
"Aku pikir siapa yang datang mengacau di tempat ku. Ternyata kalian dari akademi Kekaisaran."
Ada suara tapi tidak ada rupa. Zhang Yu, Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao mencari-cari ke sekitar.
Cit!
Sun menarik pakaian Zhang Yu dan memaksanya menoleh ke sebelah kanan. Sontak yang lain ikut berpaling dan menemukan sosok pria berpakaian putih dengan motif bunga-bunga.
"Pria ini lebih kuat dari dua orang sebelumnya," batin Zhang Yu setelah merasakan aura yang terpancar dari tubuh pria berambut panjang tersebut.
He Jiao memperhatikan dengan lekat. Bertahap dua alisnya menyatu seperti menemukan sesuatu. "Tang Yue, bukankah dia adalah Feng Gao?"
Tang Yue merenung, kemudian membuka lebar matanya. "Kau benar! Dia adalah Feng Gao. Dia menjadi target incaran murid pelataran dalam sejak satu tahun yang lalu. Bahkan akademi mengeluarkan perintah misi tingkat A untuk menangkapnya."
Wu Zetian di samping manggut-manggut. "Pantas saja wajahnya tidak asing. Ternyata dia Feng Gao, murid pelataran dalam yang membunuh puluhan murid akademi dan sekarang menjadi buronan."
"Ini sungguh kebetulan. Kita hanya datang untuk untuk misi memberantas bandit. Tapi sekarang malah muncul Feng Gao. Bukankah ini namanya sekali dayung dua pulau terlampaui?"
Tang Yue yang mendengar ucapan Wu Zetian langsung memukul punggung. "Apa kau gila?! Kita tidak mungkin mengalahkannya hanya dengan empat orang. Bahkan mungkin kemungkinan untuk bertahan sangat-sangat kecil jika berhadapan dengannya."
Sementara beberapa orang ini terus bicara, Feng Gao tertawa dengan suara keras.
"Kukira akademi sudah melupakanku, ternyata masih ada murid yang mengingat dengan begitu jelas. Bukankah aku harus memberi kalian hadiah karena telah mengenaliku." Setelah berkata Feng Gao meraih pedang besar di belakang tubuhnya, tanpa banyak membuang waktu langsung mengeluarkan serangan.
Energi berkumpul saat dua siluet tebasan berwarna merah melesat. Tang Yue memperingatkan agar semua menghindar, tapi Zhang Yu berdiri tegap sambil membentang pedang di depan dada.
"Kau pikir itu dapat menahan teknik amukan pedang milikku? Kau ...."
Kalimat Feng Gao langsung terputus melihat serangannya berhasil ditahan. Bukan hanya ditahan, tapi dihancurkan oleh perisai yang tercipta dari Qi.
Dia tak percaya. Dia menolak untuk percaya. Meski serangannya itu belum mengarahkan kekuatan penuhnya, tapi itu sudah cukup kuat untuk menghempaskan kultivator tingkat ahli.
"Apa mungkin dia berada di tingkat master?" Kening Feng Gao berkerut ketika memikirkan kesimpulan ini.
Satu detik kemudian dia menggelengkan kepala dengan kasar lalu memfokuskan pikirannya.
"Tidak peduli kau berada di tingkat apa. Aku akan mencabik tubuhmu dan memisahkannya menjadi beberapa bagian untuk apa yang telah kau lakukan." Feng Gao mengayunkan pedang besarnya.
Zhang Yu masih diam ketika Feng Gao bergerak. Akan tetapi ketika Feng Gao berada dalam jarak beberapa langkah, Zhang Yu mendorong tangannya yang memegang pedang dan menghadang lesatan pedang besar milik Feng Gao.
Trang!
Setelah itu mereka mundur, saling memberi tatapan tajam dan melesat mengincar satu sama lain. Pertarungan jarak dekat tidak dapat dielakkan. Dua senjata terus bertarung dan dentingan nyaring terdengar, tidak sekali dua kali, belasan bahkan puluhan. Mereka benar-benar seimbang.
__ADS_1
Pada waktu ini, Feng Gao mengambil jarak belasan langkah secara tiba-tiba. Dia berdecak sambil menunjukkan ekspresi tidak puas.
Sebagai mantan murid dalam yang terkenal dia tidak bisa terima ketika seorang murid luar mampu mengimbanginya.
Tidak perlu bertanya dari mana dia tahu Zhang Yu adalah murid luar. Cukup melihat pakaiannya, dia dapat dengan mudah mengetahuinya.
Huh...
"Kau memiliki cukup kemampuan. Tapi mulai sekarang aku akan serius."
Zhang Yu hanya menaikkan alisnya. Tapi itu sudah cukup membuat Feng Gao kesal. Dia mengeraskan rahang lalu sekali lagi mengayunkan pedang besarnya.
"Kau membuatku marah. Kau akan menyesal!"
Feng Gao mengeluarkan sambaran api dari ayunan pedang besarnya. Bagai cambuk, sambaran api bergerak cepat hampir saja mengikat tubuh Zhang Yu. Beruntung gerakannya tidak begitu cepat sehingga mampu dihindari.
Tapi Feng Gao tidak mundur, dia terus menyerang dan membuat pertarungan berlangsung sengit.
Feng Gao mengeluarkan kekuatan penuhnya demi dapat mengalahkan Zhang Yu. Tapi Zhang Yu dengan teknik pedangnya berkelit secara acak tapi dapat memberikan tekanan luar biasa.
Alhasil dengan pertarungan seperti itu Zhang Yu benar-benar meletakkan pertarungan di atas telapak tangannya. Bahkan ke mana Feng Gao ingin bergerak seolah dituntun dan diarahkan olehnya.
Ck...
Masih dalam posisi bertarung Feng Gao memecah perhatiannya untuk memikirkan cara pergi dari sini. Ini adalah kesalahan fatal. Zhang Yu tak melepaskan kesempatan dan mengerahkan serangan teknik pedang pembunuh.
Merasakan tekanan yang kuat, mata Feng Gao berkedut samar.
Detik berikutnya dia mengayunkan pedang besarnya. Karena tidak ada kesempatan untuk menghindar dia lebih memilih mengadu serangan dari pada harus pasrah menerima kematian.
Ketika dua serangan itu bertemu, tidak mengejutkan jika siluet tebasan berwarna merah sekejap hilang dimakan bayangan cakar yang tampak mengerikan.
Feng Gao tertegun karena terkejut serangan terkuatnya terlihat begitu lemah. Dia menciptakan pelindung untuk bertahan, tapi bayangan cakar menerobos menghancurkan penghalang.
Retak perlahan dan kemudian ....
Blam!
Meledak begitu dahsyat.
Feng Gao terpental dengan luka di sekujur tubuhnya. Dia tak mengira ternyata masih bisa selamat dari serangan itu. Sesaat secercah harapan muncul dalam benaknya, akan tetapi tidak bertahan lama karena saat ini Zhang Yu sambil membawa pedang semesta berjalan ke arahnya.
"Jangan bunuh aku!" Feng Gao sangat ketakutan. Dia meringkuk lalu memohon pada Zhang Yu.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu. Tapi ...."
Mendengar kalimat Zhang Yu, Feng Gao kembali memiliki harapan. Namun, ekspresinya menjadi tanggung saat mendengar ada kata tapi di belakangnya.
"Tapi apa? Aku akan menyerahkan semua hartaku jika kau melepaskanku. Bagaimana?"
"Aku tidak akan membunuhmu karena akan membawamu kembali ke akademi."
Apa?!
Wajah Feng Gao membeku. "Tidak! Jangan bawa aku kembali. Aku akan melakukan apapun asal kau melepaskanku."
"Kau akan melakukan apapun?" tanya Zhang Yu.
"Ya, aku akan ...."
Shut... Shut...
Tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, Feng Gao tak sadarkan diri setelah Zhang Yu memukul tengkuknya.
"Aku tidak tertarik dengan apa yang kau tawarkan karena secara otomatis itu sudah menjadi milikku." Zhang Yu mengambil cincin penyimpanan di tangan Feng Gao, lalu meletakkan tubuhnya begitu saja.
Wu Zetian, Tang Yue dan He Jiao mendekat.
"Zhang Yu, apa kau membunuhnya?"
"Sepertinya tidak. Dia masih bernafas," kata Tang Yue menyadari dada Feng Gao yang masih naik turun.
"Aku tidak membunuhnya. Bukankah dia buronan yang dicari akademi? Lebih baik membawanya kembali dan mendapatkan imbalan."
Wu Zetian mengangkat jempolnya. "Itu bijak. Dengan begitu kita sama saja menyelesaikan dua misi sekaligus. Selain itu, menangkap Feng Gao adalah misi tingkat A. Imbalannya jika tidak salah sepuluh ribu poin kontribusi. Itu cukup banyak bahkan jika harus membaginya berempat."
"Bagaimana bisa seperti itu. Zhang Yu yang mengalahkan Feng Gao sendirian. Kita tidak melakukan apapun, bagaimana bisa mengambil imbalannya?" sela Tang Yue tidak setuju.
Wu Zetian ingin membantah. Tapi yang dikatakan Tang Yue benar. Mereka tidak ikut bertarung, jadi akan sangat tidak tahu malu jika masih menginginkan bagian.
"Jika begitu hadiah sepuluh ribu poin kontribusi hanya milik Zhang Yu."
"Benar. Bagaimana menurutmu He Jiao?" tanya Tang Yue.
He Jiao pada saat itu sedang memperhatikan Zhang Yu diam-diam. Tiba-tiba Tang Yue menyenggol bahunya membuat dirinya seketika tersadar.
"A-aku juga sependapat dengan kalian."
__ADS_1