
Dua pria berpakaian coklat itu sontak berhenti mendengar kalimat Zhang Yu. Mereka membalikkan badan sambil berusaha menyembunyikan kegugupan.
"A-ada apa? Apa tiga cincin itu masih kurang? Kami sudah tidak punya apapun untuk diberikan."
Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao tidak tahu apa yang akan dilakukan Zhang Yu. Ketiganya hanya diam ketika Zhang Yu tiba-tiba berjalan ke arah dua pria berpakaian coklat dan menangkap mereka.
"Kurang ajar! Apa-apaan kau ini?!" Pria pendek meraung marah saat Zhang Yu memiting tangannya di belakang.
"Lambang hati merah di pakaian sudah menjelaskan siapa kalian sebenarnya. Kalian adalah anggota bandit hati merah. Benar kan?"
Baru saat ini Wu Zetian dan dua gadis lainnya menyadari apa yang dikatakan Zhang Yu. Kerah dua orang ini terdapat lambang hati berwarna merah. Meski sangat kecil, tapi cukup untuk dilihat dengan mata.
Pria pendek terdiam beberapa saat setelah identitasnya diketahui. Sejurus kemudian dia menoleh ke belakang dengan tatapan sangar. "Bagus sekali! Kau tahu siapa kami dan tetap tidak melepaskannya? Kau harus tahu, siapapun yang mencari masalah dengan Bandit Hati Merah tidak akan berakhir baik."
Plak!
Baru saja pria pendek menyelesaikan ucapannya, satu tamparan melesat menggampar wajahnya.
"Persetan! Kami datang memang untuk mencari kalian. Dan kalian datang menampakkan diri? Inilah yang dinamakan masuk ke mulut singa!" dengus Wu Zetian. Dia mengelus tangannya puas setelah memberi tamparan.
Raut wajah pria pendek seketika berubah. Berpikir dengan menunjukkan identitas empat orang ini akan ketakutan dan melepaskan mereka, tapi ....
"Saudaraku, kenapa kalian memilih untuk bermusuhan dengan kami? Bagaimana jika aku memberikan semua hartaku pada kalian?"
"Siapa yang kau sebut saudara? Kami bukan saudaramu!" balas Wu Zetian sengit.
Pria pendek merinding mendapat bentakan. Dia melihat tangan yang sudah bersiap menampar, tubuhnya gemetar teringat tamparan beberapa saat lalu yang masih sangat terasa. Dia langsung meminta maaf dengan ketakutan.
"Apa yang kau rencanakan untuk mereka?" tanya Tang Yue.
"Lebih baik kita pergi dari sini terlebih dahulu," kata Zhang Yu lalu membawa dua anggota bandit hati merah pergi.
Pengunjung rumah makan yang penasaran ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Namun saat menyaksikan di luar, kekacauan ini telah berakhir.
...
Tengah malam di hutan pinus.
"Zhang Yu, apa kau yakin ini akan berhasil?"
"Aku juga tidak yakin. Apa mereka benar-benar akan terkecoh dengan rencana kita?"
Sementara dua orang di belakang terus bertanya, Zhang Yu hanya fokus mengendalikan kuda menarik kereta.
Karena ada berita yang mengatakan serangan bandit kerap terjadi di wilayah hutan pinus, maka kali ini mereka menggunakan rencana penyamaran dengan berpura-pura menjadi saudagar.
Satu kereta utama berada di depan dan satu kereta barang membawa peti hitam besar tepat di belakang. Zhang Yu menjadi kusir, tiga lainnya ada di dalam kereta.
__ADS_1
"Kita masuk lebih dalam, sebaiknya kalian bersiap."
Mendengar ini Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao benar-benar bersiap. Tak lagi banyak bicara dan fokus memeriksa setiap jengkal wilayah di sekitar.
Sun duduk di atas atap kereta, sesekali akan berdiri seperti sedang melakukan pemantauan.
Satu gerakan terdeteksi dari arah kanan. Semak-semak bergoyang tapi Zhang Yu tetap tenang dan hanya memperingatkan tiga rekan lainnya.
Waktu terus berjalan, begitu pula dengan kereta kuda. Semakin jauh mereka memasuki wilayah hutan pinus, pergerakan penguntit kian tak terkendali. Yang semula sangat berhati-hati, kini tak ragu bahkan jika keberadaan mereka diketahui.
Zhang Yu menyunggingkan senyum samar. Dia mulai menarik tali kekang kuda lalu secara bertahap menghentikan kereta.
Tindakan janggal ini membuat penguntit merasa heran. Tapi mereka tetap mendekat.
"Cepat lihat kenapa keretanya tiba-tiba berhenti," perintah seorang pria berikat kepala.
Sepuluh orang berkumpul di belakang lalu berjalan maju untuk mencari tahu alasan kereta ini tiba-tiba berhenti.
Saat melihat ke depan, mereka terkejut karena tak mendapati kusir kuda di tempatnya.
"Kakak Li, kusir keretanya menghilang!"
Pria berikat kepala mengerutkan kening mendengar informasi dari orang-orang yang memeriksa.
"Hilang? Bagaimana mungkin bisa hilang?" Sambil bicara, pria bernama Li Dan memeriksa ke dalam kereta. Tapi yang mengejutkan ternyata kereta juga dalam keadaan kosong.
Sebelas orang saling memandang dan terlihat bingung.
"Kakak Li, apa mungkin mereka menyadari keberadaan kita dan lari menyelamatkan diri?" ujar seorang dari mereka.
"Itu mungkin saja. Mereka ketakutan dan tak lagi mempedulikan barang bawaannya," sahut yang lain.
Li Dan masih terlihat ragu. Dia kembali memeriksa dengan masuk ke dalam kereta utama memastikan tidak ada ruangan rahasia atau tempat persembunyian lainnya.
Setelah benar-benar memastikannya dia keluar lalu berjalan menuju kereta barang yang terhubung di belakang.
"Satu kuda dapat menarik dua kereta? Ini sedikit mencurigakan." Li Dan mengerutkan kening. Biasanya satu kuda untuk satu kereta. Memang ada rasa kuda tertentu yang kuat menarik dua kereta, tapi melihat bagaimana kereta sebelumnya berjalan cukup cepat membuatnya bertanya-tanya barang apa yang ada di dalam ketika hitam besar ini.
"Cepat buka petinya!"
"Kakak Li, lebih baik kita bawa kembali ke markas dan buka petinya di sana. Aku khawatir akan ada bantuan atau jebakan yang disiapkan untuk kita."
Kalimat ini membuat Li Dan terdiam. Beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepala. "Baik, kita kembali ke markas!"
Kelompok bandit itu akhirnya membawa pergi kereta kuda ke markas mereka. Sebuah gua di tengah hutan pinus.
Tidak membutuhkan waktu terlalu untuk sampai. Kereta kuda diparkir tepat di depan mulut gua dan.
__ADS_1
"Kakak Li, apa perlu kita memanggil ketua dan anak-anak yang lain?" tanya satu dari mereka pada Li Dan.
Li Dan melihat ke mulut gua, biasanya akan ada beberapa orang yang berjaga tapi sekarang kosong melompong. "Kita buka saja terlebih dahulu. Setelah tahu isinya baru melapor pada ketua."
Baik baik!
Mereka berbondong-bondong mengerumuni peti dengan wajah mereka berseri membayangkan keuntungan yang akan didapatkan.
"Aku yakin ini adalah sesuatu yang berharga!"
"Mungkin ini adalah emas atau sumber daya."
Mereka terus berasumsi sembari tangan berusaha menghancurkan gembok. Ketika tidak ada lagi penghalang mereka segera membuka peti hitam itu dengan semangat.
Akan tetapi suatu yang ada di dalamnya sangat jauh dari apa yang mereka bayangkan.
"I-ini ...."
Semua tercengang. Tidak bisa berkata-kata bahkan nafas sempat tertahan beberapa detik.
"Kakak Li, ...."
Li Dan juga dapat melihat apa isinya. Bukan emas atau barang berharga lainnya. Peti hitam ini berisi dua manusia. Yang lebih mencengangkan mereka mengenakan pakaian bandit hati merah.
"Kakak Li, sepertinya mereka berdua masih hidup."
Li Dan mengernyitkan dahi, dia segera memerintahkan sepuluh orang itu untuk mengeluarkan dua teman mereka dan melepas ikatannya.
Akan tetapi ketika mereka baru memasukkan tangan ke dalam peti, empat serangan datang dari kegelapan dan langsung menghempaskan mereka.
Sepuluh orang terjungkal dari atas kereta, Li Dan menekuk wajahnya dan menatap ke sumber serangan.
"Kurang ajar! Keluar kau jika berani!" Li Dan yakin yang menyerang mereka adalah pemilik kereta kuda.
Mereka melakukan rangkaian cara ini bahkan membawa dua anggota bandit hati merah dalam peti. Jelas semua ini telah direncanakan meski tidak tahu secara pasti kenapa mereka melakukan semua ini.
Empat orang keluar dari kegelapan menjawab tantangan Li Dan. Zhang Yu, Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao. Mereka berempat berdiri dengan aura terpancar keluar dari tubuh masing-masing.
Raut wajah Li Dan semakin serius. "Jadi kalian yang melakukannya? Kalian menangkap dua anggota bandit hati merah dan mengikatnya dalam peti?"
"Ya, itu kami!"
Li Dan termenung beberapa saat, ekor matanya melirik ke sepuluh rekannya yang baru saja bangkit. "Kalian sangat berani! Tapi bukan pilihan yang bagus untuk berurusan dengan bandit hati merah!"
Zhang Yu mendengus dingin.
"Bagus atau tidak itu bukan urusan kalian."
__ADS_1