Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 240 : Meningkatkan Kualitas Senjata


__ADS_3

"Guru, kau di mana?" Zhang Yu masuk ke sebuah kedai sambil mencari keberadaan gurunya.


Sebelumnya, saat Zhang Yu bersama Guang Zhou, tiba-tiba dia mendapat panggilan suara dari sang guru dan memintanya datang ke kedai yang tak jauh dari tempat tersebut.


"Di sini. Lihat ke lantai dua,"


Zhang Yu mengangkat wajahnya laku menemukan sang guru yang duduk di meja dekat pembatas tangga.


Tanpa banyak bicara Zhang Yu naik ke lantai dua. "Kenapa guru menunggu di sini?" tanyanya.


Tapi Wang Chen tak terburu-buru menjawabnya. Dia bahkan masih memiliki waktu yang cukup luang untuk memesan arak untuk muridnya. e


"Bagaimana keadaan Yin'er dan anakmu? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Wang Chen.


Zhang Yu mengerutkan keningnya beberapa saat. "Mereka baik-baik saja. Tapi alih-alih membicarakan mereka, bukankah lebih baik membahas apa yang ingin guru sampaikan? Aku yakin guru memiliki sesuatu yang penting saat ini."


Wang Chen menenggak araknya lalu menghela nafas. "Benar. Memang ada sesuatu yang penting."


Bersama dengan itu Wang Chen mengeluarkan sebuah gulungan. Zhang Yu hanya menatapnya sampai Wang Chen berkata, "Bukalah,"


Zhang Yu membukanya. Beberapa kata pertama membuatnya mengernyitkan dahi karena melihat siapa pengiriman surat tersebut.


"Akademi Matahari, bukankah itu akademi yang ada di Kekaisaran Long?" tanya Zhang Yu.


Wang Chen menganggukkan kepala. "Kita mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam turnamen antar kekaisaran yang diikuti berbagai akademi yang ada di Kekaisaran Xuan, Kekaisaran Yang dan Kekaisaran Long."


Zhang Yu meletakkan gulungan itu. "Jadi guru berharap aku yang mewakili akademi untuk pergi ke Kekaisaran Long?"


"Ya. Apa kau bisa melakukannya?"


Mendapat pertanyaan ini membuat Zhang Yu ragu. Tapi setelah berpikir beberapa lama Zhang Yu setuju untuk mewakili Akademi Kekaisaran dalam turnamen tersebut.


"Guru, sebelum aku pergi bisakah aku meminjam ruangan rahasiamu?"


Wang Chen tidak tahu apa yang direncanakan muridnya ini sekarang. "Apa yang ingin kau lakukan?"


Bukannya menjelaskan Zhang Yu kembali bertanya, "Boleh kan Guru?"


Meski masih memiliki beberapa pertanyaan, akhirnya Wang Chen menyerahkan kunci menuju ruangan rahasia yang biasa ia gunakan untuk mengurung diri.


Zhang Yu bahkan pergi dengan cepat meninggalkan kedai. Wang Chen semakin penasaran dengan apa yang ingin muridnya lakukan.

__ADS_1


"Kau tidak merencanakan sesuatu yang buruk, kan?" batin Wang Chen sedikit cemas.


Namun jika dipikir kembali, tidak ada suatu yang akan membuatnya rugi dengan hal itu.


Haih...


Wang Chen menghela nafas. Ketika dia ingin bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba datang seorang pria tua yang menyambar gelas arak di meja. "Wang Chen, lama tidak bertemu."


Tentu saja Wang Chen langsung menautkan kedua alisnya karena merasa tak asing dengan soalnya pria tia di depannya.


"Gu Bo? Kau Gu Bo?" seru Wang Chen.


Pria tua itu tertawa. "Hahaha ... Ternyata kau masih mengingatku. Aku pikir kau sudah tidak ingat."


"Ada urusan apa kau datang ke Kekaisaran Xuan? Aku tidak berpikir tempat ini sangat bagus untuk orang sepertimu."


Gu Bo tertawa melihat reaksi Wang Chen. "Kau ini kenapa? Kau seperti tidak senang aku ada di sini."


Tidak ada jawaban dari Wang Chen yang membuat Gu Bo kembali berkata, "Kita adalah teman lama. Bukankah hal wajar jika seseorang mengunjungi temannya? Lagi pula Kekaisaran Xuan tetap adalah tanah kelahiranku meski aku sudah meninggalkannya puluhan tahun yang lalu."


Wang Chen tak menggubrisnya. Tapi dia juga tidak berniat pergi terlalu cepat karena ada beberapa hal yang ingin ditanyakan pada sosok teman lamanya.


Di sana adalah tempat yang sangat sunyi dan tenang. Zhang Yu berpikir dapat menggunakan tempat itu untuk meningkatkan kualitas pedang semesta dengan menggabungkan batu besi hitam dalam komponennya.


Zhang Yu mulai proses peleburan. Ini jelas berbeda dengan melebur senjata kelas bawah maupun menengah. Pastinya akan lebih susah tapi Zhang Yu tak boleh gagal atau dia akan kehilangan pegang kelas atasnya dengan sia-sia.


Wish...


Pedang semesta berputar di udara. Zhang Yu menggunakan kekuatan jiwa untuk meleburnya dan memastikan tekanan kekuatan yang ia keluarkan tetap stabil.


Satu jam pun berlalu. Tetapi Zhang Yu bahkan masih belum berhasil melebur pedang semesta. Dia bergerak sangat hati-hati agar komponen pedang tak rusak olehnya.


Meski langkah yang diambil Zhang Yu adalah cara paling efektif, tapi ini juga dapat menjadi pisau bermata dua. Semakin lama Zhang Yu melakukan peleburan, komponen yang tidak segera digabungkan akan mengalami penurunan kualitas. Ini pastinya akan mempengaruhi hasil senjata yang dihasilkan.


Zhang Yu mencoba menanggulangi hal itu dengan mengatur waktu sebaik mungkin. Dia tidak dapat bergantung pada Long Shen untuk membantunya karena ini hanya bergantung pada dirinya sendiri.


Di kediaman kepala akademi.


"Ada apa?" tanya Wang Chen melihat Gu Bo tiba-tiba berhenti.


Pria tua itu mengamati ke sekitar, matanya menyelidik ke beberapa tempat tapi tak menemukan apa yang ia cari.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya lagi Wang Chen.


"Entahlah. Aku merasakan udara seperti ada seseorang yang sedang melakukan penempaan."


Wang Chen menyatukan alisnya mendengar ucapan Gu Bo. Dia segera membantahnya. "Itu tidak mungkin. Di akademi ini tidak ada satu orang pun penempa. Kau mungkin terlalu fokus dengan pekerjaanmu itu sehingga di mana pun akan merasa ada seseorang lagi menempa."


Gu Bo mengelus janggutnya. "Mungkin kau benar?" ucapnya sambil tertawa.


Tetapi tak lama setelah itu Gu Bo kembali merasakan perasaan yang sama dan itu semakin nyata. Dia kembali berhenti. "Tidak. Aku yakin ini adalah tanda jika seorang melakukan penempaan."


Gu Bo diam sejenak sambil mengamati keadaan sekitar. Dia lalu menunjuk ke balik bangunan kediaman. "Itu berasal dari belakang. Aku tidak mungkin salah mengenali hal ini."


Wang Chen mengerutkan kening. Dia berkata, "Tidak ada siapapun yang tinggal di sini kecuali aku. Tidak ada yang bisa masuk tanpa izin ku. Jadi yang kau katakan ini sepertinya sangat tidak masuk akal."


Gu Bo tak menghiraukan Wang Chen. "Jika kau tak percaya ya sudah. Tapi biarkan aku membuktikannya."


Setelah berkata Gu Bo melesat masuk ke dalam kediaman. Dia terus melangkah sampai berhenti di depan rak porselen. "Di sini," ucapnya sangat yakin.


Wang Chen hendak membantahnya lagi. Tetapi dia kemudian mengingat jika di balik rak ini adalah ruangan rahasia miliknya dan saat ini Zhang Yu berada di sana.


"Atau jangan-jangan ...." Mata Wang Chen membulat saat memikirkan hal itu. Dia bertanya pada Gu Bo, "Apa kau benar-benar yakin jika ada seseorang yang melakukan penempaan?"


Gu Bo tertawa sinis. "Kau meragukanku? Meski terlihat sangat menyedihkan, aku tetaplah ketua asosiasi pandai senjata yang terkenal di Kekaisaran Long. Jangannya di balik rak ini. Aku bahkan dapat mendeteksi orang-orang yang melakukan penempaan dari jarak satu kilometer."


Wang Chen tak mengatakan apapun. Dia menarik Gu Bo menjauh dari tempat itu. Tentu saja Gu Bo marah dan menatapnya tajam.


"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau tak percaya? Aku akan membuktikannya," kukuh nya.


Wang Chen segera berdecak dan memintanya diam di sana. "Mungkin kau benar. Di balik rak itu ada ruangan rahasia. Muridku sedang ada di dalam. Entah benar atau tidak dia sedang melakukan penempaan, aku harap kau tak mengganggunya sampai selesai."


Baru setelah itu Gu Bo menjadi tenang. "Baiklah. Aku akan diam di sini. Tapi omong-omong, bagaimana kau bisa mendapat murid yang memiliki kemampuan menempa? Dari mana dia berasal?"


Karena Gu Bo tahu Wang Chen tidak memiliki kemampuan menempa jadi bisa dikatakan muridnya belajar sendiri atau belajar dari orang lain. Dia sungguh penasaran dengan sosok murid Wang Chen di ruangan rahasia itu.


Dua pria itu memutuskan untuk menunggu di sana. Akan tetapi sampai tiga hari berlalu Zhang Yu tidak keluar juga yang membuat sepasang teman lama itu mulai penasaran.


"Wang Chen, muridmu ini tidak mungkin menempa senjata kelas atas kan? Kau bilang umurnya masih dua puluhan tahun. Dengan pengalaman seperti itu seharusnya masih tidak cukup untuk menempa senjata kelas atas."


Wang Chen mengedikkan bahu. "Kau yang ahli dalam bidang ini saja tidak bisa memperkirakannya, apa lagi aku yang sangat awam. Mari tetap tunggu dia sampai keluar. Kita akan tahu hasilnya seperti apa."


Dalam hati Wang Chen masih bertanya-tanya bagaimana Zhang Yu bisa memiliki kemampuan menempa. Itu adalah kemampuan yang dapat dimiliki ketika kekuatan jiwa cukup tinggi. Tidak sembarangan orang dapat melakukannya dan benar-benar sulit untuk melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2