Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 107 : Lantai Keenam


__ADS_3

Zhang Yu mendekat sembari menunjukkan kunci di tangannya. Wu Zetian dan Tang Yue langsung diam tak berkutik melihat hal ini.


"Dari mana kau mendapatkan kunci itu?" tanya Wu Zetian.


Zhang Yu tak menjawabnya dan hanya tersenyum. Wu Zetian kesal lalu mendengus pelan. "Jangan terlalu percaya diri. Mungkin itu bukan kunci pasangannya."


Krak!


Suara ini membuat wajah Wu Zetian membeku. Dia menatap gembok pada peti itu yang sudah terlepas.


"Siapa yang tahu isi di dalamnya. Mungkin itu hanya tanah pasir biasa," kata Wu Zetian sambil memalingkan wajahnya. Dia bersikap tenang dan tak peduli meski dalam hati sangat penasaran dan iri.


Blak!


Penutup peti terbuka. Satu kotak lebih kecil berada di tengah-tengahnya dan tidak ada lagi isinya.


Zhang Yu menekuk wajahnya sambil terus mengamati. Dalam hati juga bertanya-tanya tentang kotak kecil ini.


"Bukalah, apa yang kau tunggu? Jangan buat kami penasaran," desak Wu Zetian.


Zhang Yu melirik nya sekilas lalu bertahap membuka kotak kecil itu dan meletakkannya di atas telapak tangannya.


Satu plakat yang terlihat sangat usang.


Wu Zetian berkedip beberapa kali sambil mengusap matanya. Setelah memastikan tidak ada yang salah dengan penglihatannya, dia tertawa terbahak sampai menitikkan air mata saking puasnya melihat isi peti itu jauh dari harapannya.


"Ah-haha ... Aku pikir isinya akan ada sumber daya yang sangat-sangat langka. Tapi ternyata hanya plakat usang."


"Untung saja aku tak repot-repot mencari kuncinya. Jika tidak aku sungguh telah melakukan suatu yang sia-sia," tambahnya lagi lalu kembali tertawa melihat plakat usang tersebut.


"Zhang Yu, alangkah baiknya kau buang saja plakat jelek itu. Benar-benar merusak pemandangan."


Namun bukannya membuang plakat itu Zhang Yu malah menatapnya begitu dalam.


"Entah kenapa aku merasa plakat ini lebih berharga dibandingkan dengan penampilannya," batin Zhang Yu.


Setelah berpikir cukup lama Zhang Yu menyimpan plakat itu dalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Wu Zetian merasa Zhang Yu sangat menyukai hal-hal aneh. Plakat seperti itu tidak ada manfaatnya, lebih baik dibuat dari pada memenuhi tempat dalam cincin penyimpanan. Itu yang ada dalam kepalanya.


Meski tahu apa yang dipikirkan Wu Zetian, Zhang Yu bersikap seperti tidak mengetahui apapun. Dia mengajak mereka melanjutkan perjalanan.


Lantai kelima, kemudian lantai keenam.


Jika lantai kelima masih sama seperti lantai-lantai di bawahnya yang berbentuk seperti labirin, maka langai enam adalah ruangan kosong seperti aula utama. Begitu luas tanpa penghalang dan semua orang yang telah sampai berkumpul di sana.


"Sepertinya kita menjadi murid akademi kekaisaran yang pertama sampai di lantai keenam," kata Wu Zetian sambil melihat ke sekitar. Selain mereka berempat belum ada orang yang mengenakan pakaian sama seperti mereka. Beberapa mengenakan pakaian merah dan ada juga yang memakai pakaian hijau.


"Zhang Yu!"


Zhang Yu tertegun mendengar teguran seseorang kepadanya. Dia mengangkat wajahnya lalu menemukan sekelompok pria berpakaian merah berjalan ke arahnya.


"Kau Zhang Yu bukan?" tanya pria yang berdiri paling depan setelah sampai di hadapan Zhang Yu.


Zhang Yu tak bicara. Matanya menelisik pria ini yang sepertinya memiliki kultivasi di atasnya.


"Apa yang telah kau lakukan benar-benar buruk! Apa kau tahu seberapa kuat Klan Yan?" tanya pria itu dengan sinis.


"Klan Yan memang kuat. Harus diakui Klan Yan memang kuat. Tapi sebaiknya Tuan Muda Yan tidak melakukan sesuatu di lantai ini."


"Kau ... Pangeran Pertama Kekaisaran Xuan?"


Xuan Yang tersenyum karena identitasnya masih dikenali. Dia berjalan sambil meletakkan tangannya di punggung lalu berdiri di samping Zhang Yu.


"Benar, aku Xuan Yang, pangeran pertama Kekaisaran Xuan."


Yan Xou mendengus. "Memangnya kenapa jika kau pangeran pertama Kekaisaran Xuan? Kau tidak akan bisa menggalangiku untuk membunuhnya!"


"Bagaimana denganku?"


Sebelum Yan Xou benar-benar menutup mulutnya, datang lagi kelompok tak diundang yang mengenakan pakaian hijau.


"Hong Shen! Kenapa kau selalu ikut campur urusanku?! Pergi kau dari sini, ini tidak ada hubungannya denganmu!"


Hong Shen hanya tersenyum lalu berjalan ke samping Zhang Yu. "Yan Xou, kebetulan aku mengenal Zhang Yu. Jadi aku tidak mungkin diam saja melihatnya ditindas olehmu."

__ADS_1


Raut wajah Yan Xou berubah tidak senang. Dia saat ini berada di tingkat grand Master bintang satu, dua mungkin dapat menyingkirkan Xuan Yang yang memiliki tingkat kultivasi sama dengannya. Tapi dengan adanya Hong Shen yang juga berada di tingkat yang sama, tidak ada lagi kesempatan untuk nya mengambil keuntungan.


Padahal sudah menyiapkan rencana ini sangat matang. Menunggu waktu untuk bertemu dan melakukan aksinya. Tapi ketika sudah bertemu, malah ada penghalang yang mengganggu.


Sigh...


"Kurang ajar! Anggap saja aku kalah kali ini. Tapi semua ini belum berakhir!"


Yang Xou menatap Zhang Yu tajam. Dia berbalik pergi dengan penuh kedongkolan.


"..."


Zhang Yu masih tidak bicara melihat kepergian Yan Xou dan orang-orang Klan Yan. Dia membuka mulutnya untuk pertama kalinya dan berterima kasih pada dua orang yang sudah membantunya.


"Terima kasih atas bantuannya, Pangeran Pertama. Terima kasih juga untuk Tuan Muda Hong!"


"Haha ... Kau tak letak sungkan. Sudah aku katakan sebelumnya, katakan saja jika kau perlu bantuan atau membutuhkan sesuatu," kata Hong Shen dengan ramah.


"Aku juga tidak bisa diam saja melihat junior ku dalam masalah. Sesama murid akademi, sudah sepantasnya saling membantu kan?" ucap Xuan Yang.


Zhang Yu mengangguk paham. Setelah mereka berdua pergi Zhang Yu melirik ke arah Xuan Yin yang hendak pergi mengikuti saudara-saudaranya.


Zhang Yu menghentikannya, "Kau meminta kakakmu untuk membantuku?"


"Kau terlalu percaya diri! Untuk apa aku melakukan itu? Dia membantumu karena ingin balas budi dengan apa yang telah kau lakukan di istana."


"Begitu kah?" Zhang Yu menaikkan sebelah alisnya dan berkata dengan suara lirih.


Wajah Xuan Yin memerah. "Tentu saja begitu! Jika tidak percaya, datang dan tanyakan langsung kepadanya."


Setelah berkata Xuan Yin langsung pergi mengikuti saudara-saudaranya. Dia tak berani menunjukkan wajahnya dan bersembunyi dari tatapan Zhang Yu.


Terlepas dari usahanya untuk mengingatkan kakak pertamanya tentang Zhang Yu, kakak pertamanya itu berinisiatif membantu karena ingin balas budi terhadap Zhang Yu.


Jadi tidak salah kan jika dia mengatakan tidak meminta kakaknya untuk membantu karena dia hanya mengingatkannya.


Namun kenapa dia masih gugup ketika Zhang Yu bertanya seperti itu?!

__ADS_1


Xuan Yin merasa dirinya benar-benar bermasalah. Dia sudah terkena racun yang tidak diketahui jenisnya.


__ADS_2