
Setelah Xiao Yuze dan Hong Xiu yang dipastikan lolos ke babak ketiga, pertarungan antar keturunan Klan Guang juga menarik perhatian. Namun pada akhirnya Guang Zhou yang lolos setelah Guang Mo dipaksa menyerah.
Begitu pula dengan perwakilan Klan Xiao lainnya, Xiao Yuwen yang mengalahkan lawannya perwakilan keluarga Zhao, Zhao Ran. Empat peserta ini telah mengamankan tempat di babak ketiga. Hanya perlu menunggu dua nama lagi yang akan bertarung dengan mereka.
Jendral Ji Han turun ke arena. Dia memanggil dua nama terakhir yang akan bertarung. Zhang Yu dan Yan Xou.
Zhang Yu mewakili Saturnus, sementara Yan Xou mewakili Klan Yan. Keduanya sudah berada di atas arena sambil memegang pedang masing-masing.
"Kakak Yan Xou, kalahkan dia dan buat dia babak belur!" seru Yan Xue dari tempat duduknya. Pria gemuk berambut ikal itu mengangkat tangannya kemudian memberi semangat. Dia tidak akan lupa bagaimana Zhang Yu beberapa kali menghajarnya. Dia tidak punya kesempatan untuk membalasnya, sekarang hanya bisa bergantung pada sepupunya untuk menyelesaikan urusannya.
"Yan Xou, kau mengenalnya?" tanya Yan Wang, Patriark Klan Yan yang juga ayah Yan Xou.
"Paman, apa kau tidak merasa akrab dengan wajahnya? Dia adalah Zhang Yu yang membunuh puluhan anggota klan dalam penjelajah Alam Zhen Yang. Selain itu dia juga yang telah menghajar ku beberapa kali."
Mendengar penjelasan Yan Xue tentang Zhang Yu membuat Yan Wang menautkan kedua alisnya. "Jadi dia orangnya, pantas saja aku seperti pernah melihat wajahnya."
"Tapi Paman kau tak perlu memikirkannya lagi. Kakak Yan Xou pasti akan memberinya pelajaran yang setimpal!"
Yan Wang manggut-manggut. "Kau benar, Yan Xou tidak mungkin kalah darinya."
...
Di sisi lain, Xiao Nie untuk yang kesekian kalinya memperhatikan Zhang Yu. Semakin menatapnya dia merasa seperti pernah bertemu dengannya. Namun bertahun-tahun ini dia terus mengasingkan diri dan baru keluar satu hari sebelumnya. Jadi mustahil bagi mereka punya kesempatan bertemu.
"Ayah, peluang Yuze memenangkan pertarungan surga terbuka sangat lebar. Aku yakin dia akan berhasil melakukannya dan mengangkat nama Klan Xiao kembali."
Xiao Nie melirik sekilas dan kembali memandang Zhang Yu. Dia seperti tidak lagi tertarik dengan hal lain dan ingin mengenal Zhang Yu.
"Kalian berdua sudah siap?" tanya Jendral Ji Han sambil menatap mata kedua peserta.
Yan Xou mengayunkan pedangnya. "Aku siap. Aku sudah tidak sabar untuk bertarung dan menghajarnya!"
Zhang Yu menaikkan sudut bibirnya tanpa bicara. Dia hanya memberi anggukan kecil menjawab pertanyaan Jendral Ji Han.
"Satu, dua, tiga!"
Begitu suara Jendral Ji Han menggema, Yan Xou langsung menempatkan pedangnya di depan kemudian melepaskan satu sayatan.
__ADS_1
"Pedang membelah daratan!"
Whut...
Boom!
Energi berbentuk pedang panjang mengincar Zhang Yu. Namun Zhang Yu berhasil menghindarinya hingga serangan itu hanya menabrak pembatas.
Tentu saja Yan Xou tidak berhenti sampai di sana. Menyadari serangannya meleset dia mencengkeram pedangnya kemudian berkelebat.
Wush...
Yan Xou berpindah tempat dan sekarang ada di sebelah kanan Zhang Yu. Pedangnya dialiri Qi setelah itu melakukan tebasan vertikal.
Trank!
Zhang Yu menahannya menggunakan pedang semesta. Terlihat sangat mudah dengan hanya satu tangannya.
"Bagaimana mungkin!" Yan Xou terkejut. Dia ingat dua tahun lalu kekuatan Zhang Yu berada jauh di bawahnya. Bagaimana mungkin dia sekarang dapat menahan serangannya dengan satu tangan?!
"Kau melamun? Kau akan kalah jika begitu." Zhang Yu muncul di depan Yan Xou hanya dalam jarak lima langkah. Yan Xou membulatkan mata lalu menarik tubuhnya menjauh sambil membentangkan pedangnya.
Trank!
Zhang Yu belum berhenti. Dia menyerang lagi dan memaksa Yan Xou pontang panting menahan serangannya. Luka dan sayatan tak lagi dapat disembunyikan, Yan Xou benar-benar terlihat buruk dibuat olehnya.
"Bagaimana mungkin dia jadi sekuat ini? Harusnya aku dapat mengalahkannya dengan mudah!" batin Yan Xou penuh kemarahan.
Matanya yang merah menatap dengan benci, kemudian mengambil kesempatan untuk memperlebar jarak dari Zhang Yu. "Tidak ada pilihan lain. Aku akan menggunakan ramuan darah."
Yan Xou menghabiskan minuman itu dalam sekali tegukan. Tak lama setelah itu tubuhnya memancarkan energi yang meluap-luap dan terasa lebih kuat.
"Apa yang diminum tadi?" gumam Zhang Yu. Tidak tahu secara pasti apa yang dia minum. Tapi yang jelas terlihat perbedaan yang kontras antara Yan Xou saat ini dengan Yan Xou beberapa saat lalu.
"Zhang Yu, aku tidak akan melepaskanmu!" Yan Xou meraung ganas, kemudian tubuhnya menghilang dari tempatnya dan berpindah ke belakang Zhang Yu sambil melepaskan tebasan.
Boom!
__ADS_1
Punggung Zhang Yu terlindungi. Tapi meski begitu Zhang Yu dapat merasakan adanya peningkatan dari serangan Yan Xou.
"Dia meminum ramuan terlarang. Sekarang Qi dalam tubuhnya menjadi dua kali lipat dan tidak akan pernah terkuras."
Sontak raut wajah Zhang Yu membeku mendengar ucapan dewa naga. "Ramuan apa itu yang dapat membuat penggunanya memiliki Qi yang tak terbatas?"
Belum sempat dewa naga menjawab pertanyaannya, Yan Xou kembali muncul di dekatnya dengan pedangnya.
Prang!
Tepat sebelum pedang mendarat Zhang Yu berhasil berkelit. Pedang itupun hanya menghantam lantai arena. Namun saat masih merunduk Yan Xou berusaha menggapai leher Zhang Yu dengan tangan kirinya.
Sret!
Zhang Yu sekali lagi berhasil menghindar. Tapi kalung ibunya yang selalu dipakainya ditarik Yan Xou hingga terputus. Liontin hatinya jatuh terlempar, menggelinding ke pinggir arena.
Menyaksikan ini mata Zhang Yu dipenuhi amarah. Wajahnya memerah, tatapannya sedingin malam.
"Aku tidak peduli dengan ramuan apa itu! Kau akan menerima akibatnya!" Zhang Yu mengeluarkan seluruh auranya. Pedang semesta bersinar, kemudian dia mengacungkannya ke atas sambil berseru dengan suara dingin.
"Pedang pembunuh!"
Bayangan cakar dengan kuku merah menyala seketika tercipta di atas kepalanya. Aura mencekam dapat irasakan dari segala penjuru arena, bahkan seluruh penonton yang ada di sana.
"Kekuatan apa ini? Begitu mengerikan!"
"Apakah Yan Xou akan bertahan dari serangan ini?"
Saat semua memiliki pertanyaan yang sama, Zhang Yu tidak bisa menahan lebih lama bayangan cakar itu. Dia mengayunkan pedangnya dengan tegas menunjuk ke arah Yan Xou.
Tidak dipungkiri Yan Xou merasakan tekanan yang dirasakan semua orang. Namun karena dia telah meminum ramuan darah, dia tidak takut sama sekali. "Hanya ini? Aku juga punya!"
Yan Xou mengeluarkan teknik pedang membelah daratan. Dia masih begitu percaya diri dapat menahan serangan Zhang Yu, tapi saat melihat serangannya tak berhasil wajahnya seketika menjadi pucat.
"A-apa? Tidak mungkin!" Yan Xou berniat lari. Tapi dia lupa sedang berada dalam arena yang setiap sisinya dilapisi pembatas. Saat berlari teknik perang pembunuh sudah menerjang tubuhnya dari belakang.
Boom!
__ADS_1
Ledakan sangat kuat. Tubuh Yan Xou terpelanting dengan keras. Dia berlutut sambil memuntahkan darah, setelah itu kehilangan kesasaran.