Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 206 : Aku Akan Selalu Melindunginya


__ADS_3

Kelompok Istana Roh sudah pergi, mata-mata yang masuk akademi juga sudah dibereskan. Tidak terasa sudah satu bulan sejak hari itu dan suasana kembali seperti semula.


Dalam jangka waktu itu Zhang Yu berada di akademi, tepatnya di menara kultivasi lantai tertinggi. Namun karena kultivasi nya sudah berada di tingkat surgawi bintang, dia tidak akan bisa naik ke tingkat lebih tinggi tanpa melewati percobaan langit atau yang biasa disebut anugerah surga.


"Akhirnya kau keluar setelah berminggu-minggu di dalam." Seorang pria tua berkacak pinggang sambil memberi tatapan penuh makna.


Zhang Yu hanya tersenyum padanya.


"Lama tidak bertemu Tetua Zhuge Da. Apa kabarmu baik?" tanya Zhang Yu berbasa-basi.


Sayangnya Tetua Zhuge Da tidak begitu tertarik untuk menjawabnya. Dia mendorong Zhang Yu menyingkir dari pintu lalu melihat masuk ke dalam ruangan nomor dua puluh tersebut.


Huh!


"Syukurlah," hela nafas lega Tetua Zhuge Da memastikan biji petir masih berfungsi seperti biasa.


"Tetua Zhuge Da?" Zhang Yu menepuk pundaknya dari luar sambil memanggilnya.


Tetua Zhuge Da pun perlahan menutup pintu ruangan itu laku kembali menatap Zhang Yu dengan lekat.


"Ini aneh karena biji petirnya masih baik-baik saja," ucapnya. Kalimat itu seperti menuduh Zhang Yu sebagai orang yang selalu merusak biji petir yang ada di ruang lantai kelima.


Namun Zhang Yu tak bisa menyangkal ataupun membantahnya karena itu memang pernah dilakukannya.


"Tetua, jika tidak ada yang ingin kau sampaikan, aku akan pergi."


Zhang Yu bahkan belum mengangkat kakinya, Tetua Zhuge Da menahan pundaknya yang akan berbalik.

__ADS_1


"Eh, tunggu dulu." Tetua Zhuge Da mengeluarkan sesuatu dari kantong pakaiannya.


Sebuah kertas dengan beberapa catatan.


"Kau ingat bukan jika masih berutang? Jangan mencoba lepas dari tanggung jawab."


Raut wajah Zhang Yu sontak berubah mendengar kalimat Tetua Zhuge Da. Saat dia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba seorang murid datang dengan terburu-buru.


"Senior Zhang Yu, kepala akademi memintamu datang ke kediamannya." Dia bahkan tak mengambil nafas setelah berhenti berlari. Dia mengatakannya dalam satu tarikan panjang.


"Apa?" Tetua Zhuge Da mengerutkan keningnya. "Kenapa kepala akademi memanggilnya?"


Zhang Yu tak menghiraukan pertanyaan Tetua Zhuge Da. Dia melihat hal ini adalah kesempatan untuknya pergi dari menara kultivasi. Jadi tanpa banyak bicara dia menyalami Tetua Zhuge Da dan pergi setelah berpamitan.


"Tetua Zhuge Da, aku akan kembali lain waktu. Sampai jumpa!"


"Keterlaluan! Dia melakukannya lagi!" Tetua Zhuge Da hanya bisa berdecak. Namun dia juga penasaran kenapa kepala akademi tiba-tiba mencarinya.


"Hei, apa ada masalah yang terjadi?" tanya Tetua Zhuge Da pada murid sebelumnya.


"Ti-tidak tahu ada urusan apa kepala akademi memanggil Senior Zhang Yu. Tapi mungkin itu berhubungan dengan rencana kedatangan keluarga Kekaisaran hari ini."


"Apa? Keluarga Kekaisaran akan datang? Yang Mulia dan Permaisuri?"


Murid itu menganggukkan kepala. "Kabar yang beredar seperti itu."


...

__ADS_1


Pagi berganti siang dan siang ini suasana Akademi Kekaisaran lebih ramai dari biasanya. Itu terjadi karena kedatangan keluarga kekaisaran, termasuk kaisar, permaisuri, ratu dan ketujuh pangeran.


Zhang Yu sudah berada di kediaman gurunya saat rombongan kekaisaran tiba. Dia segera ikut menyambut saat kaisar, permaisuri dan ratu berjalan di halaman bersama gurunya.


"Salam Yang Mulia, Salam Permaisuri, Ratu!"


Xuan Zou dengan cepat mengenali Zhang Yu hanya dalam satu kali tatapan. Dia tersenyum lalu dengan antusias menjulurkan tangannya.


"Kau Zhang Yu kan, lama tidak bertemu dan kau sudah jauh lebih kuat."


Zhang Yu hanya bisa tersenyum Canggung saat mendengar pujian itu. Xuan Zou kemudian berjalan masuk ke dalam kediaman bersama gurunya. Yang tidak terduga, dia pun ikut ditarik masuk setelah pria itu memanggilnya.


"Ikutlah bersama kami, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan denganmu."


Siapa yang tidak penasaran jika mendengar hal itu. Zhang Yu segera masuk bersama mereka.


Setidaknya untuk beberapa waktu pembahasan hanya berputar pada suatu yang tidak dirinya mengerti. Itu tentang pasukan istana dan wilayah perbatasan. Entahlah, Zhang Yu merasa itu sedikit membosankan jadi tidak terlalu mendengarkan.


Tetapi tiba-tiba fokus pembicaraan ini beralih padanya yang membuat matanya seketika terbuka sempurna.


"Zhang Yu, aku secara pribadi harus banyak berterima kasih padamu. Kau bukan hanya telah membunuh Perdana Menteri Song Wejin, tapi juga menyelamatkan Yin'er." Xuan Zou sejenak berhenti dengan kalimatnya sebelum mengambil nafas cukup panjang. "Aku juga sudah mendengar semua tentangmu dari Yin'er. Bagaimana kau melindunginya dan banyak hal lainnya."


Zhang Yu menegakkan tubuhnya sebelum berbicara. "Yang Mulia tidak perlu begitu sungkan. Karena selama aku masih berdiri, tidak akan ada yang bisa melukai Xuan Yin."


Xuan Zou diam untuk beberapa waktu sebelum tersenyum cukup puas. "Baik. Aku akan menganggap ini sebagai janjimu kepadaku. Kau harus menjaganya. Melindunginya dan membuatnya bahagia. Putriku itu sudah cukup menderita sampai saat ini. Aku sungguh ayah yang buruk."


Ada beberapa kata yang tidak Zhang Yu mengerti. Tetapi dia memilih diam saat Xuan Zou berbicara. Dia membalas dengan menganggukkan kepala, tanda setuju dengan tanggung jawab yang diserahkan padanya.

__ADS_1


__ADS_2