Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 83 : Gagal Untuk Berhasil


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Zhang Yu perlahan mengerjapkan mata sebelum mengedarkan pandangannya menyeluruh. Tubuhnya bersinar seperti akan mengalami peningkatan, tapi sayang sekali tiga inti binatang spiritual tingkat empat tidak cukup untuk membantunya naik ke tingkat master bintang empat.


Mungkin butuh lima atau enam lagi inti binatang spiritual tingkat empat. Atau satu inti binatang spiritual tingkat lima untuk menerobos.


Namun saat ini tidak ada lagi persediaan inti binatang spiritual yang dapat digunakan. Zhang Yu terpaksa mengakhiri masa kultivasinya lebih awal.


Berbeda dengan Xuan Yin. Gadis itu saat ini masih begitu fokus dengan kultivasinya. Entah sudah berapa banyak kristal sumber daya yang habis olehnya, sekarang aura tubuhnya meningkatkan signifikan.


Zhang Yu yakin tak butuh waktu lama bagi Xuan Yin untuk naik ke tingkat master bintang dua.


"Lebih baik aku melatih teknik pedang utara."


Meski telah memahaminya, Zhang Yu masih membutuhkan waktu untuk menerapkannya dalam sebuah pertarungan. Dia mengambil posisi tak begitu jauh dari tempat Xuan Yin, lalu mulai memperagakan lima gerakan dasar teknik pedang utara.


Satu percobaan dan dia gagal. Percobaan kedua Zhang Yu berhasil melakukan dua gerakan pertama, tapi masih gagal untuk gerakan ketiga.


Proses. Dari setiap kegagalan dia mendapat sebuah pelajaran. Dia mengumpulkan semua kesimpulan yang telah didapatkan lalu secara bertahap memperagakannya.


Waktu yang dibutuhkan tidak sebentar. Dari pagi hingga malam dan berganti pagi lagi, Zhang Yu baru bisa melakukan lima gerakan dasar dengan benar. Meski begitu kekuatan serangan masih perlu ditingkatkan dan dia perlu mempertahankan kestabilan dalam mengayunkan pedang.


Xuan Yin baru saja berhasil menerobos ke tingkat master bintang dua. Wajahnya berseri dan matanya cerah bersemangat. Dia bangkit ingin mencari guru untuk menunjukkan perkembangannya. Akan tetapi hembusan angin yang kencang dan aura mencekam di sekitar menarik perhatiannya.


Manik hitamnya tertuju pada sosok Zhang Yu yang bergerak begitu cepat dengan sebuah pedang di tangan.


Gerakan yang intens dan sangat mematikan. Dari mana dia mendapatkan teknik pedang seperti itu?


Xuan Yin terus memperhati Zhang Yu. Begitu serius hingga tak sadar Wang Chen sudah berdiri di sampingnya.


"Yin'er, kau sudah selesai berkultivasi?"


"Ya,"


Xuan Yin menjawab singkat, padat dan jelas. Lebih tepatnya jawaban itu keluar dengan spontan karena perhatiannya hanya tertuju pada Zhang Yu.


Wang Chen mengerutkan kening. Tapi sejurus kemudian pria tua itu mengembangkan senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Bukankah dia hebat?"


"Ya,"


"Dia tampan?"


"Ya,"


"Sepertinya kau menyukainya."


"Ya,"


Setelah menjawab beberapa kali Xuan Yin baru sadar dengan apa yang sudah ia katakan.


"Ah ... Tidak guru, ini bukan seperti itu. Aku tidak ...." Dia panik dan buru-buru menjelaskan.


Wang Chen kembali tertawa. "Jika kau benar-benar menyukainya itu tidak masalah. Guru mengenal Zhang Yu cukup baik. Meski terkadang agak acuh tak acuh, tapi dia memiliki kepedulian yang tak dapat diragukan."


"Guru, aku mohon hentikan. Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Wajah Xuan Yin merah merona. Dia memegang tangan Wang Chen berusaha menghentikan omong kosongnya.


Tentang siapa Zhang Yu dia juga sudah mengetahuinya dengan jelas. Pria tidak tahu malu yang memanfaatkan kelemahannya untuk mempermudah jalannya sendiri.


"Guru, sejak kapan kau datang?"


Zhang Yu melihat kedatangan guru dan segera mengakhiri latihannya.


"Baru saja datang. Tapi sangat mengejutkan kau bisa memahami teknik pedang utara hanya dalam kurun waktu satu bulan. Bahkan sudah bisa memperagakannya meski masih ada banyak kekurangan."


"Terima kasih Guru, aku akan terus melatihnya," kata Zhang Yu sambil menyatukan dua telapak tangannya.


Wang Chen hanya manggut-manggut. Tapi tidak dipungkiri Wang Chen sangat terkejut ketika melihat Zhang Yu sudah bisa memperagakan teknik pedang utara. Dia bersikap setenang mungkin demi menjaga martabat di depan kedua muridnya.


Berbeda dengan Xuan Yin. Mata gadis itu terus melirik sang guru karena khawatir mulutnya keceplosan mengatakan yang tidak tidak. Dia sungguh tidak tahu harus menyembunyikan wajahnya jika Zhang Yu mengetahuinya.


Namun setelah memberi pujian pada Zhang Yu sepertinya guru tidak mengatakan apapun. Jadi dia bisa bernafas lega.


"Guru, seperti aku sudah terlalu lama di sini. Aku harus kembali ke kediaman."

__ADS_1


"Guru, sepertinya aku juga harus pergi," ucap Zhang Yu.


Xuan Yin langsung memelototi Zhang Yu karena mengikuti kalimatnya.


"Kau sengaja mengikutiku ya?"


"Kalau iya kenapa? Apa Putri Ketujuh keberatan?" Zhang Yu berbisik tepat di telinga Xuan Yin membuat wajah gadis itu merah padam.


Dua detik setelah hening, Zhang Yu tiba-tiba tertawa. Sontak Xuan Yin mengetahui jika Zhang Yu hanya mengerjainya.


"Dasar tidak tahu malu! Aku akan memukulmu!"


Zhang Yu sudah melompat menjauh ketika dia mengayunkan tangan. Sambil menunjukkan senyum puas dia pergi melalui pintu belakang.


Xuan Yin mengepalkan tangan lalu menghentakkan kaki kesal. "Pria keterlaluan! Tidak tahu malu!"


Setiap ungkapan kekesalan diucapkan dengan penuh emosi. Zhang Yu terus bersin dalam perjalanan tapi dia malah merasa senang.


Sesampainya di kediaman Zhang Yu bertemu dengan Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao. Mereka bertiga tampak sedang bercengkrama di depan halaman kediamannya.


"Zhang Yu, dari mana saja kau selama ini?"


Wu Zetian kebetulan duduk menghadap gapura. Ketika melihat Zhang Yu masuk dia bergegas berdiri menghampirinya.


Kami sudah mencarimu ke beberapa tempat tapi tidak menemukanmu. Sebenarnya kau pergi ke mana?" tanya Wu Zetian lagi.


"Aku melatih teknikku di wilayah yang sepi. Baru ada kesempatan untuk kembali," jawab Zhang Yu.


Berlatih teknik bukan sebuah kebohongan. Dia memang berlatih walau itu hanya dalam dua hari terakhir.


Wu Zetian menarik nafas dalam, kemudian menjelaskan. "Tiga minggu lagi akan ada acara memasuki Alam Zhen Yang. Setiap murid bisa masuk ke sana, jadi ayo kita mempersiapkan diri untuk ikut penjelajahan itu."


"Kau pasti belum pernah mendengar tentang hal ini, bukan? Alam Zhen Yang adalah ...." Tang Yue berpikir Zhang Yu tidak tahu apa-apa tentang Alam Zhen Yang jadi menjelaskan sesuai pengetahuannya.


Tapi Zhang Yu sudah mengetahuinya dari guru. Dia cukup diam dan mendengarkan ketika Tang Yue menjelaskan.


" ... Aku sudah sekali memasuki Alam Zhen Yang dua tahun lalu. Tapi sayang sekali aku tidak mendapat suatu yang sangat berharga. Hanya beberapa sumber daya biasa. Terlepas dari jumlahnya yang memang lumayan."

__ADS_1


"Aku tak sabar menunggu tiga minggu lagi untuk pintu menuju Alam Zhen Yang terbuka. Aku yakin dapat mengumpulkan banyak barang berharga di sana," kata Wu Zetian percaya diri.


Tang Yue menganggukinya, begitu pula dengan He Jiao. Mereka semua tak sabar menunggu waktu cepat berlalu.


__ADS_2