Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 65 : Membantu Wu Zetian


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Setelah melewati proses kultivasi di menara kultivasi, saat ini Zhang Yu merasakan kekuatannya berada di tingkat master bintang tiga.


Dia mulai beranjak dari posisinya, melihat batas waktu ruangan yang akan segera berakhir pada pintu ruangan.


"Hanya tersisa tiga jam. Lebih baik aku keluar sekarang."


Zhang Yu menempelkan token identitasnya untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka, puluhan orang telah menunggu di depan ruangannya.


"Pintu terbuka!"


"Pintu terbuka!"


Mereka benar-benar tidak waras. Zhang Yu hampir tidak bisa pergi karena mereka datang seperti gulungan ombak. Beruntung ada sedikit celah yang dapat dimanfaatkan untuk jalur keluar.


Tidak perlu waktu lama bagi ruangan kosong itu kembali terisi. Satu murid berhasil masuk, sementara sisa murid lainnya harus menunggu ruangan lain.


Zhang Yu meninggalkan lantai keempat turun melewati tangga. Saat sampai di lantai pertama dia melihat Tang Yue yang berdiri di ambang pintu dengan wajah cemas. Kadang berjalan ke kiri dan kanan sambil berkacak pinggang.


Awalnya Zhang Yu berpikir untuk mengabaikannya karena merasa Tang Yue punya urusan di sini. Tapi saat gadis itu menyadari keberadaannya, dia langsung berlari dengan terburu-buru.


"Zhang Yu, akhirnya kau keluar!"


Zhang Yu merasa ada yang aneh dari sikap Tang Yue. "Ada apa?"


"Ini tentang Wu Zetian. Sekarang dia berada di aula pelatihan sedang menghadapi masalah. Segeralah ke sana!"


"Sebenarnya ada apa? Ceritakan dengan jelas."


"Ini berawal ...."


...


Aula pelatihan.


Banyak murid berkumpul di sana menyaksikan tiga murid merundung satu murid lainnya. Tidak cukup sampai di sana, bahkan tiga murid luar itu masih membawa bekingan seorang murid dalam yang berdiri agak jauh dan menyaksikan aksi mereka.


"Xu Ciang, apa kau akan berhenti sampai di sini? Satu dua pukulan biasa tidak cukup untuknya. Kau harus memberinya pelajaran untuk membalasnya."


Pria mengenakan jubah murid dalam, Wen Bailou, berkata pada pria yang berdiri di depan Wu Zetian.


Huh!

__ADS_1


"Tentu saja. Ini belum berakhir." Xu Ciang melirik pada dua temannya yang berdiri di samping kanan kirinya. "Ayo beri dia pelajaran!" ucapnya.


Wu Zetian merapatkan gigi dan mengangkat pedangnya.


"Ternyata kau belum menyerah. Aku akan membuatmu mampus!" Wei Zhang dan kedua temannya bergerak menyerang, tiga pedang mengincar Wu Zetian.


Namun sebelum dapat mencapainya, sesosok bayangan hitam berkelebat dan menghempaskan Xu Ciang dan kedua temannya.


"Sial! Siapa yang berani menyerang diam-diam?!" Wajah Xu Ciang sangat marah. Dia bangkit dan menepuk tubuh belakangnya yang kotor.


Wen Bailou memandang ke sana melihat sosok yang baru saja datang dan bertahap mengernyitkan dahi.


Wu Zetian yang melihat siluet punggung yang akrab tidak bisa menahan lengkungan senyum di bibirnya.


"Zhang Yu?!" Dia termenung dan bergumam tanpa sadar.


"Kau begitu buruk." Zhang Yu melirik Wu Zetian dengan ekor matanya.


Pria gemuk yang biasanya mengenakan pakaian rapi dan mahal sekarang tampak kacau. Bukan hanya pakaian yang berantakan, tapi rambut bahkan wajah babak belur dengan beberapa luka di lengannya.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Zhang Yu.


Wu Zetian langsung menunjuk Xu Ciang dan kedua temannya. "Mereka. Itu mereka."


Hum?


Angin seakan berhenti berhembus, tapi hawa dingin meluap dari berbagai sisi. Tubuh Xu Ciang tiba-tiba merasakan tekanan yang sangat kuat hingga mengekang tubuhnya.


"Aura kekuatan apa ini?! Apa ini sungguh berasal darinya?" Xu Ciang berkedip lalu secara bertahap mengendalikan ekspresinya.


"Siapa kau?! Jangan ikut campur urusan orang!"


Zhang Yu kembali tersenyum dingin. "Kalian melukai temanku. Tentu saja aku tidak akan diam."


"Banyak omong. Memangnya kenapa jika temanmu terluka? Sekarang aku ingin lihat apa yang dapat kau lakukan pada mereka jika aku ada di sini."


"Kak Bailou!" Xu Ciang dan dua temannya yang awalnya terlihat ragu sekarang menunjukkan wajah angkuh.


Karena Wen Bailou sudah turun tangan, tidak ada yang akan bertindak terhadap mereka.


"Kau diam? Apa keberanianmu sudah hilang?" cibir Wen Bailou.


Zhang Yu hanya berdecak pelan. "Kau tidak akan bisa menahanku jika ingin memukul mereka."

__ADS_1


"Omong kosong!" Wen Bailou berteriak marah mendengar ucapan sombong Zhang Yu.


Namun Zhang Yu tidak menggubris. Satu detik kemudian dia melesat sangat cepat melewati Wen Bailou.


Wen Bailou tercengang hingga matanya terbelalak lebar. Satu detik Zhang Yu telah berada di belakangnya, lalu satu detik lagi satu pukulan menghantam wajah Xu Ciang.


Xu Ciang hanya bisa berteriak histeris saat tinju terbenam di wajahnya. Tidak bisa bertahan apalagi menghindar. Dia hanya bisa pasrah saat tubuhnya terhempas puluhan langkah.


Dua teman Xu Ciang ketakutan sampai kaki gemetar dan terjatuh kehilangan tumpuan, Wen Bailou membalikkan badan dan wajahnya sangat gelap.


Dalam peringatannya murid luar ini masih berani menyentuh orang dalam perlindungannya. Terlebih semua terjadi di hadapan begitu banyak murid luar. Bukankah ini sama saja dengan melempar kotoran tepat di wajahnya?


Zhang Yu berjalan melewati Wen Bailou seolah tidak ada siapapun di depannya. Dia melangkah ke tempat Wu Zetian lalu mengulurkan tangan mengajaknya kembali ke kediaman.


Namun bagaimana bisa mereka pergi dengan mudah? Wen Bailou seorang murid dalam baru saja dipermalukan oleh seorang murid luar. Dia tidak akan tenang sebelum membalasnya.


"Tunggu! Kemana kau akan pergi?!"


Karena Zhang Yu tak menghiraukan ucapannya, Wen Bailou datang langsung padanya dan menghalangi jalannya.


"..."


Saat akan mengatakan sesuatu, seorang wanita datang dan berdiri di antara Wen Bailou dan Zhang Yu.


"Wen Bailou, apa yang kau lakukan di sini?"


Wajah marah Wen Bailou berangsur berubah melihat sosok wanita ini. "Meng Hua, aku hanya ...."


"Bukankah sudah ada aturan murid dalam tidak boleh sembarangan datang ke pelataran luar? Kau mau mendapat hukuman?" kata Meng Hua lagi.


Wen Bailou menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal dan mencari alasan. Tapi Meng Hua tidak menerima alasan apapun dan meminta Wen Bailou pergi atau dia akan memberitahu tetua.


Wen Bailou tidak punya pilihan selain pergi. Tapi saat akan pergi dia berhenti tepat di samping Zhang Yu untuk memperingatkannya. "Masalah ini belum berakhir. Kau lihat saja, aku pasti datang lagi untuk memberimu pelajaran!"


Setelah kepergian Wen Bailou, Meng Hua meminta semua murid bubar. Untuk Xu Ciang, dia pingsan dan sudah di bawa pergi oleh dua temannya.


"Senior Meng Hua, terima kasih karena telah membantu kami." Wu Zetian mengatakan dengan tulus.


"Aku hanya kebetulan lewat dan tak sengaja melihat keributan di sini. Selain itu memang ada peraturan yang melarang murid dalam memasuki wilayah pelataran luar tanpa izin atau alasan khusus."


Zhang Yu memapah Wu Zetian pergi dari sana karena dia tidak bisa berjalan dengan benar. Kakinya terluka, juga dia kehabisan tenaga setelah bertarung menghadapi tiga orang selama lebih dari dua setengah jam.


Sementara semua orang meninggalkan aula pelatihan, Jiang Chen yang juga menyaksikan di tempat masih bergeming menatap dua punggung yang terus menjauh itu dengan ketidaksenangan.

__ADS_1


Matanya menatap penuh kebencian dan dendam. "Sayang sekali Senior Meng Hua datang mengacaukan semua. Padahal sedikit lagi Zhang Yu akan babak belur di tangan Wen Bailou."


"Tapi ini juga sebuah kesempatan. Aku dapat mempengaruhi Wen Bailou agar mencari masalah dengan Zhang Yu. Ya, aku yakin ini akan berhasil!"


__ADS_2