
"Serang!" Mo Yasha berseru dengan suaranya yang lantang memerintahkan puluhan bawahannya untuk maju.
Setidaknya dengan itu separuh dari jumlah mereka segera turun dari kapal, kemudian melesat cepat seperti memiliki kemampuan terbang di atas air.
"Pedang dua rupa!"
"Bola api raksasa!"
Berbagai macam serangan dikeluarkan secara bersamaan. Semua serangan itu bertumpuk dan berjajar dari kiri ke kanan dengan energi yang cukup besar.
Zhang Yu menyipitkan mata. Ketika puluhan serangan itu mendekat ke arahnya, dia segera mengayunkan pedang semesta dengan satu tebasan penuh.
Boom!!
Siluet telapak tangan yang keluar dari ayunan pedang Zhang Yu meluncur dengan cepat lalu menghancurkan seluruh serangan yang tertuju kepadanya.
Tentu apa yang terjadi mengejutkan orang-orang menara iblis. Tak terkecuali Mo Yasha yang mulai mengerutkan kening dari atas kapal.
"Senior, dia sangat kuat. Kemungkinan orang-orang kita yang sudah turun akan kewalahan."
Ketika Mo Yasha mendengar kalimat ini dari satu bawahannya, dia sepenuhnya sadar dengan kekuatan pria berpakaian hitam yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Kemungkinan dia juga berada di tingkat setengah dewa," batin Mo Yasha sambil menelisik Zhang Yu.
"Senior, kita harus turun membantu."
Mo Yasha mengangguk. Dia juga tak berpikir untuk diam lebih lama. Dia ingin turun dan menyelesaikan masalah ini dengan segera. Namun sebelum dirinya sempat bersiap, jeritan ngeri penuh penderitaan terdengar olehnya dari arah pertarungan.
Arg...
"Senior! Bantu kami ...."
Jleb!
Puluhan orang yang sebelumnya berniat mengalahkan Zhang Yu, sekarang berlarian ke arah kapal dengan menyedihkan. Mereka lari sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh yang terluka, sementara Zhang Yu di belakang mengejar dengan pedang semesta di tangannya.
"Lari! Larilah sejauh mungkin!"
Zhang Yu membidik puluhan orang yang berusaha menjangkau kapal. Bak seorang pemanah, dia menempatkan pedang sebagai busur dan melepaskan energi kekuatan yang kemudian melesat menembus tubuh mereka.
Jleb!
__ADS_1
Jleb!
Jleb!
Belasan orang jatuh terjungkal lalu tenggelam.
Menyaksikan hal itu, mata Mo Yasha menjadi merah gelap karena marah. Tangannya gemetar, kepalanya seakan mau meledak.
Meskipun mereka semua yang ikut bersamanya dalam perjalanan ini adalah bawahan yang ada dalam pengawasannya, tetapi Mo Yasha tak bisa menerima jika mereka semua tiada begitu saja.
"Balikkan layar!" ucap Mo Yasha.
Pria di sampingnya mengerutkan kening dengan bingung. "Kenapa kita harus membalikkan layar? Senior, apa kita akan pergi begitu saja setelah melihat pria itu membunuh puluhan anggota kita?"
Mo Yasha mendengus. "Pergi? Tentu saja tidak. Tapi kalian tidak akan bisa membantu dalam pertarungan ini. Aku akan bertarung, kalian arahkan kapal mundur untuk berjaga-jaga."
Pria berambut panjang itu terdiam beberapa saat sebelum menganggukkan kepala. Dia segera memberi arahan pada orang-orang di bagian pengendali untuk membalik layar dan mundur ratusan meter.
Setelah itu Mo Yasha melompat turun dan berdiri di salah satu batu karang yang cukup jauh dari kapal. Urat-urat wajahnya mengeras ketika melirik puluhan mayat yang mengambang dan sebagian tenggelam.
"Sialan! Aku akan membunuhmu!" Mo Yasha melesat setelah membayangkan wajah-wajah bawahannya yang tiada. Dia melompat sambil mengayunkan pedangnya, tetapi Zhang Yu yang saat itu dalam keadaan siaga dapat dengan mudah menghadapinya.
Trank!
Sring...
Sayangnya Zhang Yu berhasil menghindarinya yang membuat pedang Mo Yasha menyambar batu karang menancap cukup dalam.
"Kurang ajar!" batin Mo Yasha.
Zhang Yu memanfaatkan peluang ini untuk menyerangnya. Dia mengumpulkan Qi dalam jumlah besar lalu menebas ke arah Mo Yasha.
"Rasakan ini!" Ketika pedang bergerak, seperti ada ekor cahaya yang mengikutinya. Takanan sangat nyata, dapat dipastikan kekuatan serangan benar-benar mematikan.
Tetapi Mo Yasha baru saja berhasil melepaskan pedangnya yang tersangkut. Dia secara menyilangkan pedangnya, menahan tebasan Zhang Yu yang kuat itu secara langsung.
Blam!
Walaupun sudah menahan dengan kekuatannya, tetapi tubuh Mo Yasha tetap terpental pukuha meter dari tempat semula. Bahkan terlihat satu garis merah yang menetes dari sudut bibirnya.
"Kurang ajar!" geram Mo Yasha. Pria itu mencengkeram pedangnya, lalu berpegang pada batu karang mulai berdiri kembali dengan tatapan yang sangat tajam.
__ADS_1
"Ini belum selesai!" Mo Yasha mengangkat pedangnya yang berwarna merah. Tak lama kemudian ada teratai api yang muncul tepat di atas kepalanya.
"Kita lihat apakah kau bisa menangani serangan ku ini? Ini adalah serangan terkuat ku. Teratai Api!!" Bersama dengan kalimatnya, teratai Api raksasa itu kemudian melesat dengan sangat dekat ke arah Zhang Yu.
Dengan energi yang sangat kuat dan juga mengandung kekuatan jiwa, Zhang Yu berpikir serangan ini sangat kuat untuk dihadapinya secara langsung.
Namun itu bukan berarti Zhang Yu tidak memiliki serangan yang dapat mengalahkannya.
"Teknik pedang pembunuh!"
Bayangan cakar raksasa dengan cepat terbentuk di atas kepala Zhang Yu. Setelah berputar pelan, bayangan cakar itu kemudian melesat menghadang teratai api yang sedang dalam perjalanan.
Boom!!
Ledakan yang sangat hebat terjadi. Guncangan menakjubkan di sertai dengan suara yang memekak itu bahkan mampu membuat tsunami buatan.
Zhang Yu membuat perlindungan di tempatnya. Pelindung Qi miliknya bahkan hancur karena dampak serangan tersebut.
Begitu pula dengan Mo Yasha. Pria itu berusaha bertahan dengan menggunakan pelindung Qi. Namun pelindung Qi miliknya benar-benar hancur gak bersisa sehingga tubuhnya kembali menerima luka.
Butuh beberapa waktu bagi keduanya untuk menstabilkan situasi. Dengan mata masih saling menatap, mereka berusaha mengintai satu sama lain.
"Serangan sebelum sudah menyedot separuh batas Qi yang biasa aku gunakan dalam pertarungan. Tak mengira dia juga memiliki serangan sekuat itu dan juga mengandung kekuatan jiwa." Mo Yasha menatap Zhang Yu dengan rumit.
Tidak mungkin Mo Yasha salah membaca serangan Zhang Yu. Serangan itu benar-benar mengandung kekuatan jiwa. Karena jika tidak, sudah jelas teratai api dapat dengan mudah melahap nya.
"Tapi aku masih punya satu kartu as." Ketika memikirkan sesuatu, Mo Yasha mulai menaruh pedangnya kembali di depan dada dengan bersikap kuda-kuda.
"Aku tak percaya kau akan bisa mengimbangiku kali ini." Setelah berkata Mo Yasha langsung melesat dan menyerang Zhang Yu dengan tekniknya yang diberi nama gerakan melahap cahaya.
Gerakan yang sangat dominan dan hanya bertumpu pada lengan bagian atas untuk melakukan gerakan. Setiap ayunan pedang benar-benar mematikan. Namun, Zhang Yu menguasai teknik pedang utara yang memiliki karakter hampir sama. Dominan dan keras.
Ketika dua teknik ini beradu, Zhang Yu jelas lebih menguasai pertarungan dan akhirnya berhasil memukul mundur Mo Yasha dengan gerakan kelima teknik pedang utara. Gerakan menyabit yang membuat lengan kanan Mo Yasha terluka.
Tidak cukup sampai di sana. Zhang Yu dengan memanfaatkan situasi yang menguntungkannya, dia melepaskan energi kekuatan untuk menyerang Mo Yasha.
Whut...
Blar!
Tubuh Mo Yasha terhempas dan menabrak batu karang hingga hancur.
__ADS_1
Zhang Yu mendengus. "Ini akhir yang pantas kau dapatkan."