
Malam itu sebuah pesta benar-benar diadakan oleh Liu Bei khusus untuk Zhang Yu. Dilakukan di lantai puncak dengan mengundang semua orang yang ada di gedung pusat Saturnus.
Tidak ada yang tidak bahagia pada saat ini. Di temani makanan dan minuman lezat, setiap orang sungguh tahu apa yang harus dilakukan.
Zhang Yu juga ikut andil dalam pesta tersebut. Walau bagaimanapun dia adalah tokoh utama. Jadi sebagian besar perhatian hanya tertuju kepadanya.
"Zhang Yu, mau minum arak denganku?" Liu Cang membawa dua gelas arak dan meletakkan satu di depan Zhang Yu.
"Kakakku sengaja mengambil persediaan arak dari gudang pribadinya. Ini adalah kualitas langka yang harus kau rasakan. Aku jamin tidak akan menyesal," tambahnya.
Melihat bagaimana Liu Cang sangat sangat percaya diri membuat Zhang Yu penasaran. Bertahap dia mulai meraih gelas itu dan menghirup aromanya.
"Bagaimana?" tanya Liu Cang.
Harus diakui memang arak ini memiliki aroma yang pekat. Dapat dipastikan berapa lama waktu fermentasi yang telah dilaluinya.
"Nikmat. Memang tidak mengecewakan,"
Liu Cang tertawa dengan tanggapan Zhang Yu. "Tentu saja. Tidak mungkin aku membohongimu. Hahahaha ...."
"Paman, Zhang Yu, apa kalian melihat ayah?" Liu Mengqi datang dari meja lain sambil mencari keberadaan ayahnya.
"Ayahmu ... Sepertinya tadi masih di sana. Tapi di mana dia sekarang ...." Liu Cang meletakkan gelas araknya laku mengedarkan pandangan ke sekitar mencari Liu Bei. Namun sepertinya Liu Bei sudah tidak berada di ruangan ini.
"Mungkin ayahmu kembali ke ruangannya, kenapa ... Eh itu ayahmu. Dia kembali," tunjuk Liu Cang saat melihat Liu Bei datang.
Liu Mengqi dan Zhang Yu spontan mendongakkan kepala. Liu Bei pada saat ini berjalan ke tempat mereka.
"Ayah ...." Kalimat Liu Mengqi tertahan begitu Liu Bei melewatinya begitu saja dan berjalan ke hadapan Zhang Yu.
"Zhang Yu, kau ada waktu?" tanya Liu Bei.
Zhang Yu bahkan sedikit terkejut dengan pertanyaan Liu Bei. Dia menyipitkan mata. "Ada apa, Paman?"
"Ikut denganku. Ada orang yang ingin bertemu denganmu."
Orang? Siapa?
Karena rasa penasaran Zhang Yu hanya mengikuti Liu Bei meninggalkan ruangan pesta. Liu Mengqi dan Liu Cang masih di tempat semula, keduanya menekuk wajahnya yang kecut karena merasa tidak dianggap.
"Paman, apa kau tahu siapa yang mencari Zhang Yu?"
__ADS_1
Liu Cang diam untuk beberapa saat sebelum mengayunkan kakinya dengan cepat. "Kita tidak akan tahu sebelum mencari tahunya. Ayo kita ikuti mereka."
"Apa?"
Liu Mengqi merasa hal ini tidak benar. Tetapi jika tidak mencari taunya makan dia akan terus penasaran. Jadi mungkin kali ini dia harus mengikuti pamannya.
"Paman, tunggu aku!"
...
Di ruangan lain. Setelah Zhang Yu dan Liu Bei sampai, pria berpakaian ungu yang semula duduk langsung berdiri.
"Zhang Yu, aku adalah Xiao Yujin. Jika kau memperhatikan, aku juga ada di sana saat kau bertanding dalam pertarungan surga."
Zhang Yu masih diam dan hanya memandang sosok pria di depannya.
Xiao Yujin? Dia bahkan tidak tahu pria ini siapa. Juga pada saat itu dia tak memperhatikan dengan jelas siapa saja yang ada di tempat Klan Xiao karena perhatiannya hanya tertuju pada kakek serta pamannya.
"Ada apa kau datang kemari? Apa kau datang untuk mengancamku?" tanya Zhang Yu tanpa segan.
Sebelumnya Xiao Lang sudah mengancamnya lebih awal melalui surat. Mungkinkah sekarang dia mengutus orang lain datang dan kembali mengancamnya?
"..."
Zhang Yu terdiam mendengar penjelasan Xiao Yujin. Matanya berusaha menangkap ekspresi Xiao Yujin jikalau ketahuan berbohong. Namun sepertinya dia berkata yang sebenarnya.
"Zhang Yu, apa kau akan pergi?" tanya Liu Bei dengan enggan. Dia berharap Zhang Yu tinggal lebih lama di tempatnya. Jika bisa menciptakan celah untuk menjodohkannya dengan putrinya.
Zhang Yu masih diam. Xiao Yujin kembali berkata, "Bukankah kau ingin bertemu ibumu? Patriark Sepuh berjanji akan membawa bertemu dengannya."
Kalimat ini berhasil membuat Zhang Yu tergerak. Selain untuk menyelamatkan Xuan Yun, sejak awal tujuannya adalah bertemu dengan ibunya. Setelah datang kesempatan ini bagaimana mungkin dia menolaknya.
"Kapan kita pergi?" tanya Zhang Yu.
"Apa?" Xiao Yujin mengedipkan mata terkejut dengan jawaban Zhang Yu. Dia mengubah raut wajahnya begitu cepat.
"Terserah padamu. Malam ini, atau besok. Kau yang memutuskannya."
Zhang Yu menundukkan kepala sambil melirik Liu Bei. "Paman, sepertinya aku tak jadi menginap. Aku harus pergi sekarang," ucapnya dengan menyesal.
"Haih ... Mau bagaimana lagi. Kau harus pergi ya pergi. Aku tidak akan menahanmu di sini." Liu Bei mengatakannya dengan tenang. Meski sebetulnya sangat ingin Zhang Yu bertahan.
__ADS_1
Pada saat yang sama pintu terbuka. "Kau akan pergi?" tanya Liu Mengqi yang datang bersama Liu Cang.
Zhang Yu bicara pada Xiao Yujin untuk menunggunya di luar, lalu dirinya sendiri mendatangi Liu Mengqi yang terlihat terkejut mendengar berita kepergiannya.
"Terima kasih karena telah membantu menjaga Sun."
Liu Mengqi bergeming seolah tak menghiraukan ucapan Zhang Yu. Zhang Yu mengeluarkan sebuah cincinnya penyimpanan lalu menyerahkannya pada Liu Mengqi. "Ada beberapa tanaman herbal langka di dalamnya. Namun mungkin kau harus menempatkannya di tempat yang khusus agar dapat memaksimalkan khasiatnya."
Liu Mengqi melihat isi dalam cincin penyimpanan tersebut. Cukup banyak hingga membuatnya berkedip beberapa kali.
"Baiklah. Kau harus berhati-hati," ucapnya.
Zhang Yu hanya tersenyum kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Payah. Lagi-lagi sangat payah!" dengus dewa naga.
"Sudah tahu putri pemilik Saturnus itu menyukaimu, tapi kau bersikap seolah tidak mengetahuinya. Benar-benar payah!"
Zhang Yu tak menggubris ucapan dewa naga dan fokus pada langkah kakinya. Dia bertemu dengan Xiao Yujin saat sampai di pintu keluar.
"Kita pergi sekarang?" tanya pria itu.
Mereka pun memulai perjalanan menuju Kota Dou Xi. Melewati kawasan pegunungan selatan lalu setelah satu hari sampai di sebuah wilayah yang sangat terpencil.
"Apa di sini pintu menuju wilayah Klan Xiao?" tanya Zhang Yu.
Menghabiskan waktu seharian dalam perjalanan membuat mereka memiliki waktu yang cukup saling mengenal. Zhang Yu mengetahui Xiao Yujin adalah putra tetua ketiga dan merupakan salah satu generasi muda yang berpotensi selain Xiao Yuze dan Xiao Yuwen.
"Benar. Tapi tidak sembarang orang dapat memasukinya. Dibutuhkan token seperti ini untuk masuk ke wilayah Klan Xiao," katanya sembari menunjukkan token dengan tulisan Xiao di salah satu bagiannya.
Setelah itu Xiao Yujin mengangkat token itu sambil memejamkan matanya. Tak berselang lama cahaya putih terpancar dari beberapa arah dan berkumpul di sekitar token. Saat cahaya itu memudar, sebuah portal terlihat di depannya.
"Ayo masuk. Ini adalah pintu menuju wilayah Klan Xiao."
Zhang Yu sejenak ragu. Namun dia tak bisa menahan diri ketika membayangkan keadaan ibunya dan Xuan Yin yang ada di sana. Mereka pasti menunggu kedatangannya.
Tidak menunggu lebih lama lagi, dia mengikuti Xiao Yujin memasuki portal tersebut.
wush...
Tubuh keduanya lenyap dalam sekejap.
__ADS_1