
"Maaf Guru, aku baru kembali setelah mengambil misi. Apa ada suatu yang ingin kau sampaikan?"
Dari pelataran luar ke pelataran dalam Zhang Yu berlari dengan terburu-buru. Dia merasa ada suatu yang sangat penting dan mendesak, tapi ketika sampai dia malah melihat gurunya sedang bermain catur dengan Tetua Xin Fei di halaman belakang.
Begitu Zhang Yu memanggil kepala akademi dengan sebutan guru, Tetua Xin Fei hampir menyenggol papan catur dan membuyarkan formasi yang sudah akan berakhir.
Matanya menatap Zhang Yu dengan serius lalu beralih pada Wang Chen. "Kepala Akademi, kenapa dia memanggilmu dengan sebutan guru?"
Wang Chen tertawa. Dia mengelus jenggot panjangnya lalu berbicaralah beberapa patah kata. "Dia memang muridku. Apa aku belum pernah mengatakannya sebelumnya?"
Jantung Tetua Xin Fei seakan berhenti mendengar pernyataan Wang Chen. Pria tua itu kembali menatap Zhang Yu dan diam-diam menghela nafas.
"Pantas saja dia tak sudi berguru padaku. Ternyata guru yang dimaksud adalah Kepala Akademi." Tetua Xin Fei merasa sangat lucu. Di saat yang sama juga merasa sedikit konyol.
"Tetua Xin Fei, aku masih memiliki satu urusan di sini. Jadi terpaksa permainan kita berakhir sampai di sini."
"Aku mengerti Kepala Akademi," Tetua Xin Fei bangkit dan berjalan meninggalkan kediaman kepala akademi.
Wang Chen mengambil nafas panjang, kemudian mengeluarkan dua inti binatang spiritual tingkat kelima.
"Sebelumnya aku merasa kau akan segera naik tingkat jadi meminta Tetua Xin Fei mencari inti binatang spiritual di paviliun harta. Tapi sayang sekali hanya dua inti binatang spiritual tingkat kelima."
Zhang Yu tertegun mendengar guru sengaja mencari inti binatang spiritual hanya untuk membantunya menerobos tingkatan. Ini terlalu perhatian!
"Dua juga sudah cukup Guru. Terima kasih atas usahamu untukku." Zhang Yu turun dari tempat duduk dan memberi hormat.
Jika ada orang selain orang tua dan bibi, guru adalah sosok yang paling ia hormati. Tanpanya Zhang Yu tidak akan bisa menjadi Zhang Yu yang sekarang. Dia hanya seorang pecundang yang tak bisa berkultivasi.
"Bangunlah, tidak perlu bersujud seperti itu." Wang Chen menunjuk tempat duduk dengan tatapannya.
Zhang Yu yang mengerti segera duduk di sana.
__ADS_1
"Untuk melakukan kultivasi kau harus menemukan tempat yang mengandung banyak energi. Meski kondisi tubuhnya agak spesial, tapi semakin banyak energi tempat itu akan mempengaruhi tingkat perkembanganmu."
Zhang Yu tiba-tiba memikirkan satu tempat. "Guru, apa menurutmu aku harus pergi ke menara kultivasi?"
"Itu juga bisa. Kau dapat berkultivasi di sana untuk menerobos tingkatan."
"Baik Guru. Terima kasih atas sarannya. Aku akan segera pergi dan mulai kultivasi."
Seperti saran gurunya, Zhang Yu akhirnya pergi ke menara kultivasi setelah meninggalkan kediaman kepala akademi.
Zhang Yu memasuki bangunan berwujud pagoda itu dan dapat melihat suasana ramai meski sudah akan masuk waktu tengah malam.
Ting!
Satu ruangan di lantai pertama tiba-tiba terbuka. Murid buang ada di dalam keluar, lalu puluhan murid ingin mengambil ruangan itu. Mereka berlomba-lomba menempelkan token identitas pada batu transaksi.
Nama siapa yang keluar terlebih dahulu maka dia lah pemenangnya.
Murid lain tampak tidak puas, tapi mereka tidak dapat melakukan apapun. Sebenarnya bisa saja memaksa masuk mendahului pemilik nama. Tapi itu akan beresiko bahkan akan berakhir dengan sanksi tidak boleh masuk ke menara kultivasi selama dua atau tiga bahkan empat tahun.
Zhang Yu hanya memperhatikan perdebatan mereka. Dia melangkahkan kakinya ke atas untuk menuju lantai dua.
Sama seperti lantai pertama, beberapa murid menunggu di depan pintu yang memiliki nomor hari paling sedikit. Saat pintu terbuka mereka akan berusaha mendapatkan ruangan tersebut.
Zhang Yu tak berniat mengincar ruangan di lantai satu dua atau tiga. Dia mencoba mencari di lantai empat karena semakin tinggi lantai maka semakin energi spiritual dalam ruangan di menara kultivasi. Itupun jika menemukan ruangan yang kosong.
Dan benar saja sesuai perkiraannya, saat sampai di lantai empat, dari lima puluh ruangan tidak ada yang kosong. Dia berputar untuk mencari, tapi hasil tetap nihil.
Hanya ada dua ruangan dengan batas waktu paling dekat. Sekitar dua sampai tiga jam. Tapi tentu saja ada banyak murid yang mengantri di depan pintu demi berusaha mendapatkan tempat.
Zhang Yu sempat berpikir untuk bergabung dan memperebutkan tempat. Namun bagaimana dirinya bisa menerobos masuk ke dalam kerumunan? Terlalu banyak dan sesak.
__ADS_1
Saat Zhang Yu masih berpikir, tiba-tiba dari arah lain satu pintu ruangan terbuka. Padahal tanda waktu di dekat pintu masih menunjukkan waktu lima hari. Tapi kenapa sudah keluar?
"Ada pintu yang terbuka!"
"Ada pintu terbuka!"
Gerombolan orang menjadi heboh ketika menyadari ada satu pintu yang terbuka. Zhang Yu berada di posisi yang menguntungkan karena lebih dekat, jadi ketika mereka masih berusaha berlari, Zhang Yu sudah ada di depan pintu.
"Kurang ajar! Siapa murid luar itu?! Dia menyerobot antrean."
"Hei berhenti! Kau tidak boleh masuk!"
Belasan orang berseru memperingatkan Zhang Yu. Tapi Zhang Yu hanya menunjukkan senyum di bibir tipisnya dan menempelkan token identitasnya.
Tak lama muncul namanya di batu transaksi beserta juga sisa poin kontribusi dan waktu sewa ruangan. Zhang Yu masuk lalu menutup pintu tanpa menunggu kedatangan tamu-tamu tak diundang.
Mereka marah-marah saat melihat Zhang Yu masuk ruangan tanpa menghiraukan peringatan yang diberikan.
"Siapa murid luar ini? Berani sekali mengabaikan kita!" Sangat disayangkan setelah pintu tertutup informasi yang tersisa di sana hanya batas waktu sewa ruangan. Mereka tidak tahu siapa yang ada di dalam. Jarak terlalu jauh hingga tidak bisa melihat dengan jelas.
"Dia tidak akan keluar selama satu bulan. Jadi lebih baik kita pergi," kata seorang dari mereka.
Mau tak mau belasan orang itu membubarkan diri dari depan pintu ruangan Zhang Yu dan kembali ke pintu pertama untuk menunggunya sampai terbuka.
Sementara di dalam ruangan. Zhang Yu merasakan fluktuasi energi yang lebih pekat daripada di luar ruangan. Tiga kali, atau bahkan empat kali lebih pekat. Tubuhnya terasa berat, tapi di saat yang sama merasa bebas dan luar biasa.
Sayang sekali kondisi fisik tungku dewa kuno membuat Zhang Yu tidak bisa menyerapnya.
Zhang Yu mengeluarkan dua inti binatang spiritual tingkat lima pemberian guru, lalu duduk bersila mulai memejamkan mata.
Ketika memegang inti binatang spiritual itu tepat di antara dua telapak tangan, cahaya merah menyebar kemudian dengan cepat menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
Aura kekuatan dari inti binatang spiritual keluar, Zhang Yu berusaha mengolahnya dengan menerapkan metode kultivasi kitab budidaya tubuh.