Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 223 : Memusnahkan Kedai Bulan Merah


__ADS_3

Han Wuzhou bertarung menghadapi dua lawan sekaligus. Tapi apa yang bisa diharapkan dalam posisi tersebut. Meski beberapa saat pertama berhasil memberi perlawanan, seiring berjalan waktu Han Wuzhou didesak habis-habisan oleh Zhang Yu dan Xiao Nie. Tubuhnya terhempas menghantam tebing. Luka sayatan membekas di beberapa bagian tubuhnya dan darah mengalir dari sudut bibirnya.


Xiao Nie mengangkat pedangnya bersiap mengeluarkan serangan pamungkas untuk membunuh Han Wuzhou.


"Mata Pedang Evolusi Kedua!" serunya.


Satu siluet tebasan melesat ke tempat Han Wuzhou dengan cepat. Pada situasi ini Han Wuzhou bahkan sudah pasrah jika benar-benar harus tiada. Tetapi tepat pada saat itu kelebat bayangan hitam melintas di hadapannya lalu menghalau serangan tersebut.


Blar!


Teknik mata pedang menyambar tebing batu di samping. Butuh beberapa saat sebelum Han Wuzhou tersadar jika dirinya baru saja lolos dari kematian. Dia menoleh ke samping lalu menemukan sosok pria yang sebenarnya cukup membuatnya dongkol.


"Fu Shuang, apa yang kau lakukan di sini?" Dengan nafas yang agak memburu, tatapannya terlihat heran.


Fu Shuang tertawa sinis. "Jika tidak di sini, apa aku akan membiarkanmu berakhir dengan menyedihkan seperti ini?"


"Bahkan jika kau masih membenciku, tapi kau tetap pernah menjadi pemimpin Kedai Bulan Merah. Jangan terlalu senang karena aku membantumu, aku hanya ingin menyelamatkan muka Kedai Bulan Merah."


Setelah bicara Fu Shuang melempar sebuah botol ramuan pada Han Wuzhou. Tanpa banyak bertanya Han Wuzhou menenggak ramuan yang membuat kondisinya menjadi lebih baik.


"Sejak awal aku memang sudah curiga dengan orangmu satu ini. Di lihat dari segi apapun memang sangat mencurigakan."


Mendengar dirinya dibicarakan, Xiao Nie menarik pedangnya lalu bertahap menunjukkan lengkungan senyum di antara bibirnya. Tak ayal sikapnya ini membuat Fu Shuang kesal.


"Kau sepertinya tidak bisa melihat situasi. Kami memiliki lebih dari dua puluh orang, sementara kau hanya berdua," ucap Fu Shuang.


Tetapi Xiao Nie enggan menghapus senyum di wajahnya. Dia bahkan menjadi lebih percaya diri saat tangannya mulai melambai memberi tanda pada Zhang Yu.


"Sekarang!"


Zhang Yu mengalirkan Qi miliknya. Dalam sekejap di atas tanah yang lembab itu muncul lingkaran cahaya yang kemudian mengikat kaki puluhan orang di atasnya. Termasuk Fu Shuang dan Han Wuzhou.


"Apa ini?!" ucap Fu Shuang sambil berusaha melepaskan diri. Tapi sebanyak apapun ia mencoba, kakinya tetap terperangkap di sana tanpa bisa digerakkan.


"Pemimpin, bagaimana ini?" tanya orang-orang di belakang pada Fu Shuang.


Saat Fu Shuang akan menjawabnya, perhatiannya teralihkan dengan Xiao Nie yang sedang mengayunkan pedang.

__ADS_1


"Terima ini! Mata pedang evolusi terakhir!" serunya.


Sepuluh siluet tebasan muncul dari gerakan pedangnya lalu melesat cepat ke tempat Fu Shuang dan orang-orang yang berada di sekitarnya.


Boom!


Boom!


Boom!


Sepuluh ledakan keras menggema sangat hebat. Dua puluhan orang yang dibawa Fu Shuang langsung kehilangan nyawa.


"Apa sudah berakhir?" gumam Xiao Nie seraya melambaikan tangan berusaha menyingkirkan kepulan asap di depannya.


Namun yang tidak terduga, ketika asap itu menghilang tampak tempurung kura-kura terlentang di tempat Fu Shuang dan Han Wuzhou berdiri.


Krak!


Tempurung kura-kura itu retak kemudian hancur dan memperlihatkan dua orang yang berhasil bertahan dari serangan mata pedang.


"Memangnya kenapa jika masih bisa bertahan, lagipula ...." Xiao Nie berpikir segel kuno masih dapat menahan Fu Shuang dan Han Wuzhou lebih lama. Tetapi durasi teknik ini ternyata jauh lebih cepat dari yang sempat ia pikirkan.


Alhasil tanpa pengaruh dari segel kuno Fu Shuang dapat menggerakkan kakinya seperti semula. Dia tersenyum sambil menatap Xiao Nie dan Zhang Yu kemudian melirik Han Wuzhou yang berada di sebelahnya. "Aku hadapi pria itu, kau lawan Zhang Yu."


Han Wuzhou hendak mengatakan sesuatu. Tetapi pada akhirnya dia hanya bisa mengikuti ucapan Fu Shuang untuk berhadapan dengan Zhang Yu.


"Sekarang kau sendirian. Kakekmu tidak akan bisa membantumu." Han Wuzhou tertawa.


Dengan temperamen yang dingin dan tenang Zhang Yu tak membalas provokasi Han Wuzhou. Matanya hanya fokus ke depan, lalu pedangnya sudah bersiap dengan Qi yang meluap-luap.


"Dia sudah terluka sebelumnya. Bahkan jika dia sudah menerima anugerah surga ketiga, tapi dalam situasi ini dia tak lebih baik darimu." Zhang Yu mengangguk samar mendengar ucapan Long Shen. Detik berikutnya Zhang Yu langsung berpindah dari tempatnya, menyerang Han Wuzhou dengan teknik mata pedang evolusi pertama.


Tiga siluet tebasan melesat lalu meledak cukup keras.


Han Wuzhou mengira serangan itu tidak begitu kuat. Tapi nyatanya, tangannya yang membawa pedang bergetar karena menahan serangan itu secara langsung.


"Luka dalam ini benar-benar merepotkan!" dengus Han Wuzhou.

__ADS_1


Tidak begitu lama setelah mengeluh atas kondisinya, Han Wuzhou berkelebat cepat sambil menyerang Zhang Yu. Empat tebasan beruntun coba dia lesatkan. Sayang sekali setiap serangan mampu dihindari dengan baik oleh Zhang Yu. Bahkan untuk melawannya, Zhang Yu mengumpulkan Qi kemudian membenturkan pedangnya dengan pedang Han Wuzhou.


Trang!


Pedang Han Wuzhou langsung terlepas dari tangannya. Terlihat pria tua itu sangat terkejut dengan kekuatan serangan Zhang Yu. Tapi Zhang Yu tak banyak bicara. Dia kembali mengayunkan pedangnya dengan teknik lain yang dimilikinya.


"Pedang Pembunuh!"


Punggung Han Wuzhou menjadi sangat dingin ketika merasakan tekanan kekuatan yang sangat kuat dari bayangan cakar raksasa.


Han Wuzhou seolah tahu jika dirinya tidak akan selamat dari serangan itu jika tidak segera melakukan sesuatu. Oleh karena itu Han Wuzhou mengeluarkan sebuah pill dari saku jubahnya lalu menelannya bulat-bulat.


Dia mencoba memaksa tubuhnya untuk mengerahkan potensi tersembunyi. Ketika tubuh menahan rasa sakit, Han Wuzhou tak peduli apa yang akan dihadapinya nanti. Dalam waktu singkat tubuhnya mengeluarkan aura yang terlihat seperti kobaran api. Berwarna merah menyala dengan aura yang sangat kelam.


Blar!


Kobaran api meledak lalu menghancurkan apapun yang ada dalam radius sepuluh langkah. Bayangan cakar raksasa pun benar-benar tak tersisa karena luapan energi tersebut.


"Itu sejenis pil yang memberi kekuatan dengan mengorbankan inti darah. Kau harus berhati-hati," kata Long Shen.


"Zhang Yu, aku akan membunuhmu!" Sebelum Zhang Yu mengangguki ucapan Long Shen, Han Wuzhou bergerak seperti serigala lapar yang mencoba menerkam mangsa.


Gerakannya sangat cepat dan sulit ditangani. Tetapi Zhang Yu menguasai teknik pedang utara yang cukup digunakan untuk meredam gerakannya.


Meski Han Wuzhou menyerang membabi buta dan sangat ganas, tapi Zhang Yu membuat semua usaha pria tua itu sia-sia. Dan seiring berjalannya waktu pengaruh pil itu semakin kuat yang membuat tubuh Han Wuzhou tak lagi dapat menahan bebannya.


Han Wuzhou meringis sambil meremas jantungnya. Tidak lama berselang terdengar suara 'deg' dari dalam tubuhnya membuat mata Han Wuzhou terbelalak sempurna.


Tidak ada suara yang dapat didengarnya saat ini. Bahkan pandangan pun mulai samar. Ketika bayangan Zhang Yu muncul dalam pandangannya, dia mengepalkan tangan seolah ingin mencabik cabiknya menjadi debu.


"Aku akan membunuhmu!"


Zhang Yu tersenyum sinis. "Sebelum membunuhku, kau harus memikirkan terlebih dahulu keselamatanmu."


Jleb!


Han Wuzhou mati.

__ADS_1


__ADS_2