
Tenggelamnya pulau adalah bencana besar yang baru pertama dirasakan oleh Suku Niao. Mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus pergi mencari pulau lain untuk dijadikan tempat tinggal baru.
Beruntung saat dalam perjalanan dari Kota Qian Gu, Shin mengingat ada pulau yang berada di barat daya.
Satu hari satu malam mereka melakukan perjalanan dan akhirnya sampai. Namun mengubah pulau antah berantah menjadi tempat yang layak untuk ditinggali tentu membutuhkan usaha.
Terlebih sebagian besar wilayah pulau adalah hutan yang mana tak menutup kemungkinan terdapat binatang spiritual yang akan mencoba mengusir pendatang baru seperti mereka.
"Pangeran, kami menemukan lokasi yang tepat untuk membangun gua tempat tinggal." Yi dan beberapa orang kembali setelah melakukan pengamatan.
Dengan begitu Shin langsung membawa rombongan sukunya pergi ke tempat yang dimaksud. Tampak beberapa tebing yang menjulang tinggi dan memang sesuai dengan harapan mereka.
Shin tersenyum senang. "Segera bersiap. Orang dewasa berkumpul, kita akan membuat rumah baru yang nyaman."
Semua orang berseru dengan semangat. Mereka seolah lupa dengan kejadian pahit yang menimpa mereka dan bersiap membuka lembaran baru yang kosong.
Haih...
"Aku semakin merasa bersalah sekarang," kata Long Shen.
Shin yang mendengarnya segera berjalan ke arah Long Shen. "Bahkan jika pulau itu tidak tenggelam, kami juga tidak mungkin bertahan di sana karena ancaman pasukan menara iblis yang bisa datang kapan saja."
"Dengan pulau itu tenggelam, mereka tidak akan bisa menemukan pulau ini karena tidak ada yang dapat dijadikan patokan."
Zhang Yu tersenyum kecut melihat wajah frustrasi Long Shen. "Aku sungguh baru tahu kau bisa menyesal," sindirnya.
Long Shen mendengus mendengar ledekan Zhang Yu. "Kau mungkin tidak tahu, tapi dewa naga ini memiliki hati seluas samudera. Kau sungguh telah meremehkanku."
__ADS_1
Zhang Yu hanya tertawa. Sementara Long Shen masih memikirkan cara untuk menebus kesalahannya.
Dia sudah berutang untuk darah phoenix yang membuatnya memiliki kesempatan untuk memiliki tubuh fisik. Bagaimana mungkin dia membalas kebaikan leluhur Suku Niao dengan mengambil tempat tinggal keturunannya. Dia merasa menjadi makhluk yang tidak tahu diri.
"Jika kau benar-benar merasa bersalah, mungkin kau dapat membuat garis pembatas di sekitar wilayah Suku Niao agar tak ada binatang spiritual yang berani mendekat."
Long Shen mengangkat wajah kecilnya. Matanya yang biru dengan segera berbinar seperti menemukan harapan. "Kau benar. Entah kenapa aku tidak memikirkan hal itu. Dengan aura ku, sebagian besar binatang spiritual di sekitar sini tidak mungkin ada yang berani mendekat."
Long Shen melakukan bagiannya. Sementara orang-orang Suku Niao membuat gua baru untuk tempat tinggal, dia membuat garis tanda wilayah untuk menghalau binatang spiritual yang mencoba mendekat.
Dengan usahanya, tidak satupun binatang spiritual masuk ke wilayah itu dalam waktu tiga bulan. Pengerjaan gua baru pun selesai sesuai waktu yang diharapkan. Setidaknya ada dua puluh gua termasuk gua paling besar yang akan menjadi tempat tinggal Shin.
"Kakak Yu, apa kalian sudah berniat pergi?" Shin bertanya saat mereka sedang berburu bersama di hutan.
Zhang Yu yang berada jauh di depan sedang memburu beberapa ekor serigala segera menahan langkahnya mendengar pertanyaan Shin.
"Kau tahu dari mana?"
Blam!
Kawanan serigala yang sudah berlari cukup jauh tiba-tiba terhempas oleh serangan petir yang kuat.
Siapa lagi jika bukan Long Shen. Meskipun tubuhnya seperti anak tujuh tahun, tapi kekuatannya berada di tingkat surgawi bintang sembilan.
Zhang Yu berdecak karena Long Shen sekali lagi mengambil buruannya. Dia berbalik menghadap Shin dan bersandar di sebuah pohon. "Ya, kami sudah cukup lama berada di sini. Kami harus kembali."
Tampak ketidakrelaan di wajah Shin. Namun raja baru Suku Niao itu dengan segera mengubah raut wajahnya. "Kau seharusnya memberi tahuku lebih awal. Aku harus menyiapkan perpisahan yang layak untuk kalian."
__ADS_1
"Itulah kenapa aku berniat memberi tahumu saat akan berangkat. Aku tidak berharap mendapatkan sesuatu seperti itu," kata Zhang Yu.
"Benar, kau fokus saja dengan urusan suku. Jangan terlalu menghiraukan kami." Long Shen berjalan sambil memakan daging serigala. Tidak di panggang ataupun di masak. Dia memakannya mentah karena menurutnya lebih segar dan enak.
"Kapan kalian akan pergi?" tanya Shin.
"Malam ini," jawab Zhang Yu singkat padat dan jelas.
Sontak Shin langsung mengerutkan kening. "Benar-benar malam ini?" tanyanya.
"Tentu saja."
Zhang Yu benar-benar meninggalkan pulau setelah langit berubah gelap. Dia bahkan tak ikut menikmati daging buruan dan sudah berada di atas kapal.
Orang-orang Suku Niao yang ada di pantai melambaikan tangan sambil mengucapkan terima kasih. Mereka tak pernah lupa bantuan yang sudah diberikan, terkhusus menyelamatkan mereka dari tangan menara iblis.
"Siapa yang menyangka, perjalanan ini akan membuatku memiliki tubuh fisik. Meskipun dalam wujud anak kecil, sekarang aku tak perlu tinggal di dalam gelang." Long Shen berkata dan terlihat sangat puas.
Bisa dibilang dalam perjalanan ini dia adalah yang paling diuntungkan. Jika sebelumnya dalam wujud jiwa dia membutuhkan energi untuk bertahan di luar, dia perlu beberapa waktu sekali masuk ke dalam gelang untuk mengisi kembali energinya. Sekarang dengan memiliki tubuh fisik, dia tak membutuhkan cara itu lagi.
"Zhang Yu, sampai kapan aku akan memegang kendali kapal? Kita akan bergantian kan?" seru Long Shen dari tempat pengendali.
Zhang Yu yang berada di depan sedang bersantai masih terlalu sibuk untuk menikmati waktu. "Sebelumnya aku tidak sadar. Tapi sekarang aku baru menyadari keuntungannya kau sudah memiliki tubuh fisik. Aku akan bertugas mengawasi keadaan. Kau di sana saja dan fokus mengendalikan kapal."
Apa?
Wajah kecil Long Shen memerah. "Dasar tidak tahu aturan! Kau sedang memanfaatkanku, ya!" teriaknya.
__ADS_1
Namun Zhang Yu hanya tersenyum tanpa menghiraukan teriakannya. Dia mulai menyelonjorkan kaki sambil menikmati hembusan angin yang membuatnya ingin memejamkan mata.
Long Shen mendengus. "Dasar bocah! Anggap saja aku berbaik hati kali ini."