
Setelah merasa tidak ada lagi kepentingan berada di sana Zhang Yu berpamitan keluar. Tepat ketika dia sampai di halaman depan, Xuan Yin menunggu di dekat gapura.
"Apa ayah mengatakan sesuatu kepadamu?" tanya Xuan Yin sambil berjalan mendekat.
"Yah, ayahmu ...." Zhang Yu menceritakan sedikit tentang apa yang mereka bicarakan di dalam.
Sontak hal itu membuat mata Xuan Yin membulat dan tak percaya.
"Bagaimana ayah bisa menyerahkan putrinya dengan begitu mudah," keluhnya dalam hati.
Zhang Yu tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Xuan Yin. Dia menggenggam tangannya lalu menariknya pergi dari sana.
"Tunggu, kita akan kemana?"
Namun Zhang Yu tidak memberi Xuan Yin penjelasan. Mereka pergi sambil bergandengan tangan seakan tidak peduli jika ada orang yang melihatnya.
Kebetulan sekali pada saat itu keenam pangeran datang setelah menerima pesan dari ayah kaisar. Mereka baru saja sampai di sekitar kediaman kepala akademi, tapi apa yang tampak di depan mata membuat mereka tak berhenti mengedipkan mata.
"Saudara Pertama, Saudara Kedua, Ketiga, Keempat, Keenam, jangan katakan apa yang kulihat ini tidak nyata. Apa itu tadi Saudara Ketujuh yang berlari bersama Zhang Yu?" Xuan Wu mengusap mata dengan telapak tangannya. Walau dia sudah tahu tentang hubungan mereka yang tidak sehat, tapi bukankah ini sudah terlalu berlebihan?
"Mereka seharusnya bertemu sembunyi-sembunyi," tambahnya dalam hati.
"Kau tidak salah lihat Saudara Kelima. Itu Saudara Ketujuh dan Zhang Yu. Ta-tapi apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka berpegangan tangan?" kata Xuan San dengan mata mengerut.
"Saudara Ketiga, hal inilah yang ingin aku katakan sebelumnya. Saudara Ketujuh dan Zhang Yu, sebenarnya mereka memiliki ...." Karena Xuan Wu merasa tidak bebas dalam mengatakannya, dia menggunakan simbol tangan.
__ADS_1
Seketika raut wajah kelima pangeran lainnya membeku melihat simbol tangan tersebut. Xuan Yang, pangeran pertama segera berdehem lalu mengubah topik pembicaraan.
"Seperti ayah kaisar dan kepala akademi sudah menunggu di dalam. Sebaiknya kita segera masuk."
Keenam pangeran pun masuk ke dalam kediaman. Ketika mereka bergabung dalam pembicaraan, Xuan Zou lantas memberitahu mereka semua kebenaran tentang Xuan Yin.
Tentu saja, kebenaran ini menghantam kepala mereka dengan keras. Keenam pangeran seperti tidak dapat berpikir jernih dan mereka hanya diam tak bereaksi.
Setidaknya membutuhkan beberapa kedipan mata untuk mereka sadar kembali. Xuan Yang bertanya dengan nada sopan. "Jadi sebenarnya Saudara Ketujuh itu perempuan?"
Xuan Zou, Permaisuri Ling Qian, Ratu Ju Qianchen dan Ratu Yu Wen kompak menganggukkan kepala.
Xuan Wu yang melihat jawaban mereka sontak memukulkan tangannya ke meja secara spontan. "Saudara Ketujuh pergi dengan Zhang Yu. Ini bukan pertama kali aku melihatnya. Apa jangan-jangan Zhang Yu sudah tahu kebenaran ini?"
Semua mata menatap Xuan Wu. Namun Xuan Zou kembali menganggukkan kepala mendengar pertanyaan putranya. Dia menambahkan, "Itu benar. Juga ternyata Zhang Yu adalah keturunan Klan Xiao. Dia orang yang telah dijodohkan dengan Xuan Yin."
Sementara di tempat lain dan di waktu yang sama, Zhang Yu serta Xuan Yin sudah berada di wilayah luar akademi.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Xuan Yin sekali lagi.
Baru setelah itu Zhang Yu berhenti lalu menatap Xuan Yin dengan tatapan yang dalam. "Kita akan kembali ke Kota Qian Gu. Itu karena ibuku sangat ingin bertemu dengan menantunya."
Wajah Xuan Yin dengan cepat berubah merah mendengar ucapan Zhang Yu. Dia menutupinya dengan sebelah tangan lalu mengipasinya perlahan.
Hari itu mereka berdua benar-benar melakukan perjalanan menuju Kota Qian Gu. Meninggalkan ibukota, melewati Kota Heishan lalu sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
Kepulangan Zhang Yu langsung disambut seluruh orang klan yang dengan segera berjajar di sepanjang kediaman. Termasuk Xiao Mei. Terlebih saat dia mendengar Zhang Yu kembali dengan seorang wanita. Itu membuat Xiao Mei keluar dari kediamannya dan tak mempedulikan apa yang sedang dikerjakannya.
"Yin'er, bibi benar-benar merindukanmu!" Xiao Mei menjadi orang pertama yang menghampiri Zhang Yu. Tanpa sungkan memeluk Xuan Yin yang membuat banyak dari mereka bertanya-tanya siapa wanita yang pulang bersama Zhang Yu.
"Zhang Yu, apa kau tidak akan mengenalkannya kepada kami?" tanya satu suara dari kerumunan.
Zhang Yu seketika berbalik ketika mendengarnya. Dia kembali memegang tangan Xuan Yin kemudian memperkenalkannya di hadapan semua anggota klan.
"Dia ... Dia adalah istriku, Xuan Yin."
"..."
Suasana mendadak hening setelah suara Zhang Yu terdengar cukup lantang. Akan tetapi tak berlangsung lama karena beberapa saat setelahnya semua orang berseru dan bersorak dengan gembira.
"Ternyata istri. Zhang Yu sudah menikah. Selamat!"
"Selamat Tetua Kedua! Selamat!"
Xuan Yin hanya diam sambil melihat bagaimana reaksi semua orang yang tampak bahagia.
Untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dapat menjadi dirinya sendiri dan kehadirannya diterima seperti ini. Sungguh, ini benar-benar membuatnya ingin menangis bahagia.
Zhang Yu mengangkat tangannya dan menggenggamnya semakin erat. "Aku akan selalu di sampingmu."
Xuan Yin membalasnya dengan senyuman yang lembut. Terlihat manis hingga membuat Zhang Yu ingin menyimpannya untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Senyum itu, aku akan menjaganya dengan nyawaku."