menemukan kata "Yan" yang terukir dengan warna hitam. Jika tidak salah marga kedua orang ini juga Yan. Jadi apakah ini token identitas?
Zhang Yu memindahkan semua isi cincin penyimpanan itu ke dalam miliknya. Sambil memperhatikan Sun yang masih duduk memakan kristal sumber daya matanya menelisik ke sekitar memastikan tidak ada orang lain yang mengintai.
Pengetahuannya tentang Alam Zhen Yang sangat terbatas. Dia hanya tahu tempat ini menyimpan begitu banyak peninggalan berupa harta dan sumber daya. Juga tahu tempat ini sangat berbahaya dengan misteri di dalamnya. Tapi bagaimana bisa ada kelompok lain yang masuk bersama mereka? Apa mungkin sebenarnya pintu masuk menuju Alam Zhen Yang bukan hanya di wilayah Akademi Kekaisaran?
Cit cit...
Sun sudah selesai. Dia langsung melompat ke pundak Zhang Yu dengan wajahnya yang bersinar. Terlihat jelas sekali kera kecil ini berada dalam suasana hati yang baik.
"Ayo kita pergi kawan,"
Cit!
...
Di tempat lain, Xuan Yin menemukan buah kaisar. Semacam buah pir tapi memiliki warna ungu dengan ukuran yang lebih besar.
Sejatinya adalah keberuntungan bisa menemukan sumber daya yang langka. Tapi sialnya terdapat kawanan monyet wajah merah yang bersarang di sekitarnya.
Monyet wajah merah mungkin bukan binatang spiritual yang kuat, tapi kawanan ini berjumlah lebih dari tiga puluhan dan mereka akan sangat agresif jika ada yang memasuki teritori.
"Apakah aku harus menggunakannya?" Xuan Yin memegang sebuah terompet kecil. Itu adalah barang pemberian ayahnya yang dapat digunakan untuk menakuti binatang spiritual dalam tingkat tertentu.
__ADS_1
Tapi hanya dapat digunakan sekali. Jadi Xuan Yin harus berpikir matang sebelum memutuskan untuk menggunakannya.
Ketika Xuan Yin masih berpikir akan menggunakannya atau tidak, lima monyet wajah merah setinggi enam kaki menampakkan diri dari balik batu.
Dengan segera raut wajahnya menjadi serius dan menegang terompet kecil itu dengan erat. "Sepertinya memang harus menggunakannya."
Truttttt...
Suara nyaring keluar diikuti dengan gelombang energi berwarna perak yang menyebar cepat.
Begitu monyet wajah merah berada dalam jangkauan penyebaran gelombang energi, tingkah laku mereka menjadi aneh dan tak terkendali. Berjalan tak teratur sambil memenangkan telinga berteriak kesakitan.
Ak ak ak...
Memanfaatkan kekacauan ini Xuan Yin mengayunkan kaki diam-diam mendekat ke pohon buah kaisar. Dengan cepat mengantongi belasan buah yang sudah matang dan beberapa kuncup bunga yang akan mekar.
"Sepertinya sudah tidak ada lagi yang dapat diambil." Xuan Yin tersenyum puas, matanya yang lentik berkedip dengan teratur.
Di saat sudah mengambil semua, perhatian malah tertuju pada pangkal batang pohon yang seperti diselimuti oleh lumut. Tapi itu bukan lumut, melainkan ....
"Ganggang merah! Bagaimana itu muncul di tempat seperti ini? Aku tidak boleh menyia-nyiakannya." Xuan Yin segera mengeluarkan pedang lalu mengorek tanaman ganggang merah yang langka.
Jangan berpikir untuk menyentuhnya karena akan membakar tangan hingga hangus dan terasa sampai ke tulang.
Terlepas dari itu, sungguh keberuntungan karena bisa menemukan dua sumber daya berkualitas di satu tempat yang sama.
Xuan Yin kembali tersenyum, dia cepat-cepat pergi dari sana sebelum monyet-monyet itu mendapatkan kembali kesadarannya.
__ADS_1
Namun suatu yang tidak diharapkan, lima monyet dengan tubuh paling besar menghilangkan efek terompet lebih cepat dari perkiraan.
"Celaka! Aku harus pergi dari sini sekarang juga."