Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 224 : Belum Berakhir


__ADS_3

Kematian Han Wuzhou menjadi pukulan yang berarti bagi Fu Shuang. Terlebih saat ini Fu Shuang dalam situasi yang tidak menguntungkan.


Setelah bertarung begitu sengit dalam waktu yang lama, Fu Shuang terhempas saat bola api yang dikeluarkan Xiao Nie menghantam tubuhnya. Fu Shuang memuntahkan beberapa teguk darah lalu kembali berdiri sambil mencengkeram pedangnya.


"Keterlaluan!" dengusnya pelan.


Fu Shuang jadi menyesal saat memutuskan untuk datang mengikuti kelompok Han Wuzhou. Seharusnya dia diam seolah tidak tahu dan membiarkan apa yang seharusnya terjadi. Satu kesalahan lain adalah tidak membawa lebih banyak orang karena berpikir menghadapi Zhang Yu tidak membutuhkan lebih banyak kekuatan.


"Nie Xiao! Aku tidak tahu apa tujuanmu sebenarnya. Tapi aku peringatkan, Menara Iblis tidak akan diam," teriak Fu Shuang.


Xiao Nie tersenyum mendengar ucapan Fu Shuang yang baru saja bangkit setelah menerima serangannya. "Perlu kau ketahui, namaku bukan Nie Xiao tapi Xiao Nie!"


"Dan kau tak perlu khawatir tentang apa yang akan terjadi."


Setelah berkata Xiao Nie langsung menghunjam tubuh Fu Shuang dengan pedangnya. Fu Shuang mencoba membuat perisai pertahanan untuk menahan lajunya Xiao Nie, tapi karena tidak banyak Qi yang tersisa dalam tubuhnya membuat Xiao Nie dengan mudah menghancurkan perisai Qi tersebut.


Pyar!


Suaranya seperti lapisan es tipis yang pecah. Xiao Nie menembusnya dengan pedang. Lalu dengan satu gerakan dinamis menusuk tubuh Fu Shuang yang tak punya kesempatan untuk menghindar.


Jleb!


Dengan sangat leluasa pedang itu menembus tubuh Fu Shuang. Meski Fu Shuang berusaha menahannya dengan mencekal tangan Xiao Nie, tapi secara bertahap pegangannya terlepas bersama dengan kekuatan yang menekan tubuhnya.


"Ka-kalian ...." Fu Shuang terbata. Mulutnya dipenuhi darah dan matanya terlihat sangat merah.


"Kalian benar-benar akan menyesal!" teriaknya dengan sisa nafas yang ada. Tak lama setelah itu Fu Shuang menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


"..."


Xiao Nie mundur beberapa langkah sambil menarik pedangnya. Nafasnya masih memburu dan tangannya bergetar karena pertarungan yang sangat menguras tenaganya.


"Kakek baik-baik saja?" tanya Zhang Yu datang menghampiri Xiao Nie.


Baru setelah itu Xiao Nie mengangkat wajahnya menatap Zhang Yu yang berjalan ke arahnya. "Bagaimana denganmu?"


"Aku baik," jawab Zhang Yu.


Mereka berdua bertahan di lembah beberapa waktu untuk memulihkan kekuatan. Sore menjelang malam mereka baru meninggalkan lembah menuju penginapan. Tapi saat dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Song Yixue yang dalam perjalanan ke arah lembah.


"Yu Gege! Akhirnya aku menemukanmu!" ungkap gadis itu dengan wajah khawatir.


Zhang Yu melirik kakeknya di samping sebelum mendekat ke arah Song Yixue. Gadis itu terlihat sangat cemas dan tertekan seolah baru saja mendengar sebuah kabar kematian.


"Banyak orang mengatakan orang-orang Kedai Bulan Merah berbondong-bondong pergi ke lembah untuk mencari seseorang. Aku tak bisa menemukanmu jadi segera pergi mencari. Benar-benar syukur kau baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan orang-orang Kedai Bulan Merah? Apa mereka sudah pergi?"


"Mereka pergi dan tak akan muncul lagi," sahut Xiao Nie.


Song Yixue sontak menatap Xiao Nie. Dia baru menyadari jika ada sosok lain yang datang bersama Zhang Yu.


"Yu Gege, siapa dia ...." Kalimat Song Yixue terhenti saat melihat jubah Kedai Bulan Merah yang dikenakan Xiao Nie. Matanya membulat dengan sempurna dan ingin mengeluarkan pedang.


Tepat saat itu juga Zhang Yu mencekal tangan Song Yixue.


"Kakek, mungkin kau harus melepas jubahmu."

__ADS_1


Xiao Nie menatap ke bawah setelah mendengar kalimat Zhang Yu. Dia terkekeh saat menyadari apa yang dipermasalahkan gadis berambut merah ini yang tiba-tiba menatapnya seperti musuh.


"Bukan hanya jubah, sepertinya aku juga harus mengganti pakaianku karena sudah sangat kotor. Kalian tunggu di sini sebentar." Xiao Nie pergi ke balik batu besar yang ada di dekat mereka.


Berbeda dengan Zhang Yu yang terlihat biasa-biasa saja, Song Yixue terlihat bingung karena Zhang Yu baru saja memanggil pria anggota Kedai Bulan Merah sebagai kakek.


"Yu Gege, pria itu ...."


"Dia kakek ku. Dia menyamar sebagai anggota Kedai Bulan Merah."


Song Yixue mengerutkan kening heran. "Menyamar? Kenapa dia menyamar?"


Zhang Yu tak bisa menjawab ketika Song Yixue menanyakan pertanyaan ini. Bukan karena tak ingin, tapi karena Zhang Yu sendiri belum tahu jelas alasan kakeknya menyamar sebagai anggota Kedai Bulan Merah.


Dengan rasa penasaran yang besar Zhang Yu langsung menanyakannya pada sang kakek ketika kembali ke penginapan. Duduk di ruangan berdua dengan suasana yang cukup serius.


"Apa alasan kakek sebenarnya?" tanya Zhang Yu.


Xiao Nie menghela nafas. "Kakek tak ingin menutupi apapun darimu. Alasan Kakek bergabung dengan Kadai Bulan Merah karena keluarga Gong."


Zhang Yu merasakan tak asing dengan nama keluarga tersebut. Seingatnya ada beberapa keluarga bangsawan yang sangat berpengaruh di Benua Naga, salah satunya adalah keluarga Gong.


"Kakek terluka saat pertama kali sampai di Benua Naga. Kebetulan saat itu bertemu dengan rombongan keluarga Gong. Kepala keluarga Gong, Gong Zihao, menolong Kakek dalam situasi yang benar-benar membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu Kakek membantu mereka yang memiliki dendam dengan Kedai Bulan Merah untuk menghancurkannya."


"Keinginan kakek untuk menghancurkan mereka bertambah besar saat mendapat berita kau menjadi incaran," tambah Xiao Nie.


Zhang Yu hampir tak bisa berkata kata setelah mendengar cerita kakeknya.

__ADS_1


"Jadi apa sekarang tugas kakek sudah selesai?" tanya Zhang Yu.


"Belum. Pemimpin Kedai Bulan Merah mungkin sudah tiada. Tapi bangunan Kedai Bulan Merah masih berdiri dan masih ada banyak anggota Kedai Bulan Merah yang harus dibereskan," jawab Xiao Nie.


__ADS_2