Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 153 : Babak Final lll


__ADS_3

"Selama kau bersedia menyerah, aku akan meyakinkan seluruh anggota klan untuk menerimamu. Aku juga akan membantumu bertemu dengan ibumu. Jadi, biarkan Xiao Yuze mengalahkanmu."


Mata Zhang Yu tak berhenti lepas dari sosok Xiao Lang. Pria tua itu sangat tidak tahu malu, menggunakan segala cara demi melihat putranya mendapat peringkat pertama.


"Sepupu, apa yang dikatakan Patriark?" tanya Xiao Yuwen penasaran.


"Bukan apa-apa." Alih-alih memberitahunya, Zhang Yu bangkit dari kursi lalu melompat turun ke arena.


Tindakannya ini tentu saja membuat sebagian orang heran.


"Masih ada waktu yang tersisa untuknya memulihkan diri. Tapi apakah dia ingin memulai babak final ini lebih awal?" gumam para penonton.


Kebingungan juga dirasakan oleh orang-orang klan Xiao. Terkhusus Xiao Lang dan tetua klan Xiao yang duduk di sampingnya.


"Patriark, apakah Zhang Yu akan melakukannya? Melihat gelagatnya, dia mungkin tidak berniat menyerah dalam pertarungan ini."


Xiao Lang menyatukan kedua alisnya dengan tidak senang. "Tunggu dan lihat saja. Jika dia terus bersikeras, dia tidak akan bisa bertemu dengan ibunya."


"Tapi Patriark, bagaimana dengan Patriark Sepuh? Sepertinya dia sudah bertekad untuk membawa Zhang Yu untuk bertemu Xiao Mei, ibunya."


Xiao Lang terdiam saat mendengar ucapan tetua kedua. Dia sendiri dapat melihat ayahnya memiliki keinginan yang kuat untuk membawa Zhang Yu pulang ke klan. Tentu saja ini sangat buruk baginya karena sama sekali tak bisa melawan kehendak ayahnya.


"Apa yang kalian bisikkan?" Xiao Nie menyipitkan mata saat menyadari Dua orang di sampingnya terus berbisik dan sibuk dengan diri sendiri. Dia menambahkan, "Dua darah klan Xiao masuk final dan sekarang akan memperebutkan posisi pertama, bukankah ini hal yang membahagiakan bagi kita? Kalian tidak perlu cemas seperti itu, entah siapa yang menang, tetap Klan Xiao kita-lah pemenangnya."


Xiao Lang dan tetua kedua hanya bisa tertawa mendengar ucapan Xiao Nie. "Ha-haha ... Kau benar, Ayah. Tapi dalam pertarungan surga Zhang Yu mewakili kelompok dagang Saturnus. Jadi aku lebih berharap Yuze yang memenangkan pertarungan ini," pungkasnya.


Xiao Nie sejenak diam, kemudian mendengus pelan. "Saturnus adalah organisasi dagang, bukan mewakili sebuah keluarga bangsawan. Jadi bahkan jika Zhang Yu yang menang, semua orang tetap akan mengingat dia adalah keturunan Klan Xiao. Terlebih aku berniat membawanya kembali ke klan, dia juga bagian dari Klan Xiao."


Xiao Lang kehabisan kata. Meski dalam hati sangat tidak rela, juga tidak dapat menentangnya secara terbuka.


"Kalian sudah siap?" tanya Jendral Ji Han. Dia memberi aba-aba pada Zhang Yu serta Xiao Yuze dan akan memulai pertarungan jika sudah mendapat tanda dari kedua peserta.


"Kalian siap?" tanyanya lagi.


"Jendral bisa bertanya padanya. Jika itu aku, aku selalu siap jika untuk bertarung dengannya," lontar Xiao Yuze sinis.

__ADS_1


Zhang Yu mengangkat sudut bibirnya. "Siap atau tidak, setidaknya aku tidak menggunakan jalur belakang untuk menang."


Xiao Yuze yang terus memasang wajah garang itu perlahan mengerutkan kening mendengar ucapan Zhang Yu. "Apa maksudmu? Kau takut kalah sehingga memfitnahku?"


"Kenapa tidak tanyakan pada ayahmu. Dia memintaku menyerah agar putra tersayangnya keluar sebagai juara."


"Omong kosong!" Xiao Yuze langsung membantahnya. Dia menambahkan, "Untuk mengalahkanmu, aku bahkan bisa melakukannya dengan mudah!"


Namun bukannya menanggapi ucapan Xiao Yuze, Zhang Yu mengalihkan pandangannya pada Jendral Ji Han yang berdiri di pinggir arena pertarungan.


"Aku siap. Silakan Jendral memulai pertarungannya," ucapnya.


Tidak ada yang menyadari wajah Xiao Yuze sekarang sudah semerah buah apel. Uap panas seolah keluar dari kedua lubang telinganya, matanya pun memerah dan menatap dengan tajam.


"Zhang Yu! Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah!"


Jendral Ji Han mengangkat tangannya setelah mendapat tanda dari kedua peserta.


"Aku akan mulai menghitung. Satu, dua ... Tiga! Mulai!"


Keduanya sudah menggenggam pedang masing-masing. Dan begitu kata "mulai" berkumandang, Xiao Yuze sudah tidak berada di tempatnya. Dia bergerak cepat, berkelebat seperti bayangan dan mengincar Zhang Yu dengan pedang di tangannya.


Jadi pada saat pedang Xiao Yuze menusuk, Zhang Yu menahannya dengan pedang semesta.


Trank!


Suara nyaring itu menggema ke seluruh penjuru arena pertarungan. Tidak berhenti di sana, Xiao Yuze menarik pedangnya, lalu mengayunkan kembali menggunakan dua tangan.


Apa yang dilakukan Xiao Yuze ini tidak terduga. Saat semua orang mengira pertarungan akan berjalan sengit dengan duel serangan teknik jarak jauh, Xiao Yuze melakukan hal lain dan berniat mengakhiri pertarungan secepat mungkin.


Sayangnya yang dia lawan kali ini adalah Zhang Yu. Xiao Yuze punya teknik yang bagus dalam serangan jarak dekat, Zhang Yu juga punya. Itu adalah teknik pedang utara.


Dengan teknik tersebut Zhang Yu mampu menahan serangan Xiao Yuze. Bahkan jika teknik pedang utara hanya terdiri dari lima gerakan dasar, setiap gerakan sangat mematikan jika dipadukan dengan benar.


Xiao Yuze frustrasi karena tidak mampu melawan Zhang Yu. Matanya menatap nyalang dan dipenuhi kebencian. "Kau jangan senang dulu! Pertarungan ini baru dimulai!" dengusnya.

__ADS_1


Zhang Yu tidak tahu apa yang akan dilakukan Xiao Yuze. Namun melihat dia mulai mengumpulkan energi di ujung pedangnya, seketika membuatnya waspada dan melakukan hal serupa.


"Mata pedang!" seru Xiao Yuze. Tiga siluet tebasan langsung melesat dari tempatnya. Mengeluarkan aura panas yang membakar, lalu menerjang ke tempat Zhang Yu berdiri.


Blam!


Bercak hitam langsung tampak di atas arena. Memanjang seperti jejak cakar serigala. Serangan itu benar-benar berhasil membuat seluruh penonton terdiam. Mereka semua menunggu bagaimana nasib Zhang Yu setelah serangan itu dilesatkan.


Tapi anehnya Zhang Yu tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


"Di mana dia?!" batin Xiao Yuze waspada.


Tidak ada hal lain sekalipun dalam kepalanya kecuali segera menyingkirkan uap asap yang berkumpul di sekitarnya. Xiao Yuze mengibaskan pedangnya cukup kuat hingga seluruh uap asap terbang ke atas.


Tetapi siapa yang mengira pada saat itu Zhang Yu tiba-tiba muncul bersama dengan hilangnya uap asap di atas arena. Dia muncul sambil mengendalikan bayangan tinju berwarna emas miliknya.


"Tinju Batu!"


Mata Xiao Yuze terbelalak. Dia tak menyangka Zhang Yu begitu licik dengan memanfaatkan celah serangannya untuk menyerang balik. Itu bahkan adalah cara yang sama saat dia mengalahkan Hong Xiu dalam pertarungan babak ketiga.


"Kurang ajar! Harusnya aku memperkirakan hal ini. Sekarang aku sangat menyesal!"


Karena tidak sempat menghindar, Xiao Yuze hanya bisa menahan serangan itu. Dia mengeluarkan Qi-nya, lalu ia jadikan perisai untuk melindungi tubuhnya.


Boom!


Ledakan sangat keras membuat lantai arena bergetar. Beberapa orang melongo, sebagian orang bahkan berdiri dari tempat duduknya.


"Xiao Yuze!" teriak Xiao Lang khawatir. Pria tua itu memperhatikan Zhang Yu seolah memberinya peringatan, sambil terus mencari putranya dalam uap asap yang berkumpul di sebagian sisi arena.


"Berandal kurang ajar! Dia benar-benar mengabaikan surat dariku. Aku tidak akan melepaskanmu!" batin Xiao Lang.


Pada saat yang sama uap asap di atas arena mulai menyebar. Bayangan hitam yang terlihat di tengah-tengahnya perlahan tapi pasti memastikan bahwasanya Xiao Yuze masih bertahan.


Pakaian sedikit berantakan, ada darah di sudut bibirnya, tapi dia masih terlihat baik dan ingin melanjutkan pertarungan.

__ADS_1


"Ini belum berakhir!" serunya. Sedetik kemudian dia mengangkat tangan kirinya yang tak memegang pedang untuk menciptakan jarum spiritual berwarna kuning keemasan.


Zhang Yu tertegun. Menyadari jarum itu adalah jarum yang sama yang menyerang Guang Zhou hingga membuatnya tidak bisa bergerak sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2