Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 217 : Mengalahkan Mereka


__ADS_3

Shi Xiong, pria bertindik mengerutkan kening mendengar ucapan Zhang Yu. Dia seketika menjadi waspada dan menelisik ke sekitar untuk mencari apakah ada bantuan yang bersembunyi menunggu mencari celah saat mereka lengah.


Tetapi tidak ada siapapun dalam jarak seratus meter. Itu karena jalan ini bukan jalan utama dan tak banyak orang yang akan menggunakannya.


"Jadi dari mana kepercayaan dirinya itu. Apa dia hanya berlagak dan mencoba membuatku ragu?" gumam Shi Xiong.


Sedetik kemudian Shi Xiong mengeluarkan pisau dari sakunya lalu melemparnya ke arah Zhang Yu.


Sayangnya serangan itu dapat dengan mudah dihalau dengan hanya mengangkat pedangnya.


Cih!


Shi Xiong mendengus. Dia tertawa mencibir sebelum mengeluarkan dua pisau warna hitam yang sedikit lebih besar. "Tentu saja. Orang yang menghancurkan kelompok Bandit Kuda Laut pastinya memiliki sedikit kemampuan. Jika tidak, itu terdengar seperti bualan yang tidak masuk akal."


Ketika Shi Xiong memberi instruksi, empat belas orang di belakangnya segera mengeluarkan pisau yang sama. Mereka bersiap menyerang Zhang Yu. Memasang kuda-kuda dan hanya perlu menunggu perintah.


Akan tetapi tepat pada waktu itu, tiba-tiba Zhang Yu menghilang dari tempatnya kemudian muncul beberapa langkah di depan mereka dengan teknik mata pedang evolusi pertama.


Tiga siluet tebasan bergerak sejajar menghantam sangat cepat seperti kilat.


Benar-benar mengejutkan ketika orang-orang Kedai Bulan Merah itu mampu menghindarinya. Mereka melompat dari tempat semula lebih cepat dari serangan tersebut dan berhasil selamat.


"Sial! Dia juga sangat cepat!" ucap Shi Xiong sambil menempatkan pisau di depan tubuhnya.


Andai mereka telat satu detik, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya.


Serangan itu sangat kuat. Bahkan tanah pun luluh lantak tak berbentuk setelah menjadi sasarannya.

__ADS_1


"Zhang Yu, akhiri ini dengan cepat. Jika tidak kau akan menarik banyak perhatian."


Zhang Yu menganggukkan kepala mendengar suara Long Shen. Dia mengalirkan Qi ke pedangnya lalu melesat memburu lima belas lawannya.


Shi Xiong tentu saja tidak tinggal diam. Dia tahu kekuatan Zhang Yu tidak rendah. Jadi menggunakan seluruh kemampuannya yang berada di tingkat surgawi bintang lima untuk mengalahkannya.


Pertarungan awalnya terlihat sengit dan berimbang. Tapi siapa yang mengira dengan kekuatan Shi Xiong dan tambahan empat belas orang lainnya masih tidak sanggup mengimbangi Zhang Yu. Bahkan secara bertahap, satu per satu orang Kedai Bulan Merah kehilangan nyawa dan hanya tersisa separuh dari jumlah mereka.


Crash!


Kepala ke delapan baru saja jatuh ke tanah. Zhang Yu menatap Shi Xiong yang ganyan berdiri di tempat. Terlihat sangat tak berdaya saat menyaksikan rekan-rekannya tiada.


Dia marah. Tetapi tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan mereka.


"Ketua bilang dia berada di tingkat surgawi bintang empat. Tetapi melihatnya secara langsung, aku dapat memastikan kekuatannya jauh di atas itu." Shi Xiong mengepalkan tangan.


"Kalian tidak akan bisa lari. Jalan untuk pergi sudah ditutup." Zhang Yu tersenyum membalas ucapaN Shi Xiong. Tentu saja itu membuat wajah Shi Xiong dengan segera berubah suram.


Shi Xiong melempar pisau lain dari cincin penyimpanannya. Sebuah senjata rahasia yang merupakan kemampuan khusus pembunuh bayaran.


Trank!


Zhang Yu menghalaunya. Tetapi yang tidak terduga ternyata pisau itu dilengkapi dengan benang yang terkait di tangan Shi Xiong. Jadi ketika pisau tersebut terpental ke belakang tubuh Zhang Yu, Shi Xiong dengan cepat menarik benang di tangannya.


Sret...


Slash!

__ADS_1


Satu sayatan menggores lengan kanan Zhang Yu. Senyum Shi Xiong semakin mengembang saat memastikan Zhang Yu terluka.


"Pisau itu telah direndam dengan racun pelumpuh. Dalam hitungan detik kau akan kehilangan kekuatanmu." Shi Xiong mulai menghitung.


Tetapi sampai beberapa waktu Shi Xiong pun merasa aneh karena racun itu tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Shi Xiong.


Pada saat itu Zhang Yu menyunggingkan senyumnya seolah mencibir Shi Xiong.


"Racun mu itu tidak berguna. Kau seharusnya memikirkan cara lain alih-alih menggunakan mainan seperti itu."


Kalimat Zhang Yu menyulut api amarah dalam diri Shi Xiong. Dia berseru pada enam orang di sampingnya lalu menyergap Zhang Yu.


Tetapi Zhang Yu dengan pedang di tangannya berkelebat cepat membunuh mereka.


Satu ayunan untuk satu nyawa. Dalam beberapa detik hanya satu orang yang tersisa dan orang itu adalah Shi Xiong yang kini juga dalam keadaan sekarat.


"Ja-jangan terlalu senang. Bahkan jika kau mengalahkanku di sini, Ke-kedai Bulan Merah tidak akan berhenti mengincarmu. Ingat, aku hanya peringkat dua puluh dalam daftar anggota terkuat. Cepat atau lambat, me-mereka akan ...."


Jleb!


Sebelum Shi Xiong menyelesaikan kalimatnya tubuhnya ditusuk dengan pedang oleh Zhang Yu.


"Persetan! Aku tidak peduli dengan kalian. Tapi jangan berpikir aku akan diam saat kalian datang mencari masalah."


Mata Shi Xiong memerah diliputi amarah. Dia tersenyum sinis seolah menertawakan kalimat Zhang Yu.

__ADS_1


"Ji-jika begitu, ka-kau tunggu saja waktu kematianmu."


Setelah mengatakan itu Shi Xiong kembali memuntahkan darah dan meninggal. Zhang Yu mendengus dingin. "Aku akan menunggunya."


__ADS_2