Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 86 : Dua Pemuda


__ADS_3

"Apa yang dilakukan kadal ini?"


Zhang Yu menatap serius sosok binatang spiritual di depannya. Meski sejak kedatangannya kadal bersayap ini hanya diam tak bergerak Zhang Yu tak akan menurunkan kewaspadaan.


Agaknya kadal bersayap dewasa menatap mayat-mayat kadal bersayap kecil di sekitarnya.


Dari sini dapat disimpulkan kadal bersayap dewasa ini adalah induk, sementara belasan kadal bersayap kecil adalah anak-anaknya.


Lima menit berlalu. Setelah puas melihat mayat anak-anaknya, kadal bersayap dewasa melangkah maju sambil membentangkan sayapnya.


Mulut terbuka, lalu kemudian bola api seukuran kepala orang dewasa menyembur dari tenggorokannya.


Boom!


Zhang Yu dapat menghindarinya. Dia melompat dua langkah ke kiri sehingga bola api itu hanya menyasar hamparan tanah.


Namun upaya kadal bersayap dewasa untuk membalaskan dendam anak-anaknya tidak berhenti sampai di sana. Dia mengaum dengan suara yang serak seperti seekor singa, kemudian terbang dengan sayapnya melesat sambil menggerakkan rahang.


Bagai capit besar bergigi yang ingin mengambil daging. Rahangnya tampak begitu menyeramkan.


Sayangnya dia tidak memiliki cukup kecepatan untuk mengimbangi kekuatan besarnya. Zhang Yu berkelit dari kanan ke kiri lalu mendorong pedangnya dengan lapisan Qi berwarna merah kekuningan.


Trank!


Zhang Yu terkejut menyadari kulit kadal bersayap dewasa sangat tebal. Senjata kelas atas seperti pedang semesta saja kesulitan menembusnya. Lantas bagaimana dengan senjata kelas menengah dan bawah?


"Sepertinya kadal bersayap ini berada di tingkat ketiga. Jadi aku harus berhati-hati saat menghadapinya." Zhang Yu menempatkan pedang di depan dada sembari tatapannya terus tertuju pada kadal bersayap dewasa.


Sejurus kemudian dia mulai mengayunkan pedangnya berniat mencoba gerakan teknik pedang utara yang telah dilatihnya dua bulan terakhir.


Meski belum cukup mahir tapi Zhang Yu yakin gerakannya sudah dapat diandalkan.


Sepertinya kadal bersayap dewasa juga tidak sabar untuk mengakhiri pertarungan. Dia kembali membuka sayapnya, lalu untuk kedua kalinya terbang seperti anak panah.


"Hum ... Serangan ini lagi?" Zhang Yu sudah mengantisipasi hal ini. Dia bersiap menahannya. Tapi siapa yang mengira dalam satu waktu kadal bersayap dewasa memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat lalu menggunakan ekor untuk menyerang.


Blam!

__ADS_1


Lapisan pelindung yang terbuat dari Qi hancur berkeping-keping ketika lesatan ekor memukulnya dengan keras. Zhang Yu mundur puluhan langkah dan kembali memasang kuda-kuda.


"Ternyata dia bisa melakukan serangan kombinasi. Ini mengejutkan!" gumam Zhang Yu.


Setelah berpikir sejenak Zhang Yu langsung menyerang dengan teknik pedang utara.


Gerakan pertama adalah kelembutan. Gerakan kedua dan ketiga adalah kecepatan, lalu gerakan keempat dan kelima adalah ketangkasan.


Ketika lima gerakan dasar ini dikombinasikan, kadal bersayap jelas tak bisa mengimbangi dengan tubuh besarnya yang lambat.


Kadal bersayap terpelanting menghantam tanah, lalu terhempas dengan kuat menghancurkan batu.


Meski begitu kulit kadal bersayap dewasa sangat kokoh. Dengan serangan seperti itu dia masih bisa berdiri lagi, bahkan bangkit untuk menyerang.


Pertarungan menjadi menegangkan ketika kadal bersayap mengerahkan seluruh kekuatannya. Zhang Yu juga tak meremehkan dengan menghadapinya penuh kewaspadaan.


Pada satu waktu mereka beradu kekuatan serangan. Kumparan energi yang kuat membuat angin berputar di sekitar.


Zhang Yu memanfaatkan kesempatan ini lalu mengangkat pedangnya menciptakan bayangan cakar dengan kuku berwarna merah.


Naas itu keputusan yang konyol. Begitu kadal bersayap dewasa benar-benar menahannya secara langsung, tubuhnya yang tidak lebih besar langsung terpental.


Darah tampak mengalir dari kepalanya, agak hitam dan kehijauan.


Ini pertama kalinya kadal bersayap dewasa terluka oleh serangan Zhang Yu. Tapi sekali lagi harus diakui kulitnya sangat tebal dan kuat sehingga hanya terluka ringan.


Cit cit...


Sun yang ada di pundak mencoba memperingatkan. Zhang Yu mengangkat wajahnya lalu dengan cepat berkelebat menghindar menyadari ada energi kekuatan dari titik buta mencoba mengincarnya.


"Kurang ajar! Siapa yang menyerang ku?!" Wajah Zhang Yu menegang melihat belati yang menancap di tanah.


Itu jelas bukan ulah binatang spiritual, tapi ada seseorang yang ingin mencelakainya.


Tapi siapa?


Zhang Yu mengedarkan pandangan mencari sosok yang mencoba memunggunginya. Tapi minimnya pengetahuan tentang tempat ini menyulitkan Zhang Yu untuk mendeteksinya.

__ADS_1


Di waktu yang sama kadal bersayap dewasa bangkit sambil menggoyangkan kepala. Dia mencoba membuka sayapnya, tapi sepertinya kedua sayap terluka karena serangan sebelumnya.


Zhang Yu tersenyum sekilas. "Sekarang kau tidak bisa terbang. Ini akan menjadi lebih mudah."


Zhang Yu mengangkat pedangnya untuk mengeluarkan teknik pedang pembunuh. Dia mengayunkan tangan lalu bayangan cakar meluncur dengan cepat.


Kadal bersayap mengetahui serangan ini. Dia yang sebelumnya telah merasakan kekuatannya sekarang mencoba merangkak menghindarinya. Tapi kaki pendeknya tidak bisa bergerak dengan cepat.


Sebelum keluar dari jangkauan, bayangan cakar sudah mendarat dan memicu satu ledakan hebat. Tak ayal tubuh kadal bersayap dewasa terpelanting untuk yang kesekian kalinya. Tapi kali ini bukan hanya luka biasa. Beberapa luka yang cukup berat terlihat di punggung dan kepalanya. Luka yang parah itu juga membuat kadal bersayap kehilangan kesadarannya. Dia pingsan, tapi tidak begitu lama karena detik berikutnya Zhang Yu menusuk luka di punggungnya hingga merobek perut mengoyak isi di dalamnya.


Sekali lagi satu musuh telah dikalahkan. Namun Zhang Yu tidak buru-buru menyimpan pedangnya karena ingin mencari pemilik belati yang sebelumnya berniat mencelakainya.


"..."


"Belati ini termasuk senjata kelas menengah. Tidak semua murid memilikinya dan memperlakukannya seperti senjata tidak berharga."


Zhang Yu berpikir orang ini pastinya adalah murid dalam. Dan ketika memikirkan tentang murid dalam Zhang Yu hanya dapat menyebut satu nama. Wen Bailou, apa dia yang melakukannya?


Ketika Zhang Yu masih menelisik belati itu dan berusaha menebak siapa pemiliknya, satu belati lain datang dari arah yang sama.


Syut...


Belati bergerak dengan sangat cepat. Jika Zuang Yu tidak sigap pastinya bukan tanah yang terbelah, tapi kepalanya.


"Lagi-lagi belati kelas menengah. Apa ada murid di akademi yang memiliki kemampuan untuk bertindak seperti ini?"


Jika itu senjata yang digunakan dalam pertarungan tentu Zhang Yu tidak akan kaget. Tapi melihat belati ini seperti belati sekali pakai, sulit bagi Zhang Yu untuk tak melihatnya dengan penuh kebingungan.


"Jika bukan murid dalam, yang dapat bertindak seperti ini hanya ketujuh pangeran. Apa itu salah satu dari mereka?"


"Sepertinya tidak semua orang-orang ini sangat payah. Ternyata ada yang cukup memiliki kemampuan."


Suara ini mengambang di udara. Zhang Yu mencari-cari dengan memutar tubuhnya tiga ratus enam puluh derajat, tapi tak menemukan sosok yang bicara.


Sampai satu ketika, dua orang pemuda mengenakan pakaian merah muncul entah dari mana.


Raut wajah Zhang Yu menjadi rumit ketika melihat mereka. Pakaian yang jauh berbeda sudah menjelaskan bahwa mereka bukan bagian dari Akademi Kekaisaran. Lantas siapa mereka?

__ADS_1


__ADS_2