Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu

Kaisar Petarung : Perjalanan Zhang Yu
Chapter... 127 : Lagi-lagi Klan Yan


__ADS_3

“Tuan, apa kau di dalam?” tanya Jia—Pelayan Ye Hua—sembari mengetuk pintu ruangan.


“Masuklah!”


Mendengar kalimat ini, Jia mendorong tangannya untuk membuka pintu, tapi sebelum masuk ia menarik nafas cukup dalam.


Bagaimanapun Jia memiliki kehati-hatian terhadap orang yang beru dikenalnya. Terlebih parasnya yang di atas rata-rata tidak diragukan kerap menjadi boomerang baginya.


“Duduklah,” Zhang Yu tidak basa-basi. Begitu Jia duduk beberapa pertanyaan langsung diajukan. Tentu saja hal ini menenangkan Jia yang memiliki prasangka terhadap Zhang Yu sebelumnya.


“…” Selama Zhang Yu bertanya Jia hanya mendengar dan mengangguk paham. Baru ketika Zhang Yu diam dia membeberkan semua menurut pengetahuannya.


Setelah waktu yang panjang dihabiskan dengan sesi tanya jawab, Jia keluar disertai senyum mengambang di wajahnya. Mata terus menatap kantong bulat di tangan yang dapat dipastikan berisi koin emas. “Andai semua tamu sepertinya, aku dapat segera berhenti dari pekerjaanku dan mulai menikmati hidup.”


Tidak dipungkiri Jia sangat puas dengan imbalan Zhang Yu. Itu sangat setimpal dengan apa yang dilakukannya. Bahkan menurutnya semua informasi itu adalah hal umum yang diketahui banyak orang.


Sementara di dalam ruangan.


“Ternyata Klan Yan merupakan salah satu oenguasa di kota ini. Pantas saja ....” Zhang Yu memangut dagu sambil mengingat kejadian sebelumnya di sekitar gerbang.


Zhang Yu duduk di tepi tempat tidur lalu bergumam, “Aku juga mencoba bertanya padanya tentang klan kuno tapi sepertinya keberadaan klan kuno lebih tinggi dari perkiraanku. Dia bahkan tidak berani untuk berbicara sesuatu tentang klan kuno.”


Haih…


Zhang Yu menghela nafas, menutup wajahnya dengan kedua tangan.


...


Keesokan harinya.


Zhang Yu meninggalkan gedung Ye Hua setelah menginap di lantai atas. Ketika dia melangkah di lantai pertama banyak orang memperhatikannya.


“Siapa dia? Apa dia seorang bangsawan?” tanya suara-suara para wanita yang bertugas di dekat pintu masuk.


“Tapi jika dia bangsawan mengapa pakaian sangat sederhana?"


“Aku tidak peduli. Dia sangat tampan. Jika tahu ada mangsa sepertinya aku akan mendakatinya terlebih dahulu,” ucap salah satu wanita.


Dewa naga menatap dengan senang situasi ini, tapi menjadi tak semangat melihat Zhang Yu yang sangat tidak asyik.


"Aku baru pertama kali melihat pria sepertimu. Masuk ke dalam toko roti tanpa membeli rotinya. Sepertinya telah terjadi masalah pada kepalamu."


Zhang Yu lagi-lagi ucapan dewa naga. Mengabaikan juga tatapan yang tertuju kepadanya dan berjalan keluar seolah tidak ada siapapun di sekitarnya.


“Hei, untuk apa kalian malah ribut sekarang? Sebaiknya bersiap karena sebentar lagi kita akan kedatangan tamu dari dua keluarga bangsawan."


Zhang Yu yang semula tidak tertarik dengan segera menghentikan langkah kakinya begitu mendengar apa yang dikatakan salah seorang pelayan wanita. Dia bergeming dalam posisinya menjaga jarak agar tidak ketinggalan informasi yang tengah mereka perbincangkan.


Menurut informasi yang diberikan oleh Jia, selain Klan Yan, terdapat dua keluarga bangsawan yang menjadi pemegang hierarki tertinggi wilayah Kota Dou Yan. Bangsawan Tong dan Bangsawan Ren.


Semakin mendengar pembicaraan tentang pertemuan ini membuat Zhang Yu semakin penasaran.


“Sepertinya aku harus tetap berada di sini,” gumamnya. Entah kenapa semacam ada stimulus yang membujuknya untuk tetap bertahan. Mungkin saja dua kekuatan besar di Kota Dou Yan ini akan membicarakan sesuatu yang akan berguna baginya.


...


Dari pagi hingga siang Zhang Yu bertahan di luar gedung Ye Hua untuk menunggu pertemuan yang dibicarakan. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda kemunculan rombongan besar seperti yang mereka katakan.


“Apa aku salah mendengar?” Zhang Yu mulai merasa ragu. Tapi bagaimana mungkin ia salah dengar. Jelas-jelas para wanita itu mengatakan tentang kunjungan Klan Yan dan dua keluarga bangsawan.


"Kau tidak salah dengar. Aku juga mendengarnya," timpal dewa naga.


Zhang Yu pun menganggukkan kepala, memutuskan untuk menunggu lebih lama di sana. Pada waktu yang sama Gedung Ye Hua semakin ramai. Tentu saja hal ini membuat Zhang Yu secara pasti mengerutkan kening.

__ADS_1


“Lihat, itu adalah kereta kuda dua keluarga bangsawan. Kabar mereka mengadakan pertemuan di gedung Ye Hua ternyata benar.”


Seruan itu seketika menarik perhatian Zhang Yu, dua rombongan berjalan dari arah barat dengan penjagaan yang sangat ketat. Semua orang berkumpul untuk menyaksikan. Mereka tampak sangat antusias dan bersemangat.


Zhang Yu tidak bereaksi berlebihan, mengalihkan pandangan memperhatikan satu per satu sosok dalam rombongan.


“Setiap pengawal tidak lebih lemah dari tingkat master bintang satu. Bahkan ada lima yang berada di tingkat master bintang delapan dan satu yang berada di tingkat grand master bintang satu.” Zhang Yu dapat memperkirakan tingkatan kekuatan mereka yang ada di luar kereta sambil menunggang kuda. Tidak dipungkiri tingkatan cukup tinggi untuk ukuran pengawal perjalanan.


“Sepertinya masih ada beberapa orang yang lebih kuat di dalam kereta, tapi aku kesulitan untuk memastikannya.”


“Formasi!”


Pengawal yang berada di barisan paling depan berseru lantang. Seketika semua pengawal membentuk sebuah pembatas untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.


Zhang Yu hanya diam, melihat rombongan dua keluarga bangsawan masuk ke dalam gedung Ye Hua. "Aku tidak mungkin menerobos masuk ke dalam. Terlalu banyak orang."


"Apa yang kau lakukan dengan berdiri di sana?"


Tiba-tiba datang suara cempreng yang merusak telinga.


Zhang Yu perlahan memutar tubuhnya, mendapati seorang pria yang tampak tidak asing di matanya.


"Eh ... Kau!"


Bukan hanya Zhang Yu yang terkejut, tapi pria itu juga.


"Sialan! Aku sudah mencarimu ke seluruh tempat di Kota Dou Yan. Tapi kau malah berada di sini. Memang takdir tengah berpihak kepadaku untuk membalaskan dendam." Senyum di wajahnya melempar sebuah kepuasan.


Zhang Yu mengingat pria ini yang ditemuinya sebelum memasuki Kota Dou Yan. Saat itu ia masih berbelas kasihan tapi pria ini bahkan dengan wajahnya masih lebam tak membuatnya ragu datang mencari masalah kepadanya.


Kata-kata ayahnya memang benar. Sekalipun orang diam tidak melakukan apapun. Akan ada masalah yang datang dengan sendirinya.


"Ada apa di sana? Apa itu Yan Xue?" Suara Yan Xue yang tidak pelan membuat semua yang masih di sekitar menatap ke arah mereka.


"Sangat sial nasibnya harus berhadapan dengan Yan Xue."


Namun, Yan Xue melihat dari sudut yang berbeda. Mengira sikap diam Zhang Yu adalah bentuk ketakutan terhadapnya.


"Kenapa kau diam? Menyesal? Jika kau berlutut dan mematahkan satu lenganmu, aku akan melupakan masalah ini." Dia mengatakannya dengan sangat congkak. Senyum menghina terukir nyata di antara bibirnya.


Yan Xue tahu jika kekuatannya masih kurang untuk balas dendam. Tapi memangnya kenapa, dia adalah keturunan Klan Yan. Hanya sedikit yang mampu membuatnya tunduk memberi hormat.


"Cepat kau berlutut dan aku akan menendang wajahmu," batinnya sembari mengembangkan senyum semakin lebar.


Namun, yang terjadi sangat tidak sesuai dengan bayangannya. Bukan hanya tidak berlutut tapi Zhang Yu berjalan dengan aura terpancar dari tubuhnya.


Yan Xue mengepalkan tangan. Ia sangat tidak tahan dengan ketidakpatuhan. "Sialan! Jika kau mencari mati, akan aku kabulkan."


"Luan!" Yan Xue berteriak kencang.


"Luan? Dia adalah abdi Klan Yan. Kita harus menjauh jika tidak ingin terlibat." Semua yang semula menonton tak lagi berada di sana dan menjauh secepatnya.


Pada saat ini Zhang Yu merasakan aura kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Terus mendekat dan semakin terasa.


Hahahahahaha...


"Kupastikan hari ini kau berlutut di hadapanku." Bersama dengan itu seorang pria memakai pakaian dari kain goni berdiri di samping Yan Xue.


"Tuan Muda, bawahan ini siap melaksanakan perintah." Pria yang dikenal dengan nama Luan ini memiliki tubuh tegak tinggi besar. Otot-otot menjalar keluar seperti akar pohon.


"Buat dia berlutut di hadapanku, lalu patahkan lengannya." Yan Xue berkata seolah itu adalah hal biasa. Bahkan senyum di wajahnya sangat mendalami perannya.


"Sesuai keinginanmu Tuan Muda." Luan mengeluarkan sarung tangan besi. Duri di punggung tangan tampak berwarna hijau kehitaman menandakan itu adalah cairan racun.

__ADS_1


Setelah selesai dengan semua persiapannya, Luan menerjang Zhang Yu dan langsung membenamkan kedua tangannya ke tanah.


Hyat...


Blam!


Dentuman yang sangat keras menimbulkan guncangan. Tanah bergetar kemudian retak dan pecah. Namun yang mengejutkan, di situasi ini Zhang Yu sama sekali tak beranjak dari tempatnya. Bahkan sepetak tanah di bawah kakinya seolah terlindungi dari hantaman tangan Luan.


"A-apa?!" Luan tak bisa berkata-kata. Sementara Yan Xue menyipitkan mata dengan rumit.


"Ka-kau ... Bagaimana bisa kau melakukannya?!" Luan sangat yakin kekuatan pukulannya dapat menghancurkan besi hingga menjadi serpihan. Namun, tanah di bawah itu masih utuh seolah tak tersentuh.


Zhang Yu mendengus pelan. dewa naga di kantung pakaian juga ikut mendengus melihat kepercayaan pria bertubuh besar ini. "Hanya grand master bintang tiga tapi sudah berlagak. Tidak perlu aku turun tangan, urus dia dengan cepat, Bocah!"


Zhang Yu melesat dengan kecepatan tak kasat mata.


Wosh...


"A- ...."


Dalam sekejap Zhang Yu sudah berada tepat di depan Luan. Pria besar itu sangat terkejut, tapi reaksinya tidak cukup cepat.


Blam!


Luan yang besar terlempar menghunjam permukaan tanah dengan satu pukulan.


Menyaksikan hal ini Yan Xue merasakan tubuhnya menegang. Keringat dingin perlahan tapi pasti membasahi wajahnya. "Aku tahu dia kuat. Tapi tidak berpikir itu akan sanggup mengalahkan Luan dalam satu serangan."


Menyesal. Ya, sekarang hanya ada penyesalan dalam lubuk hatinya.


Mungkin bukan murni penyesalan. Tapi merupakan bentuk lain dari ketakutan.


"Ak-aku harus pergi. Aku tidak ingin tiada." Sembari menggenggam tangan erat, Yan Xue memutar tubuhnya kemudian melesat pergi.


Akan tetapi, belum genap sepuluh langkah dia bergerak, di depannya sudah berdiri Zhang Yu yang sama sekali tak berekspresi.


"Kemana kau akan pergi?" tanyanya dengan nada dingin.


Dewa naga juga ikut menimpali. "Benar, bunuh saja!"


Dia--Zhang Yu--bukan orang yang mudah ditindas. Setelah sebelumnya sudah diberi belas kasihan, maka sekarang jangan harap kembali mendapatkannya.


Yan Xue tanpa sadar melangkah mundur. Akan tetapi, satu langkah dia mundur Zhang Yu pun mengikutinya.


"Luan?!" Yan Xue mencari Luan untuk meminta pertolongan. Tapi pria besar itu tidak bisa membantu karena dirinya sendiri tergeletak tak sadarkan diri.


"Tidak ada yang akan datang menyelamatkanmu,"


Gluk!


Yan Xue meneguk ludahnya secara kasar. Kalimat itu adalah ancaman kematian untuknya.


"Ka-kau ... Apa yang akan kau lakukan?" Melihat Zhang Yu maju satu langkah, pria yang sangat arogan itu takut sampai lemas.


"Aku adalah tuan muda Klan Yan. Kau akan menerima masalah jika membunuhku." Karena tidak memiliki kemampuan, Yan Xue mulai berkoar demi mempertahankan nyawanya.


Cih!


Zhang Yu berdacak pelan. Pada saat tangan ingin menyerang, sesosok bayangan melesat dan menyelamatkan Yan Xue darinya.


Hem?!


Bayangan itu adalah seorang pria tua yang mengenakan pakaian serupa dengan Yan Xue.

__ADS_1


"Kau salah mencari lawan. Klan Yan tidak akan melepaskanmu." Setelah berkata pria tua itu menuju ke tempat Luan, kemudian melesat pergi dengan membawa dua orang di tangannya.


Zhang Yu bahkan tidak sempat bicara, kekuatan pria tua itu cukup tinggi.


__ADS_2