
Pagi hari, Zhang Yu perlahan membuka mata lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar mencari keberadaan Xuan Yin.
Anehnya Xuan Yin tidak berada di sana yang seketika membuat Zhang Yu perlahan mengerutkan kening.
"Ke mana dia pergi?" gumamnya. Ketika Zhang Yu mulai berdiri, dia baru menyadari energi dalam tubuhnya bergejolak tidak menentu. Tanpa banyak bicara Zhang Yu segera mengambil posisi duduk bersila lalu dengan cepat mengolah energi kekuatan itu menjadi sumber daya tubuhnya.
Tepat ketika Zhang Yu memejamkan mata dan fokus menyerap energi itu, Xuan Yin memasuki gua sambil mengeringkan rambutnya.
Dia bukannya pergi sembarangan. Dia pergi ke danau untuk membersihkan diri.
"Mungkinkan dia masih berkultivasi?" Xuan Yin memperhatikan Zhang Yu. Dia dapat mengetahui situasi Zhang Yu karena sebelumnya juga dalam kondisi serupa.
Perlu digaris bawahi. Selain pihak pria, pemilik tubuh dewi bulan juga mendapat manfaat setelah melakukan kontak. Meski rasa sakit itu memang nyata dan bahkan rasanya seperti ada pisau yang membelah perutnya dari belakang, tapi dibanding dengan peningkatan setelahnya Xuan Yin berpikir rasa sakit itu sebenarnya masih dalam batas wajar.
Sekarang kultivasinya berada di tingkat senior bintang satu. Meningkat jauh dibanding sebelumnya yang masih di tingkat master. Tentu saja Xuan Yin sangat senang dengan peningkatan ini karena membuatnya lebih kuat dan lebih pantas bersanding dengan Zhang Yu.
"Mungkin aku akan menunggunya di luar," gumam Xuan Yin.
Tidak ada yang tahu kapan waktu kultivasi Zhang Yu akan berakhir. Jadi Xuan Yin memutuskan pergi keluar sekaligus menjaga gua ini dari serangan binatang spiritual.
Akan tetapi, lembah bunga sendiri hanya dihuni binatang spiritual tingkat rendah. Jika pun ada yang cukup kuat, itu pun hanya sampai di tingkat tiga yang setara dengan kultivator tingkat master. Jadi seharusnya tidak akan ada binatang spiritual yang mendekat karena takut dengan tekanan kekuatan yang terpancar dari tubuh Zhang Yu.
Pagi berganti siang dan siang berganti malam. Dalam waktu ini Zhang Yu terus mengalami peningkatan. Dari tingkat suci bintang satu naik ke bintang dua, bintang tiga, bintang empat dan bahkan sekarang dia berada di tingkat surgawi bintang satu.
Keajaiban seperti ini jika diceritakan pastinya dia akan disebut gila. Pasalnya, semua orang berusaha mati-matian meningkatkan kekuatan tapi Zhang Yu memiliki peningkatan begitu banyak hanya dalam satu malam.
Bahkan dalam tahap ini energi kekuatan dalam tubuhnya masih memancar seolah tidak bisa habis. Benar-benar luar biasa. Itu tak lain adalah kekuatan dari inti darah tubuh dewi bulan.
Keesokan paginya.
__ADS_1
Xuan Yin di luar gua masih menunggu Zhang Yu keluar. Sesekali melirik ke dalam tapi akhirnya hanya duduk sambil bersandar di pohon pinus sambil memanaskan daging bakar.
"Kenapa dia begitu betah di dalam sana. Apa dia tidak ingin pulang? Pasti semua orang sedang mencari keberadaannya." Xuan Yin ingat kemarin malam pergi secara diam-diam. Tidak memberitahu siapapun karena hal itu bahkan tidak ada dalam rencana.
Saat Xuan Yin masih sibuk memanggang daging untuk mengisi perutnya, ranting pohon yang digenggamnya tiba-tiba menghilang.
Eh...
Ketika dia berusaha mencarinya, Zhang Yu sudah duduk di sebelahnya membawa ranting pohon serta daging bakarnya.
"Apa masih sakit?" tanya Zhang Yu.
Xuan Yin tersenyum lalu menggelengkan kepala. "Tidak. Bahkan sudah tidak berasa sejak kemarin malam."
"Yang lebih penting adalah tingkat kultivasiku yang meningkat signifikan," tambahnya.
Zhang Yu melihat matanya, kemudian terkekeh pelan. "Jika begitu aku dapat melakukannya lebih sering, bukan?"
"Tidak masalah. Itu bukan seperti aku melakukannya hanya karena menginginkan kekuatan. Aku melakukannya karena itu adalah kau."
Wajah Xuan Yin semakin merah mendengar ucapan Zhang Yu. Dia memalingkan wajahnya lalu mendengus lirih.
"Dasar mesum!"
Zhang Yu tidak mengatakan apapun. Dia menyodorkan daging bakar yang sudah matang kepada Xuan Yin. Mereka makan bersama, duduk di bawah pohon pinus sambil menikmati suasana pagi di lembah bunga.
"Saat masih kecil, aku selalu bertanya apakah bisa hidup bahagia. Mengingat aku harus menggunakan identitas pangeran, aku berpikir kebahagiaan yang aku harapkan tidak pernah datang." Xuan Yin mengangkat wajahnya, bertahap mulai menyandarkan kepalanya ke bahu Zhang Yu.
Zhang Yu yang menyadari suasana hati Xuan Yin segera mendekap nya sambil mengelus kepalanya.
__ADS_1
"Siapa sangka aku bertemu denganmu di sini. Di lembah bunga."
"Meski saat itu ada kesalahpahaman dan banyak pertentangan dari kita berdua, tapi entah kenapa hal itu malah membuatku terus memikirkanmu. Sampai kita bertemu di akademi dan kemudian terjebak dalam altar bawah tanah yang ada di Alam Zhen Yang." Xuan Yin tiba-tiba menjadi bersemangat ketika bercerita tentang Alam Zhen Yang.
Mungkin karena saat itu adalah momen pertama kali dirinya terikat hubungan dengan Zhang Yu. Yang membuat hubungan mereka berkembang sejauh ini.
"Bagaimana denganmu? Apa kau juga merasakan perasaan yang sama?" tanya Xuan Yin tiba-tiba. Dia terlihat berharap agar Zhang Yu mau membagikan ceritanya.
Zhang Yu hanya diam. Dia mengingat bagaimana saat dirinya pertama kali bertemu dengan Xuan Yin dan dikatai mesum karena telah mengintipnya.
Itu adalah waktu pertama yang cukup berkesan. Terlebih setelah itu Zhang Yu mengetahui ternyata Xuan Yin adalah pangeran ketujuh dan dia memiliki identitas tersembunyi. Pertemuan dan interaksi yang intens perlahan menciptakan jalan untuk perasaannya.
"Tidak ada," bohong Zhang Yu yang membuat Xuan Yin mengerucutkan bibirnya kecewa.
"Ayo kita kembali ke klan. Khawatirnya saudara-saudaramu berpikir kau sudah kembali ke istana dan membawa rombongan pergi dari kota." Zhang Yu bangkit berdiri sambil menarik tangan Xuan Yin.
Meski Xuan Yin masih kesal, tapi dia berpikir apa yang dikatakan Zhang Yu masuk akal. Dia segera berdiri lalu ikut bersama Zhang Yu kembali.
Dalam perjalanan Xuan Yin terus memperhatikan wajah Zhang Yu. Dia menatapnya lekat karena merasa penasaran dengan tingkat kekuatannya sekarang.
"Sebelumnya dia berada di tingkat suci bintang satu. Apa jangan-jangan dia sudah berada di tingkat surgawi?" gumam Xuan Yin pelan.
Siapa yang mengira Zhang Yu mendengar gumamannya. Tapi bukannya menjawab dia hanya tertawa.
"Yin'er, sepertinya rombongan kereta Kekaisaran masih di kediaman Klan Zhang," ucap Zhang Yu sambil menunjuk deretan kereta kuda berlambang kekaisaran yang ada di dekat gapura pintu masuk kediaman klan.
Xuan Yin segera mengikat rambutnya dan mengubah penampilannya. Dia meminta Zhang Yu untuk masuk terlebih dahulu sebelum dirinya ikut masuk agar tidak ada yang curiga.
Zhang Yu pun setuju. Akan tetapi tepat pada saat ini sebuah suara mengejutkan mereka.
__ADS_1
"Ternyata kalian berdua ada di sini,"