Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 311 : Mati Satu, Tumbuh Lagi


__ADS_3

Semua orang terkejut menyaksikan bagaimana teknik segel kuno bekerja. Jia Li dengan tubuh besarnya bahkan tak bisa bergerak dengan leluasa di pola segel tersebut.


Mereka yang sempat meragukan Zhang Yu sekarang benar-benar terpukau dan takjub dengan teknik yang ditunjukkannya.


"Sekarang, serang!" Teriakan Xiao Nie membuat semua orang langsung mengeluarkan serangan terkuat miliknya. Mereka sama-sama mengincar leher bagian belakang, tempat Gao Ran bersembunyi dalam tubuh Jia Li.


Blar!


Ledakan itu tepat sasaran. Posisi Gao Ran yang bersembunyi di balik kulit tubuh Jia Lo sekarang terekspos nyata di depan mereka.


Zhang Yu menggunakan teknik pedang pembunuh berniat membunuhnya. Tapi Jia Li berusaha mati-matian hanya untuk melindunginya. Dia bahkan rela membuat tangannya terluka karena memaksa lepas dari pengaruh teknik segel kuno, dia melindungi posisi Gao Ran dengan telapak tangannya dan melapisi tangannya dengan perisai warna kuning yang sangat keras.


Cih!


"Dia bahkan tak mempedulikan keselamatannya hanya untuk melindungi posisi pengguna teknik pengendali jiwa."


"Jika begitu, kita serang makhluk besar itu! Bunuh dia selagi dalam posisi seperti itu!"


Semua orang sepakat. Karena Jia Li lebih memilih memfokuskan pertahanannya untuk melindungi Gao Ran, dia tak bisa membuat perisai untuk dirinya.


Gao Ran yang menyaksikan benar-benar marah. Bahkan pada saat ini wajah dan matanya terlihat memerah. "Bedebah! Kalian semua bedebah sialan!"


Dia berteriak laku menggunakan teknik pengendali jiwa untuk mengendalikan binatang spiritual demi menahan puluhan orang yang mencoba menargetkan Jia Li.


Namun, binatang spiritual tingkat setengah abadi dan tingkat ketujuh tidak mampu melakukan itu.


Serangan dari puluhan orang tingkat setengah abadi pun tak terbendung. Satu persatu, secara bergantian melesat ke tubuh Jia Li dari berbagai sisi.


Boom!


Boom!


Gao Ran kembali berteriak marah. Tapi bukan kepada musuhnya, melainkan pada Jia Li. "Apa yang kau lakukan?! Fokuskan pertahananmu untuk menghadapi serangan itu!"

__ADS_1


Tapi Jia Li menolak untuk melakukannya. "Jika aku melakukannya, mereka akan menargetmu, Ran Gege. Aku lebih baik mati asal kau baik-baik saja."


Gao Ran menggertakkan gigi dan kembali berteriak pada Jia Li. "Siapa yang peduli pengorbananmu? Cepat singkirkan tanganmu dan fokus saja pada serangan mereka!"


Jia Li hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban. Untuk pertama kalinya dia tak mengikuti perintah Gao Ran, dia tetap melindungi posisi Gao Ran dengan tangannya dan mengorbankan dirinya sendiri untuk menahan serangan musuh yang menargetkannya.


Boom!


Boom!


Meski serangan tingkat setengah abadi itu tidak bisa membuat tubuhnya terluka sangat parah, tapi dengan banyaknya serangan yang difokuskan pada area tertentu dapat dipastikan akan melukainya dengan parah.


"Dia masih bertahan! Kita serang lagi! Jangan ada yang menahannya!" teriakan Long Ma segera disambut dengan teknik serangan terkuat masing-masing orang.


Perlahan, luka di tubuh Jia Li semakin parah. Bersama dengan hilangnya pengaruh teknik segel kuno, tubuhnya ambruk ke tanah.


Tentu ini adalah kabar gembira bagi puluhan orang yang sudah berusaha. Namun, mereka terkejut karena posisi tangan itu masih melindungi bagian belakang lehernya. Melindungi pengguna teknik pengendali jiwa, Gao Ran.


Zhang Yu, Xiao Nie, Long Ma, Wang Chen, Patriark Klan Guang, Patriark Klan Hong dan Kepala Akademi Sungai Bambu secara bergantian mencoba menghancurkannya tapi malah pedang mereka terpental kembali.


Di saat yang sama ribuan binatang spiritual yang masih berkeliaran di sekitar berusaha menyerang mereka. Hal itu membuat beberapa orang pun turun tangan untuk membunuh ribuan binatang spiritual itu dan meninggalkan sisa lainnya untuk berusaha menghancurkan perlindungan tangan yang menjadi tempat bersembunyi Gao Ran.


Namun, tepat pada saat itu tubuh Jia Li yang tak bernyawa tiba-tiba mengeluarkan sinar kemudian masuk ke dalam telapak tangan yang masih menempel di leher bagian belakangnya, tempat Gao Ran bersembunyi.


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Mereka sejenak berhenti menyerang tangan itu sambil mencari tahu.


Tiga detik kemudian, cahaya yang sebelumnya menghilang kembali muncul, memancar ke atas dengan mengeluarkan aura yang kuat.


Kening Zhang Yu mengerut karena merasakan energi yang bergejolak dari tubuh Jia Li yang mereka naiki.


"Awas!"


Zhang Yu berusaha memperingatkan. Tepat setelah itu tubuh Jia Li meledak, menghempaskan apapun yang ada di sekitarnya, tak terkecuali bintang spiritual yang berada dalam jangkauannya.

__ADS_1


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Zhang Yu pada dua puluh empat orang lainnya.


Beruntung mereka dengan segera menjauh dari tubuh Jia Li. Andai berada di sana lebih lama, mungkin tubuh mereka akan berakhir seperti puluhan binatang spiritual itu yang hancur menjadi kabut darah.


Namun, masalah yang sebenarnya ternyata baru saja muncul di depan mereka.


Gao Ran keluar dari tubuh Jia Li. Tetapi bukan dengan tubuh manusianya, dia memilih perawakan yang sama seperti Jia Li. Tanduk di kepalanya dan sisik hitam di beberapa bagian tubuhnya.


Apa yang terjadi?


Itu adalah pertanyaan yang ada dalam kepala semua orang. Padahal mereka baru saja membunuh Jia Li yang sudah bertransformasi menjadi makhluk abadi. Namun saat ini mereka malah dihadapkan dengan Gao Ran yang sudah menerobos ke tingkat abadi.


"Mungkinkah dia menyerap kekuatan itu?" gumam Zhang Yu.


Gao Ran masih berusaha menyesuaikan kondisi tubuhnya sambil menatap ke beberapa tempat terkhusus pada puluhan musuhnya. Senyum di wajahnya tersungging nyata, menatap dengan niat membunuh yang kuat.


"Sial! Ini semakin berat. Tenaga kita sudah terkuras cukup banyak dalam pertarungan sebelumnya. Tapi kita kedatangan lagi musuh tingkat abadi. Ini bencana!" kata tetua akademi sungai bambu.


Saat mereka masih diam di tempat, Gao Ran mulai menggunakan teknik pengendali jiwa dan mengendalikan binatang spiritual yang tersisa.


Zhang Yu dan yang lain membunuh binatang spiritual yang mendekat ke tempat mereka. Itu bukan masalah. Namun hal itu akan berbeda saat Gao Ran memanfaatkan celah ini untuk menyerang.


Gao Ran mengincar dua tetua akademi sungai bambu yang berada cukup jauh dari yang lain. Gao Ran berkelebat secepat kilat, menebaskan pedangnya berniat memenggal kepala mereka.


Trank!


Kedua tetua akademi sungai bambu itu memiliki reflek yang baik. Mereka dapat menahan serangan Gao Ran yang mencoba membunuh mereka. Sayangnya Gao Ran juga tidak berhenti sampai di sana. Begitu menyadari serangannya ditangkis, Gao Ran semakin menyerang mereka dengan brutal. Mendesak dan mengejar tanpa memberikan kesempatan.


Kedua tetua yang terpojok mulai merasakan keputusasaan. Mereka berusaha menghindari Gao Ran, atau setidaknya meminta pertolongan. Tapi sebelum sempat melakukannya, Gao Ran menusuk tubuh mereka dengan pedangnya.


Jleb!


Keduanya pun mati seketika.

__ADS_1


__ADS_2