Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 123 : Gua di Perbatasan


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan tiga hari Zhang Yu memasuki Kota Nuli, wilayah paling barat dari Kekaisaran Xuan. Dia bertemu dengan jendral Zhao Yun yang saat itu sedang bertugas di perbatasan.


Zhang Yu mampir ke benteng pasukan penjaga setelah diundang mampir oleh Jendral Zhao Yun.


"Minumlah dulu, kita bisa duduk santai," katanya seraya menyuguhkan secangkir teh.


Zhang Yu menyeruput perlahan teh itu. Setelah dua tarikan nafas dia meletakkan kembali cangkir teh di atas meja kayu.


"Jendral Zhao, apa aku boleh bertanya?"


Zhao Yun mengangkat wajahnya dan menunggu pertanyaan yang dimaksudkan. "Silakan, kau boleh mengatakannya."


Karena sudah diperbolehkan Zhang Yu tanpa segen menanyakan posisi Klan Xiao kepadanya. Hal itu sontak membuat Zhao Yun tertegun dan secara pasti raut wajahnya berubah.


"Kenapa kau bertanya sesuatu yang acak? Aku sungguh tidak mengerti."


Melihat dari reaksinya, Zhang Yu yakin seratus persen jika Jendral Zhao tahu tentang perjanjian antara keluarga kekaisaran dengan Klan Xiao. Dia diam sejenak, lalu berkata, "Pangeran Ketujuh, maksudku Putri Ketujuh meninggalkan sesuatu padaku dan aku harus mengembalikannya. Karena Putri Ketujuh berada di Klan Xiao, aku juga harus pergi ke sana untuk menemuinya, bukan?"


Nafas Jendral Zhao Yun tertahan dengan kalimat Zhang Yu. Dia batuk dua kali sebelum mengambil cangkir teh miliknya. "Ka-kau tahu tentang kebenaran Pangeran Ketujuh?"


Zhang Yu dian tak menjawabnya. Tapi dari kalimat sebelumnya Zhao Yun sudah mendapat jawaban atas pertanyaannya.


Namun dia bingung dari mana Zhang Yu tahu tentang hal ini? Dirinya saja baru tahu satu bulan yang lalu saat kedatangan urusan Klan Xiao. Bahkan keenam pangeran tidak tahu kebenarannya. Bagaimana Zhang Yu, orang yang tidak ada kaitannya dengan keluarga kekaisaran mengetahuinya kebenarannya?


Ehem...


Zhao Yun berdehem satu kali lalu berdiri dari tempat duduknya. "Aku tidak tahu alasanmu untuk mencari Klan Xiao. Tapi alangkah baiknya kau menghapus rencanamu itu. Klan Xiao bukan lawan yang dapat kau hadapi."


"Cih! Apa sebegitu hebat Klam Xiao itu? Jika aku memiliki tubuh fisik ku, aku bisa menghancurkan mereka dengan semburan apiku," kata dewa naga yang ada di pundak Zhang Yu.


Zhang Yu hanya melirik nya sekilas, kemudian kembali menatap Jendral Zhao Yun. "Jadi Jendral mau memberitahuku di mana Klan Xiao?"


Zhao Yun merasa semua kalimatnya terbang sia-sia. Dia menghela nafas lalu kembali menyeruput tehnya. "Aku tidak tahu. Tidak seorang pun tahu secara pasti letak Klan Xiao. Tapi menurut beberapa informasi, mereka berada di sebelah selatan. Wilayah Kota Dou Xi, sekitar pegunungan selatan."


Informasi ini sama seperti yang disampaikan Hong Men waktu itu di Alam Zhen Yang. Zhang Yu berdiri setelah menghabiskan tehnya lalu menyatukan tangan di depan Jendral Zhao Yun. "Terima kasih karena sudah menyambut. Aku permisi, Jendral!"


Zhang Yu pergi setelah berpamitan. Zhao Yun hanya memandang punggung sampai benar-benar menghilang dalam pandangannya.


"Aku sangat yakin saat itu dia masih pemula. Tapi hanya dalam waktu kurang dari dua tahun auranya sudah sekuat ini. Anak ini memiliki peluang yang besar dalam hidupnya. Semoga kau tak mengambil jalan yang salah untuk langkahmu ke depannya."


...

__ADS_1


Perbatasan antara Kekaisaran Xuan dan Kekaisaran Yang adalah hamparan daratan yang cukup luas. Padang pasir, hutan yang lebat, dan pegunungan es.


Zhang Yu sekarang berada di wilayah hutan setelah melewati padang pasir empat hari tiga malam. Tanah yang lembah dengan nuansa yang agak gelap membuat tempat ini agak mencekam. Terlebih aura-aura yang tersebar membuat orang yang melewatinya harus selalu waspada.


"Bocah, kau mendengar sesuatu dari arah sana?" Dewa naga menolehkan wajahnya ke arah kanan seolah memberi tanda untuk Zhang Yu.


Tapi Zhang Yu tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya.


"Kau ini benar-benar payah. Bahkan Sun memiliki indera yang lebih tajam darimu."


Zhang Yu memperhatikan Sun dan tampaknya memang ada sesuatu dari arah kanan dengan melihat keseriusan wajahnya.


Dewa naga mendesak Zhang Yu agar pergi ke arah kanan. "Cepatlah, ada barang bagus di sana. Jangan sampai melewatkannya."


"Barang bagus?" Tanpa sadar Zhang Yu sudah melesat mendengar keberadaan barang bagus.


Satu mill dari tempat semula mereka menemukan sebuah gua yang agak menjorok ke dalam tanah.


"Kau pasti sudah merasakan aromanya kan?" kata dewa naga melihat kening Zhang Yu yang mengerut. Dia mengangkat kakinya menunjuk ke dalam goa dengan yakin.


Zhang Yu mengendus beberapa kali. Pantas saja dia seperti menghirup aroma harum yang entah dari mana. Apakah itu berasal dari dalam goa?


"Aroma semerbak ini tak lain berasal dari bunga anggrek hitam. Cepat masuk dan ambil bunga itu!" seru dewa naga.


"Bocah, kau harus berterima kasih padaku karena membawa mu ke tempat ini. Lihat semua yang ada di sini, semua barang-barang ini bernilai tinggi."


Zhang Yu menghampiri bunga anggrek hitam yang menempel di dinding batu. Kemudian beralih ke beberapa titik tempat ini. "Entah kenapa aku merasa ini seperti tempat penyimpanan."


"Jangan banyak berpikir. Cepat ambil semua yang ada di sini."


Setidaknya ada belasan tanaman herbal langka termasuk bunga anggrek hitam. Kemudian kristal sumber daya dan bubuk hitam misterius.


"Bubuk apa ini?" Zhang Yu mengumpulkannya dalam kantong lalu mencoba menghirup aromanya yang tawar seperti tanah.


Dewa naga juga menelisik nya, bertahap dua kumisnya bergerak seperti mendapatkan sesuatu. "Jika tidak salah ini adalah bubuk obat. Ya, aku ingat. Bubuk ini memang bubuk obat. Dapat memulihkan luka dengan cepat dan maksimal."


"Tapi kenapa bubuk obat berada di tempat seperti ini?" gumamnya.


Mereka berdua tiba-tiba mengangkat kepala ke arah pintu masuk goa. Suara beberapa langkah kaki terdengar dari sana, membuat mereka mengernyitkan mata.


"Sepertinya ini bukan tempat umum," kata dewa naga.

__ADS_1


Zhang Yu membalasnya, "Sudah kuduga! Memang sangat aneh tempat ini terdapat banyak tanaman herbal yang langka. Ini tempat penyimpanan, bukan tempat yang tanpa sengaja ditumbuhi tanaman-tanaman langka!"


Tak lama siluet enam orang berpakaian hitam terlihat dari kejauhan. Zhang Yu segera mengambil tempat untuk sembunyi di balik sebuah batu.


Keenam pria berpakaian hitam ini melangkah dengan gembira sambil membawa kantong lumayan besar di tangan mereka. "Hari ini kita mendapat hasil yang lumayan. Mungkin kita harus sering-sering berjaga di tempat itu, mungkin ada lagi kultivator atau Saudara harus yang melintas."


Enam orang ini tertawa cukup lantang sambil mengeluarkan isi kantong yang terdiri dari beberapa barang berharga.


"Eh ... Kalian merasa ada yang aneh?" tanya seorang dari mereka.


Mereka pun saling memandang, kemudian melihat jejak kaki yang agak berbeda dengan alas kaki mereka.


Untuk beberapa met la terdiam seperti tidak dapat bereaksi dengan cepat. Beberapa detik setelahnya mereka segera berlari masuk semakin ke dalam.


Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat semua barang yang disimpan menghilang.


"Kurang ajar! Ada pencuri!" Mereka berenam sontak mengabaikan kantong berisi barang itu dan berlari keluar.


Beberapa saat kemudian mereka kembali dengan wajah memerah karena tak berhasil menemukan pencuri yang telah mengambil barang mereka.


"Celaka! Kita benar-benar ceroboh! Perdana Menteri pasti akan marah besar jika dia kembali dari pengasingan."


"Apa? Perdana Menteri?" Mata Zhang Yu berkedut mendengar percakapan mereka.


"Perdana Menteri? Apa itu Perdana Menteri Song Wejin?" Zhang Yu mencoba mengintip dari celah batu. Ketika melihat enam orang berpakaian hitam ini lebih jelas, dia merasa pakaian mereka sangat mirip dengan kelompok yang pernah mengejarnya saat dalam misi mengantar stempel kekaisaran.


"Ternyata memang mereka," gumam Zhang Yu.


Dewa naga yang mendengar gumaman Zhang Yu cukup menatapnya dengan penasaran. "Kau mengenal mereka?" tanyanya.


"Mereka pernah membuatku melarikan diri waktu itu."


Dewa naga menahan tawa. "Kau melarikan diri dari mereka? Mereka bahkan sangat lemah, apa kau benar-benar lebih lemah dari mereka?" cibir nya sangat puas.


Zhang Yu mendengus. "Saat itu aku juga masih jauh di bawah. Selain itu dua tahun lalu mereka empat belas orang. Aku seorang diri hanya bisa membunuh dua orang sebelum melarikan diri."


Saat itu juga dirinya masih dalam misi jadi tidak perlu bertarung mati-matian karena tujuan utamanya adalah mengantar stempel kekaisaran kembali.


"Kau cukup tangguh bisa menghadapi mereka sekaligus. Lantas apa yang akan kau lakukan pada mereka sekarang?" tanya dewa naga terlihat antusias.


"Tentu saja aku harus membalas apa yang mereka lakukan pada waktu itu." Zhang Yu mengulum senyum samar di bibir tipisnya, kemudian mengeluarkan mengalirkan Qi sebelum keluar dari balik batu besar.

__ADS_1


"Hei, kalian mencariku?"


__ADS_2