
Tiga hari kemudian pembangunan benteng kembali dilanjutkan, lapisan pembatas yang ada di pantai pun kembali diaktifkan. Zhang Yu dan Suku Niao sudah berada di atas kapal bersiap memulai perjalanan.
Xuan Yin, Zhang Chao dan beberapa orang lain menyaksikan dari bibir pantai, bocah kecil itu melambaikan tangan pada sang ayah seolah berkata, "Ayah harus kembali dengan selamat."
Zhang Yu pun membalas dengan lambaian tangan. "Ayah pasti kembali," ucapnya lirih.
"Kakak Yu, kapal sudah siap. Apa kita sudah dapat berangkat?" Shin memberitahu dari tempat pengendali kapal.
Zhang Yu yang mendengarnya segera mengangkat tangan kanannya sebagai tanda persetujuan.
Shin langsung berteriak. "Tarik jangkarnya. Mari kita berlayar untuk pulang!"
Orang-orang Suku Niao bersorak dengan semangat. Kapal pun berangkat. Namun ini akan menjadi perjalanan yang cukup lama karena jarak yang jauh.
"Kakak Yu, kau beristirahat saja di ruangan. Serahkan semua ini pada kami," kata Shin.
Zhang Yu berpikir sejenak sebelum menganggukkan kepala. "Jika ada sesuatu, jangan ragu datang mencari ku."
"Baik," balas Shin.
Zhang Yu memutuskan untuk berdiam di ruangan. Dia merebahkan tubuhnya, sementara kapal dikendalikan penuh oleh orang-orang Suku Niao.
Dengan pembelajaran yang telah diberikan beberapa hari ini dalam membaca peta, seharusnya mereka akan berada di jalur yang tepat
Dak!
Tanpa sengaja lengan Zhang Yu menyenggol dinding ruangan. Dia sontak kembali duduk, matanya menatap dinding ruangan itu yang menghasilkan suara cukup berat seperti ada ruang di baliknya.
Dak dak!
Hem...
"Sepertinya memang ada sesuatu di balik dinding ini." Zhang Yu bangkit dari posisinya. Dia menggeser tempat tidur yang semula menempel pada dinding ruangan, kemudian menemukan semacam pintu rahasia yang tersembunyi di sana dengan lebar satu meter dan tinggi hanya separuhnya.
"Kemungkinan ruangan ini adalah ruangan pemimpin regu yang kau bunuh," ucap Long Shen.
Zhang Yu mengedarkan pandangannya sekilas, lalu menemukan belasan kendi arak dan beberapa barang lainnya yang cukup mewah berada di salah satu rak.
"Mungkin kau benar," ucapnya.
Tanpa basa-basi Zhang Yu membuka pintu rahasia itu. Ternyata, apa yang ada di dalamnya adalah harta berharga seperti koin emas dan juga beberapa barang yang juga terbuat dari emas.
"Pantas saja ketika dalam cincin penyimpanan mereka tidak banyak isinya. Semua di simpan di sini."
Sebelumnya saat melakukan pemeriksaan pada ketiga kapal, Zhang Yu berpikir memang tidak ada barang berharga yang mereka bawa. Siapa yang menyangka ternyata ada satu ruang rahasia untuk menyimpannya.
__ADS_1
...
Waktu berlalu. Tak terasa sudah dua setengah bulan mereka melakukan perjalanan. Pulau tujuan pun mulai tampak di depan mata, hanya butuh beberapa waktu lagi sampai mereka benar-benar menginjakkan kaki di sana.
Namun, keberadaan kapal-kapal besar dengan lambang menara iblis sungguh membuat mereka harus mengambil keputusan untuk menghentikan kapal dalam jarak dua ratus meter dari bibir pantai.
"Yi, panggil Kakak Yu!"
Yi baru saja berbalik sampai langkah kakinya terhenti melihat Zhang Yu yang sudah berada tepat di belakangnya.
"Kakak Yu, apa kita perlu memutar arah dan masuk dari arah lain?"
Zhang Yu masih diam sambil mengamati tiga kapal milik menara iblis.
"Lihat! Ada orang." Yi berseru sambil menunjuk ke tempat tiga orang yang muncul dari balik kapal dengan menaiki sampan kecil.
Pada saat itu posisi kapal sedikit terhalang oleh batu karang jika dilihat dari posisi kapal menara iblis. Oleh karena itu, mereka mungkin tidak menyadari keberadaan kapal yang mendekat ke pulau.
"Kita tunggu di sini dan lihat apa yang mereka lakukan."
Dengan keputusan itu mereka menunggu di sana untuk beberapa lama. Akan tetapi sejak kemunculan tiga orang yang menaiki sampan sudah tidak ada lagi orang menara iblis yang terlihat.
"Zhang Yu, kenapa kau tidak langsung pergi saja ke pulau? ...." Long Shen bahkan belum menyelesaikan ucapannya sampai terlihat di kejauhan tiga orang sebelumnya kembali datang menaiki sampan.
Namun bukan hanya bertiga, melainkan dengan satu orang yang memiliki tubuh lebih besar serta kulit hijau agak bersisik.
"Apa yang akan mereka lakukan dengan Gui?"
"Dia akan di bawa sebagai tahanan menuju Pulau Naga."
Apa?
Semua langsung menatap Zhang Yu setelah mendengar kalimatnya.
"Jadi Gui akan di bawa oleh mereka? Lalu, apa nanti dia akan diperlakukan seperti budak pekerja?"
"Kurang lebih seperti itu."
Tangan Shin langsung terkepal memikirkan Gui akan menjadi tawanan. Namun, seharusnya masih ada anggota suku lainnya selain Gui yang sudah berada di kapal.
"Kakak Yu, aku perlu bantuanmu untuk membebaskan Gui dan anggota suku yang sudah di atas kapal." Shin segera menarik keluar pedangnya. Yi dan dua puluh lima orang Suku Niao juga ikut mengeluarkan pedang bersiap untuk bertarung.
"Aku akan membantu kalian. Tapi kita tidak akan bertarung secara langsung."
"Apa?" Orang-orang Suku Niao menyipitkan mata. Mereka tidak mengerti dengan maksud bertarung tidak langsung. Dalam benak mereka, bukankah mereka tidak dapat menyelamatkan anggota suku jika tidak mengalahkan orang-orang menara iblis yang ada di kapal?
__ADS_1
Shin dan Yi yang sedari tadi menyimak ucapan Zhang Yu mulai memahaminya. Mereka segera memberi perintah pada puluhan orang lainnya untuk menyiapkan burung raja, nama burung yang menjadi tunggangan Suku Niao.
Zhang Yu naik bersama Shin, mereka terbang menuju salah satu kapal secara bergantian agar tak terlalu menarik perhatian.
Pada saat itu, tiga orang yang sebelumnya membawa Gui sampai di samping kapal. Mereka mengaitkan tali penarik ke bagian ujung sampan dan menariknya ke atas bersama-sama.
"Kenapa harus kita yang harus bolak-balik hanya untuk memindahkan makhluk rendahan berkulit hijau ini ke kapal. Kita tidak di akan mendapat keuntungan apapun dengan melakukannya."
"Mau bagaimana lagi, Phan Gu sangat dekat dengan Senior An Xing. Bahkan jika senior An Xing tidak ada di sini, anggota lain lebih mengikuti ucapannya."
Tiga anggota menara iblis itu terlalu sibuk mengeluh sampai tak sadar jika seseorang telah menunggu kedatangan mereka.
Ketika mereka mulai menatap ke depan bersiap untuk melangkah ke atas kapal, raut wajah ketiganya langsung membeku.
"Si-siapa kau?" tanya mereka, kompak.
Zhang Yu tak menghiraukan pertanyaan ketiga anggota menara iblis. Dia segera menarik tangan Gui untuk menyelamatkannya, lalu memutus tali baja sehingga sampan langsung jatuh ke laut dalam ketinggian lima meter.
Byur!
Dua dari tiga orang berhasil melompat tepat waktu, tapi satu orang terjatuh bersama sampan yang ditumpanginya.
"Kurang ajar! Apa kau penyusup?! Kami akan membunuhmu!" Baru juga mereka berdua selesai ucapannya, dua pedang menembus tubuh mereka dari belakang.
Jleb!
Jleb!
Shin dan Yi melakukan bagiannya dengan sempurna. Mereka menyerang di waktu yang tepat sehingga kedua musuh tak bisa menghindar dan harus meregang nyawa.
"Pangeran," gumam Gui.
Shin hanya tersenyum singkat, dia berjalan ke pinggir kapal mencari satu orang yang terjatuh sebelumnya untuk memastikan keadaannya.
Namun, Shin tak dapat menemukannya. Entah itu di laut atau pantai, dia seperti menghilang begitu saja.
"Makhluk rendahan. Mati kau!"
Tiba-tiba orang yang jatuh tadi berayun dari samping menggunakan tali. Dia menebaskan pedangnya berniat memenggal kepala Shin.
Shin yang tak mengira jika pria itu sebelumnya bertahan dengan tali pun tak mampu menghindar dalam jarak yang sangat dekat.
"Celaka!" pikirnya.
Tapi siapa yang mengira, tepat sebelum pedang itu menyentuh leher Shin, Zhang Yu datang dengan tinjunya menghempaskan pria itu hingga terlempar ke tiang kapal.
__ADS_1
Blam!
Shin berkedip untuk menghilangkan keterkejutannya. "Lagi-lagi Kakak Yu menyelamatkan nyawa ku," batinnya.