Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 46 : Permintaan Maaf


__ADS_3

"Pesanlah sesukamu. Aku yang mentraktir malam ini." Seperti ucapannya kemarin malam, keesokan paginya Wu Zetian membawa Zhang Yu ke kedai untuk mentraktirnya.


Kedai ini bukan di luar wilayah akademi, tapi masih di bagian pelataran luar. Bisa dikatakan tempat makan ini adalah kantin yang dikelola akademi dan khusus untuk murid.


Wu Zetian melambaikan tangan pada pelayan. Setelah pelayan datang dia langsung meminta Zhang Yu memesan.


Namun Zhang Yu bukan orang yang serakah. Dia memesan sesuai porsinya dan memilih makanan yang terkenal di akademi.


"Sudah hanya itu?" Karena Zhang Yu yakin dengan pilihannya, jadi dia hanya menambahkan lima jenis makanan untuk dirinya sendiri.


"Jika bisa jangan terlalu lama. Kami sudah terlalu lapar." Dia mengatakan "kami" seolah Zhang Yu benar-benar sudah terlalu lapar untuk menunggu. Padahal itu hanya membahas tentang dirinya sendiri.


Sambil menunggu makanan datang Wu Zetian bertanya pada Zhang Yu tentang basis kultivasinya. Namun Zhang Yu hanya memberi petunjuk "Di atas kultivasimu". Dia tidak memberitahu dengan jelas membuat Wu Zetian menggeram kesal.


"Keterlaluan! Setidaknya katakan dengan jelas kau berada di tingkat apa sekarang. Apa mungkin tingkat ahli bintang enam?" Saat ini dirinya berada di tingkat ahli bintang lima. Di atas tingkatannya itu berarti tingkat ahli bintang enam.


Tapi dengan usia di bawahnya, bukankah Zhang Yu lebih menakjubkan darinya?


Pada waktu ini seorang wanita mendekat setelah mengamati dari kejauhan.


"Apa aku boleh bergabung?"


Zhang Yu dan Wu Zetian menoleh secara bersamaan. Ternyata itu adalah Meng Hua.


"Boleh, tentu saja boleh." Wu Zetian tak membiarkan Zhang Yu memberi jawaban. Dia langsung menyetujuinya dan menggeser tubuhnya untuk memberi ruang bagi Meng Hua.


Tapi Meng Hua malah mengambil kursi tunggal dari meja lain dan duduk di antara Zhang Yu dan Wu Zetian. "Terima kasih."


Tidak begitu lama kemudian makanan yang dipesan datang. Wu Zetian yang sebenarnya sangat lapar tapi di hadapan seorang wanita, terlebih wanita cantik seperti Meng Hua juga harus menjaga citranya.


"Zhang Yu, pelayan sepertinya lupa mengingat pesanan dengan jelas. Padahal kita masing-masing memesan tiga makanan kan?" Dia menggeser dua piring ke hadapan Zhang Yu. Sebenarnya sangat sulit untuk memilih di antara kelima makanan, tapi ini demi kelangsungan hidupnya.


Zhang Yu mengerjapkan mata beberapa kali. Dia bertanya sekadar basa-basi. "Apa Senior Meng Hua datang hanya untuk melihat kami makan?"


"Kalian bisa memakannya. Kebetulan aku sudah makan jadi aku hanya akan duduk di sini."


Zhang Yu mengangkat bahunya lalu memakan makanan di hadapannya. Dalam waktu itu Meng Hua benar-benar hanya diam di tempat. Akan tetapi dengan hanya duduk di sana keberadaannya sudah membuat kedai begitu heboh.

__ADS_1


Tidak ada yang tidak memperhatikan meja Zhang Yu. Meng Hua yang selama ini dikenal dingin dan tak acuh terhadap pria, sekarang duduk bersama dengan dua murid pria. Terlebih dua murid ini adalah murid baru yang bahkan belum genap dua hari berada di akademi. Tampak rasa iri dan dengki di mata mereka.


Setelah menghabiskan makanan mereka langsung meninggalkan kedai. Meng Hua masih tetap ikut, membuat tatapan permusuhan terasa semakin nyata dari mata murid di sekitar.


"Zhang Yu, bisa kita bicara berdua?" Akhirnya setelah memikirkannya berulang kali, dia akan mengambil kesempatan ini untuk meminta maaf secara langsung.


Zhang Yu dan Wu Zetian kompak spontan menghentikan langkah. Tatapan Wu Zetian terlihat sedih dan iri. "Sial! Ternyata Senior Meng Hua tidak tertarik dengan ku."


Pria gemuk itu menjadi patah hati. Namun di waktu yang sama juga merasa bangga memiliki teman menonjol seperti Zhang Yu.


"Ah ya, aku baru ingat harus pergi ke menara kultivasi. Zhang Yu, kau jaga dirimu baik-baik." Setelah mengatakannya Wu Zetian pergi begitu cepat seperti dikejar setan. Zhang Yu bahkan tidak sempat menjawab, sekarang di sana dia berdua bersama Meng Hua.


"Senior Meng Hua, apa yang ingin kau bicarakan?"


"Lebih baik kita pergi dari sini terlebih dahulu. Terlalu banyak mata yang memperhatikan kita."


Wajah Zhang Yu berubah datar mendengar perkataan Meng Hua. Para murid itu bukan memperhatikan mereka. Para murid hanya memperhatikan Meng Hua.


Namun terlepas dari hal itu, memang sangat risih berada di sini dengan tatapan benci dari semua orang.


"Ke ruangan ku saja."


...


Zhang Yu berpikir Meng Hua hanya bercanda saat mengatakan mereka akan pergi ke ruangannya. Tapi sekarang mereka sudah berada di dalam. Berdua, menutup pintu dan duduk satu meja.


"Minumlah," Meng Hua menyediakan segelas air untuk Zhang Yu.


Namun bukannya meminumnya Zhang Yu hanya menatap gelas itu dengan perasaan rumit.


"Sebenarnya apa yang dia rencanakan?" batin Zhang Yu.


Tidak dipungkiri dia masih sangat waspada dengan Meng Hua. Terakhir kali wanita ini memberinya kendi yang berbeda dari yang lain. Membuat lengannya kebas dan kakinya memerah. Bahkan jika diperhatikan masih terlihat merah-merah di punggung kakinya, tapi itu sudah lebih baik dari kemarin malam.


"Zhang Yu, tujuanku mengajakmu ke sini untuk meminta maaf." Meng Hua sungguh menyesal telah melakukan semua itu. Jika memikirkannya kembali, ia juga tidak tahu kenapa bisa melakukan tindakan yang begitu kekanakan.


Zhang Yu menyipitkan mata.

__ADS_1


Apa wanita ini benar-benar meminta maaf?


Melihat Zhang Yu yang hanya diam, Meng Hua mengeluarkan sebuah token dari saku pakaiannya. Di sana terukir nama "Zhang Yu" dengan keterangan kecil di bawahnya "Murid pelataran luar".


"Kau belum punya token kan? Dengan token ini kau dapat mengakses beberapa fasilitas akademi. Seperti perpustakaan, menara kultivasi, kolam suci dan panggung naga."


Zhang Yu yang tak pernah mendengar tentang hal-hal itu tentu bingung dengan perkataannya. Menara kultivasi mungkin beberapa saat lalu Wu Zetian sudah menyebutnya, tapi Zhang Yu masih tidak mengerti banyak tentang hal-hal di akademi.


"Ini adalah buku panduan dan pengetahuan dasar akademi. Ambillah, kau dapat mempelajarinya agar mengenal lebih dalam akademi dan semua yang ada di dalamnya." Meng Hua mendorong sebuah buku berwarna hitam ke hadapan Zhang Yu.


Zhang Yu melihatnya dan dari judul di halaman depan membuatnya dapat memikirkan gambaran isinya.


"Terima kasih atas petunjuknya. Aku akan kembali."


"Tidak perlu berterima kasih. Anggap saja ini bagian dari permintaan maaf. Kedepannya tidak perlu mengungkit yang sudah terjadi. Lupakan hal itu, aku sungguh menyesal."


Semakin ke sini Zhang Yu merasa Meng Hua tidak seburuk yang ia pikirkan sebelumnya. Meski perbuatannya kemarin memang sangat keterlaluan, tapi dia sudah meminta maaf. Jadi lupakan masalah itu dan buka lembaran baru.


"Senior Meng Hua, aku permisi."


"Ya,"


Setelah kembali ke tempat tinggalnya, Zhang Yu langsung mempelajari buku pengetahuan dasar tentang Akademi Kekaisaran.


Dimulai dengan struktur akademi yang terdiri dari kepala akademi, guru besar, tetua pelataran dalam, tetua pelataran luar, pengawas dan terakhir adalah murid.


Murid sendiri dibagi lagi menjadi dua. Murid pelataran luar dan murid pelataran dalam.


Murid pelataran dalam adalah murid pelataran luar yang telah lulus ujian kenaikan. Setelah berhasil mereka akan tinggal di pelataran dalam dan mendapat jubah khusus sebagai identitas kehormatan.


"Di ruangan Senior Meng Hua sebelumnya ada jubah berwarna putih. Mungkinkah itu jubah yang sama?" Zhang Yu mengelus dagunya dan kembali membolak-balikkan halaman.


Setelah membaca lebih lanjut tentang struktur akademi dia membaca tentang fasilitas. Dan seperti yang dikatakan Meng Hua sebelumnya. Di akademi ada perpustakaan, kolam suci, menara kultivasi dan panggung naga.


Membaca keterangan tentang tiga tempat pertama Zhang Yu masih tenang. Akan tetapi ketika membaca tentang panggung naga, keterangan di sana membuatnya sangat tertarik.


"Panggung naga, aku harus pergi ke sana."

__ADS_1


__ADS_2