Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 175 : Kematian Xiao Lang dan Xiao Yuze


__ADS_3

"Sampai kapan kau akan memelukku?"


Wajah Xuan Yin memerah saat sadar dirinya sudah memeluk Zhang Yu cukup lama. Dia segera melepas pelukannya kemudian mengambil kembali pedangnya di tanah sambil mundur beberapa langkah.


"Bibi ...."


"Ibu sudah keluar."


"Apa? Benarkah?" tanya Xuan Yin ragu. Dia bahkan tidak menyadari saat Xiao Mei melintas diam-diam di samping mereka. Memikirkan Xiao Mei menyaksikan bagaimana mereka berpelukan membuat dirinya sedikit gugup.


"Ayo kita keluar."


Zhang Yu memegang tangan Xuan Yin lalu menariknya keluar bersamanya. Mereka menuju ke tempat berkumpul tapi pandangan Xuan Yin tak bisa lepas dari mayat-mayat yang berserakan di antara pohon bambu. Terlebih kondisi mereka cukup mengenaskan dengan tubuh tanpa kepala.


"Mereka pantas menerimanya," kata Zhang Yu seolah mengerti apa yang ada dalam kepala Xuan Yin.


Xuan Yin menganggukkan kepala. "Aku tahu. Mereka bukan hanya menghancurkan wilayah Klan Xiao, tapi juga melukai banyak orang. Tidak ada hukuman yang pantas selain kematian untuk hal yang mereka lakukan."


"Akhirnya kalian kembali."


Suara Xiao Mei terdengar dari kejauhan. Wanita itu tersenyum saat menatap Zhang Yu dan Xuan Yin seolah menyiratkan pesan tertentu.


Zhang Yu terlihat tenang, tapi tidak dengan Xuan Yin yang sedikit canggung.


Tepat bersama dengan itu orang-orang klan termasuk wanita dan anak-anak datang ke wilayah hutan bambu. Ada yang terluka, tapi mereka tak khawatir atau cemas karena musuh telah dikalahkan.


"Tetua Ketiga, Tetua Keenam, kalian pimpin beberapa orang untuk membersihkan mayat-mayat ini. Yang lain ikut denganku kembali ke kediaman."


"Baik Patriark Sepuh."


Dengan meninggalkan belasan orang tetap berada di wilayah hutan bambu mengumpulkan mayat orang-orang Istana Roh. Xiao Nie bersama yang lain kembali ke kediaman.


Dan di sana mereka disambut oleh pasangan ayah dan anak yang sedari awal memang tak pernah meninggalkan kediaman.


"Kalian sudah kembali? Syukurlah musuh telah dikalahkan."


Yang lain tidak menyadari keanehan ini. Tapi Xiao Nie memiliki kecurigaan terhadap putra sulungnya tersebut.


"Kau dari mana saja?" tanya Xiao Nie.


Untuk beberapa saat Xiao Lang terhenyak, kemudian tertawa seolah tidak mengerti maksud pertanyaan ayahnya.


"Aku ada urusan. Baru saja kembali."


"Tapi kenapa Xiao Yuze ada di sini? Bukankah dia masih dalam masa hukuman? Seharusnya dia masih di dalam ruang isolasi," kata Zhang Yu.

__ADS_1


Terlihat wajah Xiao Lang memerah saat mendengar ucapan Zhang Yu. Begitu pula dengan Xiao Yuze yang seketika tersulut emosi.


"Musuh datang ke wilayah Klan Xiao. Kau pikir aku akan diam di sana dan menunggu ajal?" balas Xiao Yuze.


Tapi Zhang Yu malah tertawa dengan jawaban tersebut. "Tidak ada yang tahu kekuatan musuh secara menyeluruh. Bukankah konyol kau mengkhawatirkan keselamatanmu sedang ruang isolasi memiliki penghalang khusus yang sudah ada sejak ratusan tahun."


"Kecuali memang kau mengetahui kekuatan musuh dan rencana mereka. Baru setelah itu penjelasanmu sangat masuk akal."


Setiap kata seperti genderang perang yang ditujukan untuk Xiao Yuze. Wajah pria itu suram sesuram-suramnya.


"Omong kosong! Kau yang tidak masuk akal!" bentak Xiao Yuze.


Namun orang-orang klan juga dapat berpikir sendiri. Mempertimbangkan alasan Xiao Yuze dan kalimat Zhang Yu, bahkan orang bodoh pun tahu di mana yang terlihat mencurigakan.


Situasi sangat tidak memungkinkan bagi Xiao Lang. Pria itu sangat jengkel dan marah Pada Zhang Yu yang seolah mencoba membongkar rahasianya.


"Cukup!"


Suara Xiao Lang menggema. Begitu suasana menjadi lebih tenang, dia melanjutkan kalimatnya.


"Xiao Yuze hanya melakukan upaya untuk menyelamatkan diri. Itu manusiawi karena dia tahu ada bahaya. Tapi kau malah berpikir macam-macam sehingga menciptakan kesalahpahaman."


Melihat Zhang Yu terdiam, Xiao Lang berpikir telah berhasil membungkamnya. Tapi tidak disangka Zhang Yu malah mengeluarkan sebuah gulungan dengan pita berwarna hitam.


"Paman, bagaimana kau akan menjelaskannya?Aku menemukan gulungan atas namamu dari cincin penyimpanan pemimpin fraksi serigala, Ning Feng."


Seketika mata Xiao Lang terbelalak sempurna. Dia sungguh tak percaya Zhang Yu bahkan mendapatkan surat percakapannya dengan Istana Roh.


Bukankah semua ini akan terbongkar begitu semua orang melihatnya?


Tidak! Jangan sampai semua orang mengetahuinya.


Saat ini dalam kepala Xiao Lang hanya ada pikiran untuk merebut gulungan itu. Kesempatan pun datang saat melihat Zhang Yu lengah. Tangan Xiao Lang bergerak cepat hendak merampas nya. Tetapi sayang Zhang Yu segera menyadarinya dan menyembunyikan di balik punggungnya.


"Paman, apa yang kau lakukan?"


Xiao Lang menjadi panik. Terlebih saat ratusan pasang mata sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Gulungan itu pasti palsu. Yang kau lakukan saat ini adalah berusaha menjelekkan namaku. Benar bukan?"


Zhang Yu tertawa. Dia lalu membuka gulungan itu yang membuat wajah Xiao Lang benar-benar pucat.


Xiao Nie yang penasaran pun membaca gulungan itu. Begitu melihat pesan yang dituliskan di sana, matanya menjadi penuh amarah.


"Xiao Lang!"

__ADS_1


Tubuh Xiao Lang gemetar. Bahkan jika saat ini dirinya adalah patriark klan, tapi dalam segi kekuatan dirinya masih jauh di bawah ayahnya dan Tetua Pertama.


"Ayah. Gulungan itu palsu!"


Xiao Nie mendengus. "Kau tidak melihat isinya secara langsung. Bagaimana kau tahu itu gulungan palsu?"


"Terlebih aku sangat mengenali tulisan tanganmu. Kemudian bagaimana orang-orang Istana Roh mengetahui lorong rahasia dan cara membuka pintu tempat perlindungan darurat. Aku tidak ingin percaya dengan surat ini, tapi kenyataan benar-benar membuatku kecewa."


Tangan Xiao Lang bergetar saat mendengar ucapan Xiao Nie. Matanya tertuju pada Zhang Yu dan ingin melampiaskan kemarahan padanya.


Semua salah Zhang Yu. Karena Zhang Yu tiba-tiba muncul membuat Xiao Yuze kehilangan posisinya. Semua usaha yang telah dilakukan hanya untuk membuka jalan Xiao Yuze, lenyap dan hangus hanya karena kehadirannya.


Bahkan Xiao Yuze harus mendekam dalam ruang isolasi selama dua tahun. Itu membuat Xiao Lang frustrasi sehingga mengambil jalan pintas agar putranya dapat bebas.


Semua hal ini, bagaimana mungkin Xiao Lang dapat menerimanya?!


Namun ....


Saat Xiao Lang hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba datang petir menyambar tubuhnya.


Blar!


Xiao Yuze yang berada di samping ayahnya pun juga terkena sambaran petir tersebut. Sekejap mata tubuh mereka terbakar hingga berubah menghitam.


Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Tidak ada yang tahu juga datangnya petir tersebut. Semua terdiam melihat dua tubuh yang mulai mengeras dan kaku. Tapi di saat yang sama juga ada kekhawatiran karena berpikir mungkin saja itu adalah serangan dari musuh.


"Mereka meninggal," kata Tetua Pertama. Hal ini semakin mengejutkan semua orang. Terlebih saat gumpalan cahaya tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"I-ini ...."


Xiao Nie menahan nafasnya untuk dua detik. Kemudian dia segera menangkupkan kedua tangan dengan hormat.


"Salam kepada leluhur!"


Butuh beberapa waktu bagi yang lain ikut memberi salam. Meski tidak tahu secara pasti, tapi mereka yakin Xiao Nie tidak mungkin bermain-main atas nama leluhur.


"Pengkhianatan adalah kesalahan yang tak bisa dimaafkan. Siapapun yang mengkhianati klan pantas untuk mati." Suaranya menggema di udara. Setiap kata yang diucapkan penuh dengan penekanan seolah itu adalah peringatan.


"Bocah. Kali ini aku benar-benar akan pergi. Aku percayakan Klan Xiao kepadamu. Jangan kecewakan aku."


Zhang Yu mengangkat wajahnya untuk melihat ekspresi beberapa orang di sekitarnya. Tapi yang mendengar pesan terakhir itu hanyalah dirinya.


"Junior ini pasti akan berusaha menjaga Klan Xiao. Bahkan jika itu harus mengorbankan nyawa."


Setelah mendengar jawaban Zhang Yu gumpalan cahaya itu memudar sebelum menghilang dari sana. Semua mengakhiri sikap hormat mereka, termasuk Xiao Nie yang sekarang menatap Zhang Yu dengan penasaran.

__ADS_1


"Ini pertama kalinya leluhur menampakkan diri. Apa itu artinya Zhang Yu berhasil mendapatkan warisannya?"


__ADS_2