Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 284 : Identitas Suku Niao Sebenarnya


__ADS_3

"Aku tidak percaya jika kau akan mati begitu mudah. Itu bukan sifat dewa naga!"


Di saat seperti ini Zhang Yu malah mengingat bagaimana Long Shen selalu menyombongkan diri tentang kemampuan dan pengalamannya. Meskipun wajahnya yang sombong terlihat menjengkelkan, tapi tak pernah sekalipun Zhang Yu meragukannya.


Long Shen memiliki tempat yang khusus di sisinya. Tanpa keberadaannya, Zhang Yu yakin tidak akan bisa mencapai tingkat di mana dirinya berada saat ini. Dia rekan, pemandu, sekaligus mentor yang sudah sangat berjasa untuknya.


Di geladak depan, Shin dan anggota suku menatap rumit pulau yang pernah menjadi tempat tinggal mereka. Sekarang semua itu hanya tersisa kenangan karena satu menit yang lalu adalah saat di mana air laut menelan daratan terakhir yang tersisa.


"Pangeran, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Gui.


Shin menarik nafas cukup dalam. "Kalian tidak perlu khawatir. Saat perjalanan ke sini aku melihat sebuah pulau yang berada di barat daya. Kita dapat pergi ke sana dan mencari tahu mungkin pulau itu adalah tempat yang dapat kita tinggali."


Yi dan dua puluhan orang yang berada dalam perjalanan yang sama mengangguk membenarkan ucapan Shin.


Gui yang mendengarnya pun bisa bernafas lega. "Syukurlah jika begitu," ucapnya.


Pada detik ini, tiba-tiba muncul seberkas cahaya yang melesat dari permukaan pukau yang sudah tenggelam. Cahaya berwarna kuning keemasan itu melesat dengan cepat menembus awan dan bersinar semakin terang.


"Kakak Yu!"


Shin langsung teringat Zhang Yu yang sekarang berada di geladak belakang. Dia berniat pergi untuk memberi tahunya tentang cahaya itu. Tapi langkah kakinya terhenti saat melihat Zhang Yu baru berjalan dari geladak belakang. Kemungkinan dia juga melihat cahaya kuning keemasan itu yang memang sangat jelas.


Tak lama kemudian, cahaya yang bersinar itu tiba-tiba terjatuh tepat di depan mereka. Guncangan yang cukup kuat berhasil membuat kapal bergoyang, tapi perhatian semua orang lebih terfokus pada wujud benda bercahaya itu yang sekarang terpampang jelas. Sebuah bola hitam berdiameter satu meter.


Anggota Suku Niao yang waspada segera mengeluarkan pedang karena berpikir itu adalah ancaman. Namun Shin menahan mereka karena merasa bola hitam itu mengeluarkan energi kekuatan yang familiar.


Begitu juga dengan Zhang Yu. Perhatiannya benar-benar tak beralih dari bola hitam itu sejak merasakan aura jiwa yang akrab.


"Long Shen!"


Bersama dengan gumamannya, bola hitam itu terbelah secara vertikal dan mengeluarkan asap yang tebal.


"Lihat! Ada seseorang di dalamnya!"


"Anak kecil!" seru beberapa anggota Suku Niao.


Zhang Yu terus memperhatikan. Dia menyadari anak kecil yang keluar dari dalam bola hitam adalah anak kecil yang dilihatnya di gua leluhur.

__ADS_1


"Mungkinkah dia Long Shen?" gumamnya.


Zhang Yu memang merasakan aura jiwa Long Shen dari bocah laki-laki di hadapannya, tapi ada juga aura asing yang membuatnya tidak terlalu yakin jika dia adalah Long Shen.


"Apa yang kau lihat?" tanya bocah laki-laki itu dengan sinis. Dia menatap dengan tatapan matanya yang sangat dingin seperti dapat menelan apapun yang dilihatnya.


"Apa kau ingin mati?" ujarnya kembali yang kini mulai mengeluarkan aura kekuatannya.


Zhang Yu mengerutkan kening. Secara diam-diam dia juga mencoba mengaktifkan gelang naga untuk memastikan apakah bocah laki-laki ini adalah Long Shen atau bukan.


Karena jika dia Long Shen, dia akan langsung tersedot masuk ke dalam gelang naga dengan keterikatan jiwa yang sudah terjalin.


Tak...


"..."


"Tidak bisa?" batin Zhang Yu.


Setidaknya Zhang Yu sudah mencoba beberapa kali tapi cara tersebut benar-benar tidak berguna. Hal itu tentu memperbesar keraguan Zhang Yu jika bocah laki-laki itu adalah Long Shen.


Huh!


Sedetik kemudian dia melesat cepat ke arah Zhang Yu sambil memposisikan pedang petirnya ke depan.


Zhang Yu mengeluarkan pedang semesta karena merasakan kekuatan pedang petir itu yang cukup kuat. Dia bersiap melakukan tebasan untuk menghalau serangan, tapi tepat sebelum kedua pedang beradu, pedang petir tiba-tiba lenyap.


Swoosh...


Pedang semesta hanya menebas angin. Zhang Yu berbalik dan menatap bocah laki-laki yang aneh. Tapi bocah itu malah tertawa terbahak-bahak seolah ada sesuatu yang sangat lucu.


"Hahahahaha ... Dasarnya bocah bodoh!"


Mendengar kalimat yang keluar membuat Zhang Yu sekali lagi mengerutkan kening. Dia menatap bocah laki-laki itu yang perlahan berubah wujud menjadi sosok naga kecil. Seketika itu juga Zhang Yu baru sadar telah dipermainkan oleh Long Shen.


Namun anehnya Zhang Yu tidak marah atau kesal, dia malah terlihat senang karena Long Shen benar-benar selamat dari bencana itu.


"Apa itu seekor naga?"

__ADS_1


"Ya, itu benar-benar naga."


Bisik-bisik dari anggota Suku Niao menyadarkan Zhang Yu. Bukan hanya dirinya ataupun Shin yang dapat melihat Long Shen. Tapi semua orang yang ada di sini pun dapat melihatnya.


Tubuh Long Shen yang sebelumnya terlihat samar sekarang tampak nyata. Dia sungguh memiliki tubuh fisik.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Zhang Yu.


Long Shen pun menceritakan bagaimana dirinya bisa memiliki tubuh fisik. Semua ini berhubungan dengan leluhur Suku Niao yang memiliki darah phoenix.


Naga dan phoenix adalah dewa binatang spiritual. Ketika dua jenis darah itu bersatu, energi kehidupan yang lenyap sekalipun akan kembali saat itu juga.


Zhang Yu seakan tidak percaya setelah mendengar cerita Long Shen. Suku Niao yang berada di pulau terpencil ternyata masih memiliki garis darah yang sama dengan phoenix.


"Zhang Yu, di mana pulaunya?" Long Shen menatap ke belakang berusaha mencari pulau Suku Niao. Tapi dia tak menemukan apapun selain hamparan laut yang luas.


"Apa kau sungguh tak tahu?" tanya Zhang Yu dengan kening mengernyit.


Long Shen kembali berubah menjadi wujud menjadi bocah laki-laki tujuh tahun. Dia naik ke dinding pembatas kapal masih berusaha mencari pulau di sekitarnya.


"Apa kita dalam perjalanan kembali?" tanyanya.


Zhang Yu mendengus. "Asal kau tahu, kau sudah membuat pulau itu hancur dan tenggelam."


"Lihat, di bagian sana tampak puing-puing kapal yang hancur."


Long Shen tidak mau percaya. Dia berpikir Zhang Yu sedang membohonginya. Tapi melihat di sana benar-benar ada puing-puing kapal, dia tak bisa lagi membantahnya.


"Apa aku benar-benar telah melakukan hal itu? Aku menghancurkan pulau?" tanya seperti orang hilang ingatan.


"Jika masih tidak percaya, kau dapat melihat wajah mereka." Zhang Yu melirik ke tempat anggota Suku Niao. Meskipun mereka sudah pasrah dengan kehancuran pulau, tapi jejak kesedihan masih terlihat jelas di mata mereka.


Long Shen menundukkan kepala sambil menatap tangan kecilnya. Dia sungguh merasa bersalah dengan situasi ini.


"Kau tidak perlu merasa bersalah. Justru kami harus berterima kasih karena sudah memecahkan misteri yang selama ini menjadi rahasia. Sekarang kami tahu jika Suku Niao memiliki garis darah phoenix." Shin datang dengan penuh wibawa. Dia seperti kerasukan jiwa ayahnya dan memposisikan diri sebagai raja Suku Niao.


Long Shen tak bisa berkata-kata. Dia melangkah ke depan Shin, lalu mengeluarkan sebuah bulu berwarna biru dari sakunya.

__ADS_1


"Bulu ini adalah warisan dari leluhur Suku Niao, kalian harus menyimpannya dengan baik."


Shin mengangguk. "Pasti kami akan menyimpannya dengan baik."


__ADS_2