Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 268


__ADS_3

Setelah hari itu, Zhang Yu benar-benar tidak memiliki waktu untuk bersantai. Dia fokus membuat senjata kelas menengah bahkan kelas atas untuk setiap orang di klan.


Bukan hanya itu, Zhang Yu juga memiliki tugas untuk membuat ruang kultivasi demi mendongkrak tingkat kekuatan rata-rata anggota klan.


Tentu kedua tugas itu tidaklah mudah. Namun siapa yang mengira Zhang Yu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikannya dalam waktu dua bulan.


Dalam kurun waktu tersebut Zhang Yu menciptakan ratusan senjata kelas menengah dan beberapa kelas atas. Dia juga mengubah ruang penjara bawah tanah yang tak difungsikan menjadi ruang kultivasi dengan memanfaatkan biji petir sebagai sumber daya energinya.


Sekarang Zhang Yu sedang memeriksa setiap ruangan dan memastikan ke-lima limanya berfungsi seperti yang diharapkan.


"Zhang Yu, bagaimana perkembangannya?" Zhang Lei datang dengan tetua keenam, Zhang Zhou. Keduanya melihat-lihat ruangan yang terlihat sangat berbeda dengan aslinya dan merasakan fluktuasi energi yang pekat di dalamnya.


"Patriark dapat melihatnya sendiri. Kelima ruangan sudah siap digunakan."


Zhang Lei masuk ke salah satu ruangan. Perhatiannya tak bisa lepas dari biji petir yang ada di salah satu sudut ruangan. Dia tersenyum karena senang. "Zhang Yu, kau sungguh telah melakukan perubahan besar. Apa yang kau lakukan ini jauh lebih baik dari yang sudah aku lakukan puluhan tahun."


Jauh di dalam hati Zhang Lei merasa malu. Namun, di sisi lain dia juga bangga karena ada satu di antara keturunan klan Zhang yang tumbuh menjadi sosok yang luar biasa.


Ketika dia memikirkan kembali bagaimana seluruh klan, termasuk dirinya pernah meremehkan Zhang Yu karena tak bisa berkultivasi, Zhang Lei merasa begitu buruk. Beruntung Zhang Yu tidak menyimpan dendam, dan bahkan melakukan semua ini demi kemajuan klan.


"Patriark, di dalam cincin ini terdapat senjata yang sudah aku buat. Aku menyerahkan semua itu kepadamu untuk dibagikan pada anggota klan yang lain."


Zhang Yu menyerahkan satu cincin penyimpanannya. Ketika Zhang Lei melihat isi di dalamnya, mulutnya terbuka dan matanya membulat sempurna.


Zhang Lei memang sudah mendengar jika Zhang Yu akan membuat senjata. Namun tidak berpikir itu akan mencapai jumlah yang sangat banyak.


"Ba-baik. Aku akan pastikan setiap anggota klan mendapatkan bagian."


Zhang Yu tak memiliki lagi hal lain untuk dibahas, dia berpamitan pulang ke kediamannya.


Dua bulan bukan waktu yang sangat lama bagi seorang kultivator sepertinya yang bahkan dapat bertahan bertahun-tahun hanya untuk berkultivasi. Namun selama dua bulan hanya berada di ruang bawah tanah dan bekerja terus menerus tak dapat dipungkiri membuatnya sedikit lesu. Zhang Yu ingin mengistirahatkan tubuhnya dan melihat istri serta anaknya.

__ADS_1


Tetapi saat tiba di kediaman, Zhang Yu melihat beberapa prajurit istana berdiri di depan gapura yang membuatnya seketika menautkan kedua alisnya.


"Siapa yang datang?" gumam Zhang Yu.


Zhang Yu memasuki halaman. Pada saat itu dia melihat Zhang Chao yang sedang bermain dengan seorang wanita muda.


"Bukankah dia putri perdana menteri yang mencampur racun pada pesta di istana?" Long Shen masih mengingat cukup jelas wajah Song Ya.


Sementara Zhang Yu baru mengingatnya saat Long Shen mengatakannya.


"Tapi kenapa dia ada di sini? Mungkinkah dia ...."


"Dia datang dengan pangeran pertama." Zhang Yu memotong sebelum Long Shen menyelesaikan kalimatnya. Dia menunjuk ke arah seorang kasim yang ia ketahui adalah kasim pangeran mahkota yang sekarang berdiri di samping pintu kediamannya.


"Ayah!"


Zhang Chao yang sedang berlari tiba-tiba mengubah arah larinya ketika melihat kedatangan Zhang Yu. Dia melangkah dengan kaki kecilnya yang imut dan hampir tersandung. Namun semangatnya tak berkurang sedikitpun untuk terus melangkah ke tempat sang ayah.


Zhang Yu menangkap putra kecilnya itu yang melompat ke dekapannya. Tak cukup sampai di sana, Zhang Yu menciumi tengkuk Zhang Chao yang membuatnya tertawa cekikikan.


"Siapa yang gemuk? Itu namanya sehat." Xuan Yin berjalan dari dalam langsung mengoreksi kalimat suaminya. Dia menyatukan alisnya dan ersungut-sungut marah karena tak terima dengan perkataan Zhang Yu yang menyebut dirinya terlalu memanjakan putranya.


Zhang Yu pun tersenyum pahit. Padahal dia hanya mengatakannya secara spontan. Tapi Xuan Yin yang ada di dalam tiba-tiba keluar dan mendengarnya.


Istrinya ini benar-benar tidak ingin mendengar hal buruk tentang putranya.


"Omong-omong, ada urusan apa pangeran pertama datang? Apa ada sesuatu?"


Xuan Yin mengernyitkan keningnya dan bertahap menatap ke arah kasim yang masih ada di tempatnya. "Berita kedatangan musuh asing sudah tersebar ke seluruh Kekaisaran Xuan. Itulah kenapa kakak pertama datang berniat membicarakan masalah ini dengan Patriark."


"Bukankah patriark baru saja pergi ke ruangan bawah tanah? Patriark tidak memberitahumu?" tanya Xuan Yin.

__ADS_1


"Tidak. Patriark tidak membahas hal itu sedikitpun." Zhang Yu menurunkan Zhang Chao, lalu menggandeng tangannya sambil berjalan memasuki kediaman.


Pada saat itu Xuan Yang, pangeran pertama sedang berbicara serius dengan Zhang Long dan Xiao Mei. Sekilas Zhang Yu mendengar tentang pembangunan benteng seperti yang ada di Kota Nuli.


" ... Dengan adanya pembatas dan juga benteng, itu akan memperkuat pertahanan saat musuh-musuh dari luar Kekaisaran Xuan menyerang," kata Xuan Yang setelah menjelaskan rencananya.


Zhang Yu yang melihat Xuan Yang sudah selesai bicara segera menghampiri mereka. "Itu bukan ide yang buruk. Tapi untuk membangun sebuah benteng yang kokoh membutuhkan seseorang yang ahli. Sementara di Kota Qian Gu tidak memilikinya."


"Tenang saja. Ayah kaisar sudah menyiapkan tenaga ahli dan mereka akan sampai di Kota Qian Gu paling lambat tiga hari dari sekarang." Xuan Yang juga memberitahu jika kelompok lain akan datang bersama tenanga ahli untuk menambah kekuatan pertahanan di wilayah pesisir.


Zhang Yu menganggukkan kepala. "Itu yang aku maksud. Jika semua sudah disiapkan, pembangunan benteng itu akan segera terlaksana."


"Song Ya, panggilkan Kasim Nou." Xuan Yang memberi perintah pada Song Ya. Gadis itu yang berdiri di belakang Zhang Yu segera pergi dari sana.


Zhang Yu hanya meliriknya dengan heran. Dia sedikit bingung dengan situasi di ruangan ini sekarang.


Seolah mengetahui kebingungan dari wajah Zhang Yu, Xuan Yang segera menjelaskannya. "Sejak pesta waktu itu dia terus datang ke istana dan berharap menerima hukuman. Ayah kaisar tidak memberinya hukuman, tapi dia malah berdiri di depan gerbang tujuh hari tujuh malam. Aku hanya bisa membantu dengan menjadikannya pelayanku. Setelah rasa bersalahnya berkurang, dia bisa pergi kapanpun yang dia mau."


Oh...


Zhang Yu manggut-manggut. Tetapi Xuan Yin tak bisa menahan tawa ketika mendengar cerita itu. Dia berkata, "Kakak pertama, aku sangat mengenalmu. Kau tidak mungkin melakukan semua ini hanya karena rasa kasihan kan?"


Xuan Yang yang sedang menenggak tehnya langsung menyembuhkannya.


Uhuk...


"A-apa maksudmu. Tentu saja aku melakukannya hanya karena hal itu. Tidak mungkin aku memiliki pikiran lain. Dia jauh lebih muda dari ku," bantahnya sambil terbata-bata.


Xuan Yin berdecak. "Ck ... Bahkan Chao'er pun mengerti jika pamannya sedang berbohong. Kau sungguh tidak pandai menutupi sesuatu."


Brak!

__ADS_1


Xuan Yang berdiri dari tempat duduknya. Dia berdehem lalu melihat ke arah pintu dengan gelisah. "Kenapa Kasim Nou tidak juga datang? Sepertinya aku harus pergi mencarinya sendiri."


Setelah berkata dia benar-benar pergi dari ruangan itu. Melangkah dengan cukup cepat seperti takut mendengar lebih banyak kata dari adik bungsunya.


__ADS_2