Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 313 : Akhir Pertarungan (End)


__ADS_3

Di saat Qi hampir terkuras habis dan tubuh sudah sangat lemah, tidak ada yang dapat mereka lakukan saat Gao Ran mengeluarkan serangan roda kegelapan.


Meskipun mereka sudah berusaha sebaik mungkin dalam bertahan di balik perisai Qi yang mereka ciptakan, tapi pada akhirnya perisai Qi itu tidak cukup kuat untuk menahan serangan tersebut.


Xiao Nie terluka, begitu pula dengan Long Ma, Wang Chen dan yang lain. Hanya tersisa Zhang Yu yang berada cukup jauh dari pusat serangan itu sehingga mampu bertahan darinya. Namun, situasinya sangat buruk mengingat sekarang hanya tersisa mereka yang harus berhadapan satu sama lain.


"Zhang Yu! Kematianmu hanya masalah waktu. Tapi aku ingin berlama-lama denganmu, agar perasaan balas dendam ini terpenuhi."


Zhang Yu bergeming. Pada saat itu keningnya yang semula bersih perlahan muncul tanda sebuah busur yang samar. Pada saat yang sama dia merasakan keningnya hangat dan seluruh tubuhnya dialiri Qi.


"I-ini ...." Zhang Yu tak bisa berkata-kata. Dia seperti seorang yang baru saja melakukan penerobosan. Tubuhnya terasa ringan dan luka-luka di sekujur tubuhnya bertahap pulih dan menghilang.


Eh...


Gao Ran merasa aneh. Walau di depannya Zhang Yu hanya diam, entah kenapa dia merasa tidak nyaman. Namun Gao Ran memilih untuk tidak mempedulikannya. Dia mengangkat pedangnya, menciptakan roda kegelapan untuk membunuh Zhang Yu.


Whut...


Boom!


Ledakan sangat kuat. Semua orang yang menyaksikan tidak bisa untuk tidak berpikir jika serangan itu akan melukai Zhang Yu. Akan tetapi, secara mengejutkan Zhang Yu benar-benar menahan serangan itu dan masih berdiri bahkan jika serangan roda kegelapan itu menghancurkan wilayah di sekitarnya.


Zhang Yu berdiri dan terdapat lapisan cahaya emas menyelimuti tubuhnya.


Ini seperti mimpi. Tapi semua ini benar-benar terjadi.


Mulut Long Ma, Wang Chen, bahkan Xiao Nie terbuka melihat hal itu. Wajah pasrah mereka yang lesu sekarang seperti menemukan harapan baru.


"Cahaya apa itu yang menyelimuti tubuhnya? Apa itu artefak pelindung tingkat tinggi?" tanya beberapa orang.


Long Shen yang berada bersama Zhang Yu merasakan perasaan yang tidak asing. Namun dia belum yakin sampai beberapa ingatan masuk ke dalam kepalanya.


"Jubah energi! Itu adalah kemampuan unik yang dimiliki Xiao Mu. Bagaimana Zhang Yu dapat menguasainya? Mungkinkah Xiao Mu juga mewariskan kemampuannya ini pada Zhang Yu saat berada di altar leluhur?" batin Long Shen.


Itu memang benar adalah jubah energi seperti yang Long Shen ketahui. Tetapi bukan pemberian leluhur Xiao Mu, itu adalah kemampuan garis darah Klan Xiao yang sesungguhnya. Zhang Yu berhasil mengaktifkannya saat simbol busur di keningnya bersinar, itu juga adalah simbol yang diberikan Leluhur Xiao Mu saat menandai dirinya dengan Xuan Yin.


"Patriark!" Tetua pertama dengan luka yang sangat parah mencoba mendekat ke tempat Xiao Nie. Dia pun mencoba memberitahu tentang kekuatan garis darah Klan Xiao, tapi Xiao Nie juga sudah melihatnya.


"Tidak ada satupun keturunan Klan Xiao yang mampu membangkitkan kekuatan garis darah klan setelah leluhur Xiao Mu. Tapi sekarang, Zhang Yu benar-benar memiliki kemampuan untuk membangkitkan kekuatan garis darahnya."

__ADS_1


"Dengan jubah energi, kekuatan Zhang Yu akan meningkat pesat. Mungkin ini adalah peluang yang kita miliki untuk mengalahkan Gao Ran. Terlebih Gao Ran sudah bertarung sangat lama, dia pasti sudah mulai kelelahan," tambah Xiao Nie.


Di sisi lain, Gao Ran juga merasakan perubahan yang terjadi pada Zhang Yu. Dia sedikit merasa cemas untuk waktu yang singkat, sebelum kepercayaan dirinya membuatnya menjadi arogan. "Aku sudah di tingkat abadi, bahkan jika dia mendapat anugerah surga ke empat juga tidak akan bisa mengalahkan ku!"


Dia kembali menciptakan roda kegelapan untuk meyakinkan dirinya jika yang terjadi pada Zhang Yu sebelumnya adalah kebetulan belaka. Serangan terkuatnya itu tidak mungkin gagal. Tidak untuk kedua kalinya!


Gao Ran mengayunkan pedangnya yang membuat roda kegelapan itu berputar begitu kencang.


Zhang Yu mengeluarkan bayangan cakar raksasa dari teknik pedang pembunuh. Dia melapisinya dengan cahaya emas yang berasal dari jubah energinya. Itu membuat teknik pedang pembunuh lebih kuat berkali-kali lipat.


Wush...


Kedua serangan melesat ke arah yang berlawanan. Sejenak keadaan sekitar menjadi hening saat keduanya bertemu di titik yang sama, kemudian disusul dengan luapan cahaya dan suara yang memekak telinga.


Dampak serangan ini bahkan lebih kuat dari serangan-serangan sebelumnya. Puluhan orang yang terluka dan berada tak begitu jauh dari tempat pertarungan pun tak elak terkena dampaknya.


Namun itu bukan akhir dari pertukaran mereka. Setelah ledakan yang dahsyat itu, mereka saling memburu dan bertukar serangan jarak dekat. Menggunakan kekuatan yang besar, membuat keadaan lereng gunung menjadi lebih berantakan.


"Sial! Bagaimana dia menjadi sekuat ini?!" Gao Ran berdecak kesal. Dia mengukur kekuatan Zhang Yu yang benar-benar setara dengannya. Hanya saja dia sangat sial karena sudah kehilangan banyak tenaga setelah pertarungan dengan ratusan binatang spiritual.


"Zhang Yu! Aku tidak akan menyerah. Bahkan jika tidak bisa menghancurkan daratan ini, aku harus membunuhmu untuk kematian saudaraku!" batin Gao Ran. Langkah yang dirinya ambil sudah terlalu jauh untuk memutar haluan.


Pertarungan menjadi sangat sengit. Kecepatan keduanya tak lagi dapat diikuti dengan mata telanjang. Selain suara dentingan pedang, yang dapat mereka lihat adalah jejak serangan yang menghancurkan apapun di sekitarnya. Bahkan gunung mayat binatang spiritual pun tak lepas menjadi target sasaran mereka.


Semua orang tahu jika masa depan daratan Zhen Yang kini hanya bergantung pada Zhang Yu. Pria yang jelas paling muda di antara mereka. Namun tanpa memandang remeh usianya, dia adalah pahlawan sebenarnya dalam pertarungan ini. Setidaknya, menunggu sampai pertarungan ini benar-benar berakhir.


Namun itu bukan lagi menjadi harapan semata, melihat Zhang Yu semakin menguasai jalannya pertarungan dan melihat Gao Ran yang terluka, hanya tunggu menghitung waktu sampai kemenangan jatuh ke tangan mereka.


"Kurang ajar! Bagaimana bisa situasi ini menjadi berbalik! Aku tak terima!" Meskipun begitu, tidak akan ada yang berubah dari hasil pertarungan itu. Setelah luka pertama yang bersemayam di tubuh Gao Ran, Zhang Yu tak berhenti mengayunkan pedangnya sampai tubuh sang lawan penuh dengan sayatan.


Sampai pada satu waktu, dia menggunakan teknik segel kuno setelah batas waktu pantangan baru saja berlalu. Dia menebar pola di sekeliling tempat Gao Ran berdiri, lalu mengaktifkan pola itu sehingga memperangkap Gao Ran yang tak bisa bergerak lagi di tempatnya.


"Zhang Yu!" teriak Gao Ran marah.


Zhang Yu berusaha menyetabilkan nafasnya, dia mengangkat ledang semesta, lalu mengeluarkan teknik pedang pembunuh untuk membunuhnya.


"Ini adalah akhir yang pantas kau dapatkan! Bunuh!"


Duar!

__ADS_1


Ledakan itu terjadi bersama dengan habisnya batas waktu jubah energi. Zhang Yu menengadahkan wajahnya, menampung darah yang jatuh dari langit seperti hujan yang membasahi tubuhnya.


Zhang Yu hampir terjatuh sebelum Xiao Nie datang memapah tubuhnya.


"Kakek, Guru, Tetua Pertama," Zhang Yu menurunkan pandangannya menatap wajah ketiga sosok yang bisa dikatakan sangat dekat dengannya.


"Zhang Yu, kau sudah menyelamat daratan ini. Sejarah pasti akan mengingat namamu!" ucap Tetua Pertama yang segera diangguki oleh Xiao Nie dan Wang Chen.


Bukan hanya mereka bertiga, tapi semua orang yang ada di sana juga mengakui jika Zhang Yu adalah pahlawan dalam pertarungan ini. Mereka semakin segan pada Zhang Yu ketika mengingat usianya yang masih sangat muda jika dibandingkan mereka semua.


Zhang Yu tak bisa berkata-kata lagi saat semua orang menyanjungnya. Tapi dia tiba-tiba mengingat tentang He Jiao yang sebelumnya berada di atas tebing dan sudah membantu mereka dengan pasukan binatang spiritualnya.


Namun saat melihatnya ke sana, Zhang Yu tak melihat keberadaan He Jiao. Itu membuatnya sedikit khawatir.


"Zhang Yu, sepertinya kau mengenal gadis ini. Dia terluka sangat parah. Organ tubuhnya jalur tak berfungsi." Pada saat itu kepala akademi sungai bambu datang sambil menggendong He Jiao.


Zhang Yu segera berjalan ke arahnya, dia melihat puluhan tabung logam yang menancap di tubuhnya, banyak sekali luka dan hampir semua disebabkan oleh tabung logam itu.


"Sepertinya dia terlalu memaksakan diri saat mencoba merebut kendali teknik pengendali jiwa. Dia mungkin akan mati," ucap Long Shen.


Zhang Yu menyipitkan mata, dia mencabut sebuah tabung logam yang menancap di tubuh He Jiao, kemudian berusaha menyalurkan Qi miliknya meski keadaannya juga masih tidak stabil.


Long Ma yang melihat Zhang Yu begitu berusaha menyelamatkan gadis itu pun merasa tak bisa hanya diam menyaksikan. Dia mengeluarkan beberapa ramuan penyembuh dan memberikannya pada Zhang Yu. "Coba berikan ramuan ini pada gadis itu."


Zhang Yu memberikan ramuan itu. Dia merasa tak bisa jika membiarkan He Jiao tiada. Dia sudah berjanji pada Bibi Han Rui untuk membawa putrinya kembali. Terlebih He Jiao sangat berjasa pada pertarungan menghadapi Gao Ran. Tanpa usahanya merebut kendali teknik pengendali jiwa, Gao Ran mungkin sampai saat ini masih hidup karena memiliki pasukan binatang spiritual sebagai bala bantuannya.


Uhuk!


Setelah beberapa lama, He Jiao memuntahkan seteguk darah segar dan dia perlahan mendapatkan kembali kesadarannya. Dia menatap beberapa wajah yang tak asing, kemudian mencoba duduk menegakkan tubuhnya.


"Zhang Yu, Kepala akademi, ...."


Ini menjadi akhir pertarungan mereka menghadapi kelompok pemberantas yang mencoba menghancurkan daratan Zhen Yang. Walaupun terdapat dua korban dari dua tetua akademi sungai bambu, tapi perjuangan mereka tidak akan pernah dilupakan dalam catatan kemenangan.


Zhang Yu yang menjadi tokoh utama pastinya menjadi pusat perhatian. Dalam waktu yang sangat singkat, hanya satu bulan, namanya sudah tersebar ke segala penjuru daratan Zhen Yang.


Kaisar Petarung. Itulah julukan yang disematkan padanya. Pahlawan yang mengalahkan kelompok pemberantas dengan pedang di tangannya. Menakjubkan!


Namun, sementara semua orang dari setiap kalangan sedang membicarakannya. Zhang Yu sendiri hanya berdiam di kediamannya, bersama sang istri dan juga putra semata wayangnya. Dia bersantai, bermalas-malasan, hanya menghabiskan persediaan makanan.

__ADS_1


"Jika ada kebahagiaan yang sempurna, itu adalah memiliki waktu yang luang untuk dihabiskan bersama keluarga. Jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang ada di sampingmu saat ini, sayangi, curahkan semua perasaan yang kau miliki agar tidak ada kata menyesal di kemudian hari" - Zhang Yu, Kaisar Petarung.


__ADS_2