
Dengan terjualnya bunga anggrek hitam seharga dua ratus ribu koin emas Zhang Yu mendapat seratus empat puluh ribu koin emas dengan rincian delapan puluh ribu nominal dasar dan enam puluh ribu dari sistem bagi hasil.
Setelah lelang selesai Zhang Yu mengambil keuntungannya di tempat pengambilan barang. Tapi seorang pelayan memberitahu jika Liu Mengqi ingin bertemu dengannya dan keuntungan itu akan diberikan langsung olehnya.
"Zhang Yu, mungkin gadis ini juga menyukaimu. Jangan menyia-nyiakan kesempatan dan langsung bergerak seperti pria sejati."
Zhang Yu menyipitkan mata mendengar ucapan dewa naga. Sejak datang ke Kekaisaran Yang naga tua ini terus membicarakan tentang wanita dan pria sejati. Entah apa yang ada dalam kepalanya, sepertinya dia tidak waras karena terkurung lama di dalam pagoda.
"Tuan?" Pelayan melambaikan tangan karena Zhang Yu diam bahkan setelah diberitahu untuk datang ke ruangan Liu Mengqi.
"Baiklah, aku akan ke sana," kata Zhang Yu yang segera diangguki oleh pelayan tersebut.
Zhang Yu mendatangi ruangan Menejer Wan karena berpikir Liu Mengqi berada di sana. Tapi saat melihat ruangan itu kosong, dia pun mengurungkan niatnya saat akan mengetuk pintu.
Di waktu yang sama, satu pelayan kembali datang menghampiri nya. "Maaf Tuan. Untuk saat ini wakil kepala sedang dalam rapat pertemuan pasca lelang. Silakan menunggu di ruangannya yang ada di sebelah sana."
Zhang Yu menatap ruangan tersebut, terlihat papan nama menggantung di atas pintu menunjukkan pemilik ruangan itu, Liu Mengqi, wakil kepala.
"Tuan bisa menunggu di sana, atau jika Tuan ingin melihat-lihat koleksi kami, bisa pergi ke gedung kedua."
"Mungkin nantinya Tuan dapat menemukan sesuatu yang cocok di sana," tambah pelayan itu.
"Zhang Yu, aku merasakan tanda keberadaan barang langka dari arah yang sama. Mungkin kita bisa pergi ke sana untuk mendapatkannya," kata dewa naga dengan serius.
Zhang Yu ikut mencoba merasakan keberadaan yang dirasakan dewa naga. Tapi selain aroma melati dari ruangan Liu Mengqi seperti tidak ada yang dapat ia simpulkan.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan ke gedung kedua untuk melihat koleksi kalian. Cari aku saat wakil kepala kalian sudah menyelesaikan rapatnya."
Setelah pelayan itu mengangguk, Zhang Yu segera berjalan ke lorong sebelah kanan untuk menuju gedung kedua.
Konstruksinya tidak jauh berbeda dengan paviliun harta yang ada di akademi. Terdiri dari tiga lantai dan memiliki luas yang cukup lapang.
"Cepat pastikan di mana barang yang kau maksud itu. Apa ada di sekitar sini?" Zhang Yu mengedarkan pandangannya dan mencari di lantai pertama. Namun hampir semua barang yang ada di lantai pertama tidak berada pada tingkat yang dapat membuatnya tertarik.
"Tidak ada. Sepertinya berada di lantai kedua," gumam dewa naga yang masih begitu fokus memejamkan kata melacak pancaran aura samar yang ia rasakan.
Zhang Yu benar-benar tidak merasakan apa-apa. Jadi ketika dewa naga mengatakan barang ini berada di lantai dua, dia secara otomatis akan mengikuti ucapannya tanpa banyak bertanya.
Sesampainya di lantai dua, dewa naga semakin yakin pancaran aura itu berada di lantai yang sama. Cukup dekat hingga dia merasakannya semakin jelas.
Zhang Yu mengikuti petunjuk yang diberikan dewa naga, dia berdiri di depan satu rak yang cukup besar dan berisi ratusan jenis barang.
Siapa lagi jika bukan Yan Xue yang kini bersama dengan Tetua Ketujuh Klan Yan.
Pertama kali melihat Zhang Yu mereka berpikir hanya kebetulan. Tapi setelah melihat lebih dekat, ternyata benar-benar dirinya.
"Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau punya koin emas untuk membeli barang di sini?" cibir Yan Xue dengan senyum meremehkan.
Tapi Zhang Yu bukan seorang yang mudah terprovokasi dengan kata-kata seperti ini.
"Ya, aku tidak punya koin emas sebanyak Tuan Muda Yan sehingga tidak mampu membeli barang dengan harga dua kali di atas harga normalnya."
__ADS_1
Wajah Yan Xue berubah merah ketika mendengar ini. Tangannya terkepal seperti akan menerkam.
"Tetua Ketujuh, bantu aku hajar dia! Dia sudah mempermainkan kita, jangan biarkan dia lolos dengan mudah!"
"Sepertinya itu tidak mungkin. Kita tidak bisa bertarung di wilayah ini. Para orang tua yang ada di belakang Saturnus tidak akan diam saja ketika tahu ada pertarungan di wilayahnya," kata Tetua Ketujuh berusaha mengingatkan. Tapi Yan Xue sangat keras kepala, ketika tidak ada yang dapat membantu, dia akan maju sendiri.
"Aku tidak menyangka Tetua Ketujuh begitu pengecut. Jika begitu aku sendiri yang akan mengatasinya."
Sebelum tetua ketujuh mengatakan sesuatu, Yan Xue melesat sambil mendorong tinjunya.
Namun, bukannya berhasil mendaratkan serangan, tubuhnya malah terpental kembali dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
"Yan Xue!" Tetua ketujuh mendekat dengan panik kemudian langsung memapahnya. Matanya menatap Zhang Yu yang masih dalam posisi mengangkat satu kaki. Dengan segera dapat menyimpulkan apa yang baru saja terjadi.
Bersama dengan itu satu suara datang dari tangga lantai pertama.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya suara itu.
Tetua ketujuh dan Yan Xue menoleh secara bersamaan. Melihat yang datang adalah Liu Mengqi senyum di wajah mereka dengan cepat mengembang.
"Nona Liu, kau dapat melihat luka ini. Dia mengeluarkan kekuatan dan menyerang orang sembarangan," kata Tetua Ketujuh.
Mata Liu Mengqi melihat ke arah Yan Xue, kemudian beralih kepada Zhang Yu dan melihat jejak langkah kaki yang ada di lantai. Jelas sekali itu adalah milik Yan Xue, jadi dia dapat memastikan orang yang memulai adalah Yan Xue sendiri. Tapi karena tidak lebih kuat membuatnya mundur dan terluka.
Hanya dalam beberapa saat Liu Mengqi sudah mengetahui apa yang terjadi dengan memanfaatkan kemampuan analisis nya. Dia berjalan ke arah Yan Xue dan Tetua Ketujuh sambil tersenyum pada mereka.
__ADS_1
Keduanya berpikir Liu Mengqi akan berpihak pada mereka dan akan mengusir Zhang Yu. Tapi, semua keliru.
"Tuan Muda Yan, Tetua Yan, silakan kalian berdua meninggalkan gedung Saturnus."