
Satu bulan kemudian, di sebuah kedai.
"Kalian dengar berita terbaru? Kedai Bulan Merah mengerahkan anggota peringkat teratas nya untuk memburu Zhang Yu."
Empat pria di meja itu sontak menatap rekannya yang tiba-tiba membicarakan tentang Zhang Yu.
Pria bertopi jerami meletakkan gelas araknya laku segera menimpali dengan beberapa kata. "Berita itu memang sudah menyebar. Bahkan mungkin saat ini tidak ada yang tidak tahu tentang ceritanya di seluruh Benua Naga."
"Dalam satu bulan Zhang Yu membunuh banyak sekali anggota peringkat atas yang dikirim untuk membunuhnya. Kedai Bulan Merah tidak mungkin menerima penghinaan seperti ini. Mereka akan mencarinya bahkan jika bersembunyi di ujung Benua Naga," tambahnya.
Mereka terus berbicara membahas berita yang memang sangat menarik perhatian dalam beberapa minggu terakhir. Tetapi tidak satu orang pun mengira jika orang yang menjadi topik pembicaraan duduk tak jauh dari tempat mereka.
"Yu Gege, kemana lagi kita setelah ini?" tanya Song Yixue lirih tanpa menurunkan tudungnya.
Zhang Yu tak terpengaruh dengan komentar-komentar yang tertuju kepadanya. Perlahan dan sangat tenang dia menghabiskan arak dalam gelasnya dalam beberapa tegukan.
"Bagaimana dengan ruangannya? Sudah dipesan?" tanya Zhang Yu.
Song Yixue langsung mengeluarkan dua kunci dari sakunya. "Kebetulan tersisa dua ruangan di lantai dua. Apa Yu Gege akan istirahat langsung setelah ini?"
"Tidak. Kau pergilah terlebih dahulu." tolak Zhang Yu. Dengan begitu Song Yixue meninggalkan kedai untuk menuju penginapan yang ada tepat di sampingnya.
Zhang Yu masih di sana. Dia melambaikan tangan pada pelayan meminta satu arak lagi dengan kualitas terbaik.
Kelima pria yang masih berbincang melirik nya. Setelah hening untuk beberapa waktu mereka saling menatap seperti menemukan sesuatu.
"Bukankah jika diperhatikan dia mirip dengan Zhang Yu?" kata pria bertopi jerami.
Yang lain pun tak membantah karena memiliki pandangan serupa. Jubah hitam dan posturnya seperti apa yang tersebar.
"Ah ... Itu tidak mungkin. Mustahil dia berani datang ke Kota Shenyang karena Kedai Bulan Merah mencarinya. Dia pasti orang lain yang kebetulan mirip," kata satu di antara kelima pria.
Mereka pun pergi setelah menghabiskan arak di meja. Zhang Yu yang menyaksikan kepergian kelima orang tersebut hanya menggerakkan tangan menggoyang gelas berisi arak.
"Sepertinya semua berjalan sesuai rencanamu. Namamu sudah dikenal banyak orang. Tapi apakah ini akan sampai ke telinga kakekmu?"
Zhang Yu memegang tudungnya sambil melirik Long Shen yang ada di atas meja. "Yang dapat ku lakukan hanya membuat namaku tersebar ke seluruh Benua Naga. Cepat atau lambat kami akan bertemu."
"Jika begitu aku hanya bisa mendoakan kalian." Long Shen masuk ke dalam gelang dan tak lagi berbicara.
__ADS_1
Zhang Yu meletakkan beberapa koin emas lalu melenggang keluar dari kedai.
Seharusnya Zhang Yu akan pergi ke penginapan. Tetapi tepat di depan pintu keluar beberapa orang sengaja menghalangi jalannya.
"Tunggu sebentar. Kau tidak boleh lewat sampai menurunkan tudungnya di hadapan kami," kata pria bertopi jerami dengan dibantu tiga temannya. Mereka berempat berusaha menghalangi Zhang Yu dan tak membiarkannya pergi begitu saja dari kedai.
Zhang Yu menahan langkahnya. Tetapi dia tak berpikir benar-benar peduli dengan empat orang di depannya dan berjalan melewati mereka.
"Hei! Kami berbicara padamu!" teriak pria bertopi jerami marah. Dia menahan pundak Zhang Yu dengan tangannya karena tak terima.
Dengan begitu tudung Zhang Yu sedikit tertarik ke belakang hingga memperlihatkan wajahnya.
Empat pria itu pun terkejut saat memastikan kecurigaan mereka benar.
Zhang Yu berdecak lalu melepas tudungnya sehingga wajahnya terpampang jelas. Dia menatap pria yang masih meletakkan tangannya di pundaknya.
"Apa maumu?" tanyanya.
Seketika pria bertopi jerami menelan ludahnya, kemudian berjalan mundur dengan wajah pucat.
Tentu dia sadar dengan siapa dirinya berhadapan. Mustahil baginya menang dari orang yang bahkan tak takut dengan Kedai Bulan Merah.
"Di mana dia? Kupastikan dia tidak akan lolos kali ini!" seru pria setengah baya yang baru saja datang. Namanya adalah Chang Feng. Dia masuk dalam daftar peringkat lima besar anggota Kedai Bulan Merah.
Bertahap dia mengedarkan pandangannya. Begitu melihat Zhang Yu yang berada di depan kedai, sontak senyumnya mengembang dengan cepat.
"Kau benar. Dia orang yang kami cari!"
Pria yang sebelum pergi ke Kedai Bulan Merah pun sumringah senang. Dia berkata, "Tapi jangan lupa imbalan kami karena telah memberikan informasi ini."
"Tenang saja. Setelah kami menangkapnya, kau akan mendapat imbalan yang sepantasnya."
Setelah berkata seperti itu Chang Feng mengeluarkan pedangnya. Orang yang berkumpul di sekitar langsung menjauh meninggalkan tempat tersebut karena merasakan tanda-tanda bahaya.
"Benar-benar menjengkelkan setiap kali melihat kalian datang dengan begitu sombong." Zhang Yu mendengus. Dia mengeluarkan pedangnya lalu mengalirkan Qi bersiap bertarung.
"Dia lebih kuat dari orang-orang sebelumnya. Kemungkinan di tingkat surgawi bintang delapan."
"..."
__ADS_1
Zhang Yu bergeming mendengar peringatan Long Shen. Bukan tak peduli, tapi karena merasa sudah mendengar kalimat ini belasan kali dan menjadi sangat familiar.
"Zhang Yu! Aku mendapatkanmu!" teriak Chang Feng yang datang dengan serangannya.
Bola hitam raksasa. Tetapi Zhang Yu menahan serangan itu dengan teknik tinju batu.
Ledakan pun tak terelakkan ketika dua kekuatan yang kuat saling menghantam.
Belum juga reda asap putih yang berkumpul di sekitar tempat tersebut. Chang Feng menyerang dengan sangat ambisius menggunakan teknik serangan jarak dekat. Dia memanfaatkan kekacauan pasca ledakan tapi siapa yang mengira Zhang Yu telah memperkirakan hal ini.
Zhang Yu tiba-tiba menghilang. Chang Feng yang akan menyerang tentu saja langsung terhenti dengan wajah bingung.
"Senior Chang Feng! Di atasmu!" seru anggota lain yang menyaksikan.
Chang Feng segera mengangkat wajahnya ke atas. Wajahnya dengan dekat menjadi pucat melihat bayangan cakar raksasa dengan kuku runcing berwarna merah yang terlihat sangat menakutkan.
"Sial! Ini teknik andalannya. Aku tak bisa menghindar."
Dengan pasrah Chang Feng membiarkan tubuhnya menjadi sasaran. Dia berpikir menggunakan perisai Qi untuk meminimalisir serangannya.
Tapi bahkan dengan hal itu teknik pedang pembunuh yang sudah mencapai tahap kesempurnaan itu meluluhlantakkan apa yang ada di depannya.
Blam!
Meledak sangat kencang. Serangan itu benar-benar menakutkan. Yang mengejutkan adalah Chang Feng masih dapat berdiri setelah menerima serangan langsung tersebut.
"Kurang ajar!" dengus Chang Feng dengan nafas ngos-ngosan. Bahkan pakaiannya pun tampak lusuh karena serangan sebelumnya.
"Sekarang giliranku!" serunya.
Zhang Yu tertawa mencibir dengan maksud tertentu. "Benarkah? Tapi aku ragu kau punya kesempatan itu."
"A-apa ...."
Belum sempat Chang Feng mencerna kalimat Zhang Yu. Dia melihat siluet tiga tebasan tepat di depannya.
Blar!
Teknik mata pedang mengambil nyawanya. Zhang Yu juga membunuh kelompok orang-orang yang datang dengan Chang Feng, kemudian beralih pada lima pria setengah baya yang sebelumnya melaporkan keberadaannya.
__ADS_1