
"Sepertinya kau memiliki pertanyaan."
Zhang Yu berkedip beberapa kali kemudian menggelengkan kepala. "Aku hanya tidak menyangka ternyata guru adalah Kepala Akademi."
Hahahahaha...
"Gurumu ini memang Kepala Akademi." Wang Chen, pria tua berusia seratus tahun itu tertawa begitu puas melihat kebingungan di wajah Zhang Yu.
Sejak awal ia tak mengatakan identitasnya karena ingin Zhang Yu mencari tahu sendiri. Saat sampai di akademi dia masih tidak mengetahuinya, tapi kedatangan Tetua Xin Fei membongkar semuanya.
"Sudah, sekarang katakan apa yang kau inginkan." Niat awal adalah berpura-pura lupa. Tapi karena tiba-tiba datang satu urusan maka harus segera diselesaikan.
"Guru, kau tidak akan menarik kata-katamu lagi kan?"
Wang Chen berdecak. "Cepat katakan. Atau kau tidak menginginkannya?"
Zhang Yu menjadi gelagapan dan berusaha memikirkan sesuatu.
"Ah aku tahu ... Aku ingin petunjuk bagian kedua kitab budidaya tubuh. Guru harus mengajariku bagaimana cara menguasainya."
Wang Chen mengelus janggut putihnya yang lebat. Dia mencoba menimang nimang dengan matang. "Sepertinya ini tidak baik. Bukannya aku tak mau mengajarkan, hanya saja untuk kitab budidaya tubuh kau harus menguasainya sendiri. Karena ini akan berpengaruh pada perkembanganmu di masa depan."
Zhang Yu termenung mendengar ucapan guru. Dia menatap mata wang guru yang jernih tanpa kebohongan.
"Jadi aku hanya bisa berusaha sendiri?" ucapnya dengan enggan.
"Kau harus melakukannya sendiri. Dan karena permintaan ini batal, kau bisa mengajukan permintaan lain."
Zhang Yu kembali mencari suatu yang benarben akan berguna dan menguntungkan. Tapi sayangnya tidak satu pun hal terlintas dalam kepalanya.
Tidak mungkin kan dia meminta posisi kepala akademi? Tidak tidak, itu hanya akan merepotkan dirinya saja.
"Aku akan menyimpan permintaan ini untuk nanti. Bagaimana Guru? Bisakah?"
"Karena masih bingung kau bisa memikirkannya kembali."
"Terima kasih Guru. Sekarang aku harus pergi untuk menyelesaikan misi." Setelah mendapat anggukan Zhang Yu langsung meninggalkan gazebo. Tidak tahu berapa lama ia ada di sini bersama gurunya, hampir saja lupa dengan janji untuk berkumpul di gerbang.
__ADS_1
Sementara itu di depan gerbang.
"Wu Zetian, sebenarnya di mana Zhang Yu? Bukankah kau bilang dia akan datang?" Tang Yue melihat ke atas dan merasakan suhu udara semakin panas. Dari pagi hingga menjelang siang tapi orang yang ditunggu tidak kunjung datang.
Wu Zetian merasa bersalah dan akhirnya mengaku.
"Sejujurnya aku tidak tahu dia pergi kemana. Dia berkata ada urusan jadi aku tak menghentikannya. Siapa yang mengira sampai saat ini dia belum kembali."
Bibir Tang Yue berkedut. Matanya memicing menatap Wu Zetian kesal. "Kau benar-benar keterlaluan! Kenapa tidak mengatakannya dari awal? Mungkin kita harus mencarinya sekarang."
"Kenapa kita harus mencarinya? Dia yang tidak datang itu adalah utusannya. Lebih baik kita mencari satu orang tambahan dan meninggalkannya." He Jiao. Sejak awal ia memiliki kesan yang tidak terlalu baik tentang Zhang Yu. Beberapa saat ini dia selalu diam karena keberadaan Tang Yue dan Wu Zetian, tapi setelah melihat sikapnya yang tidak bertanggung jawab, memberinya kesempatan untuk melampiaskannya.
Tang Yue dan Wu Zetian saling memandang.
"Tidak tidak, ini tidak benar. Dalam gulungan misi sudah jelas siapa saja yang tergabung dalam kelompok. Secara otomatis kita gagal jika mengganti anggota tanpa alasan dan keterangan yang jelas," kata Tang Yue.
He Jiao menekuk wajahnya dengan tidak senang. "Dia tidak datang saat waktu berkumpul. Kita punya alasan untuk mengeluarkannya dari kelompok."
"Siapa yang tidak datang? Aku sudah di sini."
Tiba-tiba suara Zhang Yu muncul di belakang tiga orang itu. Mereka terlonjak kaget dan spontan membalikkan badan.
"Maaf terlambat. Ada sedikit urusan yang harus dilakukan." Zhang Yu meminta maaf pada mereka. Tang Yue dan Wu Zetian masih memberi ruang, tapi He Jiao hanya memalingkan wajahnya sambil mendengus berat.
"Tidak perlu memikirkannya. He Jiao memang sedikit ketat. Terlebih pertemuan pertama kalian memiliki kesan yang buruk membuatnya bersikap demikian. Tapi sebenarnya dia sangat baik." Tang Yue mencoba menjelaskan.
Zhang Yu cukup menganggukkan kepala. Namun sebenarnya itu sama sekali tidak diperlukan karena tidak berkaitan dengannya. Bahkan jika keluarga He saat ini menjalin relasi bisnis dengan Klan Zhang, itu tidak mewajibkannya untuk memiliki hubungan yang dekat dengan setiap anggota keluarga mereka.
"Baiklah, karena kelompok sudah lengkap kita berangkat." Tang Yue berjalan penuh semangat sambil membawa gulungan misi. Ketika dua murid piket memeriksa, dia langsung mengulurkan tangan menyerahkan gulungan misi tersebut.
Setelah memastikan keaslian gulungan misi, dua murid yang berjaga menarik tuas untuk membuka gerbang. "Kalian harus hati-hati karena beberapa hari terakhir banyak terjadi serangan di Desa Sura."
"Terima kasih, kami akan berhati-hati."
Empat orang meninggalkan wilayah akademi. Bergerak bersama menuju Desa Sura yang ada di ujung selatan Kota Xue He.
Setelah satu jam menempuh perjalanan darat, perjalanan harus dilanjut dengan menaiki kapal.
__ADS_1
"Tang Yue berapa lama lagi kita akan sampai?" Berada di geladak depan, Wu Zetian melipat tangan dan terlihat tidak sabar.
Tang Yue mendengus pelan. "Tidak bisakah lebih sabar? Kita akan sampai di Desa Sura malam hari."
"Ck ... Aku hanya bertanya, kenapa kau marah-marah?"
"Itu karena kau terus bertanya sejak naik di atas kapal. Itu membuatku muak!" Tang Yue kembali mendengus lalu melirik ke tempat Zhang Yu yang juga tak begitu jauh dari tempatnya.
"Lihat Zhang Yu, bukan hanya tampan dan berbakat, dia juga sangat sabar. Tidak sepertimu yang terus berisik sepanjang perjalanan," tambahnya lagi dengan sedikit mencibir.
Sontak kalimat ini membuat Wu Zetian kesal. Dia menatap Tang Yue lalu berkata dengan mengejek. "Menurutmu kau sendiri cantik? Bahkan jika He Jiao tidak merias diri kau masih kalah jauh dengannya."
"Wu Zetian, ka-kau ...."
"Apa?! Ayo bertarung jika kau tidak terima."
Tang Yue benar-benar ingin menghajar Wu Zetian saat ini juga. Tapi dia masih ingat pada tujuan mereka melakukan perjalanan menuju Desa Sura. Dia menghentakkan kaki pelan lalu berbalik pergi.
"Anggap saja kau beruntung babi gendut!"
Suaranya sangat pelan. Tapi Wu Zetian masih mendengarnya. Dia membalas dengan berteriak. "Lampir gila, kau yang beruntung!"
Perdebatan mereka cukup menarik perhatian. He Jiao melihat dari samping, begitu pula dengan Zhang Yu.
Saat Tang Yue memuji Zhang Yu dia tak bisa menahan matanya untuk memandang ke arahnya.
"Memang ...." Dia terbuai untuk beberapa saat. Tapi secepat kilat mengembalikan kesadarannya dan menepis pikiran yang akan mengatakan Zhang Yu memang tampan.
Dia menghembuskan nafas kasar lalu mengikuti Tang Yue masuk ke dalam ruangan.
Zhang Yu yang menyadari tiga rekannya telah meninggalkan geladak depan perlahan mengeluarkan gulungan misi dan melihatnya dengan teliti.
Nama bandit yang akan mereka hadapi adalah bandit hati merah. Komplotan ini sudah ada sejak enam bulan yang lalu. Awalnya mereka hanya memiliki beberapa anggota, tapi semakin lama anggota bertambah banyak dan pengaruh mereka tidak terkendali.
"Perkiraan pemimpin mereka berada di tingkat ahli, ...." Zhang Yu melihat keterangan yang ada di bagian bawah. Itu menunjukkan perkiraan peta kekuatan mereka.
Selain pemimpin yang ada di tingkat ahli bintang lima, ada lebih dari tiga puluh orang anggota yang berada di tingkat ahli bintang satu sampai tiga.
__ADS_1
"Semoga saja misi ini berjalan lancar."