
"Kakak ipar, apakah Yu Gege sudah keluar dari ruangannya?"
Pagi ini, seperti hari-hari sebelumnya Song Yixue datang mencari Zhang Yu untuk menunjukkan keahlian baru yang dikuasainya beberapa waktu yang lalu. Dia ingin meminta saran Zhang Yu, tapi ia masih tidak berhasil menemuinya setelah satu minggu berturut-turut datang secara langsung.
"Kau dapat melihatnya sendiri. Dia masih sibuk di ruangannya itu untuk meningkatkan kualitas pedangnya," jawab Xuan Yin dengan hela nafas pasrah.
Song Yixue tidak dapat berkomentar lebih jauh. Dia hanya bisa pulang ke kediaman dan berpikir akan datang beberapa hari kemudian.
Boom!
Terdengar suara ledakan yang berasal dari belakang. Xuan Yin dan Song Yixue mengerutkan kening bersama-sama, tanpa banyak bicara keduanya segera berlari mencari sumber suara tersebut.
"Kakak Ipar, sepertinya itu berasal dari ruangan yang digunakan Yu Gege."
"Kau benar," balas Xuan Yin lalu pergi ke ruangan yang dimaksud.
Setelah mereka berdua sampai di sana, dari kamar yang kosong itu tampak asap hitam yang pekat. Aroma gosong tercium sangat kuat, Xuan Yin dan Song Yixue dengan kompak menutup hidung karena bau yang tak sedap.
"Yu Gege, apa kau baik baik saja di dalam?" tanya Song Yixue yang sengaja mengeraskan suaranya.
Setelah cukup lama hening, dari pintu yang terbuka itu sesosok bayangan berjalan keluar dari dalam.
Semakin dekat semakin terlihat. Itu tak lain adalah Zhang Yu yang seluruh tubuhnya dipenuhi debu hitam.
"Hahahahahahah!"
Song Yixue begitu mendalami tawanya. Dalam pandangannya, Zhang Yu yang bisanya terlihat sangat gagah bahkan dalam pertarungan sekalipun, tapi sekarang tampak konyol dengan totol hitam di seluruh tubuh bahkan wajahnya.
"Apa yang kau tertawakan?" dengus Zhang Yu sinis.
Sejenak Song Yixue terdiam dan tenang. Namun hal itu tak bertahan lama saat Xuan Yin tertawa yang membuatnya spontan ikut tertawa kembali.
Zhang Yu hanya memutar matanya dengan jengah. Kebetulan pada saat itu ayah ibunya datang bersama Zhang Chao.
__ADS_1
Zhang Long dan Xiao Mei terlihat heran melihat penampilan Zhang Yu yang lusuh. "Ada apa ini sebenarnya? Zhang Yu, kenapa kau sangat kotor?" tanya mereka.
Zhang Chao melepas pegangan sang nanek lalu pergi ke ruang tamu. Tak lama kemudian dia kembali sambil membawa kain lap dan memberikan itu pada ayahnya.
"Ayah, bersihkan dulu wajahmu," ucapnya.
"Memang Chao'er yang paling pengertian," balas Zhang Yu sambil menerima kain lap tersebut.
Xuan Yin mengusap sudut matanya yang basah dan menarik nafas cukup dalam. "Bagaimana? Apakah berhasil?"
Mendengar pertanyaan sang istri membuat Zhang Yu mengingat hasil pedang semesta yang sudah diubahnya. Dia mengayunkan tangan, lalu sebuah pedang berwarna putih dengan garis merah dan biru tampak sangat perkasa dalam genggamannya.
"Sangat kuat," gumam Zhang Long merasakan tekanan yang tetpancar dari pedang itu. Dia yakin, tekanan itu setara dengan dua, bahkan tiga kali lipat dari pedang kelas atas biasa.
"Yu Gege, apa kau tidak berniat memberikan pedang itu pada seseorang?" tanya Song Yixue.
Zhang Yu tertawa mencibir. "Yang kau maksud dirimu?"
"Tidak. Pedang ini terlalu bagus untukmu," tambah lagi Zhang Yu, bercanda.
"Ayah, Ayah! Apa pedang itu sangat kuat?" tanya Zhang Chao dengan mata berbinar. Dia seolah ingin mencoba pedang itu. Tapi untuk saat ini tumbuhnya terlalu kecil untuk mengangkat pedang dua puluh lima kilo tersebut.
Zhang Yu menurunkan pedangnya agar Zhang Chao dapat meraihnya. Dia berkata, "Pedang ini memang sangat kuat. Jika tidak percaya, coba tanyakan pada kakek."
Zhang Chao mengangkat wajahnya menatap Zhang Long. Sontak Zhang Long menganggukkan kepala untuk pertanyaan cucunya. "Nanti saat Chao'er dewasa, Chao'er akan punya pedang seperti ini."
Heem...
"Chao'er ingin pedang yang lebih besar. Lebih besar dari ini," ucapnya.
Zhang Yu dan yang lain pun tertawa mendengar ucapan Zhang Chao. Di saat mereka sedang asyik tertawa, tiba-tiba Zhang Yu merasakan energi dalam tubuhnya terus bergejolak.
"Kenapa?" tanya Xuan Yin melihat gerak-gerik aneh sang suami.
__ADS_1
Tawa semua orang yang ada di sana pun berhenti seketika. Perhatian mereka sekarang tertuju pada Zhang Yu seorang.
"Ini aneh. Mungkin sudah waktunya untuk anugerah surga ketiga?" batin Zhang Yu.
Karena tidak ada yang tahu kapan waktu anugerah surga akan datang, setiap orang yang memiliki kualifikasi akan merasakan tanda seperti yang dirasakan Zhang Yu pada saat ini.
Zhang Yu tak lagi dapat menahan gejolak energi dalam tubuhnya. Dia segera berlari meninggalkan kediaman setelah mengatakan beberapa patah kata pada mereka.
Namun Zhang Long, Xiao Mei dan Spng Yixue tidak mengerti dengan maksud kalimat "sudah waktunya".
"Yin'er, apa yang sudah waktunya?" tanya Xiao Mei.
Xuan Yin terlihat ragu. Tapi dia berusaha menafsirkannya. "Melihatnya seperti itu, kemungkinan besar akan datang anugerah surga ketiga."
Apa?
Zhang Long, Xiao Mei dan Song Yixue tak bisa menyembunyikan keterkejutan.
"Anugerah surga ketiga?" Pada saat itu mereka sama-sama langsung membayangkan Xiao Nie. Sebagai orang terkuat di klan yang juga sudah menerima anugerah surga ketiga.
Dengan usia yang masih sangat muda, sekarang Zhang Yu akan mengajarkan diri di sebelah kakeknya.
Zhang Long menghembuskan nafas frustrasi. Dirinya yang masih di tingkat surgawi bintang dua bagaimana mungkin dapat dibandingkan dengan putranya.
Di halaman depan. Long Shen yang sedang bersantai dengan Sun tiba-tiba harus berdiri dari tempat duduknya setelah melihat Zhang Yu berkelebat sangat cepat meninggalkan kediaman.
"Bukankah dia masih membuat senjata? Mungkinkah itu sudah selesai? Tapi ... Kemana bocah itu akan pergi?"
Rasa penasaran membuat Long Shen tak tahan untuk diam saja di sana. Dia mengajak Sun dan pergi menyusul Zhang Yu yang bergerak ke arah utara.
"Wilayah di bagian sana sebagian besar adalah bukit dan tebing. Tidak mungkin kan dia sudah akan menghadapi anugerah surga ketiga?" Long Shen semakin tak sabar. Meskipun dia mengakui jika Zhang Yu sangat berbakat dan beruntung. Tapi dia belum pernah mendengar ada seseorang yang mendapat anugerah surga ketiga dalam kurun waktu kurang dari lima belas tahun sejak anugerah surga pertama.
Long Shen bergegas menyusul untuk memastikan dugaannya. Wajahnya benar-benar membeku saat melihat Zhang Yu yang duduk bersila di satu tebing paling tinggi di wilayah utara.
__ADS_1
"Sial! Bocah, kau benar-benar sangat bisa membuat orang lain iri." Long Shen berdecak. Dia menelisik tubuh Zhang Yu dengan seksama, berdiri di kejauhan sambil menunggu datangnya petir percobaan seperti saat Zhang Yu menerima dua anugerah surga sebelumnya.
Jika Zhang Yu benar-benar bisa menerima anugerah surga ketiga ini dengan selamat, dapat dipastikan dia adalah satu-satunya orang yang berhasil mendapatkan anugerah surga ketiga di bawah lima belas tahun, bahkan di bawah sepuluh tahun.