
"Zhang Yu!"
Zhang Yu yang sudah waspada bersiap menghadapi musuh pun langsung mengarahkan pedang semesta ke sumber suara. Dia bahkan hendak melayangkan satu tebasan fatal andai tidak mengenali siapa yang datang dan segera menarik tangannya ke belakang.
Tong Ziyan menahan nafas saat merasakan hembusan angin menerpa wajahnya. Bilah pedang milik Zhang Yu hampir saja mengenainya, dia tidak cukup cepat untuk menghindar dan berpikir untuk pasrah jika benar-benar mengenainya.
Cukup beruntung tebasan nya sudah dialihkan dan meleset.
"Zhang Yu, ...." Gadis itu masih menstabilkan nafasnya.
Zhang Yu awalnya berpikir yang datang adalah musuh yang ingin mencari masalah dengannya. Siapa sangka ternyata Tong Ziyan, gadis yang bertemu dengannya di dekat gerbang.
"Zhang Yu, kau jangan mengambil jalan ini. Tiga ratus meter ke depan ada beberapa orang Klan Yan yang akan menyergapmu."
Ketika mendengar ucapan Tong Ziyan, Zhang Yu mengangkat wajahnya menerawang ke depan.
Klan Yan? Tidak heran jika mereka akan bertindak. Tapi jika tidak mengambil jalan ini, jalan mana lagi yang akan ia gunakan?
Pada saat ini Tong Ziyan mengeluarkan dua buah caping. Lalu mengajak Zhang Yu untuk mengambil jalan tikus.
"Aku sangat mengenal wilayah ini. Jadi aku akan mengantarmu pergi."
Zhang Yu bahkan belum sempat bicara tapi gadis itu sudah melesat cepat mengambil gang kecil yang ada di samping salah satu bangunan.
Sementara tiga ratus meter di depan, belasan orang berpakaian merah berdiri di beberapa tempat sambil bersembunyi.
Setelah tiga puluh menit menunggu, mereka pun keluar dengan perasaan bingung.
"Apa-apaan ini? Di mana dia? Bukankah kalian bilang dia sudah meninggalkan gedung Saturnus?" Yan Xue menatap nyalang belasan orang di sekitarnya.
Tak ayal mereka menjadi panik dan buru-buru menjelaskan. "Kami sangat yakin beberapa waktu lalu dia sudah keluar meninggalkan gedung Saturnus. Harusnya dia sudah lewat jalur ini."
Yan Ran menaruh tangannya di pinggang dan bergumam pelan, "Dia mungkin sudah mengetahui rencana kita. Percuma kita menunggu di sini, dia tidak akan datang."
__ADS_1
Yan Xue mengepalkan tangan dan berjalan dengan langkah gontai kembali ke ke gedung Saturnus. "Jika begitu ayo kita kembali dan mencarinya!"
"Itu tidak berguna. Karena dia mengetahui rencana kita, sudah pasti sudah mengambil jalan lain untuk pergi. Kita mencari ke sana hanya buang-buang waktu dan tenaga." Suara beratnya menyadarkan semua orang.
Meski tidak terima, tapi juga tidak bisa menyangkal hal itu.
"Jadi apa kita akan melepaskannya begitu saja?"
Yan Ran menghela nafas. "Bagaimana lagi? Mencarinya juga tidak mungkin menemukannya. Selain itu dia hanya melukaimu sedikit, tidak begitu parah, jadi lebih baik kembali ke klan."
"Ayo!" ajak Yan Ran pada belasan orang lainnya.
Yan Xue bergeming beberapa saat di tempat dengan kesal. Dia terluka seperti itu masih bisa dikatakan ringan? Jadi apa harus terbunuh dulu baru dikatakan luka serius?
Kurang ajar!
Yan Xue menghentakkan kaki marah ketika mengingat wajah Zhang Yu. Jika ada kesempatan untuk bertemu, dia tidak akan melupakan dendam ini.
Di tempat lain, Zhang Yu sudah pergi cukup jauh dengan Tong Ziyan. Mereka berhenti di pinggiran kota dekat dermaga.
"Seharusnya di sini sudah aman. Tapi apa kau benar-benar akan pergi meninggalkan kota? Aku bisa meminta ayahku untuk membantumu menyelesaikan kesalahpahaman ini," kata Tong Ziyan yang membuat Zhang Yu menautkan kedua alisnya.
Apa maksud ucapannya? Kesalahpahaman apa yang dimaksudnya?
Menyadari pertanyaan di wajah Zhang Yu, Yong Ziyan kembali berkata. "Sejak awal masalah antara kau dengan Yan Xue disebabkan olehku. Jadi aku ingin membantumu menyelesaikannya."
"Ayahku mengenal Patriark Klan Yan, setelah mengatakan beberapa kata pasti akan menyelesaikan segalanya."
Zhang Yu tak mengatakan apapun tentang hal ini. Tong Ziyan salah mengira. Dia berpikir saat itu ia menyerang Yan Xue karena membantunya. Padahal sejak awal dirinya memiliki masalah dengan Klan Yan. Juga sikap Yan Xue yang membuatnya kesal hingga memberinya pelajaran.
Bahkan jika ayahnya, Tuan Besar Tong turun tangan juga tidak akan menyelesaikan masalah. Hal itu malah akan mengungkapkan identitasnya di depan orang-orang Klan Yan.
"Terima kasih karena sudah menunjukkan jalan, aku pergi sekarang."
__ADS_1
"Eh.. Tunggu dulu!" cegah Tong Ziyan. Gadis itu lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari cincinnya penyimpanannya dan menyerahkannya ke tangan Zhang Yu.
"Apa ini?" tanya Zhang Yu.
Tong Ziyan tersenyum. "Bukalah dan kau akan mengetahuinya."
Tentu saja Zhang Yu sangat penasaran. Ketika dia membuka dan membacanya, raut wajahnya membeku dan spontan menatap Tong Ziyan.
"Aku mengawasimu sejak berada di ruang lelang. Aku juga selalu mengikutimu setelah meninggalkan ruang lelang. Aku menyadari kau sedang mencari informasi tentang pertarungan surga. Jadi sengaja menyalin dari kitab yang dimiliki ayahku tentang pertarungan itu."
Pengakuan Tong Ziyan ini membuat Zhang Yu terkejut. Tapi juga tidak bisa untuk tidak berterima kasih padanya karena memberi informasi yang ia butuhkan.
"Jika begitu, aku pergi." Setelah itu Zhang Yu naik ke sebuah kapal.
Tong Ziyan di belakang menatap punggungnya sambil melambaikan tangan. Dia mengenakan kembali capingnya kemudian bersiap kembali khawatir ayahnya cemas karena dia menyelinap pergi secara diam-diam.
"Adik, apa yang kau lakukan di sini?"
Satu tangan kokoh menahan pundak Tong Ziyan yang akan berbalik. Tong Ziyan mengenal suara ini dan seketika mengangkat wajahnya dengan antusias.
"Kakak! Kau sudah kembali?"
Pria mengenakan pakaian hitam itu tersenyum membuat Tong Ziyan kembali bertanya. "Apa kau kembali karena ingin mengikuti pertarungan surga?"
"Tentu saja. Aku sudah menunggu sangat lama untuk mengikuti pertarungan surga. Bagaimana mungkin melewatkannya."
"Jika begitu kau harus berusaha semaksimal mungkin dan tunjukkan bahwa Klan Guang salah telah menelantarkanmu. Tang Zhou, bukan sampah yang dapat digunakan terlantarkan!"
Pria berpakaian hitam kembali tersenyum.
"Sudah kubilang jangan panggil aku Tang Zhou, margaku adalah Guang. Guang Zhou."
"Cih, untuk apa masih memakai marga itu? Bukankah mereka tidak menghargaimu? Selain itu kau akan ikut dalam pertarungan surga mewakili keluarga Tong. Jadi lebih baik ganti dengan marga Tong saja sekalian," celetuk gadis itu.
__ADS_1