
Berita kedatangan Zhang Yu tersebar dengan cepat ke seluruh anggota Klan Xiao. Entah dari identitasnya, ataupun prestasinya saat menjadi juara pertama. Dia benar-benar menjadi buah bibir di setiap kalangan.
Hari ini adalah hari ketiga kedatangannya. Xiao Nie sengaja mengumpulkan sebagian anggota klan sebagai sambutan resmi untuknya.
"Zhang Yu, kau dapat memperkenalkan dirimu terlebih dahulu." Xiao Nie memberi tanda pada Zhang Yu setelah berbicara panjang lebar pada orang-orang di aula utama.
Zhang Yu sontak berdiri dari tempat duduknya. Matanya menatap satu persatu orang yang duduk di aula besar bersamanya.
"Terima kasih kakek karena telah memberikan kesempatan," ucapnya untuk pertama kalinya. Dia berhenti sejenak, kemudian menyapa beberapa wajah yang telah ia kenal dalam tiga hari belakangan.
"Paman, Tetua Pertama, Tetua Kedua, Tetua Ketiga ...." Setidaknya ada delapan tetua, sepuluh pengurus dan dua puluh orang lainnya. Zhang Yu menyapa mereka secara bergantian tanpa melewatkan satu pun dari mereka.
"Aku, Zhang Yu, menghadap pada para senior. Ibuku Xiao Mei, ayahku Zhang Long. Usia dua puluh dua tahun, tingkat kultivasi petarung grand master bintang lima."
Meski telah menebak tingkat kultivasi Zhang Yu tidak rendah, tapi orang-orang yang ada di aula masih saja terkejut saat mendengarnya secara langsung. Beberapa orang bahkan berbisik karena merasa kagum dengan bakat yang dimilikinya.
"Zhang Yu sangat genius. Dia adalah orang pertama dalam seratus tahun yang mencapai tingkat petarung grand master bintang lima dalam usia yang begitu muda. Dia layak mendapatkan tempat pertama dalam pertarungan surga."
"Dia mungkin lebih baik dari Xiao Yuze. Dia adalah generasi emas sesungguhnya Klan Xiao kita."
Berbeda dengan orang-orang yang sangat menyukai Zhang Yu, Xiao Lang diam-diam menekuk wajahnya. Dia tidak suka saat ada orang yang mengagungkan Zhang Yu. Terlebih saat membandingkannya dengan Xiao Yuze. Dia merasa dipermalukan di hadapan semua orang.
"Cukup!"
Xiao Lang memukul pegangan kursi dengan cukup keras. Orang-orang yang membicarakan Zhang Yu seketika diam dan memandang ke arahnya.
"Patriark, apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" tanya Tetua Ketiga.
Xiao Lang mendengus pelan. Sedetik kemudian matanya menatap Zhang Yu yang masih berdiri dengan begitu percaya diri.
"Aku rasa perkenalannya sudah selesai. Kau dapat duduk kembali di tempatmu," ucapnya.
__ADS_1
Namun Zhang Yu masih berdiri seolah tidak mendengar kalimat Xiao Lang. Dia diam di sana membuat orang lain terheran.
"Zhang Yu, apa kau ingin menyampaikan sesuatu?" tanya Xiao Nie.
"Kakek, aku ingin melakukan tes darah."
"..."
Suasana ruangan langsung sunyi begitu Zhang Yu mengatakan keinginannya. Xiao Lang berdiri dari tempat duduknya, kemudian mulai membuka mulutnya. "Tes darah adalah ritual khusus yang tak dapat dilakukan sembarangan. Apa kau tahu maksud tes darah?"
"Tes darah adalah tes khusus yang dilakukan oleh generasi Klan Xiao untuk mengetahui garis darahnya," jawab Zhang Yu percaya diri.
Xiao Lang tersenyum sinis. "Kau memang mewarisi darah klan Xiao, tapi belum pernah ada orang yang baru datang ke klan tiba-tiba melakukan tes darah."
"Itu benar sekali. Tes darah bukan suatu yang dapat dilakukan dengan terburu-buru," sahut Tetua Kedua. Beberapa tetua dan pengurus pun setuju dengan gagasan tersebut.
Hal ini memojokkan Zhang Yu seolah dirinya memiliki niat terselubung dengan memanfaatkan tes darah.
Zhang Yu sendiri tidak langsung membantah kalimat mereka. Dia tahu sebenarnya ada beberapa orang yang tak mengharapkan kehadirannya di sini. Hanya saja mereka tidak berani berbicara secara terbuka karena pengaruh kakeknya.
"Kakek," panggil Zhang Yu. Xiao Nie segera mendongakkan kepala menatap ke arahnya.
"Katakan," pintanya.
Seketika Zhang Yu menjadi percaya diri melihat reaksi kakeknya. Dia menarik pandangannya kembali ke arah Xiao Lang dan para tetua.
"Paman, Tetua, apa kalian pernah mendengar pepatah bahwasanya sesuatu yang tidak dilarang artinya diperbolehkan." Melihat kebingungan mereka, Zhang Yu mengeluarkan sebuah gulungan sebelum kembali melanjutkan kalimatnya. "Di sini dijelaskan secara terperinci aturan-aturan tentang tes darah. Selama mewarisi darah Klan Xiao, maka setiap keturunan berhak melakukan tes darah. Tidak terbatas usia ataupun waktu kapan melakukannya."
Saat gulungan itu dikeluarkan, hampir setiap orang menyipitkan mata. Begitu pula dengan Xiao Lang yang kembali memukul pegangan kursi dengan keras.
"Zhang Yu! Apa kau mengambil gulungan informasi itu secara diam-diam?!" tanyanya yang lebih seperti menuduh.
__ADS_1
Pada waktu ini semua orang juga penasaran bagaimana Zhang Yu mendapatkan gulungan informasi dari gudang penyimpanan klan. Gudang penyimpanan yang harusnya hanya beberapa orang saja yang dapat memasukinya.
Namun Zhang Yu sangat tenang dalam menghadapi situasi ini. "Kakek, apa aku mengambil gulungan informasi ini diam-diam? Bukankah kau yang memberikannya padaku?"
Tetua dan pengurus yang semula mempertanyakan Zhang Yu langsung diam membisu begitu mendengar gulungan itu diberikan langsung oleh Xiao Nie. Xiao Lang tampak tak percaya, dia menatap Zhang Yu dengan lekat seolah berusaha membaca isi kepalanya.
"Ayah, apa kau sungguh memberikan gulungan itu padanya?" tanya Xiao Lang.
" ... Benar," jawab Xiao Nie.
Zhang Yu menarik sudut bibirnya. "Jadi Paman, kapan aku dapat melakukan tes darah?"
Wajah Xiao Lang memerah sempurna mendapat pertanyaan ini. Dia sebagai patriark tapi menjadi tak berwibawa di depan bocah kemarin sore. Dia sangat benci situasi ini. Akan tetapi dia terpaksa harus mengaku kalah darinya hari ini.
"Hal ini perlu dibahas kembali," katanya. Setelah mengatakan itu dia langsung berdiri dari kursinya dan membubarkan pertemuan.
Zhang Yu yang masih di tempatnya tak bisa menahan diri untuk mencibir. Dia berjalan ke arah Xiao Nie lalu berterima kasih padanya.
"Tidak perlu sungkan. Kakek senang dapat membantumu. Tapi Kakek penasaran bagaimana kau mendapat gulungan informasi itu? Kakek ingat sekali tak pernah memberikannya padamu."
Zhang Yu tersenyum canggung. Dia menyerahkan gulungan itu pada Xiao Nie sebelum meninggalkan aula.
Xiao Nie yang penasaran langsung membukanya. Namun nafasnya seketika tertahan saat mendapati gulungan itu kosong.
"Palsu?" gumamnya, kemudian menatap punggung Zhang Yu yang berjalan meninggalkan aula.
"Patriark, apa sungguh kau yang memberikan gulungan itu?" tanya Tetua Ketiga yang baru mendekat.
Xiao Nie tersenyum sambil menggeleng kepala tak berdaya. Dia menunjukkan gulungan kosong itu pada Xiao Zhiqian.
Tak jauh berbeda dengan reaksi Xiao Nie, Xiao Zhiqian pun terkejut saat mengetahui gulungan informasi itu ternyata hanya gulungan palsu yang menyerupai gulungan informasi klan.
__ADS_1
"Patriark, Zhang Yu ini sangat menarik. Dia sudah menyusun rencana dan mempersiapkannya begitu matang."
Xiao Nie kembali tersenyum. "Kau benar. Cucuku ini sangat menarik. Sepertinya aku mengambil pilihan yang tepat dengan membawanya kembali."