Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 105 : Satu Berakhir Yang Lain Datang


__ADS_3

Zhang Yu dan kelompoknya masuk lorong sebelah kanan. Beberapa saat setelah punggung mereka menghilang dalam jangkauan penglihatan, seorang pria keluar dari persembunyian.


Fiuh...


"Hampir saja aku ketahuan. Tapi ...." Kalimatnya berhenti menatap belasan mayat yang bertumpang tindih di depannya.


"Bahkan Wen Bailuo terbunuh di tangannya. Mereka bersama-sama juga masih tidak bisa mengalahkannya. Aku tidak mengira ternyata dia sangat kuat." Ketika mengatakannya mata pria itu memerah menunjukkan kebencian.


Pakaian biru putih jelas menunjukkan identitasnya sebagai murid Akademi Kekaisaran. Dia adalah Jiang Fu.


Sejak awal bertemu dengan kelompok Wen Bailuo, Jiang Fu mengikutinya diam-diam. Ketika melihat kedatangan kelompok beberapa orang yang memberi informasi tentang Zhang Yu, dia tak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya.


Jiang Fu sangat bersemangat untuk menyaksikan bagaimana Zhang Yu terbunuh. Dia bahkan sudah menyiapkan kata-kata untuk melampiaskan dendamnya.


Tapi ternyata jauh dari apa yang ia pikirkan. Wen Bailuo juga kalah di tangannya. Bahkan satu kelompok terbunuh di tangannya.


"Zhang Yu, ini belum berakhir!" Sesaat dia tersenyum, lalu lanjut bicara, "Siapa suruh kau mencari masalah dengan Klan Yan. Aku hanya membantu mereka dalam mengenalimu. Kau tunggu saja, kupastikan kau tidak akan keluar dari tempat ini!"


Jiang Fu tertawa memikirkan semua rencananya. Meski harus kecewa karena Wen Bailuo gagal, tapi masih ada Klan Yan yang akan membantunya balas dendam.


Lolos dari Wen Bailuo itu masih biasa. Tapi Jiang Fu yakin Zhang Yu akan tiada di tangan Klan Yan.


...


Di tempat lain.


"Zhang Yu, apa kau sungguh tidak apa-apa?"


"Kenapa aku tidak baik-baik saja?" tanya balik Zhang Yu mendapat pertanyaan dari Wu Zetian.


Wu Zetian mendengus tidak puas. "Sebenarnya apa yang kau temukan di ujung lorong tadi? Apa ada sesuatu?"


"..."


Zhang Yu sejenak merenung, lalu menggelengkan kepala. "Tidak ada. Kenapa kau berpikir aku melihat sesuatu?"


Wu Zetian seperti akan mengatakan sesuatu. Tapi dia langsung menariknya kembali dan memilih menyimpannya sendiri.


Mereka berempat terus melangkah mengikuti rute. Akan berhenti ketika bertemu dengan jalan bercabang, lalu setelah berpikir beberapa saat segera mengambil keputusan.


Mereka pun dengan cepat mencapai lantai keempat. Jika di lantai kedua terdapat beberapa bilik dengan peninggalan di dalamnya dan lantai ketiga menemukan beberapa senjata kelas menengah, di lantai keempat mereka mendapat kitab dan beberapa barang berharga lainnya.


"Ada tiga jalan di depan kita. Arah mana yang akan kita ambil?" Perjalanan kembali terhenti ketika bertemu dengan persimpangan.


Jika biasanya hanya akan ada dua cabang, sekarang terdapat tiga lorong berbeda terpampang di depan mata.


"Zhang Yu? Bagaimana menurutmu?" tanya mereka setelah pikiran sendiri buntu dan bingung.

__ADS_1


Namun untuk beberapa lama Zhang Yu masih terdiam. Telinganya terus bergerak seperti mendengar sesuatu, dia melirik ke belakang diam-diam dan mengkonfirmasi ada sekelompok orang yang mendekat.


"Ada tiga jalan di depan kita. Kita tidak tahu mana jalan yang benar. Jadi bagaimana jika kalian bertiga berpencar untuk memeriksanya?"


Kalimat Zhang Yu sontak membuat ketiganya membulatkan mata. Mereka menatap dan diam.


"Kami berpencar? Jadi kau akan ikut dengan siapa?" tanya Wu Zetian.


"Aku akan tetap di sini dan berjaga. Siapa yang tahu akan datang sekelompok orang tak diundang yang berpikir dapat membuat keributan."


Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao saling memandang. Tidak satu pun di antara mereka yang mengerti arti ucapan Zhang Yu. Tapi juga budak satu pun yang memiliki gagasan untuk ide lainnya.


"Mungkin ini ide yang bagus. Sepanjang perjalanan dalam pagoda naga hampir seluruh keputusan dan analisa kita serahkan pada Zhang Yu. Sudah waktunya kita juga berkontribusi dalam perjalanan ini."


Wu Zetian dan He Jiao manggut-manggut dan merasa perkataan Tang Yue sangat masuk akal. Mereka segera berpencar mengambil sisi sebelah kanan dan kiri, sementara Tang Yue mengambil jalan tengah.


Zhang Yu melihat mereka terus menjauh dan melirik ke belakang diam-diam. Sun yang bertengger di pundak juga merasakan kehadiran sekelompok orang ini tapi pihak lain masih bersembunyi.


Baru setelah menyadari gelagat Zhang Yu yang aneh mereka keluar dari persembunyian. Lima orang berpakaian merah. Tak perlu mencari tahu lagi Zhang Yu mengenali pakaian itu adalah milik Klan Yan.


"Ternyata kau sudah menyadari keberadaan kami."


Zhang Yu tak membalas kalimat ini. Matanya berselancar liar menelisik dan memperkirakan kekuatan mereka.


"Mereka lebih kuat dari kelompok Klan Yan sebelum-sebelumnya. Tapi masih kurang untuk datang mencari masalah denganku," batin Zhang Yu sangat tenang.


Setidaknya lima orang ini berada di tingkat master bintang satu dan dua. Jadi untuk dirinya yang berada di tingkat master bintang lima harusnya tidak menjadi masalah.


Lima pedang bergerak bersama mengincar satu titik yang sama. Tapi Zhang Yu dengan mudah menghindarinya.


Bahkan tidak cukup sampai di sana. Zhang Yu membuka telapak tangan yang semula terkepal dan melempar gumpalan energi seperti bola pada mereka.


Boom!


Dua dari lima orang langsung terpental. Tiga orang lainnya tertegun, tapi masih berniat untuk melanjutkan pertarungan ini.


Bayangan perintah yang dikeluarkan untuk membunuh Zhang Yu terbesit dalam kepala. Juga tentang hadiah yang akan didapat jika benar-benar berhasil membunuhnya.


Ini adalah kesempatan. Mereka tak mungkin melewatkannya.


"Kalian masih bisa?" tanya satu dari tiga orang yang masih berdiri.


Dua orang yang jatuh kembali berdiri dan merapat kembali dengan tiga temannya. "Aku baik-baik saja. Hanya lengah sedikit dan itu berakhir buruk. Aku sangat menyesal."


Mereka berpikir hal itu terjadi karena lengah sesaat, sehingga Zhang Yu dapat memaksimalkan celah menjatuhkan mereka. Namun kelimanya saat ini bertekad tidak akan melakukan kesalahan yang sama.


"Dia orang ikut aku menyerang dari samping. Satu orang dari depan dan satu orang lainnya dari belakang ...."

__ADS_1


"..."


Mereka mengatur bagaimana cara bertarung dengan Zhang Yu. Begitu serius dan tampak yakin cara ini akan berhasil.


Zhang Yu hanya melihat bagaimana mereka berputar dan terus berputar di sekelilingnya. Dia menarik sedikit sudut bibirnya dan diam-diam mencibir.


Benar-benar konyol! Apa yang mereka lakukan?


Setelah lebih dari lima detik melakukannya, mereka tidak lagi berputar melainkan diam di tempat. Saling melirik dan melempar kontak mata.


"Sekarang! Maju!"


Diam lima detik lalu tiga orang maju menyerang dari samping.


Zhang Yu memutar tubuhnya berkelit dengan sempurna. Pedang melintas di sampingnya, dia langsung menendang pedang itu lalu mencengkram tangan satu dari ketiga pria dan membantingnya.


Blam!


Tubuhnya menghantam dengan keras.


Dua lainnya yang melihat satu rekan tak sadarkan diri sontak menjadi murka. Mereka berlari sambil menodongkan pedang, berniat mengincar Zhang Yu malah menusuk teman sendiri.


Jleb!


Dua pedang menusuk tepat di perutnya. Pria itu yang awalnya tak sadarkan diri segera memuntahkan seteguk darah segar dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Kedua teman yang tak sengaja membunuhnya, secara tak sadar mundur tanpa menarik pedangnya. Tangan gemetar dengan tatapan bersalah.


Zhang Yu membuang mayat pria yang tiada setelah menjadikannya perisai. Dia mengambil dua pedang yang menancap di tubuhnya dan melemparnya kepada dua pria yang masih berdiri tak bereaksi.


Jleb!


Jleb!


Mungkin masih terlalu syok dengan apa yang baru saja terjadi. Dua pedang itu menancap di kepala mereka dengan begitu mudah.


Dua teman yang tersisa juga tertegun dan tak bisa melakukan apapun. Rencana awal adalah pengalihan sebelum mereka menyerang dari depan dan belakang, tapi sepertinya saat ini sudah tidak memungkinkan.


Zhang Yu mengangkat wajahnya menatap dua orang yang tersisa. Pakaian merah yang melambangkan keberanian seolah mundur menjadi putih polos. Wajah pucat dan tangan tak sanggup mempertahankan cengkeraman pedang.


Cit...


Suara Sun menjadi tanda kematian yang tak lama lagi akan datang. Zhang Yu berkelebat cepat, bergerak seperti bayangan yang kemudian yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.


Dua orang itu menyadarinya. Tapi sebelum bereaksi Zhang Yu sudah mengakhiri pertarungan dengan kematian mereka.


Gludak!

__ADS_1


Dua tubuh jatuh tersungkur dengan mata terbelalak. Setelah kematian pun mereka seolah tak percaya akan berakhir seperti itu. Tapi kematian tidak dapat ditunda juga tidak dapat dibatalkan.


l


__ADS_2