
Di lapangan akademi sungai bambu.
Setelah kurang lebih tiga jam layar proyeksi tidak berfungsi, tiba-tiba layar proyeksi itu kembali menunjukkan gambar lima belas peserta yang ikut dalam turnamen tersebut.
Namun, satu hal yang membuat semua orang terkejut adalah dua perwakilan akademi pulau selatan sudah terbaring tidak bernyawa.
Tentu hal ini membuat suasana di sana heboh. Terkhusus perwakilan akademi pulau selatan yang berkoar-koar.
"Zhang Yu! Dia pasti pelakunya! Dia yang membunuh dua murid akademi pulau selatan."
Tidak ada yang membantah karena terakhir kali terlihat bagaimana dua perwakilan akademi pulau selatan itu bertarung dengan Zhang Yu. Bahkan Gu Bo sekalipun tidak berdaya dalam situasi ini.
Zhu Yuan segera mengendalikan situasi dan meminta perwakilan akademi pulau selatan tetap tenang.
"Mari kita akhiri turnamen ini karena ada kejadian tidak terduga. Kita akan mencari tahu lebih jelas apa yang terjadi saat mereka semua kembali."
Tetua akademi pulau selatan jelas tak Terima dengan hal ini. Menurutnya, apa yang perlu diselidiki. Sudah jelas pelakunya adalah Zhang Yu. Dan perlu hukuman yang tegas untuk tindakannya.
__ADS_1
Zhu Yuan bersama dengan para tetua akademi sungai bambu membuka portal teleportasi. Satu persatu peserta keluar dari dunia yin dan yang termasuk Zhang Yu.
Tetua akademi pulau selatan segera mendatangi Zhang Yu. "Kurang ajar! Kenapa kau membunuh cucuku!" teriak kakek Lou Xian.
Zhang Yu yang baru keluar jelas tidak tahu apa maksud ucapan pria tua itu.
Zhu Yuan bertanya, "Zhang Yu, apa benar kau yang membunuh Lou Xian dan Xu Welin?"
"Terakhir terlihat pada layar proyeksi jika keduanya sedang bertarung denganmu. Dan keduanya meninggal di tempat yang sama."
Sekarang Zhang Yu memahami situasi ini. Pasti Istana Jiwa sudah membuat layar proyeksi itu mengalami gangguan. Ketika Lou Xian dan Xu Welin terbunuh itu tidak terlihat oleh siapapun kecuali dirinya.
"Omong kosong! Jangan beralasan karena buktinya sudah jelas!" teriak kakek Lou Xian.
Zhang Yu berkata, "Aku benar-benar tidak membunuh mereka. Mereka mati di tangan orang-orang Istana Jiwa. Jika tidak percaya, kalian dapat bertanya pada mereka jika ada orang-orang Istana Jiwa yang masuk dunia yin dan yang."
Tiga belas peserta lain segera membenarkan ucapan Zhang Yu. Kenyataan ini benar-benar sulit di terima karena tidak mungkin bisa ada orang lain selain lima belas peserta. Namun mengingat gangguan itu dan pengakuan peserta lain, kemungkinan besar yang dikatakan Zhang Yu memang benar.
__ADS_1
"Kalian periksa kondisi luka mereka berdua," perintah Zhu Yuan pada tetua.
Seketika beberapa orang pergi ke mayat Lou Xian dan Xu Welin untuk memeriksa. Tak lama kemudian raut wajah mereka menjadi serius ketika menemukan sesuatu.
"Ini adalah aura gelap. Satu-satunya yang bisa menggunakannya adalah Istana Jiwa. Zhang Yu tidak berbohong."
Meski telah diberikan kebenaran, kakek Lou Xian masih tidak menerima kematian cucunya dan menyalahkan Zhang Yu.
"Semua ini karenamu! Aku akan membalaskan dendam cucuku!"
Tapi Gu Bo tiba-tiba sudah berdiri di depan Zhang Yu. "Tetua, bukankah ini berlebihan? Sekian orang di sini dapat berpikir dengan jernih jika ada musibah dalam turnamen ini. Jika kau mencari orang untuk disalahkan, carilah Istana Jiwa yang telah membunuh cucumu."
Seketika dia menahan tangannya karena menyadari siapa yang berbicara. Dia membalikkan badan tanpa mengatakan apapun dan berjalan di ke tempat cucunya.
Zhang Yu menatap Gu Bo. "Senior, sejak kapan kau di sini?"
Gu Bo malah tertawa. "Dari pada membahas hal itu. Apa kau ingin pergi denganku ke asosiasi pandai senjata? Lagi pula turnamen harus berakhir karena kejadian tak terduga ini."
__ADS_1
Zhang Yu segera menganggukkan kepala. "Baiklah jika begitu. Aku ingin meminta petunjuk dari senior tentang bagaimana cara menempa."