Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 280 : Menyerang Balik


__ADS_3

"Di sana!"


Shihwa menunjuk salah satu gua yang berada tak begitu jauh dari gua raja atau tempat tinggal Shin dan ayahnya. Zhang Yu mengingat jika itu adalah gua yang sama yang dijadikan tempat pengobatan saat dirinya datang bersama Song Yixue tiga setengah tahun yang lalu.


"Padahal kami tidak melakukan sesuatu yang salah terhadap mereka. Tapi mereka benar-benar memperlakukan Suku Niao dengan kejam." Yi berkata dengan mata bergemuruh. Dia mengingat saat kapal menara iblis pertama kali datang dan meluluhlantakkan tempat tinggal mereka.


Sayangnya waktu itu mereka tidak memiliki cukup kekuatan untuk bertarung menghadapi pasukan menara iblis. Kapak yang merupakan senjata mentah pun tak berguna di hadapan pedang kelas atas.


Sekarang berbeda. Mereka memiliki senjata berkualitas tinggi dan bantuan seorang yang dapat diandalkan. Di tambah lagi dengan ketiadaan pemimpin regu menara iblis di sini, peluang mereka untuk merebut kembali wilayah sangatlah besar.


"Pangeran, biarkan aku yang menarik perhatian mereka. Dengan begitu akan ada peluang untuk menyerang mereka diam-diam."


"Tidak. Aku punya cara yang lebih efektif." Sebelum Shin memberi jawaban atas kalimat Yi, Zhang Yu segera mengungkapkan pendapatnya.


Tentu saja hal itu membuat Yi dan Shin saling memandang.


"Jumlah mereka terlalu banyak di sini. Kita tidak bisa menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya karena sekali mereka menyadari, keselamatan saudara kalian di dalam gua akan terancam."


"Lantas cara apa yang kau maksud, Kakak Yu?" tanya Shin.


Zhang Yu pun mengeluarkan sebuah jubah dari cincin penyimpanannya dan segera memakainya.


Sekali lagi hal itu membuat Shin dan Yi saling memandang.


"Jadi inilah alasan kenapa Kakak Yu memungut jubah pria botak itu. Kakak Yu akan berpura-pura menjadi bagian dari mereka, lalu menyusup masuk ke dalam gua."


Shin berdecak kagum. Bahkan tidak seorang pun dari mereka memiliki pemikiran seperti itu. Dalam hatinya, dia benar-benar mengagumi sosok Zhang Yu terlepas dari kekuatannya yang memang luar biasa.


"Tunggu saja di sini sambil bersiap untuk bertarung," kata Zhang Yu setelah memakai jubah menara iblis.


Dia keluar dari persembunyian dan berjalan ke arah kelompok orang yang berjaga di depan gua. Tapi ....


"Berhenti!"


Mau tak mau Zhang Yu menghentikan langkah kakinya mendengar suara yang datang dari samping. Itu adalah seorang pria setengah baya yang berjalan dari arah gua raja.


"Apa aku sudah ketahuan?" batin Zhang Yu. Dia bahkan sudah bersiap jika harus menggunakan rencana B. Namun ternyata, pria itu masih mengira jika dirinya adalah bagian dari menara iblis.


"Kau dari tambang kan? Phan Gu yang menyuruhmu datang ke sini?"


Zhang Yu melepaskan kepalan tangannya lalu secara bertahap menganggukkan kepala. Dia sepertinya harus berterima kasih pada pria setengah baya itu karena sudah memudahkan urusannya.

__ADS_1


Dengan mendengar nama Phan Gu yang dikatakan pria setengah baya, tidak seorang pun dari anggota menara iblis yang berjaga di depan gua berani menghentikannya.


Pria setengah baya mendengus. "Phan Gu benar-benar menganggap dirinya sebagai pemimpin kita di pulau ini. Sikapnya yang sok berkuasa itu sungguh membuatku muak ketika melihat wajahnya."


"Jika bukan karena dukungan Senior An Xing, dia hanyalah anggota biasa yang bahkan tak sebanding denganku. Aku lebih kuat darinya yang hanya di tingkat surgawi bintang lima."


Zhi Zou, pria setengah baya itu berbalik dan berniat kembali ke posnya. Akan tetapi tepat pada saat itu sebuah teriak terdengar dari dalam gua.


Seketika Zhi Zou mengangkat wajahnya dan berlari ke gua.


"Apa yang terjadi?"


Sayangnya puluhan penjaga di luar juga tidak tahu apa-apa. Ketika mereka akan masuk ke dalam gua untuk memeriksa, energi kekuatan meluap keluar dan menghempaskan mereka.


"Ada penyusup!" teriak mereka.


Zhi Zou langsung terbayang sosok yang baru saja masuk ke dalam gua. Dalam benaknya mulai bertanya-tanya. "Mungkinkah dia bukan orang suruhan Phan Gu?!"


"Kurang ajar!" Setelah diam beberapa saat, Zhi Zou memanggil anggota menara iblis yang ada di gua raja. Mereka semua yang berjumlah seratus lima puluh orang berdiri mengepung pintu keluar.


"Bersiap! Saat penyusup itu keluar, langsung serang dan bunuh dia!" kata Zhi Zou, lantang.


"Serang!" teriak Zhi Zou.


Jumlah orang yang sangat banyak itu menyerang bersama-sama setelah melihat musuh menampakkan diri.


Blar!


Meski tidak sekuat serangan tingkat setengah abadi, tapi dengan lebih dari seratus kekuatan yang bersatu membuat serangan itu memiliki daya hancur yang tak dapat diremehkan.


"Apa dia mati?" tanya beberapa orang.


Terlihat di mulut gua sesosok tubuh yang tergeletak di tanah. Untuk sesaat pemandangan ini membuat kelompok menara iblis sangat senang. Namun Zhi Zou yang sebelumnya berbicara dan menghadapnya dalam jarak yang cukup dekat mulai menyadari keanehan pada sosok tubuh yang tergeletak.


Keningnya mengernyit. Untuk beberapa waktu dia masih bergeming tanpa mengatakan sesuatu.


"Cepat buang mayat penyusup itu," kata beberapa orang.


Sekitar lima orang pun meninggalkan barisan untuk mengambil mayat di mulut gua.


Zhi Zou yang melihatnya semakin merasa tidak nyaman. Dia memperhatikan mayat yang tergeletak dan seiring hilangnya kabut asap melihat secara samar jenggot panjang di dagunya.

__ADS_1


"Aku yakin sekali dia tidak memiliki jenggot." Ketika memikirkan hal ini, mata Zhi Zou terbelalak sempurna.


"Tidak! Jangan ke sana. Itu ...."


Sebelum Zhi Zou sempat mengingatkan mereka, Zhang Yu ber kelebat cepat memukul mereka dengan tinjunya.


Blam!


Lima orang yang mendekat langsung terhempas dan mati.


Kejadian yang sangat cepat jelas membuat ratusan orang terkejut. Zhi Zou menggertakkan gigi sambil perlahan menurunkan tangannya yang sebelumnya ingin mengingatkan lima orang ceroboh itu.


"Seperti yang aku pikirkan. Itu bukan dia," ucap Zhi Zou sambil menatap Zhang Yu.


Sebagai orang yang berani datang menyusup pastinya memiliki kepercayaan diri dan persiapan yang matang. Mustahil jika dia akan terbunuh dengan hanya satu gelombang serangan, pikir Zhi Zou.


Huh!


"Tapi itu bukan masalah! Dengan ratusan orang yang mengepung. Dia tidak akan bisa pergi hidup-hidup dari tempat ini." Zhi Zou tertawa sinis. Dia melambaikan tangan sebagai tanda pasukan bersiap untuk serangan kedua.


Mereka pun mengikuti instruksi Zhi Zou. Mereka berencana untuk menyerang Zhang Yu. Namun, Zhang Yu yang tiba-tiba mengangkat kedua tangannya membuat pasukan menara iblis bingung.


"Dia kenapa? Mungkinkah ingin menyerah?" Itu adalah pertanyaan yang sekarang ada dalam benak pasukan menara iblis. Tak terkecuali Zhi Zou.


Tetapi Zhi Zou segera tersadar. "Bahkan jika kau meminta maaf sekarang, tidak ada ampun bagi orang yang membunuh anggota menara iblis!"


Mereka terlalu fokus dengan Zhang Yu. Tidak ada yang menyadari jika itu adalah tanda untuk kelompok Suku Niao.


"Serang!" teriakan Shin menggema.


Puluhan orang Suku Niao yang sudah mendalami teknik pedang bergerak begitu bebas menyerang ratusan orang dalam barisan.


Crash!


Crash!


Formasi kacau balau. Korban mulai berjatuhan dari pihak menara iblis.


Zhi Zou yang menyaksikan kekacauan ini hanya dapat merasakan darah dalam tubuhnya mendidih.


"Makhluk rendahan! Akan ku bunuh kalian!"

__ADS_1


__ADS_2