Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 250 : Terlalu Cepat Untuk Senang


__ADS_3

Zhang Yu pergi bersama Gu Bo ke asosiasi pandai senjata. Ketika mereka berjalan bersama, seluruh perhatian langsung terpusat pada mereka.


Tak sedikit yang bertanya siapa pria yang berjalan bersama ketua mereka. Ada yang menduga murid, tapi pemikiran itu hilang setelah mengingat Gu Bo selalu enggan menerima murid.


"Bagaimana pendapatmu tentang tempat ini?" tanya Gu Bo.


"Jauh lebih besar dari yang aku pikirkan sebelumnya," jawab Zhang Yu.


Gu Bo tersenyum bangga. "Ini masih bagian depannya. Kau akan lebih terkesan setelah masuk lebih dalam."


Zhang Yu benar-benar menantikannya setelah mendengar hal itu. Dia mengikuti langkah kaki Senior Gu Bo dan sampai di tempat pembuatan senjata.


Di sini terlihat puluhan orang penempa sedang melakukan proses pembuatan senjata. Sebagian besar adalah kelas menengah.


"Ketua, kau sudah kembali?" seorang pria setengah baya maju mendekati Gu Bo.


Gu Bo menganggukkan kepala kepadanya, kemudian memperkenalkan Zhang Yu pada pria itu yang tak lain adalah wakil ketua. Orang kedua yang paling berpengaruh di asosiasi setelah Gu Bo.


"Tetua Yan, dia adalah Zhang Yu, orang yang aku ceritakan pada mu sebelumnya."


Yan Xing menatap Zhang Yu dari atas ke bawah. Kemudian mengulurkan tangan padanya.


"Ketua sudah bercerita banyak tentangmu. Terkhusus kau yang ingin mempelajari teknik menempa."


Zhang Yu membalasnya dengan senyuman. Kemudian dia mengikuti Gu Bo pergi tempat lain untuk melihat keseluruhan asosiasi pandai senjata.


Seorang pemuda mendekati Yan Xing saat Gu Bo dan Zhang Yu pergi. Dia berkata, "Tetua, siapa pria itu? Apa dia murid ketua?"


"Dan Rui, apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau kuminta berlatih di ruangan mu?"


Pemuda itu memutar mata dengan malas. "Tetua, apa dia sungguh murid ketua?" tanyanya yang kali ini bernada kesal.


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya ketua sangat mengagumi kemampuannya. Ketua bahkan memujinya terus-terusan saat bersama beberapa tetua termasuk aku."


"Benarkah?" Wajah Dan Rui terlihat semakin kesal.


Dan Rui sudah sejak lama berusaha menjadi murid Gu Bo sang dewa penempa. Tapi Gu Bo enggan menerima murid membuat keinginan Dan Rui tidak bisa terwujud. Namun, Dan Rui tidak menyerah. Dan Rui terus berusaha menunjukkan kemampuannya dalam menempa sambil berharap suatu saat nanti Gu Bo akan meliriknya.


Sudah delapan tahun sejak dirinya terus berharap. Itu bukan waktu yang sebentar. Tapi tiba-tiba datang seorang pemuda yang menjadi perhatian Gu Bo.


Ini benar-benar membuat Dan Rui marah. Dia tidak terima dan tak akan diam saja membiarkan hal ini terus berlanjut.


"Tetua, aku pergi dulu."


Yan Xing mengerutkan keningnya. "Dan Rui, kau akan kemana?! Apa kau tidak berlatih?!"


Dan Rui tidak menghiraukan panggilan itu. Dia terus berjalan ke arah yang sama dengan kepergian Gu Bo dan Zhang Yu. Dia tak berhenti sampai benar-benar menemukan Zhang Yu.

__ADS_1


Kebetulan saat itu Zhang Yu berada di tempat penyimpanan senjata produksi asosiasi. Dan benar-benar kebetulan karena saat itu tidak ada Gu Bo di sampingnya.


"Ini kesempatanku," batin pria itu.


Dan Rui berjalan dengan langkah gontai memasuki ruang penyimpanan senjata. "Apa kau yang bernama Zhang Yu!"


Zhang Yu sedang melihat beberapa senjata kelas atas yang memiliki karakteristik berbeda. Dia sangat serius sampai tak menghiraukan seruan Dan Rui untuknya.


"Meski dua pedang ini sama-sama kelas atas, tapi keduanya memiliki karakteristik berbeda. Itu tak lain karena bahan keduanya yang tak sama." Dari sana Zhang Yu menyimpulkan jika bahan senjata sangat berpengaruh untuk hasil senjata itu sendiri.


"Long Shen, apakah menurutmu batu besi hitam cukup kuat?" tanya Zhang Yu pelan.


Long Shen berdecak. "Dari pada memikirkan hal itu, bukankah kau sedang dalam masalah sekarang? Pria di belakangmu sekarang terlihat sangat marah dan kesal."


Zhang Yu mengangkat alisnya. Perlahan dia membalikkan badan menatap Dan Rui yang kini berjalan mendekat ke arahnya.


"Kau Zhang Yu kan?!"


Zhang Yu menelisik sosok pria di depannya. Perlahan kerutan keningnya semakin jelas saat dia tak mengingat pernah bertemu dengannya.


"Kau siapa? Apa aku mengenalmu?"


Wajah Dan Rui menghitam seperti di tampar secara langsung. Tapi dia berusaha tenang sambil menarik nafas dalam.


"Kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah murid nomor satu asosiasi pandai senjata! Aku adalah calon murid ketua."


"Lihat! Itu Dan Rui, siapa pria yang ada di depannya?"


Mereka bertanya-tanya tentang siapa Zhang Yu. Wajahnya benar-benar asing karena baru pertama kali datang ke asosiasi.


Satu orang murid kemudian berkata, "Aku melihat dia datang dengan ketua. Sepertinya Dan Rui marah karena hal itu."


"Dan Rui sangat berambisi menjadi murid ketua. Dia pasti sangat marah karena tahu ketua datang dengan pria itu."


Melihat semakin banyak orang yang berkumpul membuat Dan Rui memiliki ide yang brilian. Dia tiba-tiba tersenyum, lalu berkata dengan suaranya yang lantang.


"Mari kita bertanding membuat senjata,"


Zhang Yu kembali hanya menaikan alisnya mendengar ucapan Dan Rui. Dia tak datang untuk masalah seperti ini. Dia datang hanya untuk mempelajari lebih dalam proses menempa.


"Tidak. Kau bertanding saja dengan orang lain. Aku tidak peduli."


Dan Rui tertawa mendengar jawaban Zhang Yu. "Kenapa kau tak mau? Takut? Tak berani?"


Beberapa murid mulai berbisik. Langkah Zhang Yu terhenti saat melihat Gu Bo berdiri di ujung lorong. Sepertinya dia mendengar semua yang dikatakan Dan Rui, tapi masih diam seolah menginginkan pertandingan ini terjadi.


"Kenapa berhenti? Pergilah jika kau tak berani. Jangan kembali lagi ke asosiasi pandai senjata!" seru Dan Rui.

__ADS_1


Zhang Yu membalikkan tubuhnya, laku berjalan ke arah Dan Rui. "Di mana kita bertanding?"


Dan Rui terhenyak beberapa saat ketika mendengar Zhang Yu tiba-tiba berkata sepertinya itu. Detik berikutnya dia tersenyum sangat puas. "Baiklah. Karena kau setuju, ayo pergi ke tempat pembuatan senjata. Akan ada banyak orang yang dapat menjadi saksi."


"Ayo, cepat. Jangan berpikir untuk melarikan diri," ucap Dan Rui sebelum berjalan meninggalkan tempat ini.


Zhang Yu kembali menatap Gu Bo. Tapi pria tua itu masih berdiri di tempatnya tanpa bereaksi.


"Zhang Yu, kau harus memberi bocah itu pelajaran! Orang sepertinya hanya akan melunjak ketika dibiarkan," kata Long Shen.


Zhang Yu kemudian mengikuti Dan Rui ke tempat pembuatan senjata. Tempat yang sebelumnya masih dipenuhi dengan para penempa yang bekerja sekarang semua penempa berhenti seolah memberi ruang pertandingan yang akan dilakukan.


Mereka juga penasaran dengan kemampuan Zhang Yu. Pria yang di bawa langsung oleh ketua. Apakah begitu menakjubkan, atau tak ada beda dengan murid asosiasi pada umumnya.


"Di depan kalian ada bahan untuk membuat senjata. Kalian berdua yang akan bertanding dapat menentukan sendiri senjata kelas apa yang akan dibuat." Yan Xing berdiri di tengah-tengah mereka memposisikan diri sebagai juri.


Sebelum memulai pertandingan ini dia melirik ke tempat Gu Bo yang menyaksikan dari kejauhan. Begitu melihat tanda darinya, dia segera memberi aba-aba untuk memulai pertandingannya.


"Sekarang!"


Begitu mendengar suara itu Dan Rui segera berlari untuk mengambil bahan senjata. Dia memilih suatu yang sudah sangat dikenalnya dan membuat senjata kelas menengah.


"Dan Rui sudah bersiap memulai proses peleburan. Tapi Zhang Yu bahkan masih memilih bahannya."


"Apa jangan-jangan dia tidak tahu jenis-jenis bahan itu? Ini akan menjadi kemenangan yang mudah bagi Dan Rui."


Dan Rui tersenyum sinis melihat Zhang Yu. "Lihat saja, aku akan mempermalukanmu di hadapan semua orang."


Zhang Yu masih berada di tempat bahan-bahan senjata. Matanya terus mencari sambil berusaha merasakan karakteristiknya.


Dengan penjelasan yang Long Shen berikan saat di penyimpanan senjata, Zhang Yu sudah mengingat berbagai bahan yang bagus untuk dikombinasikan.


"Kau yakin tidak membutuhkan bantuanku?" tanya Long Shen.


Namun, Zhang Yu menjawab dengan cepat tanpa berusaha memikirkannya. "Kau hanya perlu melihat ku melakukannya. Jika aku menang dalam pertandingan ini dengan bantuanmu, ini sama sekali tidak berkesan untuk dikenang."


Cih!


"Meski yang kau katakan benar, itu terdengar menjengkelkan," dengus Long Shen.


Zhang Yu tak menghiraukannya, dia hanya fokus mengambil beberapa bahan kemudian kembali ke tempatnya.


Bahan-bahan yang diambilnya sontak menjadi perhatian.


"Batu perunggu? Apa yang akan dilakukannya dengan batu itu?" gumam sebagian murid.


Dan Rui yang melihat juga tak bisa untuk menahan senyum di wajahnya. Yang dia ketahui batu perunggu adalah bahan untuk membuat senjata kelas atas. Ketika batu itu digunakan untuk senjata kelas bawah atau kelas menengah, hasil senjata itu benar-benar hancur dan tak bisa digunakan.

__ADS_1


"Huh! Ini benar-benar akan menjadi pertandingan yang mudah," ucapnya.


__ADS_2