
"Yang Mulia!"
Jim Young segera berlutut di hadapan Xuan Zou dan meminta maaf atas kesalahan Song Ya. Dia juga memohon pengampunan agar keponakannya dibebaskan dari hukuman.
Xuan Zou juga bukan orang yang sangat kejam. Dia dapat menilai situasi setelah melihat dan mendengar dari sudut pandang Song Ya. Dia juga sedikit memahami apa yang dirasakan olehnya.
"Tuan Besar Jim, bangunlah."
Jim Yong perlahan bangun dan berdiri di sebelah Song Ya. Dia berkata, "Yang Mulia, Keluarga Jim dapat melakukan apapun untuk ganti sebagai hukumannya. Tapi tolong bebaskan Song Ya dari kesalahannya. Aku sebagai paman, akan menjaminnya jika dia tidak akan mengulanginya."
Xuan Zou tersenyum. "Tidak perlu seperti itu. Walau bagaimana pun ini adalah hati yang bahagia. Aku tidak ingin menodainya dengan apapun. Selama Song Ya menulis surat permintaan maaf dan berjanji tidak mengulanginya, mari anggap saja semua ini tidak terjadi."
"Benar. Aku rasa gadis ini hanyalah korban kebohongan ayahnya. Aku juga bersedia melupakan masalah ini," ucap Tuan Besar Liu.
Dengan itu masalah sudah terselesaikan. Song Ye dan temannya yang bernama Ru Li pergi bersama Tuan Besar Jim. Yang lain kembali ke aula pesta dan menghabiskan malam ini dengan kemeriahan.
...
Keesokan paginya.
"Zhang Yu, kau sudah akan pergi? Setidaknya menginaplah lebih lama." Xuan Wu mencoba memegangi tangan Zhang Yu yang sudah bersiap pergi.
"Kakak kelima, kau sudah punya istri. Apa kau masih butuh teman lain di sisimu?" kata Xuan Yin dengan nada bercanda.
Xuan Wu menyipitkan mata melihat Xuan Yun yang tidak bersiap seperti suaminya. "Adik ketujuh, apa kau tidak ikut kembali bersama suamimu? Lalu di mana Chao'er?"
"Zhang Yu hanya pergi beberapa hari ke Kota Qian Gu. Chao'er akan tetap di sini bersama ibunya." Ju Qian Chen datang bersama Zhang Chao.
Apa?
Xuan Wu sungguh tidak tahu hal ini. Dia berpikir Zhang Yu akan kembali pulang ke Kekaisaran Yang. Namun ternyata hanya pergi ke Kota Qian Gu.
"Keterlaluan! Mereka benar-benar mempermainkanku," dengusnya menatap Zhang Yu dan Xuan Yin.
Tapi Zhang Yu tak mau ambil pusing dengan gak itu. Dia segera berangkat menyusul rombongan klan Zhang yang sudah pergi terlebih dahulu setelah berpamitan pada istri dan beberapa orang yang ada di sana.
__ADS_1
...
Kota Qian Gu.
"Kita harus menunggu patriark dan tetua kembali. Sebaiknya kita bawa dia ke ruangan khusus agar tak melarikan diri," kata Zhang Shu pada orang-orang klan.
Di hadapan mereka adalah orang suku Niao. Tetapi tidak satu pun dari mereka mengetahui tentang Suku Niao yang membuat mereka memandangnya sebagai makhluk berpenampilan aneh.
Mereka menemukan orang Suku Niao di tepi pantai wilayah timur. Orang-orang yang menemukannya segera membawanya ke Klan Zhang untuk mengidentifikasinya.
Namun patriark dan tetua pergi ke istana sehingga di klan hanya menyisakan beberapa orang yang tak memiliki wewenang apapun untuk mengambil keputusan.
"Dia sepertinya terluka. Bagaimana jika kita mengobatinya terlebih dahulu?"
Mereka pun setuju untuk membawa orang Suku Niao itu ke ruangan dn mengobatinya. Tentu mereka tidak membiarkannya bebas begitu saja karena setiap orang bergantian mengawasinya.
Dua hari kemudian Zhang Yu dan rombongan lain datang. Mereka bergegas kembali setelah menerima surat jika ada manusia aneh yang ditemukan di pesisir pantai timur.
"Di mana orang yang kalian maksud?" Zhang Lei bertanya pada Zhang Shu.
Pertama kali melihat penampilannya, mereka benar-benar terkejut dan tak tahu makhluk apa di depan mereka. Tapi Zhang Yu yang pernah bertemu dengan mereka tentu tak terlalu terkejut dengan penampilannya. Hanya saja kenapa orang Suku Niao sampai di daratan Zhen Yang yang menjadi pertanyaan.
"Patriark, bolehkah aku berbicara dengannya berdua?" tanya Zhang Yu.
Zhang Lei sontak menatap Zhang Yu bingung. "Kau tahu bahasa mereka?"
"Aku tahu. Mereka berbahasa seperti kita." Jawaban Zhang Yu jelas mengejutkan orang-orang di sana.
Bagaimana bisa Zhang Yu mengatakannya begitu yakin. Apa dia benar-benar tahu tentang hal itu? Tapi bagaimana dia mengetahuinya?
"Berikan waktu Zhang Yu untuk bicara dengannya," pinta Zhang Lei yang segera membuat semua orang melangkah mundur dan menutup pintu ruangan.
"Teman Dewi!" kata orang Suku Niao itu begitu melihat Zhang Yu.
Zhang Yu terkejut karena orang Suku Niao ini mengingatnya. Tapi ini juga menjadi hal baik dan akan memudahkannya dalam berkomunikasi dengannya.
__ADS_1
"Kenapa kau bisa sampai di tempat ini?" tanya Zhang Yu.
Sejenak orang Suku Niao yang bernama Yi itu diam. Dia melihat luka yang masih begitu nyata di tubuhnya. Bibirnya bergetar, begitu pula dengan tangannya yang meremas kasur seperti ada trauma yang pernah dialaminya.
"Tenang saja. Katakan, aku akan membantumu."
Perlahan Yi menarik nafas. Dia pun bercerita kepada Zhang Yu tentang apa yang terjadi pada Suku Niao. Serangan orang asing yang membuat Suku Niao kocar-kacir meninggalkan pulau. Mereka sangat kejam. Membunuh dan menguras semua sumber daya di pulau. Mengambil batu besi hitam dan mengangkutnya ke atas kapal.
Semua itu terjadi tiga bulan yang lalu. Yi dan anggota Suku Niao lain melarikan diri ke arah barat. Setelah perjalanan tiada henti dia akhirnya sampai. Tapi dia tidak tahu di mana keberadaan anggota suku lainnya.
Zhang Yu memberi air pada Yi agar lebih tenang. Dia kemudian meminta Yi untuk beristirahat sementara dia akan mencoba menemukan anggota suku Niao lainnya.
"Bagaimana, Zhang Yu? Apa kau mendapatkan sesuatu?" tanya Zhang Lei.
Zhang Yu pun menceritakan garis besar cerita pada mereka. Menceritakan jika dirinya juga pernah ber singgah di pulau yang ditinggali Suku Niao.
Sulit rasanya untuk percaya ketika mendengar cerita Zhang Yu yang satu ini. Terlebih tentang adanya pulau yang hanya dihuni oleh Suku Niao.
Namun mereka sudah melihat secara langsung manusia yang memiliki kulit hijau. Mau tak mau mereka juga percaya dengan apa yang dikatakan Zhang Yu.
"Jadi, apa kita harus mencari anggota suku Niao lainnya di sekitar pesisir pantai timur?"
"Untuk sekarang sepertinya hal itu yang harus kita lakukan," angguk Zhang Yu.
Zhang Lei segera mengumpulkan orang lalu membawa pasukan yang tidak terlalu besar untuk pergi ke pesisir pantai timur.
"Di mana kalian saat menemukannya?" tanya Zhang Yu.
Zhang Shu segera menunjuk ke balik batu yang mana di sana lah ia dan beberapa anggota klan Zhang sebelum dipindahkan.
Zhang Yu pergi ke sana. Dia melihat jejak yang mulai terkikis air laut. Tapi sudah cukup jelas jika Yi pada saat itu terbawa air pasang hingga ke wilayah pesisir.
"Zhang Yu, aku akan membawa beberapa orang untuk memeriksa di arah sana," ucap Zhang Lei kemudian membawa beberapa orang seperti perkataannya.
Sebagian masih di sana, sebagian lain pergi ke arah yang berlawanan dengan Zhang Lei. Ke selatan.
__ADS_1
Beberapa lama tidak menemukan apapun, tiba-tiba kelompok orang yang pergi ke arah selatan berteriak. "Kami menemukan satu!"