Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 130 : Meraup Keuntungan


__ADS_3

"Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu? Aku berpikir senjata itu lumayan jadi berusaha mendapatkannya. Tapi karena dia begitu menginginkannya maka aku menyerah saja," kata Zhang Yu lirih.


Dewa naga tidak berekspresi. Dia sama sekali tak yakin dengan jawaban itu. Zhang Yu jelas-jelas menaikkan harga untuk memberi pelajaran pada Yan Xue.


Yan Xue sendiri menyadari apa yang dilakukan Zhang Yu. Dia mengepalkan tangan, kemudian memukul pegangan kursi cukup kuat. "Kurang ajar! Dia sengaja membuatku mengeluarkan koin emas lebih banyak. Awas saja kau, tunggu pembalasanku!"


Setelah pedang sisik ular neraka disahkan menjadi milik Yan Xue, Liu Mengqi kembali melanjutkan lelang.


"Ini saatnya barang kedua belas, harap takut sekalian menyiapkan koin emas sebanyak-banyaknya untuk mendapatkannya."


Ketika kata-kata ini diucapkan, tidak ada yang tidak pemasaran dengan barang yang akan ditunjukkan. Mereka memegang cincin penyimpanan sambil terus bergumam bersiap mengeluarkan tawaran.


"Bawa kemari barangnya!"


Seorang pelayan berjalan membawa kotak kayu berwarna hitam dengan motif lingkaran cincin berwarna emas. Pelayan ini terus berjalan kemudian naik ke atas panggung menyerahkan kotak itu kepada Liu Mengqi.


"Barang kedua belas ini adalah ...." Liu Mengqi membuka kotak kayu itu dan menunjukkan isinya di hadapan puluhan pasang mata yang ada di dalam ruangan.


Sejenak ruangan yang riuh menjadi hening ketika memperhatikan barang kedua belas. mata mereka tertuju pada satu titik yang sama, agak berbinar karena tak percaya.


"Anggrek hitam!"


Suara-suara mulai terdengar. Beberapa orang mengeluarkan kantong-kantong berisi koin emas bersiap untuk menawar.


"Kalian benar. Ini adalah anggrek hitam. Tapi anggrek hitam ini berbeda dengan anggrek hitam pada umumnya."


Penjelasan Liu Mengqi membuat mereka semua menatap dengan lebih teliti.


Begitu menyadari bunga anggrek hitam ini memiliki lima kelopak, satu persatu membulatkan mata.


"Anggrek hitam lima kelopak. Ini adalah sumber daya langka!"


"Biasanya bunga anggrek hitam hanya terdiri dari dua atau empat kelopak. Benar-benar tak terduga sekarang muncul bunga anggrek lima kelopak."

__ADS_1


Liu Mengqi sangat puas melihat antusiasme peserta lelang. Dia menarik nafas minta mereka diam, lalu memberi tahu harga awalnya.


"Bunga anggrek hitam di buka dengan harga seratus ribu koin emas. Setiap kenaikan diharapkan tidak kurang dari seribu koin emas."


Baru saja lelang anggrek hitam dibuka, suara-suara langsung bersahutan berlomba-lomba menaikkan harga.


"Seratus seribu koin emas!"


"Seratus lima ribu koin emas!"


Bukan hanya dari tempat duduk tingkat pertama dan kedua, tempat duduk tingkat ketiga, dua keluarga bangsawan dan juga Klan Yan tak mau ketinggalan.


Tentu saja hal ini membuat persaingan semakin mengerucut. Tapi hal tersebut juga membuat harga melonjak dengan cepat.


Yang tadinya masih seratus dua puluhan ribu saat ini sudah berada di atas seratus lima puluh ribu. Namun pada titik ini hanya klan Yan yahh diwakilkan Yan Xue dan Keluarga Tong yang diwakili Tong Wan, Tuan Besar Tong.


"Tuan Muda Yan, kau dapat mengambilnya jika menaikkan harga sekali lagi," kata Tong Wan dengan suara yang tenang.


Yan Xue meliriknya sekilas, retua Klan Yan yang datang bersamanya mencoba mengingatkannya. "Kita datang ke sini bukan hanya untuk barang ini. Lelang masih ada beberapa barang, jangan terlalu gegabah dengan menghabiskan semua di sini."


"Tuan Besar Tong berkata akan menyerah jika aku menaikkan harga lagi. Seratus lima puluh lima ribu masih harga yang pantas untuk anggrek hitam ini."


Tetua tak bisa mengatakan apapun lagi. Yan Xue mengangkat tangannya sambil berseru cukup kencang meneriakkan harganya.


"Seratus lima puluh lima ribu koin emas!"


Tong Wan menghela nafas lalu menyandarkan punggungnya dan menyerah.


Yan Xue tersenyum senang melihat hal ini. Dia berpikir semua telah berakhir dan anggrek hitam menjadi miliknya. Tapi sekali lagi Zhang Yu menaikkan harga sebelum Liu Mengqi mengesahkan nya.


"Seratus enam puluh ribu koin emas!"


Pandangan semua orang kembali tertuju pada Zhang Yu.

__ADS_1


Orang ini sengaja menantang Yan Xue, pikir mereka.


Yan Xue sendiri semakin kesal. Dia kembali mengepalkan tangan lalu menaikkan harga dengan tergesa-gesa.


"Seratus tujuh puluh ribu koin emas!"


Heem...


"Seratus delapan puluh ribu koin emas!"


Dewa naga menatap dengan bingung. "Kenapa kau menawar sendiri?"


Tanpa menghiraukan pertanyaan dewa naga, Zhang Yu kembali menaikkan harga saat Yan Xue menawarnya.


Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Tidak ada yang tahu siasat ini kecuali Liu Mengqi.


Gadis itu merasa perbuatan Zhang Yu sangat licik. Tapi karena tidak ada peraturan yang melarang hal itu jadi dia diam melihat aksinya. Lagi pula semakin mahal barang terjual juga akan mempengaruhi keuntungan Saturnus.


"Dua ratus ribu koin emas! Ayo tambah lagi jika mampu!" Yan Xue tersulut emosi dan langsung membulatkan tawarannya.


Tetua mencoba menghentikan, tapi malah dihempaskan oleh Yan Xue.


Zhang Yu tersenyum cukup lebar, menyerahkannya pada Liu Mengqi agar segera menutup tawaran.


"Karena Tuan Muda Yan begitu mendambakan hingga anggrek hitam, aku bersedia menyerahkannya. Silakan Nona Liu menutup lelang barang kedua belas."


Yan Xue termenung mendengar ucapan Zhang Yu. Dia seperti mendapat kembali kesadarannya setelah sebelumnya dikuasai dengan amarah. Dia menatap ke atas panggung, lalu beralih pada tetua di sampingnya.


"Tetua, kenapa kau tidak menghentikanku?"


"Aku sudah berusaha menghentikanmu, tapi kau sangat keras kepala dan memaksa. Sekarang kita mengeluarkan koin emas sebanyak itu hanya untuk anggrek hitam? Tunggu sampai kembali dan kau akan mendapat masalah dari ayahmu dan patriark."


"A-apa?!" Tubuh Yan Xue menegang. Dia menjadi cemas ketika memikirkan bagaimana caranya menjelaskan tentang koin emas sebanyak itu pada ayahnya dan patriark.

__ADS_1


Ketika masih berpikir Yan Xue menatap Zhang Yu. Dia menggertakkan gigi dan untuk kedua kalinya memukul pegangan kursi penuh emosi. "Kurang ajar! Semua ini gara-gara dia! Dia sengaja memancingku! Semua ini salahnya!"


__ADS_2