
"Zhang Yu, bagaimana keadaanmu?"
Karena khawatir dengan keadaan ibunya, Zhang Yu meninggalkannya sendiri di luar wilayah Klan Wen. Tentu saja Xiao Mei sangat khawatir mengingat Zhang Yu berkata jika kemungkinan Patriark Klan Wen berada di tingkat suci bintang satu.
Xiao Mei baru bisa bernafas lega setelah melihat Zhang Yu kembali tanpa terluka. Senyum yang indah tampak di antara bibirnya menyambut kedatangan sang putra.
"Apa kau sudah mendapat informasi di mana ayahmu sekarang?" tanya Xiao Mei.
Karena seluruh kota tidak tahu di mana Klan Zhang saat ini, mencari informasi dari Klan Wen adalah tujuan utama kedatangan mereka. Tentu saja tujuan lain adalah membalas perbuatan mereka.
"Sudah. Kemungkinan saat ini ayah dan yang lain berada di lembah tengkorak."
"..."
Xiao Mei menyatukan kedua alisnya mendengar nama tempat tersebut.
"Lembah tengkorak? Bukankah itu lembah yang terkenal berbahaya dan tak banyak di datangi orang?" Xiao Mei pernah tinggal di Kota Qian Gu sebelum melahirkan Zhang Yu, jadi sedikitnya mengingat beberapa hal termasuk nama lembah tengkorak.
"Itu adalah tempat paling berbahaya di Kota Qian Gu. Kemungkinan besar ayah dan yang lain pergi ke sana demi menghindari Klan Wen."
Xiao Mei menganggukkan kepala. "Jadi ayo kita ke lembah tengkorak. Jemput mereka kembali."
"Baiklah, ayo Ibu!"
Keduanya melesat menuju lembah tengkorak. Membayangkan bertemu kembali dengan Zhang Long, Zhang Bing dan yang lain membuat mereka sangat tidak sabar. Bahkan saat itu hari sudah larut malam dan sebentar lagi akan berganti hari, tapi mereka tak sekali pun berpikir untuk berhenti.
Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan jauh, Zhang Yu dan Xiao Mei sampai di mulut lembah tengkorak pagi-pagi buta.
Saat akan memutuskan masuk, langkah mereka terhenti saat Zhang Yu menemukan beberapa keping emas di tanah dengan potongan gagang senjata.
"Apa itu milik Klan Zhang?" tanya Xiao Mei.
Sejenak Zhang Yu hanya diam sambil memutar gagang pedang itu untuk mencari tahu. Senyum di wajahnya mengembang saat melihat simbol Klan Zhang di sana.
"Benar. Ini milik Klan Zhang."
Mereka pun semakin yakin dengan informasi yang telah didapatkan. Tidak membuang banyak waktu mereka melanjutkan langkah untuk memasuki lembah.
"Zhang Yu, bukankah lembah tengkorak terkenal berbahaya? Tapi kenapa tidak ada satupun binatang spiritual yang muncul setelah masuk sejauh ini?" tanya Xiao Mei heran.
"Itu karena kita masih berada di wilayah terluarnya. Hanya ada binatang spiritual tingkat satu, dua dan tiga di sini. Tetapi sepertinya mereka takut untuk keluar karena merasakan aura kekuatan kita."
Xiao Mei menganggukkan kepala. Meski tingkat kultivasinya sudah tidak naik sejak tinggal di ruangan isolasi, tapi dirinya juga tidak terlalu lemah dengan kultivasi tingkat grand master bintang sembilan.
__ADS_1
Tidak terasa mereka hampir mencapai perbatasan antara lembah bagian luar dan bagian dalam. Pada saat itu Zhang Yu merasa seperti ada yang memperhatikannya. Mengamati dari kejauhan seperti seorang penguntit.
"Sebelah sana! Di balik pohon pinus!" kata dewa naga.
Zhang Yu pun spontan mengangkat wajahnya ke arah yang dimaksud. Menemukan pohon pinus berukuran besar yang ada di sebelah kanan.
"Ibu, tunggu di sini sebentar."
"Kau akan kemana?" tanya Xiao Mei.
"Aku harus memeriksa sesuatu. Tidak akan lama, aku akan segera kembali." Setelah mengatakan itu Zhang Yu segera pergi ke arah pohon pinus.
Menyadari orang yang diperhatikan menemukan tempat persembunyiannya, sosok pemuda berpenutup wajah itu berniat melarikan diri. Tetapi kecepatan Zhang Yu jauh di luar pemahamannya. Dua kedipan mata dan mereka sudah saling berhadapan.
Pemuda itu terjatuh karena terkejut. Zhang Yu mendekat lalu merampas penutup wajahnya.
Dia terkejut saat melihat siapa pria di depannya. "Zhang Shu!"
Zhang Shu mengerjapkan mata beberapa kali sambil menelisik sosok di depannya. Baru setelah beberapa detik dia mulai mengenalinya.
"Zhang Yu! Kau Zhang Yu?" Putra Tetua Ketiga itu perlahan bangkit sambil terus mengamati Zhang Yu.
Zhang Yu melempar penutup wajah itu kepada Zhang Shu. "Di mana ayahku, Patriark dan yang lain?"
Zhang Shu dulu adalah pengikut Zhang Feng. Tapi setelah acara kedewasaan saat dia kalah dari Zhang Yu mengubah dirinya menjadi lebih baik.
"Aku sudah tahu. Aku datang ke sini untuk mengajak kalian kembali ke kota."
"Apa?" Zhang Shu terdiam beberapa detik sebelum menggelengkan kepala.
"Klan Wen sudah menguasai Kota Qian Gu. Kita bersembunyi di sini untuk menghindari mereka. Jika kita keluar, mereka pasti akan memburu kita."
"Tidak akan," kata Zhang Yu tegas.
Tentu saja ini membuat Zhang Shu penasaran sekaligus bingung. "Apa maksudmu? Apa Klan Wen berniat membiarkan kita?"
"Tidak. Mereka sudah lenyap."
"..."
Butuh beberapa waktu bagi Zhang Shu mencerna kalimat ini. Dia diam, kemudian secara bertahap matanya membulat sempurna.
"Lenyap? Klan Wen lenyap? Siapa yang melakukan?" tanya Zhang Shu bertanya dengan tidak sabar.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara. Ayo ikut denganku." Zhang Yu ingat ibunya masih menunggu di tempat sebelumnya. Jadi mengajak Zhang Shu pergi ke sana untuk menjemputnya.
"Zhang Yu, siapa dia?" tanya Xiao Mei penasaran.
Hal yang sama juga dirasakan Zhang Shu, tapi dia hanya diam sambil memperhatikan Xiao Mei lebih seksama.
"Ibu, dia Zhang Shu, putra Tertua Ketiga."
Mendengar ini Xiao Mei menganggukkan kepala dengan antusias. "Zhang Shu? Oh, kau bocah kecil anak tetua ketiga. Apa kau mengingatku, aku pernah menggendong mulai dulu saat masih kecil."
Zhang Shu semakin bingung. Dia menatap Xiao Mei dan Zhang Yu secara bergantian lalu beberapa perspektif muncul dalam benaknya tapi dia masih tidak berniat mengungkapkannya.
"Ibu, Zhang Shu ini yang akan membawa kita ke tempat ayah dan yang lain."
"Ayo Zhang Shu, tunjukkan jalannya."
Zhang Shu benar-benar seperti orang mabuk yang tidak mengerti apapun. Terlalu banyak hal dalam kepala yang membuatnya bingung. Dia pun berjalan memandu arah untuk ke tempat orang-orang klan.
Awalnya tidak ada yang mengenali Zhang Yu untuk pertama kali. Sampai seseorang dari mereka menyebut wajahnya mirip dengan putra tetua kedua. Tapi meski begitu mereka masih ragu karena menurut informasi Zhang Yu berada di Akademi Kekaisaran.
"Zhang Shu, siapa yang kau bawa kembali?" tanya Tetua Keenam, Zhang Zhou.
Namun bukan Zhang Shu yang menjawabnya. Melainkan Zhang Yu yang segera membuka mulutnya sambil menyapa. "Lama tidak bertemu Tetua Keenam. Apa kau sehat?"
Sontak puluhan orang yang berkumpul di sana termasuk Zhang Zhou terjingkat kaget.
"Zhang Yu! Itu sungguh Zhang Yu" seru mereka bersama-sama.
Keributan di area depan wilayah tempat persembunyian pun menarik perhatian lebih banyak orang. Tetua lain termasuk Zhang Long datang karena samar-samar mendengar nama putranya.
"Zhang Yu! Kau kah itu?"
Seketika kerumunan berpencar ketika melihat kedatangan Zhang Long. Pria setengah baya itu benar-benar merindukan putranya hingga langsung memeluknya begitu sampai di hadapannya.
"Ayah ...."
"Tidak terasa lima tahun telah berlalu sejak kau meninggalkan kota. Kau sekarang sudah tumbuh sebesar ini, Ayah sungguh tak menyangka."
Zhang Long seperti tak ingin mempedulikan hal lain dan fokus memeluk putranya. Tetapi sosok wanita yang berdiri beberapa langkah di belakang Zhang Yu membuatnya mengusap mata tak percaya.
Bertahap secara pasti Zhang Long melepas pelukannya lalu berjalan ke arah Xiao Mei.
"Mei'er," gumamnya.
__ADS_1
Xiao Mei juga tak bisa menahan lebih lama perasaan yang berdebar dalam hatinya. Dia langsung memeluk Zhang Long yang seketika dibalas langsung oleh pria itu.
"Mei'er, aku sangat merindukanmu." Zhang Long ingin mengatakan itu. Tapi mulutnya seolah kelu, penuh dengan perasaan haru yang membuat matanya berkaca-kaca.