Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 166 : Rencana Xiao Yuze


__ADS_3

"Masih belum berhenti! Cahaya merah terus bergerak naik!"


Akhirnya setelah pergerakan dinamis yang dilakukannya, cahaya merah itu berhenti di separuh kolom ketiga.


"Enam puluh persen!" Xiao Nie berujar dari tempatnya. Tak tahu lagi apa yang harus dia katakan, yang jelas dia sangat senang karena untuk pertama kalinya sejak seratus tahun yang lalu ada generasi muda yang memiliki persentase darah di atas lima puluh persen. Ini adalah harapan. Ini adalah kabar baik bagi Klan Xiao.


Setidaknya membutuhkan beberapa waktu bagi Xiao Nie untuk menstabilkan ekspresinya dan menjadi lebih tenang.


"Zhang Yu, kau dapat kembali," ucapnya. Zhang Yu yang masih berada di atas platform pun secara perlahan melangkahkan kakinya turun.


Xiao Mei, Xiao Zhiqian, Xiao Yujin dan beberapa orang lainnya segera menghampiri Zhang Yu sambil mengucapkan selamat padanya. Orang-orang klan yang menyaksikan pun ikut bersorak menyambut genius baru dan harapan baru dalam klan mereka.


Namun di saat sebagian besar orang senang dengan hal ini, Xiao Yuze merasa tubuhnya terbakar karena marah dan kesal. Terlebih ketika mendengar orang-orang Klan begitu mengelu-elukan Zhang Yu. Dirinya hampir tak bisa mengendalikan diri untuk bersikap tenang.


"Ayah, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Xiao Yuze.


Dalam beberapa tahun terakhir Xiao Yuze menjadi jenius pertama yang mendapat posisi istimewa di Klan. Posisi tersebut membuatnya nyaman hingga tak ingin melepaskannya. Akan tetapi secara perlahan semua berubah sejak kedatangan Zhang Yu. Puncaknya, hari ini posisinya benar-benar dijatuhkan hingga tak punya kesempatan untuk berdiri kembali. Dia tidak terima. Dia ingin mengambil semua yang seharusnya menjadi miliknya.


"Tidak ada yang dapat kau lakukan. Sekarang semua orang telah mengakuinya," jawab Xiao Lang sambil menggeleng kepala frustrasi. Meski dirimu adalah Patriark yang memegang kendali klan, tapi mustahil untuk meyakinkan ratusan anggota klan setelah melihat sendiri dengan mata kepala mereka.


"Ini salahmu karena rak melakukannya dengan baik. Seharusnya kau memeriksanya lagi daripada duduk diam di sini," ucap Xiao Lang mendumal.


Xiao Yuze juga sangat menyesal kenapa dirinya tidak memeriksanya. Andai tak ceroboh, mungkin situasinya masih akan berpihak padanya.


Sial!


"Tapi aku tidak mau menyerah di sini!" Setelah mengatakannya Xiao Yuze bangkit dari kursinya kemudian pergi dari sana.


Kemana lagi jika bukan ke ruang isolasi. Karena Zhang Yu sekarang menempati posisi yang lebih tinggi darinya, kesempatan untuk membalikkan keadaan hanya jika dirinya berhasil mendapatkan inti darah tubuh dewi bulan.


Bahkan jika masih tidak cukup untuk membangkitkan kekuatan darah sejati, setidaknya dia akan mendapatkan kembali posisinya sebagai genius pertama dalam kelompok generasi muda.


Brak!


Pintu terbuka cukup keras mengejutkan Xuan Yin yang ada di dalam ruangan. Seketika Xuan Yin beranjak dari tempatnya melihat Xiao Yuze yang datang.


"Kenapa kau datang kemari? Bukankah tes darah sudah selesai? Kau bukan lagi kandidat untuk memenuhi perjanjian itu." Hasil tes darah sudah menyebar di antara penjaga. Meski Xuan Yin tak pernah meninggalkan ruang isolasi tapi dia tak ketinggalan hasilnya. Bahkan sebelum tes darah itu dimulai dia sudah yakin Zhang Yu akan melampaui Xiao Yuze dan tak mengecewakan dirinya.


Wajah Xiao Yuze memerah dipenuhi emosi. Tangannya terkepal seperti ingin memukul. Namun dia tiba-tiba mengubah raut wajahnya dengan cepat. Dia tersenyum lalu mengeluarkan sebuah botol ramuan.


Xuan Yin merasa curiga dengan botol ramuan tersebut. Dia mundur saat Xiao Yuze berusaha mendekat. "Apa yang kau lakukan! Apa kau pikir dapat melakukan sesuatu padaku? Kau tak lagi berada di posisi untuk melakukannya."

__ADS_1


Brak!


Xiao Yuze menendang kursi di dekatnya dengan marah.


"Kau terlalu banyak bicara! Hari ini, aku akan mendapat apa yang aku inginkan."


Mengikuti kalimatnya Xiao Yuze mengeluarkan aura kekuatannya untuk menekan Xuan Yin. Dengan tingkat kultivasi Xuan Yin yang masih di tingkat master mustahil baginya bertahan dari aura kekuatan yang begitu besar. Tubuhnya bergetar saat mencoba lepas, keringat mengucur deras di antara keningnya.


Hem...


Xiao Yuze tersenyum sinis. "Di mana keberanianmu tadi? Bukankah kau sangat percaya diri dan berteriak di depanku?"


Xuan Yin ingin memukul mundur Xiao Yuze. Namun tekanan ini membuat tubuhnya sulit bergerak.


"Kau tidak bisa lari. Aku akan mengambil inti darahmu sekarang." Xiao Yuze berniat mencekoki Xuan Yin dengan ramuan yang dibawanya. Akan tetapi tepat satu detik sebelum hal itu terjadi, bayangan hitam berkelebat cepat lalu menepis tangan Xiao Yuze hingga menjatuhkan botol ramuan tersebut.


Pyar!


Xiao Yuze terkejut dan langsung melompat menjauh. Dia juga secara reflek menarik kembali aura kekuatannya untuk membentuk perisai sebagai pelindung tubuhnya. Sangat disayangkan bayangan hitam yang muncul tiba-tiba itu tidak berniat berhenti sampai di sana. Begitu melihat celah untuk menyerang dia menyerang membabi buta.


Blam!


Tubuh Xiao Yuze terpental menghantam tembok dengan keras. Rak di sampingnya bergoyang lalu jatuh menimpa kepalanya.


Brak!


"Tuan Muda ...."


"Berhenti! Maju satu langkah, aku tidak akan mengampuni kalian!"


Seketika dua penjaga yang hendak membantu Xiao Yuze mematung di tempat. Mereka merasa Xiao Yuze saat ini membutuhkan bantuan, tapi peringatan dari Zhang Yu terlihat bukan sekadar ucapan belaka.


Zhang Yu tak mempedulikan ekspresi dua penjaga. Dia mengambil pecahan botol ramuan itu kemudian berjalan ke tempat Xuan Yin. "Kau baik-baik saja?"


Xuan Yin hanya mengangguk kepala. Walau bagaimanapun menghadapi situasi seperti ini pastinya sedikit membuatnya terkejut. Zhang Yu merangkulnya, kemudian menghirup aroma sisa cairan di pecahan botol ramuan untuk mengetahui isinya.


"Jika aku tidak salah, ini adalah ramuan cuci darah. Kemungkinan dia berniat mengambil inti darah tubuh dewi bulan secara paksa."


Wajah Zhang Yu memerah saat mendengar penjelasan dewa naga. Matanya menyorot tajam dan hanya fokus pada Xiao Yuze yang baru saja bangkit kembali.


"Kurang ajar! Zhang Yu, kau ingin mati?" Xiao Yuze menyeka darah di sudut bibirnya sambil memancarkan kembali aura kekuatannya.

__ADS_1


Zhang Yu mendengus. "Kau yang ingin mati!"


Begitu selesai bicara Zhang Yu langsung melesat dengan pedang semesta. Xiao Yuze juga tidak diam. Dia maju menghadapi Zhang Yu mengerahkan segenap kemampuannya.


Namun, Xiao Yuze lupa jika luka dalam tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Ketika dia memaksa mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, terdapat penolakan dari tubuhnya.


Teknik yang bahkan belum sempat terbentuk seketika lenyap karena Xiao Yuze tak mampu mengontrolnya. Zhang Yu masih diliputi amarah. Dia menciptakan bayangan tinju raksasa yang kemudian melesat cepat menghantam tubuh Xiao Yuze.


Boom!


Tubuh Xiao Yuze menghantam tembok untuk kedua kalinya. Namun sekarang dia kesulitan berdiri lantaran tubuhnya sudah tidak memiliki tenaga.


"Yuze!" Suara keras menggema dari ambang pintu.


Xiao Lang dan beberapa tetua termasuk Xiao Nie dan Xiao Mei datang setelah mendengar ada keributan. Namun mereka tidak menyangka saat sampai di sini melihat Xiao Yuze sudah tidak berdaya sementara Zhang Yu menggenggam pedang.


"Ada apa ini?" tanya Xiao Nie.


Xiao Lang diikuti tetua kedua segera berlari ke arah Xiao Yuze. Melihat kondisi putranya yang sangat buruk seketika memancing kemarahannya dalam dirinya.


"Zhang Yu! Kau yang melakukannya kan? Aku akan membuatmu membayarnya!" Namun Xiao Nie segera berdiri di depan Zhang Yu untuk menengahi masalah ini.


"Xiao Lang, tenang."


"Bagaimana aku bisa tenang ayah melihat Yuze terluka seperti ini!" balas Xiao Lang.


"Dia pantas menerimanya!" kata Zhang Yu. Sepenggal kalimat yang semakin menyulut amarah Xiao Lang.


"Bedebah busuk! Aku akan menghajarmu sampai babak belur!"


"Xiao Lang! Kau keterlaluan. Kita dengarkan dulu apa yang sebenarnya terjadi." Xiao Mei pun tak segan maju membela Zhang Yu. Dia menatap putranya yang berdiri begitu teguh tak merasa bersalah dengan tindakannya. Itu berarti dia memiliki dasar yang kuat untuk bertindak sejauh ini.


"Benar, kita masih tidak tahu apa yang terjadi. Zhang Yu, bisa kau ceritakan kepada kami?" pinta Xiao Nie mengikuti kalimat putrinya.


Zhang Yu pun mengeluarkan pecahan botol ramuan cuci darah dan melemparnya ke arah Xiao Lang. "Lihat apa yang ingin dilakukannya! Dia ingin mengambil inti darah tubuh dewi bulan milik Xuan Yin secara paksa. Kau pikir aku akan membiarkannya? Langkahi dulu mayatku!"


Semua orang yang mendengar ini langsung tercekat. Xiao Lang pun terdiam sambil berusaha mencari tahu pecahan botol yang dilempar padanya. Begitu mengenali itu adalah ramuan cuci darah, keningnya mengerut sambil menatap Xiao Yuze.


Xiao Nie yang penasaran mengambil pecahan botol di lantai. Dia menghirup dengan seksama lalu segera mengenali ramuan tersebut. Beberapa tetua juga melakukan hal serupa. Mereka sungguh tak percaya jika Xiao Yuze berniat melakukan hal terlarang seperti itu.


Walau bagaimanapun Xuan Yin bukan tawanan yang dapat diperlakukan sesuka hati. Dia adalah calon menantu yang datang sebagai perwujudan janji.

__ADS_1


Xiao Yuze berniat mengambil inti darahnya secara paksa. Itu bukan hanya mengkhianati janji yang dibuat leluhur terdahulu, tapi juga beresiko membuat Xuan Yin kehilangan tubuh fisik dewi bulan bahkan berakibat kematian.


__ADS_2